Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Asmara beda dunia


__ADS_3

"Kamu sih membangunkan Kak Langit!" balas Langit yang kemudian mengecup kening dan lanjut ke bibir kekasihnya.


Kedua bibir itu saling beradu kembali di sinari cahaya api unggun di hadapan mereka.


Beberapa menit kemudian, meleka saling melepaskan ciuman mereka dan saat ini mereka saling menatap intens seraya mengulas senyum mereka.


Mereka kembali berpelukan dan perlahan-lahan memejamkan mata mereka.


Dua sejoli itu tertidur dengan lelapnya di depan perapian.


Waktu tak terasa terus bergulir, terdengar kicauan burung di depan goa uang saling bersautan dan sinar matahari menerobos masuk ke dalam goa dan menerpa wajah kedua sejoli yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Perlahan-lahan Ara membuka kedua matanya dan menebarkan pandangannya ke sekitar tempat dia duduk.


Ara melihat sesosok laki-laki di sampingnya yang juga membuka kedua matanya itu menatap ke arahnya.


"Selamat pagi!" sapa Langit seraya mengulas senyumnya.


"Pagi juga!" jawab Ara yang membalas dengan senyuman juga.


Matahari sudah beranjak meninggi, Ara merasakan gerah di tubuhnya.


"Kita mandi yuk, badanku lengket semuanya karena keringat. Sebaiknya aku mencari sungai atau air terjun untuk mandi." ajak Langit yang kemudian bangkit dari duduknya yang terus melangkahkan kakinya, diikuti oleh kekasihnya Ara.


"Sebaiknya ke kolam air terjun yang dekat dari goa ini. Sekalian cari ikan buat sarapan kita!" seru Ara yang mengingat kolam air terjun yang pernah dia datangi, dan mandi di sana.


Keduanya keluar dari goa untuk mencari kolam yang terdapat di bawah air terjun.


Ara dan Langit terus melangkahkan kakinya, menyusuri jalan setapak dan dari kejauhan sudah terdengar suara air yang jatuh ke tanah.


"Bless... blesss....!"


Terdengar suara air yang jatuh ke bumi, dan terus menerus, Hawa dingin memberi kesejukan di sekitarnya.


Jalan yang mereka tempuh semakin lama semakin meninggi dan juga sedikit terjal.


"Itu bukan hujan, air terjun! wah pasti sejuk sekali airnya!" seru Langit yang bersemangat untuk mencari sumber suara itu.


Dan benar saja, tak berapa lama Ara menemukan aiir terjun yang tadi sempat membuatnya penasaran.

__ADS_1


"Air terjun ini bukannya..?" ucap Langit yang mengingat sesuatu.


"Apakah kak Langit pernah ke tempat ini?" tanya Ara yang penasaran.


"I...iya, waktu kakak sebelum bertemu dengan kamu di goa purnama kemarin." jawab Langit yang menebarkan pandangannya ke sekitar kolam air terjun itu.


"Sebelum kita bertemu di goa purnama kemarin? Jangan-jangan kak Langit mengintip Ara mandi ya?" tanya Ara yang menebak-nebak.


"Eh, tahu juga! I...iya sedikit! he...he...he...!" jawab Langit sembari mengulas senyum tak bersalahnya.


"Ah, kak Langit! mesum rupanya!" seru Ara seraya memanyunkan mulutnya karena sebal.


"Ma'af kak Langit nggak sengaja, karena kak Langit penasaran dengan sosok gadis yang berenang di kolam yang berada di tengah hutan seperti ini. Kak Langit pikir siluman tak tahunya bidadari yang sekarang sudah menjadi kekasih hatiku ini." jelas Langit seraya merangkul tubuh Ara.


Gadis siluman itu mengulas senyumnya. Kemudian mereka melangkahkan kaki dengan bersemangat menghampiri kolam air terjun dan mencari tempat yang aman untuk Ara melepaskan pakaiannya.


Setelah menemukan batu yang besar untuk Ara bersembunyi, kemudian Ara melangkah menuju ke batu besar itu dan Langit menunggunya seraya melepas pakaian bagian atasnya.


Sementara itu Ara meletakkan benda-benda miliknya di atas batu besar yang ada dihadapannya.


Kemudian Ara melepaskan pakaiannya dan dengan segera dia menceburkan diri ke dalam kolam yang berada di bawah air terjun.


Tak berapa lama ada yang menutup kedua mata Ara, dan membuat penglihatan gadis siluman itu menjadi gelap gulita.


"Siapa? Kak Langit ya?" tanya Ara yang mencoba menebaknya.


"Benar sekali sayang!" jawab Langit yang kemudian berenang tepat dihadapan Ara.


"Ah, kak Langit kan suka gitu!" seru Ara yang memercikkan air ke arah Langit dan langit berusaha menghindarinya.


Adegan kejar-kejaran di dalam kolam air terjun itu berlangsung lumayan lama dan mereka kemudian berlomba menangkap ikan untuk sarapan mereka.


Setelah merasa tangkapannya sudah cukup untuk mereka berdua, Langit segera membersihkan ikan-ikan itu.


Sementara Ara melangkahkan kakinya menuju ke batu besar dimana pakaian dan asesorisnya berada disana.


Ara dengan segera memakai pakaiannya dan membenahi tatanan rambutnya. Setelah selesai Ara melangkahkan kakinya menghampiri Langit yang telah selesai membersihkan ikan-ikan tersebut dan dia memakai kembali pakaiannya.


Beberapa saat kemudian keduanya melangkahkan kaki kembali menuju ke goa dimana mereka tinggal beberapa hari ini.

__ADS_1


Langit menyalakan kembali perapiannya dan Ara membantu menusuk ikan dengan ranting kayu dan kemudian dia memanggang ikan tersebut.


Tak berapa lama ikan mereka bakar bersama-sama.


"Ara sayang setelah sarapan nanti, kak Langit akan pulang. Dan kita bertemu kembali bulan purnama yang akan datang." ucap Langit sambil membolak-balikkan ikan yang dia panggang.


"Oh, kenapa kita harus sembunyi-sembunyi sih?" tanya Ara yang penasaran.


"Apa kamu mau ke rumahku?" tanya Langit dengan mengulas senyumnya.


"Ya iya, saya kan ingin tahu keseharian kak Langit. Kita kan sudah menjadi sepasang kekasih? apakah tidak boleh Ara tahu tentang kak Langit?" jawab sekaligus Ara bertanya kembali.


"Kamu harus bersabar ya, tunggu sampai kak Langit kuliah terlebih dahulu." jawab Langit seraya memberikan ikan yang sudah matang pada Ara.


"Sampai kapan kak?" tanya Ara yang menerima ikan bakarnya dan kemudian mereka makan ikan bakar itu secara bersama-sama untuk menu sarapan mereka.


"Hm..! satu tahun lagi sayang. Yang sabar ya!" jawab Langit yang menatap ke arah Ara.


"Satu tahun lagi? Lama sekali?" gumam Ara yang sedikit kecewa.


"Itu cuma sebentar kok! kita nikmati masa pacaran kita dulu. Nanti setelah lulus dari kuliah, kak langit akan mencari pekerjaan dan akan mengenalkan Ara pada ayah kak Langit! Percayalah pada kak Langit, Kak Langit juga ingin kita segera menikah!" jelas Langit seraya menatap kembali wajah kekasihnya.


Ara menatap wajah Langit dan melihat ada ketulusan di hati laki-laki yang dia cintai itu.


"Baiklah kak, Ara percaya pada kak Langit." ucap Ara sembari mengulas senyumnya. Demikian pula dengan Langit yang menghela nafasnya leganya, karena berhasil meyakinkan kekasihnya.


Kembali mereka menikmati menu sarapan ikan bakar mereka, dan tak terasa ikan-ikan bakar tersebut sudah habis. Kini mereka mencuci tangan di aliran sungai kecil di dalam goa, tempat biasa mereka mencuci tangan mereka.


Tiba saatnya Langit untuk berpamitan pada Ara. Ada rasa tak ingin berpisah, dan kedua mata keduanya mereka mulai berkaca-kaca.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2