Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Darjo Yang Merestui


__ADS_3

"Jangan lupakan aku juga bro!" seru Baron seraya menepuk pundak Langit beberapa kali.


"Tentu saja, pasti yang kedua setelah Ara aku akan mencari kamu!" balas Langit yang juga menepuk pundak Baron beberapa kali.


Baron dan Bu Misnah melangkahkan kaki meninggalkan Langit, Ara dan juga Darjo. Mereka perlahan melangkahkan kaki menuju ke kamar masing-masing.


"Ara temani kak Langit disini saja!" seru Ara yang kemudian memeluk Langit dari belakang.


"Kamu mau bersama kak Langit?" tanya Langit seraya menikmati pelukan hangat kekasihnya.


"Iya kak! selain ingin tahu lebih awal kondisi ayah kak Langit, Ara juga ingin selalu bersama kak Langit." ucap Ara seraya mengulas senyumnya.


"Baiklah kita jaga ayah sama-sama, sebaiknya kita duduk di sofa itu!" seru Langit.


"Iya ayo kita ke sofa itu!" balas Ara seraya melepaskan pelukannya dan mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke sofa, kemudian keduanya beristirahat dengan posisi yang mereka inginkan.


"Ara, kamu tidur lebih dulu, kak Langit yang jaga. Nanti kita gantian kak Langit yang istirahat dan kamu yang jaga." usul Langit pada saat mereka dudu berdampingan.


"Ara bisa pinjam paha kak Langit sebagai bantal?" tanya Ara lirih namun bisa didengarkan oleh Langit.


"Oh tentu saja! kemarilah!" jawab Langit yang kemudian Ara merebahkan kepalanya dengan menjadikan kedua paha Langit sebagai bantal. Karena dirinya yang saat ini terbaring di sofa dengan kepala di atas paha Langit dan posisi Langit yang duduk untuk selalu terjaga.


Malam pun semakin larut, dan karena kelelahan Langit pun tertidur tetap di posisinya.


Dan pagi pun menjelang, kicauan burung bersautan diantara pepohonan di taman samping rumah keluarga misnah.


Ara perlahan membuka kedua matanya, dan dia melihat Langit yang tidur dalam posisi duduk bersandar di sofa.


Putri siluman ular itu bangun dan menebarkan pandangannya ke sekitarnya, terutama melihat wajah tampan yang sedang tertidur pulas dengan bersandar dihadapannya itu.


"Kak Langit lelap sekali tidurnya." gumam Ara yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri ayah dari Langit yang masih terbaring lemas.


Kemudian Ara memeriksa kondisi dari Darjo, dan dia menarik nafas lega setelah yakin akan hasil pemeriksaannya.


"Ayah kak Langit akan selamat, tapi ayahku sudah tak bisa diselamatkan lagi. Kenapa sih harus ada pembunuhan-pembunuhan?" gumam dalam hati Ara yang sekali lagi menatap wajah ayah kekasihnya itu.


Tiba-tiba jari tangan tangan Darjo bergerak, dan kelopak matanya juga bergerak-gerak.


"Fyuh! akhirnya ayah kak Langit ini siuman juga! aku harus bangunkan kak Langit!" seru Ara yang bergegas menghampiri Langit yang masih terlelap.


Kemudian Ara menepuk pundak Langit beberapa kaliseray memanggil nama kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kak,kak Langit!" seru Ara seraya menggoyang-goyangkan tubuh Langit.


Laki-laki itu membuka kedua matanya dan melihat siapa yang membangunkannya.


"Ada apa Ra?" tanya Langi yang penasaran .


"Ayah kak Langit siuman!" jawab Ara yang tentu saja membuat Langit mengulas senyum bahagia.


"Ayah!" seru Langit dengan setengah berlari melangkahkan kaki menghampiri ayahnya yang terbaring dan sudah membuka kedua matanya.


"La....langit!" panggil Darjo dengan lirih namun bisa di dengarkan oleh Langit.


"Ayah, ayah sudah siuman?" tanya Langit dengan rona bahagianya.


"Iya, kita ada dimana?" tanya Darjo yang penasaran.


"Ada di rumah keluarga Misnah ayah!' jawab Langit yang apa adanya.


"Rumah keluarg Misnah?" tanya Darjo yang mengulang jawaban dari Langit.


"Iya ayah." jawab Langit yang membenarkan jawabannya.


Tak berapa lama Ara menghampiri Langit dan berdiri disamping Langit dan tentu saja membuat Darjo sangat terkejut.


"Si ..siluman!" seru Darjo dengan sikap waspada.


"Ayah, tahu kalau Ara ini siluman?" tanya Langit yang penasaran dan sedikit penasaran karena kemampuan ayahnya.


"Iya, ayah punya insting itu. Kenapa ada siluman ular disini?" tanya Darjo yang penasaran


"Ayah, dia adalah Ara, kekasih Langit. Dan kami sedang berjuang mendapat restu untuk menikah dari kedua orang tua kita. Jadi Langit sangat mengharapkan supaya ayah berkenan memberikan ijin pada hubungan kami. Restui hubungan kami berdua sampai ke jenjang pernikahan."Jelas Langit seraya memegang tangan Ara.


"Apa? tapi aku harus mendapatkan mustika ular dari siluman ini, Dia siluman yang istimewa, pasti mustika ya juga istimewa!" gumam dalam hati Darjo.


"Bagaimana ayah, apakah ayah mau menerima dan merestui hubungan kami?" tanya aku Langit yang penasaran.


"Ayah harus tahu siapakah calon menantu ayah ini?" tanya Darjo yang menatap Ara dengan serius.


"Saya adalah putri dari kerajaan siluman ular, nama saya Ara." ucap Ara yang memperkenalkan dirinya.


"Apa putri raja siluman ular?" tanya Darjo yang terkejut, karena dia berpikir jika Ara akan balas dendam kematian ayahandanya.

__ADS_1


Darjo pun sedikit dalam posisi siap siaga, dan hal itu dilihat oleh Langit.


"Ayah, ayah mau berbuat apa?" tanya Langit yang penasaran.


"Dia-kan siluman, dia pasti mau berbuat jahat pada kita!" seru Darjo yang tetap dalam sikap waspada.


"Ayah, Ara ini adalah kekasih Langit. Dan ara-lah yang menyembuhkan ayah. Padahal dia tahu, kalau ayah telah membunuh ayahandanya. Ara sangat tulus yah, tidak seperti siluman-siluman lainnya!" seru Langit yang mencoba menjelaskan.


"Baiklah karena ayah melihat cinta tulus dari kalian, ayah menerima hubungan kalian ini." jelas Darjo.


"Terima kasih ayah!" seru Langit yang menyunggingkan senyumnya dan kemudian memeluk Darjo dengan erat.


"Sama-sama, ayah juga merasa sangat bersalah jika mengganggu hubungan kalian!" ucap Darjo seraya menepuk punggung putranya beberapa kali.


"Dan saya juga minta ma'af ya nona Ara. Bukan maksud saya mau mencelakai ayahanda nak Ara." lanjut ucap Darjo yang berpura-pura menyesal.


"Aneh, aku tak melihat sorot mata ketulusan dari ayah Langit ya?" gumam dalam hati Ara yang berusaha mencari kebenaran dalam hati Darjo.


"Iya paman, Ara mengerti. Yang terpenting sekarang paman sembuh dan bersedia memberi restu pada kami untuk menikah." ucap Ara


"Jangan khawatir, setelah benar-benar pulih nanti kalian akan aku nikahkan."ucap Darjo sembari mengulas senyumnya.


Ara dan juga Langit saling pandang, kemudian saling rangkul dan juga saling mengulas senyum.


"Terima kasih ayah!" seru Langit.


"Terima kasih Paman!" seru Ara yang terlihat rona kebahagiaan diantara keduanya.


"Akhirnya ayah merestui kami, Langit sangat sayang pada ayah!" seru Langit yang kemudian menghampiri Darjo dan memeluk ayahnya yang dalam posisi duduk bersandar di tempat tidur.


"Iya, asalkan kamu bahagia putraku. Ayah akan merestui apa yang kamu inginkan." ucap Darjo seraya membalas pelukan putranya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2