Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Pelukan hangat dan Ciuman Mesra


__ADS_3

"Iya kak Langit, daging kelinci! hmmm....! Ara sudah membayangkan rasanya! he...he...!" ucap Ara yang centil, membuat Langit semakin gemas melihatnya.


Langit mengambil kelinci itu dan kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke sungai dan mulai membersihkan kelinci tersebut.


Tak berapa lama mereka membakar kelinci itu di perapian. Dan mereka saling canda sambil menunggu kelinci itu sampai matang.


"Ara sayang, besok pagi kak Langit mau kembali ke kota. Kakak mau menyelesaikan kuliah dan setelah itu kakak mau bekerja. Kakak mau punya penghasilan dan setelah itu kita menikah. Bagaimana menurut kamu sayang?" tanya Langit yang membagi daging kelincinya yang sudah matang pada Ara.


"Ara menurut saja bagaimana baiknya. Asalkan kita dapat selalu bersama!" ucap Ara seraya mengulas senyumnya.


"Aduh cantiknya, serasa tak sabar untuk menyelesaikan studiku!" seru Langit yang terus menatap wajah Ara, dan Ara tersipu malu karenanya yang mengulas senyumnya seraya menundukkan kepalanya.


Kemudian mereka menyelesaikan acara makan daging kelincinya, dengan saling bercerita.


Kemudian Ara bangkit dari duduknya, dan Langit memperhatikannya.


"Eh, Ara apa mau cuci tangan?" tanya Langit yang kemudian mengikuti langkah gadis siluman itu.


"Iya kak!" jawab Ara seraya melangkahkan kaki menuju ke aliran sungai kecil dalam goa, sedangkan Langit yang memandang Ara dengan mengulas senyumnya itu kemudian menyusul Ara.


Pemuda itu juga berniat mencuci tangannya karena sehabis makan kelinci panggang tadi.


"Airnya masih jernih ya!" seru Langit saat sampai disamping ara dan mencuci mukanya.


"Iya, kak Langit cuci muka ya. Ara bantuin! he...he...!" ucap Ara seraya memercikkan air ke arah wajah Langit dan Langit berusaha menghindar dan kemudian membalasnya. Seolah kejadaian pagi tadi terulang kembali.


Adegan mereka saling balas memercikkan air sangatlah dramatis, tak ada yang mau kalah diantara mereka.


Beberapa saat kemudian Ara bangkit dari posisinya duduk jongkok di tepi sungai kecil itu dan melangkahkan kaki menjauh dari Langit yang masih mencoba menyerangnya.


Kemudian Langit mengejar Ara, dan adegan berganti saling kejar-kejaran dan diiringi tawa kecil diantara mereka.


Cukup lama juga mereka saling kejar-kejaran, dan pada akhirnya Langit menangkap tubuh Ara dengan melingkarkan tangannya di perut Ara dan mengangkat tubuh Ara sambil berputar.


Wajah berseri pun terpancar diantara keduanya.


Langit menyudahi adegan mengangkat tubuh Ara dan kemudian posisi mereka saling berhadapan dan bertatap mata antara keduanya.


"Kamu cantik sekali Ara." ucap Langit yang membelai rambut Ara dengan lembut, dan wajah Ara nampak memerah karena tersipu malu.


Ara kemudian mengulas senyumnya dengan malu-malu dan demikian juga dengan langit.

__ADS_1


"Ara...! Kak Langit sangat mencintaimu!" ucap Langit yang memandang gadis siluman dihadapannya.


"Ara juga sangat menyukai kak Langit." balas Ara yang sama-sama memandang kedua bola mata masing-masing.


Kemudian langit mencium kening Ara dan memeluk putri siluman ular itu, yang dimana belum mengetahui identitas asli Ara.


Demikian pula dengan Ara yang menerima pelukan itu juga dengan eratnya. Keduanya saling berpelukan dan Ara sempat mendengar detak jantung Langit yang berdecak tak beraturan.


Keduanya sangat menikmati kehangatan dan kemesraan mereka.


"Sayangku Ara!" panggil Langit yang membuat Ara mendongakkan kepalanya.


"Ada apa kak?" tanya Ara yang penasaran.


Tiba-tiba saja Langit mendaratkan bibirnya ke bibir Ara dan kedua bibir tersebut saling terpaut.


Rasa hangat dan sentuhan mesra yang mereka jalani saat ini. Ciuman itu berhenti disaat keduanya kehabisan udara untuk bernafas.


Kemudian keduanya saling melepaskan ciuman mereka, dan Langit memegang punggung tangan Ara dan kemudian menciumnya.


"Aku sayang padamu. Walaupun nanti kita berpisah jarak, aku harap kita tak saling melupakan. Dan kita bertemu kembali di goa ini bulan purnama nanti." ucap Langit dengan berbisik.


Kedua sejoli itu tetap dalam posisi mereka saling menumpahkan rasa kasih dan sayang mereka. Mereka bagaikan dunia milik berdua, hingga angin malam menyelimuti mereka berdua.


Ara yang tertidur di bahu sebelah kiri Langit dengan tangan kanannya yang di genggam erat oleh Langit, seolah mereka tak ingin berpisah lagi.


Tak berapa lama Langit membopong tubuh Ara dan membawanya masuk ke goa kecil yang menjadi kamar buat Ara.


Dengan hati-hati Langit membaringkan Ara diatas batu yang dianggapnya sebagai tempat tidur.


Kemudian Langit mengambil selimut yang sengaja dia bawa dari rumah, dan kemudian selimut itu dipergunakan untuk menyelimuti Ara pujaan hatinya.


"Huahahem...!"


"Malam sudah larut, dan angin semakin dingin. Aku nyalakan lagi perapiannya, agar bisa mengusir hawa dingin yang menusuk ke tulang-tulangku ini!" gumam Langit yang kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke perapian.


Laki-laki itu menyalakan lagi apinya dan dia menghangatkan telapak tangannya di depan perapian itu.


Setelah badannya cukup hangat, Langit duduk bersandar di bebatuan dan dia mulai memejamkan kedua matanya. Karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi.


Beberapa jam kemudian, Langit telah terlelap dalam mimpi dan perapiannya hampir padam. Ara terbangun dari tidur ya karena merasakan hawa dingin yang masuk ke goa kecil sebagai kamarnya itu.

__ADS_1


"Oh, dingin sekali!" seru Ara yang terus-mwnerus mengusap lengannya dan dia mulai bangkit dari duduknya.


Gadis siluman itu keluar dari goa kecil itu dan melangkahkan kakinya menuju ke perapian.


"Pantas saja, perapiannya hampir mati!" gumam Ara yang kwmudian mengambil kayu bakar dan mulai menyalakan perapian itu lagi.


Api sudah berkobar dan suasana goa kembali menghangat. Ara melihat keberadaan Langit yang tidur dengan duduk bersandar.


Kemudian gadis siluman ular itu melangkahkan kakinya menghampiri Langit, dan Ara duduk disamping laki-laki pujaan hatinya itu.


"Kalau tampan bagaimana pun keadaan dia, dia tetap tampan." gumam dalam hari Ara yang terus melihat wajah dari Langit yang tertidur dengan pulasnya.


Ara membelai lembut wajah langit dan kemudian menciumi kening, pipi dan juga bibir Langit. Dan Ara menikmati aksinya itu dengan mengulas senyumnya.


Langit tetap diam walaupu dia sebenarnya sudah terbangun karena aksi Ara yang menciuminya.


Setelah puas dengan aksinya, Ara merebahkan kepalanya di bahu sebelah kiri Langit.


Ara begitu menikmati aroma tubuh kekasihnya yang dia mengira masih terlelap dalam tidurnya.


Langit memicingkan matanya, dan melihat Ara sudah memejamkan kedua matanya.


Tangan sebelah kiri Langit mengusap lembut rambut lurus kekasihnya.


Ara pun terkejut dan mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan Langit yang mengulas senyum padanya.


"Kak Langit belum tidur?" tanya Ara yang penasaran.


"Kamu sih membangunkan Kak Langit!" balas Langit yang kemudian mengecup kening dan lanjut ke bibir kekasihnya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2