Cinta Terlarang Putri Siluman Ular

Cinta Terlarang Putri Siluman Ular
Kembali ke tempat rahasia ll


__ADS_3

"Kak, sepertinya akan hujan!" seru Ara yang melihat ke arah luar goa yang sudah terlihat gelap itu.


"Ayo cuci tangan dan kita segera beristirahat!" seru Langit yang mengingatkan.


"Iya kak!" jawab Ara dan keduanya melangkahkan kakinya menuju ke anak sungai, dimana Ara tadi sebelum makan mencuci tangannya.


"Blesh ...blessh...!"


Tiba-tiba hujan turun ke bumi dengan derasnya.


Langit membuat perapiannya menjadi besar, mengingat hawa dingin yang berhembus sangat menusuk tulang mereka.


Sementara itu Ara duduk disamping Langit, dan menikmati hangatnya perapian yang dibuat oleh Langit.


Langit sangat terpesona saat melihat aura kecantikan dari Ara yang terbias dari cahaya api unggun yang menerpa wajahnya.


"Kamu cantik sekali Ara." ucap Langit yang membelai rambut Ara dengan lembut, dan wajah Ara nampak memerah karena tersipu malu.


Ara kemudian mengulas senyumnya dengan malu-malu dan demikian juga dengan Langit.


"Kak Langit juga tampan!" ucap Ara yang apa adanya.


"Ara...! Kak Langit sangat mencintaimu!" ucap Langit yang memandang gadis siluman dihadapannya.


"Ara juga sangat menyukai kak Langit." balas Ara yang sama-sama memandang kedua bola mata masing-masing.


Kemudian langit mencium kening Ara dan memeluk putri siluman ular itu, yang dimana belum mengetahui identitas asli Ara.


Demikian pula dengan Ara yang menerima pelukan itu juga dengan eratnya. Keduanya saling berpelukan dan Ara sempat mendengar detak jantung Langit yang berdecak tak beraturan.


Keduanya sangat menikmati kehangatan dan kemesraan mereka.


"Sayangku Ara!" panggil Langit yang membuat Ara mendongakkan kepalanya.


"Ada apa kak?" tanya Ara yang penasaran.


Tiba-tiba saja Langit mendaratkan bibirnya ke bibir Ara dan kedua bibir tersebut saling terpaut.


Rasa hangat dan sentuhan mesra yang mereka jalani saat ini. Ciuman itu berhenti disaat keduanya kehabisan udara untuk bernafas.


Kemudian keduanya saling melepaskan ciuman mereka, dan Langit memegang punggung tangan Ara dan kemudian menciumnya.


"Aku sayang padamu. Walaupun nanti kita berpisah jarak, aku harap kita tak saling melupakan. Dan kita bertemu kembali di goa ini bulan purnama nanti." ucap Langit dengan berbisik.


"Iya, kita jangan sampai saling melupakan. Ara juga akan sangat merindukan kak Langit." ucap Ara yang membelai wajah Langit dengan lembut dan kemudian merebahkan kepalanya di bahu Langit.

__ADS_1


Kedua sejoli itu tetap dalam posisi mereka saling menumpahkan rasa kasih dan sayang mereka. Mereka bagaikan dunia milik berdua, hingga angin malam menyelimuti mereka berdua.


Ara yang tertidur di bahu sebelah kiri Langit dengan tangan kanannya yang di genggam erat oleh Langit, seolah mereka tak ingin berpisah lagi.


Tak berapa lama Langit membopong tubuh Ara dan membawanya masuk ke goa kecil yang menjadi kamar buat Ara.


Dengan hati-hati Langit membaringkan Ara diatas batu yang dianggapnya sebagai tempat tidur.


Kemudian Langit mengambil selimut yang sengaja dia bawa dari rumah, dan kemudian selimut itu dipergunakan untuk menyelimuti Ara pujaan hatinya.


"Huahahem...!"


"Malam sudah larut, dan angin semakin dingin. Aku nyalakan lagi perapiannya, agar bisa mengusir hawa dingin yang menusuk ke tulang-tulangku ini!" gumam Langit yang kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke perapian.


Laki-laki itu menyalakan lagi apinya dan dia menghangatkan telapak tangannya di depan perapian itu.


Setelah badannya cukup hangat, Langit duduk bersandar di bebatuan dan dia mulai memejamkan kedua matanya. Karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi.


Beberapa jam kemudian, Langit telah terlelap dalam mimpi dan perapiannya hampir padam. Ara terbangun dari tidur ya karena merasakan hawa dingin yang masuk ke goa kecil sebagai kamarnya itu.


"Oh, dingin sekali!" seru Ara yang terus-menerus mengusap lengannya dan dia mulai bangkit dari duduknya.


Gadis siluman itu keluar dari goa kecil itu dan melangkahkan kakinya menuju ke perapian.


Api sudah berkobar dan suasana goa kembali menghangat. Ara melihat keberadaan Langit yang tidur dengan posisi duduk bersandar.


Kemudian gadis siluman ular itu melangkahkan kakinya menghampiri Langit, dan Ara duduk disamping laki-laki pujaan hatinya itu.


"Kalau tampan bagaimana pun keadaan dia, dia tetap saja tampan." gumam dalam hari Ara yang terus melihat wajah dari Langit yang tertidur dengan pulasnya.


Ara membelai lembut wajah langit dan kemudian menciumi kening, pipi dan juga bibir Langit. Dan Ara menikmati aksinya itu dengan mengulas senyumnya.


Langit tetap diam walaupun dia sebenarnya sudah terbangun karena aksi Ara yang menciuminya.


Setelah puas dengan aksinya, Ara merebahkan kepalanya di bahu sebelah kiri Langit.


Ara begitu menikmati aroma tubuh kekasihnya yang dia mengira masih terlelap dalam tidurnya.


Langit memicingkan matanya, dan melihat Ara sudah memejamkan kedua matanya.


Tangan sebelah kiri Langit mengusap lembut rambut lurus kekasihnya.


Ara pun terkejut dan mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan Langit yang mengulas senyum padanya.


"Kak Langit belum tidur?" tanya Ara yang penasaran.

__ADS_1


"Kamu sih membangunkan Kak Langit!" balas Langit yang kemudian mengecup kening dan lanjut ke bibir kekasihnya.


Kedua bibir itu saling beradu kembali di sinari cahaya api unggun di hadapan mereka.


Beberapa menit kemudian, mereka saling melepaskan ciuman mereka dan saat ini mereka saling menatap intens seraya mengulas senyum mereka.


Mereka kembali berpelukan dan perlahan-lahan memejamkan mata mereka.


Dua sejoli itu tertidur dengan lelapnya di depan perapian.


Waktu tak terasa terus bergulir, terdengar kicauan burung di depan goa yang saling bersautan dan sinar matahari menerobos masuk ke dalam goa dan menerpa wajah kedua sejoli yang masih terlelap dalam tidurnya.


Perlahan-lahan Ara membuka kedua matanya dan menebarkan pandangannya ke sekitar tempat dia duduk.


Ara melihat sesosok laki-laki di sampingnya yang juga membuka kedua matanya itu menatap ke arahnya.


"Selamat pagi!" sapa Langit seraya mengulas senyumnya.


"Pagi juga!" jawab Ara yang membalas dengan senyuman juga.


Matahari sudah beranjak meninggi, Ara merasakan gerah di tubuhnya.


"Kita mandi yuk, badanku lengket semuanya karena keringat. Sebaiknya aku mencari sungai atau air terjun untuk mandi." ajak Langit yang kemudian bangkit dari duduknya yang terus melangkahkan kakinya, diikuti oleh kekasihnya Ara.


"Sebaiknya ke kolam air terjun yang dekat dari goa ini. Sekalian cari ikan buat sarapan kita!" seru Ara yang mengingat kolam air terjun yang pernah dia datangi, dan mandi di sana.


Keduanya keluar dari goa untuk mencari kolam yang terdapat di bawah air terjun.


Ara dan Langit terus melangkahkan kakinya, menyusuri jalan setapak dan dari kejauhan sudah terdengar suara air yang jatuh ke tanah.


"Bless... blesss....!"


Terdengar suara air yang jatuh ke bumi, dan terus menerus, Hawa dingin memberi kesejukan di sekitar tempat itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk readers yang bersedia memberikan like/komen/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2