
Langit membalas lambaian tangan Ara, dan mobil itu melaju perlahan-lahan meninggalkan Ara dan juga rumah kediaman Misnah itu. Mereka menuju ke rumah Darjo yang jaraknya tak seberapa jauh dari rumah Keluarga Misnah.
Hari pun belalu dengan cepatnya, Langit dan Darjo sudah mengambil kendaraan mereka masing masing. Selain itu persiapan untuk pernikahan sudah 80% selesai.
Dan tibalah hari yang paling mereka nantikan, acara pernikahan sederhana yang digelar di rumah Ranti dan juga Baron.
Tata lampu, dekorasi yang beraneka macam bunga yang dominan warna putih dan juga banyaknya makanan yang dihidangkan, menambah kesan sakral acara pernikahan itu dan juga kesan meriah dengan aneka masakan yang dihidangkan.
Tamu yang dihadirkan hanya sedikit dan itu hanya keluarga, tetangga dan juga karyawan maupun mantan karyawan keluarga misnah dan juga Darjo.
Setelah makan bersama, acara selanjutnya saling ucap selamat untuk kedua mempelai pengantin dan juga keluarga mempelai kedua pengantin.
"Selamat ya untuk kedua pengantin, semoga bahagia dan langgeng!"" begitulah salah satu ucapan para tamu undangan dan kerabat.
"Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami dan istri, acara telah selesai sebaiknya kalian segera istirahat dan siapkan malam pertama kalian! he ...he...!" ucap Ranti seraya mengulas senyumnya.
"Iya nih, cepat sana pergi ke kamar! biar semua ini aku dan para pekerja ku yang membereskan semuanya!" seru Baron seraya menepuk bahu Langit.
"Terima kasih Baron, bibi Ranti dan juga ayah! Langit dan Ara ijin mau istirahat. Selamat malam semuanya." ucap Langit seraya mengulas senyumnya.
"Iya-iya, nikmatilah malam ini. Malam yang bersejarah buat kalian!" seru Ranti.
"Aku sangat bahagia melihat kebahagiaan putraku Langit. Tapi kenapa ada hasrat hati ingin mengambil mustika putri siluman ular itu? mustikanya sangat menggoda kedua mataku. Jika begini terus, aku tak bisa menahan diri untuk membunuh menantuku itu!" gumam dalam hati Darjo, yang ternyata masih ada rasa dalam dirinya untuk menguasai mustika siluman ular yang di miliki Ara.
Sekilas Ara melihat tatapan lain dari mertua-nya itu, namun dia berusaha menepisnya. Karena dia tak akan menyia-nyiakan momen malam pertamanya dengan suami tercintanya itu.
Langit menangkap tubuh Ara dengan melingkarkan tangannya di perut Ara dan mengangkat tubuh Ara sambil berputar bak bridal style.
Wajah berseri pun terpancar diantara keduanya. Kemudian Langit melangkahkan kaki menuju ke kamar yang biasa ditempati Ara.
Sesampainya di kamar Ara, ternyata Ranti telah dengan sengaja menghias kamar itu bak kamar putri-putri raja.
Setelah masuk ke kamar, Langit menyudahi adegan mengangkat tubuh Ara dan kemudian posisi mereka saling berhadapan dan bertatap mata antara keduanya.
"Kamu cantik sekali Ara." ucap Langit yang membelai rambut Ara dengan lembut, dan wajah Ara nampak memerah karena tersipu malu.
Ara kemudian mengulas senyumnya dengan malu-malu dan demikian juga dengan langit.
"Ara...! Kak Langit sangat mencintaimu!" ucap Langit yang memandang gadis siluman dihadapannya.
"Ara juga sangat menyukai kak Langit." balas Ara yang sama-sama memandang kedua bola mata masing-masing.
__ADS_1
Kemudian langit mencium kening Ara dan memeluk putri siluman ular itu. demikian pula dengan Ara yang menerima pelukan itu juga dengan eratnya. Keduanya saling berpelukan dan Ara sempat mendengar detak jantung Langit yang berdecak tak beraturan.
Keduanya sangat menikmati kehangatan dan kemesraan mereka.
"Sayangku Ara!" panggil Langit yang membuat Ara mendongakkan kepalanya.
"Ada apa kak?" tanya Ara yang penasaran.
Tiba-tiba saja Langit mendaratkan bibirnya ke bibir Ara dan kedua bibir tersebut saling terpaut.
Rasa hangat dan sentuhan mesra yang mereka jalani saat ini. Ciuman itu berhenti disaat keduanya kehabisan udara untuk bernafas.
Kemudian keduanya saling melepaskan ciuman mereka, dan Langit memegang punggung tangan Ara dan kemudian menciumnya.
"Aku sayang padamu. Walaupun nanti kita berpisah jarak, aku harap kita tak saling melupakan...!" ucap Langit dengan berbisik.
"Kak Langit ini ngomong apa! kita memang sudah tak terpisahkan lagi. Jadi janganlah khawatir lagi!" ucap Ara yang memotong ucapan Langit seraya membelai wajah Langit dengan lembut dan kemudian merebahkan kepalanya di bahu Langit.
Kedua sejoli itu tetap dalam posisi mereka saling menumpahkan rasa kasih dan sayang mereka. Saat ini bagaikan dunia milik mereka berdua, hingga angin malam menyelimuti mereka berdua.
"Kak Langit kunci pintu dulu ya, Ara ketempat tidur saja dulu." bisik dari di bibi Langit.
"Iya kak!" jawab Ara yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur. Sedangkan Langit menutup dan mengunci pintu kamar itu dari dalam kamar.
Sementara itu Ara sudah membaringkan di tubuhnya diatas tempat tidur.
Tak berapa lama Langit juga imennghampiri istrinya yang sudah mendahuluinya di berbaring di atas tempat tidur.
Kemudian Langit mengambil selimut yang sengaja ada di bagian tepi tempat tidur dan kemudian selimut itu dipergunakan untuk menyelimuti Ara pujaan hatinya yang sekarang sudah mejadi istrinya.
"Huahahem...!"
Ara sudah menguap beberapa kali.
"Malam sudah larut, dan angin semakin dingin. Ayo kita segera tidur!" bisik Langit. ditelinga Ara, dan Ara menganggukkan kepalanya.
Perlahan Langit memejamkan kedua matanya. Dan Ara yang ternyata belum bisa tidur.
Ara membelai lembut wajah langit dan kemudian menciumi kening, pipi dan juga bibir Langit. Dan Ara menikmati aksinya itu dengan mengulas senyumnya.
Langit tetap diam walaupun dia sebenarnya Langit ingin membalas
__ADS_1
cara aksi Ara yang menciuminya.
Setelah puas dengan aksinya, Ara merebahkan kepalanya di bahu sebelah kiri Langit.
Ara begitu menikmati aroma tubuh kekasihnya yang dia mengira masih terlelap dalam tidurnya.
Langit memicingkan matanya, dan melihat Ara sudah memejamkan kedua matanya.
Tangan sebelah kiri Langit mengusap lembut rambut lurus kekasih yang sudah menjadi suaminya itu.
Ara pun terkejut dan mendongakkan kepalanya melihat wajah tampan Langit yang mengulas senyum padanya.
"Kak Langit belum tidur?" tanya Ara yang penasaran.
"Kamu sih membangunkan Kak Langit!" balas Langit yang kemudian mengecup kening dan lanjut ke bibir kekasih hati Ara itu.
Kedua bibir itu saling beradu kembali dimalam yang semakin larut itu.
Beberapa menit kemudian, mereka saling melepaskan ciuman mereka dan saat ini mereka saling menatap intens seraya mengulas senyum mereka.
"Ara!" panggil mesra Langit pada kekasihnya yang ada di dekapannya.
"Ya, ada apa kak?" tanya Ara yang menatap wajah tampan Langit.
"Kak Langit sangat mencintaimu!" bisik Langit dengan lembut.
"Ara juga sangat mencintai kak Langit!" balas Ara.
"Oh, Istriku!" panggil Langit.
"Ya Suamiku!" balas Ara.
Kedua mata mereka saling menatap secara intens.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CINTA TERLARANG PUTRI SILUMAN ULAR....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...