Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Dan Terjadilah lll


__ADS_3

Dua sejoli itu tertidur dengan lelapnya di kamar kecil dalam goa yang menjadi tempat tinggal mereka.


Waktu tak terasa terus bergulir, terdengar kicauan burung di depan goa yang saling bersautan dan sinar matahari menerobos masuk ke dalam goa dan menerpa wajah kedua sejoli yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Perlahan-lahan Ara membuka kedua matanya dan menebarkan pandangannya ke sekitar tempat tidur, Ara melihat sesosok laki-laki di sampingnya yang juga membuka kedua matanya itu menatap ke arahnya.


"Selamat pagi!" sapa Langit seraya mengulas senyumnya.


"Pagi juga!" jawab Ara yang membalas dengan senyuman juga.


Langit kemudian mencium kening pujaan hatinya yang masih bermalas-malasan di tempatnya.


"Sayang, kak Langit mau lagi!" bisik Langit di telinga Ara.


"Hah! mau apa kak?" tanya Ara dengan polosnya.


"Hm, tanam benih sayang!" bisik Langit yang memposisikan tubuhnya menghadap ke tubuh Ara.


"Tanam benih?" tanya Ara yang masih bingung.


Tanpa menunggu persetujuan dari Ara, Langit mencium kedua pipi mulus Ara dan perlahan-lahan ke leher jenjang gadis siluman ular itu.


Kekasih Ara itu kemudian membuat stempel kepemilikan di leher kiri bagian bawah kekasihnya. Dan banyak tanda merah yang dibuat oleh Langit.


Perlahan tangan Langit menyusuri dada dan mendapati gunung kembar gadis pujaannya itu. Kemudian Langit memainkan kedua gunung kembar itu dengan perlahan-lahan.


"Bersiaplah sayang, kak Langit akan membuat kita bersatu selamanya." bisik Langit yang kemudian memasukkan miliknya pada milik Ara, dengan perlahan-lahan naik dan turun dengan irama yang lembut dan berlanjut dan lanjut dengan cepat.


"Aaaghh...!"


Ara menggeliat merasakan sensasi pada kedua gunung kembarnya,yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Kak Langit, aahhh...!"


"Sayang nikmatilah, kak Langit juga menikmati proses kita ini!" bisik Langit yang saat ini ada diatas Ara dan mereka menumpahkan asmara mereka, pada akhirnya benih cinta Langit tertanam di milik Ara.


"Bersiaplah sayang, bersiaplah Ara sayangku!" bisik Langit yang telah mengalirkan ratusan benihnya ke dalam milik Ara.


"Kak Langit, ahh..!" seru Ara sembari memejamkan kedua matanya menikmati ratusan benih yang masuk ke rongga miliknya.


Dengan napas tersengal-sengal, Langit kembali merebahkan dirinya di samping Ara. Demikian pula dengan Ara yang berusaha mengatur napasnya.


"Kamu hebat sayang, kak Langit bangga padamu!" bisik Langit sembari mengusap lembut kepala Ara yang mengulas senyum pada Langit.

__ADS_1


"Kak Langit, Ara sangat cinta sama kak Langit. Apapun Ara berikan untuk kak Langit, kak Langit janji akan selalu bersama Ara." pinta Ara sembari membalas mengusap kepala Langit dengan lembut.


"Iya sayang, pasti kak Langit akan selalu bersama gadis cantik ini." bisik Langit sembari mengecup kening Ara. Gadis siluman ular itu pun mengulas senyumnya dengan lembut.


Matahari sudah beranjak meninggi, Ara merasakan gerah di tubuhnya.


"Kak Langit kita mandi yuk, badan Ara lengket semuanya karena keringat. Sebaiknya kita pergi ke air terjun untuk mandi." ajak Ara dan Langit mengangguk tanda menyetujuinya.


Kemudian mereka bangkit dari posisi mereka yang berbaring dan terus memakai pakaian mereka satu persatu.


Setelah itu mereka melangkahkan kaki keluar dari goa kecil tersebut, dan menuju ke mulut goa.


"Kita mandi di kolam air terjun yang biasanya ya. Sekalian cari ikan buat sarapan kita!" seru Ara yang mengingat kolam air terjun yang kemarin mereka datangi, dan keduanya mandi di sana.


"Iya sayang." jawab Langit dengan lembut.


Kemudian keduanya keluar dari goa untuk mencari kolam air terjun tersebut.


Ara dan Langit terus melangkahkan kakinya, menyusuri jalan setapak dan dari kejauhan sudah terdengar suara air yang jatuh ke tanah.


"Bless... blesss....!"


Terdengar suara air yang jatuh ke bumi, dan terus menerus, Hawa dingin memberi kesejukan di sekitarnya.


"Oh itu air terjun yang biasa untuk kita mandi ya?" tanya Langit yang menunjuk ke arah air terjun itu.


"Iya, dan pasti sejuk sekali airnya!" seru Langit yang bersemangat untuk mencari sumber suara itu.


Dan benar saja, tak berapa lama Ara menemukan air terjun yang tadi sempat membuatnya penasaran.


"Air terjun kami datang lagi...!" seru Langit dengan semangat.


"Aduh kak Langit kenapa keras suaranya?" tanya Ara yang melihat Langit yang menebarkan pandangannya ke sekitar air terjun itu.


"I...iya, biar semuanya tahu kedatangan kita!" jawab Langit yang menebarkan pandangannya ke sekitar kolam air terjun itu dan kemudian mengulas senyum pada Ara.


Gadis siluman itu mengulas senyumnya. Kemudian mereka melangkahkan kaki dengan bersemangat menghampiri kolam air terjun dan mencari tempat yang aman untuk Ara melepaskan pakaiannya.


Setelah menemukan batu yang besar untuk Ara bersembunyi, kemudian Ara melangkah menuju ke batu besar itu dan Langit menunggunya seraya melepas pakaian bagian atasnya.


Sementara itu Ara meletakkan benda-benda miliknya di atas batu besar yang ada dihadapannya.


Kemudian Ara melepaskan pakaiannya dan dengan segera dia menceburkan diri ke dalam kolam yang berada di bawah air terjun.

__ADS_1


Gadis itu asyik berenang dan juga bermain air dengan riangnya. Ara yang sedang melupakan kesedihannya dan sekarang merasakan kebahagiaan bersama Langit.


Tak berapa lama ada yang menutup kedua mata Ara, dan membuat penglihatan gadis siluman itu menjadi gelap gulita.


"Siapa? Kak Langit ya?" tanya Ara yang mencoba menebaknya.


"Benar sekali sayang!" jawab Langit yang kemudian berenang tepat dihadapan Ara.


"Ah, kak Langit kan suka gitu!" seru Ara yang memercikkan air ke arah Langit dan langit berusaha menghindarinya.


Mereka kemudian saling kejar-kejaran di dalam kolam air terjun itu berlangsung lumayan lama dan mereka kemudian berlomba menangkap ikan untuk sarapan mereka.


Setelah merasa tangkapannya sudah cukup untuk mereka berdua, Langit segera membersihkan ikan-ikan itu.


Sementara Ara melangkahkan kakinya menuju ke batu besar dimana pakaian dan asesorisnya berada disana.


Ara dengan segera memakai pakaiannya dan membenahi tatanan rambutnya. Setelah selesai Ara melangkahkan kakinya menghampiri Langit yang telah selesai membersihkan ikan-ikan tersebut dan dia memakai kembali pakaiannya.


"Kak, Ara cari kayu bakar dulu ya!" seru Ara seraya menatap ke arah Langit yang membawa ikan-ikan di keranjang anyaman dari akar yang baru saja dia buat.


"Iya, tapi hati-hati ya!" seru Langit yang mengulas senyumnya.


"Iya kak!" jawab Ara yang kemudian membalikkan badannya dan sekarang melangkahkan kaki menuju ke pepohonan dan mencari ranting-ranting kering yang berjatuhan di tanah.


Tak berapa lama ranting-ranting itu sudah terkumpul lumayan banyak, Ara pun kembali menghampiri Langit yang sudah menyiapkan tempat untuk membuat perapian.


"Brakk..!"


Ara menjatuhkan ranting-ranting kering itu di samping Langit.


"Kak kayunya sudah terkumpul, ayo kita buat perapian!" seru Ara yang kemudian mengambilkan satu persatu ranting-ranting kering yang ada dihadapannya saat ini.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2