
"Iya ibunda, ananda mengerti." ucap Ara yang juga membalas tatapan kedua mata ibundanya.
"Putriku, kita bicara berdua di taman sebentar!" bisik ratu ular itu pada putrinya.
"Baik ibunda." jawab Ara yang kemudian dia melangkahkan kaki mengikuti ibundanya menuju ke taman kerajaan.
Tak berapa lama mereka telah sampai di taman dan keduanya duduk di kursi yang ada di dalam gazebo.
"Ibunda, apakan yang hendak ibunda sampaikan pada ananda?" tanya Ara yang penasaran.
"Ara, kamu adalah putri ibunda satu-satunya. Dan ibunda harapkan kalau kamu penjadi pewaris tahta kerajaan ini." ucap Ratu ular yang menjawab pertanyaan dari Ara, putrinya.
"Ara tahu itu, tapi apakah Ara pantas menjadi pemimpin semua rakyat kita?" tanya Ara yang bimbang.
"Karena itulah kamu harus menikah, dan ibunda harapkan kalau kamu menikah dengan bangsa siluman ular. Jadi kerajaan kita akan lebih makmur karena pemimpinnya juga dari kalangan yang sama." jelas ibunda ratu seraya menatap wajah cantik putrinya.
"Baiklah ibu, kalau demi kebaikan bersama, Ara bersedia untuk menikah dengan pria pilihan ibunda. Apakah laki-laji itu tetap Weling ibunda?" tanya Ara yang penasaran.
"Iya, siapa lagi siluman ular laki-laki yang kemampuannya sepadan dengan kamu, bahkan ibunda yakin kalau dia lebih tinggi dari kamu!" seru ibunda ratu yang dengan yakinnya.
"Hm, bolehkah Ara bertemu dengan Weling terlebih dulu ibunda?" tanya Ara yang masih bimbang.
"Tentu saja putriku, kalian harus rencanakan semua ini dengan matang." jawab ibunda ratu dengan mengulas senyumnya.
"Terima kasih ibunda!" seru Ara yang memeluk ibunda ratu, dan ibundanya pun membalas pelukan Ara.
Beberapa hari kemudian Ara bertemu dengan Weling dan juga siluman ular putih di tempat biasa mereka bermain bersama siluman ular hijau dan juga siluman ular hitam.
"Ular putih, kamu juga ada disini?" tanya Siluman ular Weling saat melihat siluman ular putih bersama Ara.
"Iya, Tuan putri yang mengajakku untuk ketemuan. Memangnya ada apa tuan putri? kenapa anda memengajak kita ketemuan?" tanya siluman ular putih yang penasaran.
"Apakah kamu ingat perjodohan aku dengan Weling?" tanya Ara pada siluman ular putih.
"Iya, aku mengingatnya." jawab Siluman ular putih itu dengan yakin.
"Aku menyetujui perjodohan itu, karena itulah kalian aku kumpulkan disini. Aku merasa menyesal tak menghiraukan perkataan ibunda dan ayahanda waktu itu. Tapi sudahlah, kalau aku tak pergi dari istana ini aku tak akan mengenal kak Langit " ucap Ara.
__ADS_1
"Tuan putri, dulu saya sangat mencintai siluman ular hijau. Tapi semenjak saya bertarung dengan Darjo, mohon ma'af sebelumnya apakah tuan putri mau menerima saya? karena..." tanya siluman ular Weling yang agak ragu-ragu.
"Apa maksud kak Weling?" tanya Ara yang hampir bersamaan dengan siluman ular putih.
"Aku tak mungkin lagi bisa punya keturunan. Karena aku telah terkebiri saat pertarungan itu. Dan karena itulah siluman ular hijau menjauhiku." jawab Siluman ular Weling dengan hati-hati.
"Ohw, jadi itu ya. Pantas saja hijau merebut suamiku! apa dia tak punya calon suami lainnya? hingga merebut suamiku!" seru siluman ular putih dengan geramnya.
"Sudah-sudah putih! aku tak permasalahkan hal itu. Sekarang ini kak weling juga perlu tahu kalau aku sekarang ini sedang hamil." ucap Ara yang membuat weling terkejut.
"Hamil?" tanya siluman ular weling yang memastikan pendengarannya.
"Iya, hamil anak kak Langit. Kamu pasti tahu bukan siapa kak Langit itu?" tanya Ara yang menatap weling dengan tajam.
"Iya, dia manusia!" jawab Siluman ular Weling dengan penasaran.
"Dan dia suamiku yang telah meninggal. Karena itulah aku ingin anakku ini kelak mempunyai seorang bapak!" ucap Ara yang membuat Siluman ular putih dan ular Weling menjadi terharu seketika itu juga.
"Aku siap jadi ayahnya tuan putri!" ucap Siluman ular Weling dengan sangat yakin." jelas Siluman ular Weling dengan mantap.
"Dan aku ingin memberi tahukan kalau aku juga sedang hamil, hamil anak aku dengan kak Hitam." ucap siluman ular putih yang sedari tadi menyimak.
Hanya ular welinglah yang terkejut, karena sebelumnya Ara sudah mengetahuinya.
"Apa, yang benar saja putih?" tanya siluman ular weling yang tak percaya.
"Iya, tapi aku sudah melupakan kak Hitam. Karena saya kemarin berkenalan dengan seorang laki-laki manusia, yang dimana saat itu dia sedang mencari kamu tuan putri Ara!' jawab siluman ular putih yang menatap Ara.
"Laki-laki manusia yang mengenalku?" tanya Ara yang penasaran.
"Iya, namanya Baron." jawab Siluman ular putih yang membuat Ara tersentak kaget.
"Kak Baron? wah, dia kakak angkatku putih!" seru Ara yang nampak riang sekali.
"Benarkah? aku juga ingin merasakan menikah dengan manusia." ucap siluman ular putih itu dengan mengulas senyumnya.
"Cie....!" seru Ara dan juga Weling yang bersamaan.
__ADS_1
...***...
Satu Minggu kemudian di istana siluman ular telah mengadakan pesta besar-besaran. Pesta pernikahan putri raja siluman ular dengan siluman ular Weling.
Para dewan, prajurit sampai rakyat ikut berpesta pora, mereka saling bersenandung lagu gembira. Karena menyambut raja dan ratu yang baru.
Pernikahan itu juga sekaligus penobatan Ara sebagai ratu dan juga Weling sebagai Raja di kerajaan siluman ular di hutan Larangan itu.
"Tuan putri, eh maksudku istriku." ucap siluman weling pada saat mereka selesai melakukan rangkaian pesta pernikahan dan mereka saat ini berada di dalam kamar pengantin yang merupakan kamar Ara sewaktu sebelum menikah.
"Ada apa suamiku?" tanya Ara yang mengulas senyumnya dan saling berhadapan dengan suaminya.
"Mulai saat ini kita belajar saling mencintai, aku akan dengan tulus mencintai dan mengayomi kamu sebagaimana tugasku sebagai seorang suami yang belajar mencintaimu." ucap siluman ular weling yang merangkul istrinya dengan mesranya.
"Hm, Ara juga demikian. Akan dengan tulus mencintai dan melayani kamu sebagaimana tugasku sebagai seorang istri yang juga belajar mencintaimu." balas Ara yang kini kedua wajah mereka saling berhadapan dengan intens.
Kedua bibir mereka saling bertaut, dan mereka hanya bisa bercengkrama. Karena Siluman ular Weling yang tak bisa berhubungan lebih jauh lagi.
...***...
Beberapa hari kemudian digelar juga pernikahan antara Siluman ular putih dan juga Baron di kediaman rumah Ranti.
Berbeda dengan pernikahan Ara dan juga siluman ular weling yang diselenggarakan dengan besar-besaran, pernikahan Siluman ular putih dan juga Baron diselenggarakan dengan sederhana.
Ara dan siluman ular weling pun menghadiri pernikahan tersebut. Pernikahan dua dunia, yang dimana terjadi yang kedua kalinya.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...SEKIAN...
__ADS_1