Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Bicara empat mata dengan Baron


__ADS_3

Akhirnya mereka keluar dari supermarket itu dan melangkahkan kaki menuju ke tempat parkir mobil.


Setelah menemukan mobil mereka, kemudian mereka melangkahkan kaki menghampiri mobil dan masuk ke dalam mobil.


Setelah duduk diposisi mereka sebelumnya, mobil itu perlahan lahan melaju keluar dari halaman supermarket dan menyusuri jalan raya. Mobil mewah itu terus melaju menuju ke kediaman Misnah.


Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah, dan setelah berhenti mereka segera turun dan melangkahkan kaki menuju ke teras rumah.


Sesampainya di teras rumah, mereka mengetuk pintu rumah yang masih tertutup rapat itu.


"Tokk... tokk... tokk...!"


Ibu misnah mengetuk pintu, dan tak berapa lama mendapat jawaban dari dalam rumah.


"Ya sebentar!" balas suara perempuan dari dalam rumah yang merupakan suara dari pelayan rumah Misnah, yang dimana dia sedang menyapu lantai.


Perempuan itu segera meletakkan sapu yang di pegangnya, kemudian bergegas melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama rumah itu.


Tak berapa lama terdengar suara orang membuka pintu.


"Klek.. klek... ceklek...!"


Pintu itu terbuka dan terlihatlah pelayan keluarga Misnah yang membuka pintu.


"Selamat datang nyonya dan nona!" seru pelayan itu seraya menundukkan kepalanya saat tahu siapa yang datang.


"Apa putraku sudah pulang?" tanya Bu Misnah saat melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu bersama Ara, sementara pelayan itu menutup sekaligus mengunci pintu rumah.


"Belum nyonya, tuan muda belum pulang." jawab pelayan itu.


"Ya sudah, saya mau ke kamar. Nanti kalau tuan muda sudah datang!" pesan Bu Misnah.


"Iya nyonya." jawab pelayan itu seraya menganggukkan kepalanya.


Sementara itu Ara dan Bu Misnah melangkahkan kakinya menuju ke kamar masing-masing.


"Sampai jumpa lagi nanti ya Bu!" seru Ara saat mereka akan masuk ke kamar masing-masing. Dan Bu Misnah hanya tersenyum melihat hal itu.


Setelah membuka dan menutup pintu kamarnya, Ara mengunci pintu kamar tersebut.


Ara kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah sebelumnya mengambil pakaian gantinya.


Tak berapa lama dia telah selesai untuk membersihka dirinya, dan kemudian keluar dari kamar mandi. Selanjutnya dia merias dirinya.


"Hohahahem..…..! kenapa ngantuk sekali ya, sebaiknya aku tidur sebentar.'' gumam dalam hari Ara.


Kemudian Putri siluman ular itu melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur, dan kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

__ADS_1


Perlahan-lahan gadis siluman ular itu memejamkan kedua matanya, dan dia terlelap dalam tidurnya.


Tak berapa lama pintu kamar Ara ada yang mengetuk, danara pun terbangun.


"Tokk.... tokk... tokk...!"


"Ya, siapa ya!" seru Ara yang masih berada di tempat tidur.


"Saya nona,bibi!" jawab suara orang yang mengetuk pintu kamarnya.


"Ya sebentar!" balas Ara yang kemudian bergegas bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki menuju ke pintu kamarnya.


"Klek... klek... ceklek...!"


Pintu kamar pun terbuka, nampak seorang perempuan setengah baya yang berdiri dihadapan Ara.


"Ada apa Bi?" tanya Ara.


"Ditunggu tuan muda dan nyonya untuk makan malam non!" jawab pelayan itu sembari mengulas senyumnya.


"Oiya sebentar lagi saya akan turun" jawab Ara.


"Baik nona, permisi.'' ucap pamit pelayan itu yang kemudian berlalu dari hadapan Ara.


Sementara itu Ara menutup kembali pintu kamarnya, dan dia melangkahkan kaki ke kamar mandi.


Putri siluman ular itu melangkahkan kakinya menuruni tangga dan menuju ke ruang makan. Dia melihat Bu Misnah dan juga Baron sudah duduk menghadap meja makan.


"Ma'af jika menunggu lama!" ucap Ara yang bergegas duduk di kursi yang biasa dia tempati.


"Memangnya kamu sedang mengerjakan apa Nin?" tanya Bu Misnah yang kemudian mengambil nasi untuknya.


"Ma'af kalau Anin ketiduran tadi, jenisnya ngantuk sekali!" ucap Ara yang menunggu gilirannya mengambil nasi.


"Kamu kecapaikan ya?" tanya Baron sembari mengambil makanannya.


"Eh, iya kak!" jawab Ara seraya mengangguk pelan-pelan


"Makan dulu, setelah itu kamu bisa istirahat lagi ya!" ucap Bu Misnah yang kemudian menyuapkan sendok yang berisi makanan kemulutnya.


"Iya Bu!" ucap Ara dan mereka kemudian segera menyendok makanan yang ada di hadapan mereka.


Selesai makan malam, Bu Misnah pun melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Dan ketika Ara yang akan bangkit dari duduknya, Baron mencegahnya.


"Tunggu sebentar Anin, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu!" seru Baron yang membuat Ara menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya Ara yang penasaran.


"Sebaiknya kita bicara di taman, agar tak ada yang mendengarkan pembicaraan kita!" ajak Baron yang menatap ke arah Ara.


''Oh, baiklah!" ucap Ara yang menurut.


Kemudian Baron melangkahkan kakinya menuju ke kamar tamu dan diikuti oleh Ara.


Setelah melewati ruang tamu, keduanya berjalan beriringan menuju ke taman bunga yang berada dihalaman samping rumah kediaman Misnah itu.


"Kak Baron memangnya mau bicara dengan Anin perihal apa sih?" tanya Ara lagi yang penasaran dan mereka dalam perjalanan ke taman.


"Hm.....! Begini, tapi sebelumnya kami jangan kaget ya!" seru Baron yang menghentikan langkahnya dan kini mereka saling berhadapan.


"Kaget? memangnya ada apa ya?" tanya Ara yang semakin penasaran.


"Lebih baik kita duduk di gazebo itu!" seru Baron seraya menunjuk ke arah Gazebo seperti yang dia maksudkan.


Ara menganggukan kepala dan keduanya melangkahkan kaki menyusuri jalan yang sudah dibuat sedemikian rupa menuju ke Gazebo tersebut.


Sesampainya di gazebo, mereka kemudian duduk di kursi tersebut dengan saling berhadapan.


"Anin, mohon ma'af sebelumnya jika kakak dan teman kakak Langit lancang masuk ke kamar kamu." ucap Baron yang terbata-bata.


"A....apa? apa yang kalian lakukan?" tanya Ara yang penasaran dan sedikit kecewa.


"Ma'af sebelumnya aku kira kamu kenapa-kenapa, karena pada waktu tadi pagi waktu mau aku kenalin sama Langit kamu kan beralasan mau menutup kran. Jadi mohon ma'af jika kami lancang, karena kami mengkhawatirkan kamu adikku!" balas Baron yang menatap Ara dengan khawatir.


"Oh, mohon ma'af kak. Bukan maksud Anin mengerjai kak Baron dan kak Langit, Anin kan sudah bilang kalau Anin belum mau ketemu laki-laki lain selain kak Baron dan juga kekasih Anin. Jadi Anin minta ma'af kak!" jelas Ara yang juga menatap wajah kakak angkatnya itu.


"Ya sudah kak Baron maklumi. Dan ada satu lagi yang kakak ingin sampaikan pesan sama kamu." ucap Baron yang dengan hati-hati.


"Apa kak?" tanya Ara yang penasaran.


"Tidak sengaja tadi kak Baron dan kak Langit menemukan sesuatu di kamar kamu!" jawab Baron yang tetap menatap ke arah Ara dengan rasa cemasnya.


"A....apa itu kak?" tanya Ara yang semakin penasaran.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2