Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Menemukan Langit di sel tahanan bawah tanah


__ADS_3

"Bukan kah itu pekerjanya Ayah?" tanya dalam hati Langit yang menatap sel tahanan, dimana ada beberapa orang yang dia kenal berada dalam sel tahanan itu.


Mereka berhenti di sebuah sel, dimana ada seseorang laki-laki setengah baya yang terbaring tak berdaya.


Kemudian salah seorang dari prajurit itu membuka pintu sel tersebut, dan dengan paksa mendorong tubuh Langit masuk ke dalam sel tahanan tersebut.


"Bugh ..!"


Langit jatuh tersungkur diatas lantai yang kasar dalam sel itu.


"Uughh...!"


Suara erangan Langit ketika tubuhnya menghantam ke lantai kasar itu. Kemudian salah satu prajurit itu mengunci pintu sel dan mereka meninggalkan Langit di dalam sel bersama seorang laki-laki yang terbaring tak bergerak sama sekali.


Langit berusaha bangkit dari jatuh tersungkurnya, dan dengan tertatih-tatih kekasih Ara itu bangkit dan melangkahkan kakinya menghampiri laki-laki yang terbaring itu.


"A..Ara dimanakah kamu saat ini?" gumam dalam hati Langit seraya tertatih-tatih dalam melangkah.


"Hm... Siapakah orang itu? sepertinya aku mengenal laki-laki itu!" gumam dalam hati Langit yang terus melangkah menghampiri laki-laki setengah baya yang terbaring itu.


"Ah, benar dugaanku! aku mengenal laki-laki itu!" seru Langit pada saat sudah berada disamping tubuh yang terbaring itu, yang tak lain adalah Darjo.


"Ayah!" panggil Langit yang berusaha membangunkan ayahnya yang tubuhnya kini membiru.


"Ayah-ayah kenapa?" racau Langit yang tak bisa dijawab oleh Ayah Langit yang sedang tak sadarkan diri itu.


"Tubuh ayah membiru, jangan-jangan dia terkena racun?" gumam dalam hati Langit yang menyimpulkan apa yang dilihatnya. Langit pun mundur beberapa langkah, sebelum dirinya terkontaminasi racun yang menjalar ditubuh ayahnya.


"Jika ayah dalam keadaan seperti ini, apakah mungkin ayahlah pembunuh ayahanda Ara. Dan saat ini ayah telah terkena racun dari ibunda Ara?" gumam Langit sembari berpikir.


"Jika ini benar terjadi pada ayah, bisa jadi hubungan ku dengan Ara semakin sulit untuk mendapatkan restu dari ibunda Ara. Oh, Tuhan apa yang harus aku lakukan?" Langit yang masih menggumam.


"Ayah, kenapa kamu semakin liar dengan profesi kamu. Dari dulu kan Langit sudah bilang sama ayah agar jangan berburu ular lagi, itu akan merusak ekosistem alam semesta. Tapi ayah menolak semua yang Langit katakan dan ingatkan pada Ayah, sekarang ini apa lagi yang harus langit lakukan untuk ayah?" gerutu Langit lirih dan terus menatap ke wajah ayahnya yang terbaring lunglai di atas tempat tidur itu.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, "Tuan putri, ayo ikut saya sebentar!" bisik Siluman ular putih di telinga Ara.


"Kemana?" tanya Ara yang juga berbisik dan menatap siluman ular putih itu dengan rasa penasarannya.


"Sudah ikut saja!" seru Siluman ular putih itu yang kemudian menarik tangan kanan Ara. Dan putri Suman ular itu menurut saja dengan ajakan sahabatnya itu.


Siluman ular putih dan siluman ular emas berjalan mengendap-endap di setiap langkah mereka menyusuri lorong-lorong istana.


Tibalah mereka disebuah ruangan dengan lantai yang kasar, dimana sebelumnya Langit jatuh tersungkur di lantai kasar itu.


"Jadi kita akan ke ruang tahanan bawah tanah?" bisik Ara yang mengetahui posisinya kali ini.


"Iya, aku sempat mendengar kalau saat ini kekasih tuan putri sedang ditahan di ruangan bawah tanah ini.Jadi saya memberanikan diri untuk mengajak tuan putri untuk menjenguk kekasih tuan putri." bisik siluman ular putih.


"Oh, terima kasih sahabatku putih. Aku akan selalu mengingat persahabatan kita ini." ucap Ara dengan kedua mata berkaca-kaca memandang sahabatnya itu.


"Sudahlah, ayo cepat kita cari kekasih kamu itu!" seru Siluman ular putih itu yang kemudian menarik lengan Ara dan mereka berjalan setengah berlari menuju ke tangga yang berada di sudut ruangan tersebut.


Mereka menuruni sebuah tangga, dan ternyata tangga itu menuju ke ruang tahanan bawah tanah.


Nampaklah beberapa sel yang dihuni macam-macam siluman dan juga manusia.


Ara dan Siluman ular putih terus melihat setiap sel tahanan dan mencari sesosok laki-laki tampan kekasih hati Ara.


Ara sangat terkejut pada saat melihat ada manusia yang dikenalnya.


"Bukan kah itu kak Langit?" bisik Ara pada sahabatnya dengan terus menatap ke arah sel tahanan, dimana ada seorang laki-laki yang dia kenal berada dalam sel tahanan itu.


"Ayo kita masuk saja!" seru siluman ular putih yang ikut menatap laki-laki yang dimaksudkan oleh Ara.


Kemudian keduanya menggunakan jurus tembus benda, dan dalam sekejap mereka menembus sel tahanan itu.


Saat ini Siluman ular emas dan juga siluman ular putih sudah berada di dalam sel tahanan itu.

__ADS_1


Nampaklah seorang laki-laki yang terpaku memandang laki-laki paruh baya yang terbujur lunglai diatas tempat tidur.


Ara dan siluman ular putih saling pandang, dan kemudian Ara melangkahkan kaki menghampiri Langit.


"Hm, kak Langit apa kabar kamu?" tanya Ara yang sebelumnya berdehem untuk memberi isyarat kedatangannya.


Mendengar namanya di panggil, dan familiar dengan siapa yang memanggilnya, Langit menoleh ke arah sumber suara.


"A...Ara!" panggil Langit yang mengusap air matanya dan berusaha untuk tersenyum.


Ara setengah berlari menghampiri Langit, dan keduanya saling memeluk satu sama yang lainnya.


"Kak Langit, Ara khawatir dengan keadaan kak Langit. Apakah kak Langit baik-baik saja?" tanya Ara pada saat mereka saling melepaskan pelukan dan dalam posisi saling berhadapan. Dan kedua mata putri siluman ular itu berkaca-kaca.


"Aku baik-baik saja Ara, apakah kak Langit harap kamu juga dalam keadaan baik-baik saja." jawab Langit seraya mengusap air mata Ara yang jatuh ke pipi mulusnya.


"Hm...hm..! masih ada orang disini, apa kalian anggap aku ngontrak ya!" seru siluman putih yang merasa tak diperhatikan keberadaannya.


"Eh, ma'af. Aku kira hanya Ara saja, ternyata ada temannya." ucap Langit yang tak enak hati.


"Iya ma'af ya putih, kami terbawa suasana. Sampai lupa akan keberadaan kamu disini." Ucap Ara yang kemudian menatap wajah familiar sahabatnya itu.


"Iya-iya tak apa-apa. Yang jelas bagaimana nasib hubungan kalian sekarang ini?" tanya Putih yang menatap Ara dan Langit secara bergantian.


"Saya juga bingung, jika ibunda Ara tak merestui hubungan kami. Belum lagi keadaan ayahku yang saat ini sedang sekarat." ucap Langit seraya menunjuk ke arah Darjo yang sedang terbaring tak berdaya di atas tempat tidur yang ada di dalam sel tahanan itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2