Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Membicarakan Hubungan Ara dan Langit


__ADS_3

"Jenjang pernikahan?" tanya Ara yang menatap Langit dengan penuh tanda tanya.


"Iya, sebaiknya segera kalian resmikan hubungan kalian. Apa lagi Langitkan sudah wisuda dan sekarang mendapat pekerjaan sebagai guru di Sekolah menengah Atas di kota ini. Jadi termasuk sudah siap untuk membina rumah tangga." jawab Bu misnah yang kemudian duduk ke sofa ruang tamunya.


"Iya, itu akan kami pikirkan nanti, yang jelas kami ingin mengenal keluarga masing-masing." jelas Langit seraya membelai rambut Ara dengan lembut.


"Ya sudah kalau begitu terserah kalian, kalau ibu hanya bisa merestui kalian." ucap Bu Misnah.


Kemudian mereka melanjutkan perbincangan mereka, dan tak terasa hari telah menjelang malam.


Langit berpamitan untuk meninggalkan rumah Bu misnah.


"Ara, kak Langit pulang dulu ya. Besok pagi kak Langit akan ajak Ara ke rumah kak Langit, dan akan kenalkan Ara dengan ayah kak langit. Orang tua kak Langit satu-satunya." ucap Ara seraya menggenggam tangan Ara yang duduk disamping Langit.


"Iya kak, Ara tunggu disini." jawab Ara dan Langit pun bangkit dan menjabat tangan Baron dan juga Bu Misnah.


"Baron dan bibi, Langit pulang dulu ya!" ucap pamit Langit yang sambil mengulurkan tangan pada Bu Misnah dan juga Baron.


"Oh iya bro, saya berterima kasih banyak kamu mau membantu saya dalam mengelola bengkel saya. Kalau butuh apa-apa bilang ya sama sahabatmu ini. Biar kita saling imbal balik." ucap Baron seraya menepuk punggung Langit dan mengulas senyumnya.


"Beres itu!" seru Langit seraya mengulas senyumnya.


"Nak Langit, salam buat ayah nak Langit ya! he..he...!" ucap Bu Misnah seraya mengulas senyumnya.


"Eh, bibi masih ada rasa ya dengan ayah Langit?" canda Langit seraya mengulas senyumnya.


Dan semuanya tertawa karena candaan dari Langit itu, termasuk dengan Ara.


"Kamu ini tahu saja! he...he...!" ucap Bu Misnah seraya mengulas senyumnya.


"Kalau masih ada cinta, kenapa nggak CLBK Cinta lama bersemi Kembali saja Bu?":tanya Baron yang tentunya itu menggoda ibunya.


"Apa kalian mau ibu dan ayahnya nak Langit CLBK cinta lama bersemi kembali?" tanya Bu Misnah yang menatap wajah putranya dan putra dari Darjo itu satu persatu.


"Jika kalian masih ada cinta kenapa nggak mau Bu? Langit kan juga merindukan sosok ibu dan mungkin Baron juga demikian merindukan sosok ayah disamping kami. Kami sudah besar dan kami mengerti perasaan ibu dan ayah, jika masih ada cinta di hati kalian." jelas Langit yang memegang punggung tangan Bu Misnah dan menepuknya beberapa kali.


"Baiklah kalau begitu, kapan-kapan suruh ayah kamu datang menemuiku. Bilang saja kalau ibu rindu! he...he...!" ucap Bu Misnah sembari mengulas senyumnya.


"Iya Bu, Langit permisi pulang ya!" ucap langit sembari mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Iya, hati-hati ya nak!" pesan Bu Misnah yang membalas dengan senyuman pula.


"Hm, iya Bu!" balas Langit sembari mengulas senyumnya dan melambaikan tangannya seraya memandang wajah kekasihnya Ara dan juga sahabatnya Baron.


"Sampai jumpa besok ya kak Langit!" seru Ara sembari mengulas senyumnya dan juga membalas lambaian tangan dari Langit.


"Iya sayangku!" balas Langit yang tetap mengulas senyumya dan demikian juga Baron yang juga melambaikan tangannya.


Kemudian Langit melangkahkan kakinya meninggalkan ruang tamu dan diikuti oleh Ara, sementara Bu Misnahbdan juga Baron melangkahkan kakinya menuju ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri mereka.


Ara dan Langit yang melangkahkan kaki mereka keluar dari ruang tamu dan saat ini sudah sampai di teras rumah.


"Kak Langit pulang dulu ya!" ucap pamit Langit saat sudah berhenti di teras depan rumah Bu Misnah.


"Iya kak!" jawab Ara dan adat menerima kecupan di kening dari Langit.


Ara menguals senyumnya dan demikian pula dengan Langit.


"Daa sayang!" bisik Langit.


"Daa kak Langit!" balas Ara yang juga mengulas senyumnya.


Kemudian Langit membunyikan klakson dan Ara melambaikan tangannya.


Langit melaju dengan kecepatan yang dia inginkan, menjauhi rumah keluarga musnah itu


Sementara itu Ara terus memandangi kepergian Langit sampai sepeda motor yang dikendarai oleh Langit menghilangan dari pandangan kedua matanya.


Setelah benar-benar Langit hilang dari pandangan kedua matanya, Ara masuk ke rumah dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Ara segera membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya, selesai itu Ara merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan mulai-lah dia memejamkan kedua matanya.


Malam semakin larut dan waktu bergulir semakin cepat, pagi hari sudah datang dan semua orang melakukan aktifitas harian mereka termasuk dengan penghuni rumah Bu Misnah.


Para pelayan dan tukang kebun melakukan aktifitasnya memasak dan membersihkan halaman dan taman di kediaman keluarga misnah.


Sementara itu Ara, Baron dan Bu Misnah sudah bangun dari tidur mereka, dan mereka membersihkan diri ke kamar mandi masing-masing


Setelah membersihkan diri, dengan segera mereka mengganti pakaian dan merias diri mereka di kamar masing-masing.

__ADS_1


Kemudian mereka melangkahkan kaki keluar kamar mereka dan melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang makan.


Sesampainya di meja makan, ternyata pelayan di rumah Bu misnah sudah menyiapkan macam-macam menu makan mereka.


"Wah, menunya lezat sekali sepertinya!":seru Baron pada saat mencium aroma hidangan yang sudah tersaji di atas meja tersebut.


"Nyonya, tuan muda dan nona, sarapan sudah kami hidangkan. Selamat makan!" ucap salah satu pelayan pada saat Ara dan yang lainnya duduk.


"Terima kasih, kalian bisa kembali ke dapur. Dan kami akan memulai sarapan kami. perut kami sudah sedari tadi minta diisi! he..he...!" seru Bu Misnah sembari mengulas senyumnya.


"Iya nyonya, kami permisi!" ucap pelayan yang satunya.


Setelah kedua pelayan itu masuk ke dapur, Bu Misnah mulai mengambil nasi berikut sayur dan lauk-pauknya dan dia letakkan diatas piringnya.


Hal itu juga dilakukan oleh Baron dan juga Ara, kemudian keduanya menyantap hidangan yang ada di hadapan mereka.


Setelah beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan, dan mulai berbincang-bincang sejenak sebelum melakukan aktifitas selanjutnya.


"Tokk... tokk.... tokkk ...!"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu utama rumah Bu Misnah itu, dan tentu saja membuat Ara, Baron dan Bu Misnah terkejut.


"Siapa ya pagi-pagi sudah datang untuk bertamu?" tanya Bu Misnah seraya menata Baron dan Ara.


"Ah, itu pasti Langit yang rindu sama Ara Bu!" celetuk Baron seraya melirik ke arah Ara seraya mengulas senyumnya.


"Eh, kenapa kak Baron bicara begitu?" tanya Ara yang meletakkan gelasnya, karena sebelumnya dia sedang menghabiskan minumannya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2