Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Keluar dari Istana siluman ular


__ADS_3

"Dan kami bertarung mengepung Darjo waktu itu, tapi akhirnya kami kewalahan." ucap Siluman ular putih dengan wajah kecewa.


"Lantas bagaimana ibunda melawan ayah kak Langit?" tanya Ara yang penasaran.


"Saat itu Darjo mulai berkomat-kamit merapalkan mantranya dan mengeluarkan tenaga dalamnya untuk diarahkan pada Weling, hitam, hijau dan juga aku." cerita siluman ular putih.


Sementara itu Ara dan juga Langit menyimak apa yang diceritakan oleh Putih.


"Tiba-tiba ada dua buah jarum kecil yang menancap di leher Darjo dan seketika itu juga Darjo ambruk tak berdaya lagi." jelas siluman ular putih yang kemudian memperagakan gerakan jarum yang melesat ke leher Darjo.


"Sreet.... sreeet.....!"


"Aghh.....!"


""Yang mulia Ratu!" panggil kami saat tahu Yang mulia Ratu-lah yang membuat Darjo yang semula beringas menjadi tak berdaya itu." cerita Siluman ular putih yang masih teringat jelas saat dimana sang Ratu menolongnya dan teman-temannya dari serangan Darjo. Dan Darjo pun tak berdaya karena racun dalam jarum milik Ratu siluman ular.


Flashback on.


"Kalian tak apa-apa kan?" tanya Ratu siluman ular yang menatap siluman ular Weling, hitam, hijau dan juga siluman ular putih itu.


"Kami tak apa-apa ratu, tapi yang mulia raja!" jawab ke-empat siluman ular itu yang hampir serempak dan mereka menghampiri tubuh raja siluman ular yang tergolek tak berdaya itu.


Dan ratu siluman ular itu juga bergegas menghampiri tubuh suaminya. Sampai di tubuh suaminya, ratu ular itu memeriksa keadaan suaminya dengan penuh rasa kekhawatiran.


"Suamiku!" panggil Ratu siluman ular itu yang mulai terdengar racau.


"Yang mulia Ratu, apa yang terjadi dengan yang mulia raja?" tanya siluman ular putih yang juga sangat khawatir itu.


"Tak dapat tertolong lagi!" jawab yang mulia Ratu, ibunda dari Ara itu memeluk tubuh suaminya dan terdengarlah suara tangisan pilu dari ratu siluman ular yang terus memeluk tubuh raja siluman ular yang sudah tak berdaya itu


Siluman ular putih dan juga siluman ular hijau saling pandang dan kemudian menghampiri tubuh raja siluman ular yang saat ini menghembuskan nafas terakhirnya.


"Suamiku!" panggil Ratu ular yang mulai menangis dengan tersedu-sedu.


"Yang mulia Ratu, kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya paduka raja. Sekarang ini kami ingin menerima perintah Yang mulia Ratu, apa yang harus kami lakukan selanjutnya." ucap weling yang mewakili teman-temannya.

__ADS_1


"Kalian bawa keparat ini ke ruang bawah tanah, sekarang juga! dan yang lainnya bantu saya untuk mengkremasi jasad Yang mulia raja!" seru ratu siluman ular itu dan semuanya mengangguk dan menjalankan tugas masing-masing.


Flashback off.


"Jadi ibunda memakai racun terbarunya dalam jarum itu." kesimpulan dari Ara, Langit dan siluman ular putih pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui kesimpulan Ara.


"Lantas bagaimana langkah kita selanjutnya?" tanya siluman ular putih pada Ara.


"Ibu tak merestui hubunganku dengan kak Langit, harapan satu-satunya ada pada ayah kak Langit!" jawab Ara seraya menatap Darjo dan kemudian menatap Langit.


"Kalau memang begitu, apakah ayah-ku ada kemungkinan bisa disembuhkan?" tanya Langit yang penasaran.


"Bisa, walaupun kemungkinannya 70 banding 30 persen." jawab Ara.


"Itu tak mengapa, paling tidak kita tetap berusaha untuk membuat ayah sadar kembali dan bisa diajak berkomunikasi kembali." ucap Langit yang penuh harap dan berusaha untuk tetap semangat.


"Benar tuan putri, lebih baik kita mencoba dari pada tidak sama sekali." tambah siluman ular putih.


"Baiklah untuk menyembuhkan ayah kak Langit, sebaiknya kita jangan berada disini. Karena tempat ini sangat berbahaya, jika para prajurit mengetahui keberadaan kita terutama ibunda ratu." jelas Ara seraya memandang Langit dan juga sahabatnya siluman ular putih secara bergantian.


"Lalu bagaimana cara kita pergidari sini?" tanya Langit yang penasaran.


"Tunggu apa lagi, ayo kita lakukan sekarang juga. Sebentar lagi para prajurit datang untuk mengantar makanan buat para tahanan!" seru siluman ular putih yang juga menunjukkan wajah seriusnya.


"Ok, kamu bawa ayah kak Langit dan aku bersama kak Langit. Tujuan kita ke goa yang terletak di tengah hutan larangan." ucap Ara yang mengatur tujuan mereka.


"Baik, aku setuju!" ucap Siluman ular putih yang kemudian menghampiri tubuh Darjo, demikian pula dengan Ara yang memegang tangan Langit.


"Kak Langit, pejamkan kedua mata kamu. Dan buka kedua mata saat Ara bilang buka kedua mata kak Langit, setelah sampai di goa tempat biasa kita tinggal!" bisik Ara.


"Baiklah, kak Langit mengerti Ara sayang." ucap Langit yang kemudian tangannya menggenggam erat tangan Ara dan dia memejamkan kedua matanya.


Keduanya menjadi bola cahaya yang berwarna putih dan membumbung ke langit-langit lalu menghilang menembus atap sel tahanan.


Sementara itu siluman ular putih mengibaskan tangannya menyusuri dari atas sampai bawah tubuh Darjo.

__ADS_1


Cahaya putih keluar dari telapak tangan siluman ular putih, dan cahaya itu menyelimuti tubuh Darjo. Dan dalam sekejap mereka berubah menjadi bola cahaya putih yang membumbung dan kemudian menembus atap sel menghilang, mengikuti bola cahaya Ara dan juga Langit.


Kedua bola cahaya itu keluar dari istana siluman ular dan melesat menuju ke arah dimana goa yang biasa ditinggali Ara dan juga Langit.


Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di dalam goa dan bola-bola cahaya itu kembali menjadi wujud mereka masing-masing.


Sementara itu tubuh Darjo dibaringkan oleh siluman ular putih di atas batu besar,


"Sekarang kita bagi tugas, kak Langit mencari kayu bakar dan Putih mencari buruan untuk makanan untuk kita. jangan lupa memasak air untuk membuat minuman herbal." jelas Ara dan semuanya mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Ara.


Langit menjalankan rencana Ara dan demikian pula dengan siluman Ular putih. Sementara Ara dengan kemampuannya berusaha mengeluarkan racun yang masih berada di tenggorokan Darjo.


Terus berulang siluman ular emas itu mengeluarkan tenaga dalamnya dan akhirnya cairan hitam kental keluar dari mulut Darjo.


"Hukk...! Hukk...! hukkk... !"


Suara Darjo yang terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulut Darjo.


Tak barapa berapa lama, Langit dan siluman ular putih sudah menyelesaikan tugas masing-masing. Dengan Langit yang sudah membawa kayu bakar dan siluman ular putih membawa tiga ekor ayam hutan yang sudah dibersihkan.


Langit membuat perapian dan segera memanggangnya, sementara putih menghampiri Ara.


"Apakah saya bisa membantu?" tanya Siluman ular putih yang menawarkan diri.


"Iya, tapi setelah mengisi perut kita masing-masing. Kita cari tanaman yang bisa membantu mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh tuan Darjo." jawab Ara yang menghentikan aksinya menggunakan tenaga dalam, dan kemudian berkonsentrasi memusatkan kembali tenaganya.


Beberapa saat kemudian Ara sudah dalam kondisi sebelumnya. Tenaganya sudah pulih kembali, karena sebelumnya sudah habis untuk mengeluarkan racun dalam tubuh Darjo.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2