
Sampailah dua orang anak manusia yang sebenarnya sama-sama terbuai dalam alunan cinta pada pandangan pertama di balkon kamar yang disitu sudah ada ayah, bunda dan Raka yang tertidur diatas pangkuan bunda Ara.
“Sudah menikmati malamnya nak” bunda Ara menyambut anak dan calon anak mungkin jika Tuhan mengijinkan.
Entah apa saja yang sudah para orang tua tadi obrolkan lewat video call, karena tadi tiba-tiba Danendra mengajak untuk menjauh dari para orang tua.
Begitupun sebaliknya para orang tua pun sudah tahu atau lebih tepatnya menangkap benih-benih ketertarikan di mata kedua putra putrinya.
“Sudah bun, sudah ngantuk” Danendra menjawab dengan menyenderkan kepala di bahu bundanya. Sedangkan Bilandra memilih duduk di samping ayah Ais.
“Kalau ngantuk mari kita istirahat, biar Raka ayah gendong bun, bunda dan Bilandra masuk ke kamar saja” ayah Ais menggendong Raka yang sudah terlelap karena memang sudah larut bagi anak seusia dia.
“Iya ayah, selamat istirahat ya, selamat di tendang si reseh ya ayah” goda bunda Ara. Raka memang hobby nendang siapapun yang tidur bersama dia tanpa dia sadari.
Ayah Ais berjalan menggendong Raka dan bunda Ara berjalan menuju kamar sebelah yang sudah dibooking untuknya dan Bilandra.
“Selamat malam, selamat istirahat, sampai bertemu besok ya” pamit Bilandra kepada Danendra yang memejamkan matanya di kursi santai di balkon kamar.
Tersenyum dan membuka mata, Danendra hanya menganggukan kepalanya dan tangannya menggenggam tangan Bilandra. Dalam sekian detik Bilandra terhipnotis, bukannya melangkah menyusul bunda Ara tapi manik mata hitamnya menusuk tajam manik mata hitam laki-laki yang menggenggam tangannya hangat dan lembut.
Pagi menyapa dengan sunrise yang Maha Sempurna.
Bilandra mengerjapkan matanya, sengaja tidak dia nyalakan alarmnya karena dia sudah memastikan kalau bisa bangun lebih pagi untuk menikmati sunrise.
Terdengar suara gemericik dari kamar mandi. Yang pasti itu adalah bunda Ara yang memang sudah bangun pagi-pagi buta karena harus menyiapkan kebutuhan tim hore nya. Apalagi anggota timnya cowok semua pastinya semua akan diserahkan ke ratu mereka.
Sambil menguap, Bilandra merentangkan kedua tangannya dengan posisi duduk di tepi kasur. Tidak butuh waktu lama untuk menyadarkan diri kalau sedang berlibur gini, beda saat dia bangun dari tidurnya di dalam kamarnya di rumah. Perlahan Bilandra membersihkan bedroom nya karena porak poranda bekas dia tertidur dengan pulas semalam.
“Selamat pagi anak bunda yang cantik” sapa bunda Ara keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat segar.
“Selamat pagi juga bunda aku yang lebih cantik” Bilandra menyambut bunda Ara dan memeluknya sebentar sebelum dia masuk kamar mandi untuk mandi juga.
“Kamu mau menikmati sunrise nak?” tanya bunda sambil duduk di depan meja rias sambil memakai krim pagi, sunblok dan lain-lain.
__ADS_1
“Iya bun, aku mau jalan sebentar ya, sebelum sarapan aku sudah balik lagi” jawab Bilandra setengah berteriak dari dalam kamar mandi.
“Oke nak, nikmatilah semesta selagi kamu bisa, bunda mau siap-siap juga, maklum tim bunda kan banyak” Bunda Ara memberi petuahnya di pagi buta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan setelan tanktop dan hotpant jeans, rambut terurai dan kaca mata yang disematkan di kepala, tidak ketinggalan sepatu kets putihnya Bilandra siap untuk menyambut sang mentari.
Berjalan seorang diri tidak membuat Bilandra takut, justru menambah kekhusukannya untuk bercengkrama dengan alam.
Sampai pada spot indah, ya memang semua spot sangat indah tapi Bilandra memilih spot dimana sekarang dia berdiri.
Matanya dimanjakan dengan semburat orange tanda sang mentari mulai beranjak dari peraduannya. Dalam diamnya Bilandra kembali mengingat kejadian semalam, saat Danendra dengan lantang mengingkan dia menjadi kekasihnya. Cinta pada pandangan pertama menurut dia dan jujur rasa itupun yang diamini oleh Bilandra.
Angannya semakin jauh melayang. Teringat saat pertama kali mereka bertemu dan saling menatap. Tidak kenal sama sekali, yang ada saat itu adalah ketertarikan karena dia adalah laki-laki ganteng versinya. Tidak terbayangkan akan bersama melewati liburan yang semula akan dinikmatinya seorang diri. Sekarang plan itu berubah total, bukannya kecewa tapi Bilandra malah jauh lebih bahagia. Diapun tidak tahu kenapa, bukan juga karena akhirnya liburannya jadi low budget atau malah bisa dibilang no budget.
“Apa aku juga suka padanya” gumam Bilandra.
“Apa rasa ini yang aku rasakan adalah rasa yang sama seperti yang dia ungkapkan semalam” Bilandra masih terus bertanya dengan hatinya sendiri.
Saat bergumul dengan dirinya sendiri, tangan hangat melingkar di pinggang Bilandra. Kaget tapi saat melihat siapa yang memeluknya adalah laki-laki yang berlarian dalam otaknya. Blush merah merona tercetak jelas di kedua pipi Bilandra, senyum nya merekah dan matanya berbinar bahagia.
“Kenapa ninggalin aku sihh” sentak Danendra membuyarkan lamunan Bilandra.
“Huftttt selalu saja datang ngga pakek aba-aba, kayak mbak kunti aja kamu” kesal Bilandra yang kaget tiba-tiba ada tangan orang merengkuh pinggangnya yang ramping.
“Lagian pagi-pagi udah ngelamun, kesambet tar baru tahu rasa” balas Danendra tidak terima disalahkan.
“Kenapa ngga dijawab pertanyaan aku hmmm” lanjut tanya Danendra yang semakin merapatkan tubuh mereka.
“Lagi pengen aja sendiri” jawab Bilandra yang menikmati pelukan dari samping Danendra tanpa memprotes melepaskannya.
“Hmm kenapa ini tidak ada penolakan dari badan aku, kenapa aku malah semakin nyaman, kenapa Tuhan “ rintih batin Bilandra yang hanya terdengar olehnya dan Tuhan tentunya.
“Kok gitu sihhh, aku ngga rela lho” rengek Danendra sambil menirukan suara anak kecil yang sedang merajuk.
__ADS_1
“Sudah yukk nikmati sunrisenya, udah ditunggu ayah bunda tuch buat breakfast” ajak Danendra dengan intonasi suara kembali seperti semula.
“Yukk aku juga sudah lapar” Bilandra menarik tangan Danendra untuk ditautkan dengan tangannya dan itu diluar kesadarannya, semuanya spontan, seperti Danendra yang spontan terkejut dengan perlakuan Bilandra. Tapi dia tidak menolak bahkan mengikuti saja sang wanita pujaannya.
Tetap dengan mode gandeng tangan mereka berjalan beriringan menuju resto untuk sarapan. Pastinya disana sudah menunggu ayah, bunda dan Raka.
Pagi itu Danendra selalu berhasil membuat Bilandra terpesona dengan style nya. Kaos oblong warna putih sekarang yang dia kenakan dan celana joger coklat dipadukan dengan sandal jepit hitam terlihat cool saja dimata Bilandra. Tinggi nya yang tidak lebih dari pundak Danendra terkesan sangat mungil saat mereka berjalan bersama.
Menu sarapan sudah tersaji saat mereka sampai di resto. Lengkap dan terlihat nikmat sekali. Perut Bilandra sontak meronta-ronta minta segera diisi.
“Aduhhh duhhhhh pasangan baru gandengan mulu, emang mau nyebrang” celoteh ayah Ais dengan senyum jailnya.
Otomatis Bilandra melepas tautan tangannya dan langsung mengambil posisi duduk disamping bunda Ara.
“Yeee ada yang iri kayaknya, bun mau digandeng tuh sama ayah, mau diajak nyebrang lautan” komentar Danendra menjawab ejekan ayahnya.
Seperti biasa, tidak ada suara selain dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring mereka masing-masing.
“Habis ini kita spa yuk nak” ajak bunda Ara ke Bilandra.
“Boleh bun, enak kayaknya kalau spa” Bilandra mengiyakan ajakan bunda Ara.
“Ya wes (ya sudah) kalau bunda sama Bilandra mau spa, kita bertiga mau kembali tidur” ayah Ais bangga memberi ide yang pasti akan gabut.
“Ogah yah, Raka mau mainan sama menjangan aja ahh sambil tunggu bunda sama mbak Bilandra selesai, habis itu kita mainan kano ya tapi nya” Raka memutuskan sendiri plan nya daripada mesti balik lagi tidur seperti ide ayahnya.
“Setuju” komen Danendra ambigu setuju dengan siapa.
“Setuju apaan nihh?” tanya Bunda Ara penasaran.
“Biar adil setuju duanya, lanjut tidur sambil nemenin si reseh mainan sama menjangan” Danendra tertawa bangga dengan pilihannya yang sangat adil.
“Terserah kalian lah ya, yang penting have fun guys” bunda Ara memberi keputusan terakhir dan biasanya itu mutlak tidak bisa diganggu gugat.
__ADS_1
Mereka pun membubarkan diri masing-masing. Ayah kembali ke kamar, dua jagoan beda usia menikmati mainan menjangan di bibir pantai sambil Danendra tiduran, bunda dan Bilandra langsung menuju tempat spa.