
Gadis putri siluman ular itu kemudian melanjutkan aktifitasnya, mengepel lantai kios toko pakaian tersebut.
Setelah selesai, dia disibukkan dengan pembeli yang membeli pakaian dan yang ada di toko pakaian tersebut.
Tak terasa hari beranjak siang, perut Ara sudah mulai keroncongan.
"Seperti ya sudah waktunya untuk makan siang!" gumam Ara yang kemudian dia melihat ke setiap sudut toko.
"Hm...! tak ada pembeli, lebih baik aku pergi untuk makan siang saja!" seru Ara yang kemudian dia mengambil tas dan melangkahkan kakinya untuk menutup gerai tokonya.
Selesai menutup dan mengunci gerai toko pakaian Bu Misnah, Ara melangkahkan kakinya mencari stan penjual makanan.
"Hmm, wangi banget baunya. Pasti disana ada yang jual makanan!" gumam Ara yang kemudian mempercepat langkah kakinya menyusuri depan pertokoan dan menuju ke restoran di supermarket tersebut.
Sampailah dia di restoran yang menyediakan berbagai macam menu ayam. Dan Ara berhenti di situ, kemudian memesan makanan dan minuman yang dia inginkan.
"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" tanya pelayan restoran itu pada saat Ara menghampirinya.
"Saya mau pesan nasi sama ayam tepung berikut saosnya dan minumnya es teh manis saja."Jawab Ara seraya melihat gambar yang ada di daftar menu yang dia lihat di banner restoran.
"Oh, itu ayan kentaky maksudnya ya!" tebak si pelayan sembari mengulas senyumnya.
"Eh iya!" jawab Ara yang membalas senyum pelayan itu dengan wajah memerah karena malu kalau salah menyebutkannya.
"Silahkan duduk dulu di meja nomor empat ya nona!" pinta pelayan itu sembari menunjuk ke arah meja yang dia maksudkan.
"Oh iya, terima kasih ya!" ucap Ara yang kemudian melangkahkan kakinya menuju meja yang ditunjukkan oleh pelayan tadi.
Setelah sampai duduk ditempat duduk meja empat, Ara menebarkan pandangannya ke sekitar restoran tersebut.
"Hm, lumayan ramai juga restoran ini. Tapi tunggu, kenapa disana lebih ramai lagi ya?" gumam Ara dalam hati yang melihat stan restoran yang ada di samping restoran dimana dia berada saat ini.
Restoran itu berjubel penuh dengan pelanggan yang sedang mengantri.
Tak berapa lama datanglah pelayan yang membawa pesanan Ara dan kemudian menyajikannya dihadapan Ara.
"Pesanan sudah siap nona!" ucap pelayan itu setelah menyajikan makanan dan minuman tersebut.
"Terima kasih ya." balas Ara yang kemudian siap menyantap makanan dan minumanya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Ara telah menyelesaikan makannya dan melangkahkan kakinya menuju ke meja kasir.
Setelah membayar makanan dan minumannya, Ara melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar restoran.
Ara menyempatkan diri melihat ke restoran yang tadi dilihatnya sangat ramai, gadis itu penasaran menu apa yang dihidangkan oleh restoran itu.
"Apa sih menu yang dihidangkan restoran itu?" gumam dalam hati Ara yang kemudian membaca Baner restoran tersebut.
Di banner tersebut telah tertulis berbagai macam menu dan gambar Ular yang terpampang sangat jelas.
"A...apa!" seru Ara yang sangat terkejut dengan gambar yang terpampang jelas dihadapannya itu.
"Mereka mengunakan ulas sebagai menu jualan mereka! tak bisa aku biarkan!" gerutu dalam hati Ara yang kemudian mencari tempat yang aman untuk berubah.
Setelah mendapatkan tempat yang aman, Ara merubah dirinya menjadi seekor ular emas yang kemudian berjalan menyusuri lantai yang menuju ke restoran itu.
Ular emas itu berjalan diantara kaki-kaki pembeli yang sedang mengantri untuk memesan makanan dengan menu ular itu.
Dan tak berapa lama Ular emas itu telah sampai dapur restoran tersebut.
"Mereka hanya pegawai, jadi aku tak ingin menyakiti mereka. Aku hanya akan mengingatkan pemilik restoran menu ular ini. Hm, lebih baik akan aku buat kebakaran kecil di restoran ini saja!" gumam Ular emas itu yang merupakan jelmaan dari Ara si putri siluman ular.
"Haaaa..,! Ulaaar....!"
Seru beberapa karyawan yang melihat keberadaan ular emas itu, mereka berlari dan berdesak-desakan menuju ke pintu keluar dapur tersebut.
Setelah semua pegawai restoran tersebut pergi, Ara kemudian menyemburkan api di mulutnya ke setiap sudut dapur tersebut.
Api pun berkobar kesana kemari, dan membuat suasana menjadi panas dan kacau.
Ular emas itu merubah ukuran tubuhnya ke semula, dan perlahan-lahan keluar dari kobaran api menuju ke luar restoran.
Pegawai restoran itu panik karena api yang terus membesar. Segala upaya mereka lakukan untuk memadamkan api tersebut.
"Kebakaran-kebakaran...!"
"Air, ambil air!"
"Cari APAR!" (Alat Pemadam Api Ringan)
__ADS_1
Seru semua orang yang ikut panik karena dikhawatirkan kebakaran itu akan merembet ke restoran lainnya.
Dan banyak orang berduyun-duyun membawa APAR untuk membereskan kebakaran itu.
Sementara itu Ular emas terus melata melewati kaki-kaki orang-orang yang sedang panik, menuju ke toilet supermarket yang berada tak jauh dari restoran yang terbakar itu.
Setelah masuk ke toilet, ular itu mencari mencari toilet wanita dan mencari sudut toilet yang sepi. Kemudian gadis itu merubah dirinya menjadi gadis cantik jelita yang tak lain adalah Ara.
Ara kemudian melangkahkan kakinya menuju ke wastafel dan melihat wajahnya masih berwujud ular, dengan kekuatannya dia merubah wujudnya menjadi sesosok gadis cantik.
Setelah yakin benar dengan penampilannya yang menjadi manusia, Ara melangkahkan kakinya meninggalkan toilet tersebut.
"Lebih baik aku lihat dulu situasi sekitar kebakaran!" gumam Ara yang melangkahkan kakinya bergabung dengan para pengunjung lainnya yang melihat kebakaran itu.
"Ternyata kebakarannya merembet sedemikian besarnya! Waduh efeknya sampai ke kios toko pakaian Bu Misnah!" gumam dalam hati Ara yang ada rasa khawatir juga jika kios toko Bu Misnah itu sampai terbakar.
"Semuanya! cepat keluar dari supermarket ini!" seru seseorang dengan menggunakan alat pengeras suara dan membuat yang lainnya berbondong-bondong saling berebutan untuk segera keluar dari supermarket tersebut .
Kebakaran semakin lama semakin besar, karena itulah semua orang disuruh untuk cepat keluar dari supermarket.
Demikian pula dengan Ara yang ikut berdesak-desakan untuk bisa keluar dari kepulan asap kebakaran itu. Mereka saling berebutan menuruni tangga, sampai tak menyadari kalau Ara menggunakan jurus terbangnya menuruni tangga tersebut.
Setelah sampai di lantai bawah, Ara mempercepat langkahnya menuju ke pintu keluar dan disana masih juga bersedak-desakan.
Cukup lama juga Ara ikut berdesak-desakan itu dan pada akhirnya dia bisa keluar dari supermarket itu.
"Fyuh, akhirnya keluar juga dari jepitan para manusia yang masih ingin hidup itu!" seru dalam hati Ara yang bernafas lega.
Setelah itu Ara melangkahkan kakinya menuju ke halaman supermarket, dimana sudah banyak orang disana. Entah sekedar melihat situasi kebakaran itu, atau ada keluarga mereka yang berada di dalam supermarket.
...~¥~...
...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...