Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Mengintai


__ADS_3

Ular-ular yang diselamatkan Ara itu kembali ke hutan terlarang, dan ular emas itu merayap kembali melewati halaman dan naik ke dinding rumah pak Misnah.


Beberapa menit kemudian Ara sudah sampai di kamarnya kembali, dan gadis itu merubah dirinya kembali menjadi Ara si gadis siluman yang cantik dan menarik lagi.


"Aku tak menyangka, kalau keluarga ini pembantai rakyatku. Pantas saja rakyatku selalu hadir dalam mimpiku, dan ternyata aku sangat dekat dengan pembunuh mereka." gumam dalam hati Ara yang geram.


Putri siluman ular itu kemudian melangkahkan kakinya menutup dan mengunci jendela kamarnya.


"Pantas saja kenapa pada waktu aku pertama kali sampai di sini, menu yang dihidangkan kemarin adalah menu ular?" gumam dalam hati Ara yang terus berpikir dengan kejadian sebelumnya.


Gadis siluman ular itu kemudian melangkahkan kakinya ke kamar mandi, dan dia berniat untuk membersihkan tubuhnya sebelum berangkat ke peraduannya.


Beberapa menit kemudian Ara telah selesai membersihkan tubuhnya, dan gadis siluman ular itu keluar dari kamar mandi.


Setelah itu dia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang empuk itu. Ara memikirkan apa yang telah terjadi dari pagi hingga malam hari ini.


Perlahan-lahan gadis siluman ular itu menutup kedua matanya, dan akhirnya Ara masuk ke alam mimpinya.


Didalam mimpinya, kembali ular-ular masuk ke dalam mimpinya.


"Tolong kami putri, tolong kami!" seru para ular yang mendatangi Ara.


"Kalian dimana?" tanya Ara.


Ular-ular itu tak menjawab, tapi mereka melayang menuju ke arah gudang.


"Gubragh...!"


Tuba-tiba ada suara keras yang membuat Ara terbangun dari mimpinya.


Gubragh...!"


Sekali lagi suara keras yang menggangu telinga Ara, membuat Ara bangun dan mencari sumber suara tersebut.


Ara melangkahkan kakinya menuju ke jendela kamarnya, dan dia mendapati ada yang membuat suara gaduh di depan gudang.


Terlihat semua orang berkumpul termasuk Pak Misnah, ibu Misnah, dan para pekerja serta asisten rumah tangga keluarga Pak Misnah.


Ara yang penasaran, terus memperhatikan dari tempatnya berdiri.


Sementara itu keadaan di depan gudang, terlihat pak Misnah yang berseru dengan suara keras.

__ADS_1


"Ada apa? apa yang terjadi?" tanya pak Misnah yang menatap ke arah para pekerjanya.


"Ular-ular kita semalam kabur, dan sepertinya ada yang membebaskan mereka!" laporan salah seorang pekerja Misnah yang sudah menyelidiki tempat kejadian perkara.


"Apa! kita rugi besar!" seru pak Misnah yang geram dan juga sangat kecewa masuk ke gudang untuk memeriksa sendiri tentang kebenarannya.


"Aaagh! kenapa bisa begini!" seru pak Misnah yang melempar keranjang ular satu persatu.


"Bragh.... bragh... bragh...!"


"Sudah pak! yang sudah lepas biarkan lepas. Bapak bisa pesan pada pak Darjo!" Bu Misnah yang memberi usul .


"Iya, tapi kita pesan lagi berarti bapak mengeluarkan uang lagi buat mendatangkan lagi ular-ular itu!" seru pak Misnah yang memijat kepalanya yang tiba-tiba merasakan sakit yang lumayan rasanya.


"Terus apa rencana bapak?" tanya Bu Misnah yang penasaran dengan apa yang ada dalam pikiran suaminya itu.


"Bapak akan mulai berburu ular ke hutan larangan. Kalian hati-hati di rumah ya!" seru Pak Misnah serraya menatap ke arah istrinya Bu Misnah.


"Bapak bawalah pekerja yang banyak, agar keselamatan bapak bisa terjamin." ucap Bu Misnah yang menatap suaminya dengan rasa khawatir yang menyelimutinya.


"Iya Bapak mengerti." ucap pak Misnah yang sekali lagi sekali lagi meyakinkan ke pada istri dan analnya yang ada dihadapannya.


Pak musnah segera melangkahkan kaki bersama beberapa orang untuk pergi ke hutang terlarang.


Sementara itu di dalam rumah kediaman pak Misnah,


"Mau kemana pak misnah itu?" tanya dalam hati Ara yang memperhatikan dari balik jendela kamarnya.


Gadis siluman ular itu terus memperhatikan situasi di gudang keluarga Misnah.


Ada rasa curiga yang semakin dalam di hati putri siluman ular itu, namun dia tak akan bisa mengikuti mereka jika berubah menjadi ular emas, dan tak mungkin ular mengikuti mereka pula dengan wujud manusianya.


Ara menghela nafasnya panjang, dan dia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan dia keluar dari kamarnya.


"Aku coba untuk jalan-jalan di sekitar tempat ini. Semoga saja aku mendapatkan petunjuk." gumam dalam hati Ara yang saat ini dia sudah berada di ruang tamu.


Dan gadis itu kemudian keluar dari rumah, tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakangnya.


"Anin!"


Merasa ada yang memanggilnya, Ara menoleh dan kemudian membalikkan badannya.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah Baron yang sudah memperhatikannya sejak tadi.


"Oh, mau jalan-jalan saja. Kak Baron mau jalan-jalan juga?" tanya Ara yang menatap ke arah Baron.


"Oh tidak, hari ini temanku mau kesini. Kamu jangan jauh-jauh, aku ingin memperkenalkan kamu pada temanku itu!" jawab Baron seraya mengingatkan Ara untuk tidak jauh-jauh dari rumahnya.


"Oh, aku hanya ke taman saja!" balas Ara sembari mengulas senyumnya.


"ok kalau begitu nanti pelayan akan memanggil kamu!" seru Baron pada Ara.


"iya!" sahut Ara yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah taman bunga yang kemarin dia datangi bersama Baron.


Baron memandangi kepergian Ara yang menuju ke taman, dan setelah Ara masuk ke taman Baron pun masuk kembali ke dalam rumah.


Ara yang melangkahkan kakinya mengelilingi taman bunga, dan belum ada petunjuk apapun yang dia dapatkan.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah sepeda motor balap yang berhenti tepat di depan rumah Pak Misnah.


"Siapa dia? apakah dia temannya Baron, seperti yang dimaksudkan oleh Baron?" tanya dalam hati Ara yang memperhatikan laki-laki itu dari balik daun bunga-bunga di taman.


"Aku seperti mengenal laki-laki itu! tapi dimana?" gumam dalam hati Ara yang mencoba mengingatnya.


"Ah iya! kak langit!" seru dalam hati Ara yang melihat sososk laki-laki itu yang sudah masuk ke rumah di temani oleh para pembantu dari keluarga Misnah.


"Jadi kak langit teman Baron? Kalau dia tahu kalau aku disini, apakah dia akan kecewa?" tanya dalam hati Ara.


"Oiya aku kan ada janji bertemu dengan kak langit di goa, saat bulan purnama. Tapi aku akan bertunangan dengan Baron sebelum bulan purnama. Dan tak terasa bulan purnama tinggal satu Minggu lagi!" gumam dalam hati Ara yang terus berpikir.


"Kak langit dan Baron! Hem, jelas-jelas Baron orang tuanya adalah pembunuh rakyatku!" gerutu Ara dalam hati.


"Lagi pula Baron terkena kutukan dari ular penyihir Vipera, yang kemungkinan bisa membuat Baron menjadi siluman ular seperti aku!" lanjut gumam dalam hati Ara.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


.


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2