Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Mimpi dan mengintai


__ADS_3

Rasa kantuk telah menghinggapi Ara, dan gadis siluman itu menutup jendela kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidurnya.


Putri siluman ular itu kemudian merebahkan tubuhnya dan kemudian memejamkan kedua matanya. Dan beberapa menit kemudian, gadis siluman itu sudah menuju ke alam mimpinya.


Dalam alam mimpinya, Ara mendengar begitu banyak rakyatnya yang meminta tolong di telinganya.


Ara saat ini di ruangan yang gelap gulita, dia berusaha mencari setitik cahaya untuk mengetahui dimana dirinya saat ini.


"Tuan putri! tolong kami!"


"Putri Ara, balasan dendam kami!"


"Manusia telah membunuh dan mencincang kami, mereka memanfaatkan tubuh kami untuk memperkaya diri mereka. Putri, selamatkan bangsa ular dari kemusnahan!"


"Mereka akan selalu meraja lela. Jika bangsa ular musnah, maka akan musnah pula rantai makanan di muka bumi ini!"


"Putri Ara! kamulah harapan kami!"


"Putri Ara!"


"Putri Ara!"


Suara-suara itu selalu terngiang di telinga Ara, dan putri siluman itu terus mencari sumber suara. Namun tak juga dia temukan.


Tiba-tiba ada sebuah titik cahaya, Ara terus melangkahkan kakinya untuk menuju ke cahaya tersebut.


Dan tiba-tiba Ara keluar dari sebuah goa, dan dia melihat banyak tumpukan rakyatnya yang menggunung.


Ada diantara mereka yang masih utuh, ada yang sudah di kulit tubuhnya. Dan ada pula yang tubuhnya di cincang-cincang.


Ara juga melihat ada jantung dan empedu ular yang disimpan di dalam botol, ada pula cairan kuning yang tak lain adalah racun dari ular yang sudah dikemas dalam botol-botol kecil.


"Astaga! aku tak sanggup untuk melihat semuanya ini." ucap Ara yang tak terasa meneteslah air mata di pipinya.


"Hiks, siapa yang melakukan semuanya ini?" tanya dalam benak Ara yang membuat dirinya mempunyai tekat untuk menyelamatkan semua rakyatnya.


"Siapa mereka?"


"Siapa mereka?"


Tanya Ara yang belum mendapat jawabannya, dan tiba-tiba dirinya terbangun dari alam mimpi.


Gadis siluman ular itu membuka kedua matanya dan menatap ke langit-langit kamarnya.

__ADS_1


"Aku harus mencari tahu siapa mereka!" seru Ara yang kemudian memposisikan dirinya untuk duduk.


"Iya sebaiknya aku mencari angin segar dulu. Siapa tahu nanti aku mendapatkan sebuah petunjuk!" gumam dalam hati Ara yang kemudian dia turun dari tempat tidurnya, dan Ara melangkahkan kakinya menuju ke jendela kamarnya.


Ara membuka jendela dan menebarkan pandangannya ke setiap sudut sekitar halaman rumah keluarga Misnah.


Tiba-tiba pandangan matanya tertuju ke cahaya-cahaya kendaraan yang sedang beroperasi dan kesibukan mereka ada di gudang milik keluarga Misnah.


"Apa yang mereka lakukan?" gumam dalam hati Ara yang penasaran.


"Aku harus kesana untuk menyelidikinya!" seru dalam hati Ara yang kemudian dia masuk kembali ke kamarnya.


"Supaya tak menarik perhatian mereka, aku akan berubah menjadi ular untuk menyelidikinya. Dan sebaikny aku berubahnya di dalam kamar." ucap Ara yang saat ini dalam posisi hendak berubah menjadi ular emas.


Dalam sekejap Ara telah menjadi ular emas, dan saat ini dirinya merayap menuju ke jendela yang tadi sengaja tidak dia tutup.


Ular emas itu merayap sampai balkon dan kemudian menuruni balkon dengan hati-hati merayap dan mencari pijakan di sekitar dinding luar rumah keluarga Misnah itu.


Tak berapa lama, Ara yang berwujud ular emas itu sudah berada diatas tanah. Perlahan-lahan ular emas itu merayap diantara rumput-rumput yang menghijau di halaman rumah besar dan mewah itu.


Pada saat Ular emas itu sampai di gudang, ternyata dia sudah terlambat. Karena gudang sudah tertutup rapat dan mobil terakhir sudah meninggalkan gudang tersebut.


"Ah, aku terlambat!" gerutu ara yang masih berwujud ular emas itu.


"Sepi, sepi sekali! Sebenarnya apa yang mereka kerjakan di sini?" gumam Ara yang menatap pintu gudang yang sudah tertutup dengan rapat itu.


"Sebaiknya aku ikuti bekas ban roda mobil ini, siapa tahu aku akan mendapatkan petunjuk yang berarti!" gumam ular emas itu yang terus merayap mengikuti petunjuk arah yang ada dihadapannya.


Semakin lama dia merayap, tanpa dia sadari dia menjauh dari kediaman keluarga Misnah.


"Jauh sekali mobil itu perginya! aku tak sanggup untuk menyusulnya." ucap Ara dengan kesal.


"Ah, sebaiknya nanti malam aku selidiki lagi. Siapa tahu, nanti malam masih ada aktifitas di gudang itu." ucap Ara yang menatap ke arah dimana mobil yang menjauh pergi itu dengan perasaan kecewa.


Kemudian ular emas itu membalikkan badannya, dan dia kembali menuju ke gudang dan akhirnya masuk lagi ke halaman rumah mewah Misnah.


Ular emas itu kembali lagi ke kamarnya dengan merayap melalui dinding rumah keluarga Misnah.


Dan pada akhirnya ulas emas itu telah sampai kembali di atas balkon dan kemudian dia merayap masuk ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian, ular emas itu merubah wujudnya menjadi seorang gadis cantik dengan pakaian serba putih dan dia beeputar. Menambah kesan yang menawan pada gadis siluman Ular itu.


"Malam nanti aku akan cari tahu lagi. Iya, paling tidak aku mendapatkan satu informasi yangaki butuhkan." ucap Ara yang kemudian melangkahkan kakinya ke samping tempat tidurnya.

__ADS_1


Kemudian Ara duduk diatas tempat tidur, dan dia kembali memposisikan dirinya berbaring diatas tempat tidur itu.


Putri raja dan ratu ular itu saat ini kembali memejamkan kedua matanya. Dia kembali tidur untuk menunggu waktu matahari muncul dari peraduannya.


Dan pada akhirnya Ara sudah terlelap dalam tidurnya.


Beberapa jam kemudian, matahari sudah berani muncul ke permukaan bumi dengan bias warna jingganya yang sangat indahnya.


Angin membawa kesejukan dan burung-burung berkicau dengan merdunya diantara dahan-dahan pepohonan.


Ara membuka kedua matanya dan bangkit dari posisi berbaringnya.


Putri siluman ular itu melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, dan kemudian dia melakukan ritual membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Tak berapa lama, Ara keluar dengan memakai baju ganti yang kali ini berwarna merah muda.


Ara merias diri setelah keluar dari kamar mandi, dan kemudian terdengar suara pintu kamarnya yang sedang diketuk oleh seseorang.


"Tokk... tokk.... tokk....!"


"Siapa?" tanya Ara yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan dia membuka pintu tersebut.


Saat pintu sudah terbuka, terlihatlah salah seorang pelayang keluarga Misnah yang kemarin melayani Ara.


"Nona, sudah waktunya sarapan. Nona di tunggu di ruang makan oleh tuan dan nyonya serta tuan muda." ucap pelayan itu yang menjelaskan.


"Baiklah, aku akan ke sana. Kebetulan aku juga sudah selesai mandi dan mengganti pakaianku." ucap Ara sembari mengulas senyumnya.


"Oiya, tentang pakaian. Bolehkah saya mencucikan pakaian kotor nona?" tanya pelayan itu dengan hati-hati pada Ara.


Putri siluman ular itu menatap pelayan dihadapannya dengan sedikit ragu, tapi dia melihat dari sorot kebaikan di mata pelayan itu.


"Baiklah, pakaiannya ada di keranjang yang berada di kamar mandi." ucap Ara yang mempersilahkan pelayan itu untuk masuk ke kamarnya.


Sementara itu Ara melangkahkan kaki menuruni tangga dan menuju ke ruang makan.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers uang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2