
Tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan Danendra dan Bilandra sampai di caffe nya, Caffe Senja. Terlihat papa Iyo sibuk ngecek ini dan itu dibantu EO yang sudah ditunjuk untuk acara grand opening.
Pengalaman keluarga Wicaksana tentunya terjun langsung mengurus semua bisnis baru, ya walaupun ada pengalaman papa Iyo khususnya di dunia bangun membangun dan desain mendesain karena memang dunia yang papa Iyo geluti adalah properti. Hanya saja properti, bangun membangun dan desain mendesain untuk kliennya, sedangkan ini untuk klien memang tapi yang dipasrahkan sepenuhnya ke papa Iyo dan keluarga.
Sementara di pritilan lain, seperti konsep detail, menu, harga dan masih banyak lagi diserahkan ke Bilandra dan mama Udi. Tambahan - tambahan saja untuk menu karena menu utama tetap diambil dari tiga caffe sebelumnya. Menu - menu tambahan adalah yang menjadi khas dari Jogja. Makanan jadul yang sudah jarang dinikmati akan di angkat lagi dalam menu di Caffe Senja.
Untuk urusan karyawan dan manajemen adalah tanggung jawab sang owner, Danendra Wicaksana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pap .." sapa Danendra sembari berjalan bergandengan tangan tentunya dengan Bilandra menuju ke papa Iyo yang sedang memberi instruksi para EO yang bekerja sama.
"Haiii mas ... Sudah sampai Jogja, apakabar anak papa?" jawab papa Iyo yang menengok ke belakang ke arah suara bass khas calon anak mantunya (semoga, lagiii).
"Iya pap, tadi jam sebelasan apa ya sampai rumah, maaf ya papa jadi sibuk sendirian" balas Danendra sembari salim dengan mengulurkan tangan yang disambut dengan uluran tangan papa Iyo disertai senyum yang mengembang bahagia.
"Sudah hampir finish sepertinya pap" sahut Bilandra sembari menengok kanan kiri caffe dengan tangan yang masih saling menggenggam dengan tangan Danendra.
"Iya mbak, sudah sembilan puluh persen, sisanya tinggal acara inti nanti malam" jawab papa Iyo bangga dengan hasil kerja keras dan cerdas mereka.
"Aamiin, aku cek dapur dulu ya" lanjut pamit Bilandra ke papa Iyo dan Danendra.
"Oke ..." jawab papa Iyo dan Danendra kompak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di dapur, Bilandra cek semua stok bahan baku. Baik untuk makanan ataupun minuman. Distribusi makanan dan minuman dari Semarang pun sudah lengkap.
__ADS_1
Makanan khas Semarang memang tetap menjadi menu andalan karena memang si empunya alias owner adalah warga asli Kota Lumpia. Sama halnya menu utama adalah salah satunya lumpia khas Semarang yang divariasi isinya. Selain itu ada tahu gimbal, garang asem, mie kopyok, mangut ikan mayung dan tentunya menu lain standart seperti kentang goreng dan masih banyak lagi. Minuman khas Semarang pun mereka siapkan selain kopi tentunya sebagai menu utama karena sesuai dengan tagline "Coffe Shop". Minuman lain seperti wedang tahu, wedang kacang tanah dan masih banyak lagi.
Semua menu disajikan dengan modern cooking tentunya. Selain itu juga ada ditambah dengan menu khas jogja seperti gaplek, gudeg, bakmie jowo dan masih banyak lagi.
Selain itu juga ada menu western yang standart caffe - caffe lain. Intinya adalah Caffe Senja menyajikan masakan nusantara khususnya Semarang dan Jogja dan juga menu western sebagai pelengkap.
Koki juga sudah siap dengan semua menu yang akan mereka sajikan. Untuk menjamu anak yatim piatu yang diundang dalam acara inti, yaitu pengajian untuk grand opening dan tentunya dilanjut dengan acara lain - lain ala anak muda kekinian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Keren ya pap, terima kasih sekali kontribusi nya ya pap, sepertinya ini caffe aku yang paling luar biasa" Danendra membuka obrolan setelah mengedarkan pandangan di seluruh pelosok caffe.
"Sama - sama mas, justru papa pribadi sangat berterima kasih karena dengan ini papa belajar dunia baru" jawab papa Iyo sembari mengelus lengan kokoh Danendra yang berdiri disampingnya.
"Konsep luar biasa juga dari Bilandra menjadikan caffe ini lain dari yang lain, papa juga bangga sama dia, ternyata dia mampu dan akhirnya percaya diri, itu karena kamu mas sudah menjadi positif vibes untuk kami" lanjut papa Iyo dengan merendahkan hati dan memang sangat salut kepada Danendra dan Bilandra. Anak - anak yang membuktikan skill nya yang hebat.
"Aku hanya ingin yang terbaik pap" jawab Danendra dengan menundukkan pandangan matanya.
"Yes, proud of you" sambung Lingga yang tentunya sudah ada dibelakang papa Iyo dan Danendra juga dan berdiri disamping Kavi dengan tangannya melingkar di lengan kekar Kavi.
"Ehhh .. Kalian sudah datang, terima kasih sanjungannya, kalian pun hebat guys" jawan Danendra yang terkejut dan membalikkan badannya.
"Anak - anak papa tentunya hebat sesuai versi masing - masing" sambung papa Iyo yang tiba - tiba mellow melihat anak - anak nya tumbuh dengan baik.
"Pap .. Sehat kan?" sapa Lingga sembari salim ke papa Iyo yang sedang berkaca - kaca karena haru. Diikuti Kavi yang juga salim dengan papa Iyo.
"Sehat nak, kalian gimana sehat kan? Papi mami sama ayah ibu mana?" jawab papa Iyo sembari tersenyum bahagia.
"Seperti yang papa lihat, kami sangat sehat, mami sama ayah ibu nanti sore pap, pas acara katanya, kalau papi seperti biasa menyusul diwaktu yang tidak dapat dipastikan" kembali Lingga menjawab pertanyaan papa Iyo mewakili Kavi yang membumbui dengan senyuman saja.
__ADS_1
"It's okaii nak, ya kan memang tugas papi diluar ekspektasi nak, besok juga kalian bakalan seperti itu" jawab papa Iyo.
"Ehhhh .. Pasangan bucin ketiga kok baru dateng sihhh, harusnya itu dari tadi ngepel - ngepel dulu kek" teriak Bilandra yang keluar dari dapur caffe.
"Waduwww .. Maaf lho bu boss kami telat inihhh" jawab Lingga yang tidak kalah lantangnya.
"Ck .. Ck .. Ck bisa gitu baru datang" tiba - tiba suara emak tiri terdengar lebih nyaring dari arah pintu masuk.
"Hehhhh ... Kalian yang telat bangettttt taukkkkkk" sambar Bilandra dengan suara naik satu oktaf lagi.
"Upssss ... Jadi kami yang salah nihhh" jawab Ita dengan tawa khasnya. Sembari berjalan bergandengan dengan Aer menuju titik perkumpulan papa Iyo dan sahabat - sahabatnya.
"Papaaaa .." lanjut Ita yang seketika menyapa papa Iyo dengan khasnya ceria.
"Haiii anak papa, sehat kalian" jawab papa Iyo sembari menyambut uluran tangan Ita dan Aer untuk salim.
"Sehat sekali pap, papa sehat kan? jawab Aer mewakili Ita.
"Sehat dong seperti yang kalian lihat, papa bugar" jawab papa Iyo dengan senyumnya.
"Kalian hebat dehhhh, angkat topi buat pasangan bucin kedua, Danendra dan Bilandra" lanjut Ita yang takjub dengan Caffe Senja nya Danendra dan Bilandra.
"Ahhh .. Thank you, apalah kami tanpa kalian" jawab Bilandra dengan menundukkan kepalanya tanda berterima kasih.
"Kalin semua hebat, anak - anak papa pasti hebat" papa Iyo menetralisir percakapan anak - anak hebatnya yang saling menyanjung.
"Kamu Ita, calon notaris andalan papa" lanjut papa Iyo menyanjung Ita setelah tadi Kavi dan Lingga.
"Aer juga koki handal, calon owner restoran besar" papa Iyo pun tidak lupa menyanjung Aer yang disini adalah personil termuda secara akademis. Kalau secara umur sepantaran dengan Danendra, Kavi dan Lingga cuma bedanya Aer tidak ikut kelas akselerasi seperti tiga sahabatnya.
__ADS_1
"Aamiin" jawab kompak tiga pasangan bucin dengan senyum yang mengembang dan tangan yang saling bertaut dengan pasangan masing - masing.