Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 43


__ADS_3

" Siapa cewek yang beruntung ini, ini cewek yang siluet fotoya ada disetiap sosial media Danendra, ternyata dia cantik juga, wajahnya ayu khas putri jogja, pasti cewek ini pacar Danendra ", batin Lingga yang berdiri marung dengan senyum palsu yang dibuat senatural mungkin menutupi keterkejutannya.


" Bi, siapa mbak ini? " tanya Bilandra dengan santunnya sembari tersenyum tulus.


" Oh iya sampai lupa mau ngenalin, dia Lingga Ji, dia teman satu sekolah aku, kebetulan ketemu disini karena memang keluarganya asli dari kota gudeg ini " jawab Danendra cukup jelas dan terkesan biasa saja tidak ada yang spesial dari teman ceweknya ini.


" Hai, aku Lingga, iya benar sekali apa yang tadi Danendra jelaskan, senang bisa kenalan sama cewek seberuntung kamu " Lingga mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Bilandra.


" Hai juga, aku Bilandra, senang bisa kenalan sama kamu " jawab Bilandra masih dengan santunnya dan menerima jabatan tangan Lingga.


" Cewek beruntung? Apa sebenarnya maksud dia dengan cewek beruntung, aneh " batin Bilandra yang menoted kalimat cewek beruntung versi Lingga tadi. Hanya saja dia tidak mau kepancing dengan omongan Lingga yang masih penuh tanda tanya. Makanya Bilandra menanggapi intinya saja.


" Yuk bayar dulu belanjaan kamu Ji, keburu duo gembul nyerbu kasir nih " suara Danendra membuyarkan lamunan Bilandra.


" Eh iya, yuk Bi kita bayar dulu yang ini, lagian bentar lagi mereka bakalan lari-larian kesini berhubung waktunya sudah habis " jawab Bilandra dengan senyun yang merekah, senyum manis yang meneduhkan siapa pun yang melihat. Tapi senyum itu sudah di hak paten oleh Danendra seorang.


" Kalau begitu aku lanjut belanja dulu ya, kalian have fun " potong lingga sebelum dua sejoli sibuk mengeluarkan barang belanjaannya dari troli ke meja kasir.


" Sip Lingga, nice to meet you" Bilandra yang menjawab dengan senyum yang selalu merekah.


Dan benar saja belum selesai Bilandra menjawab Lingga duo gembul sudah berlarian dengan troli berisi penuh jajanan mereka. Dari jajanan kering sampai jajanan basah lengkap sudah mereka masukkan troli.


" Wah .. Wah .. Wah memang tidak diragukan kalian memang adik-adik mas yang handal kalau sudah berurusan dengan perjajanan, ck ck ck " Danendra yang takjub dengan belanjaan duo bocil yang lebih tepat dibilang kulakan daripada belanja biasa.


" Weits .. mau buka toko kalian " tambah komentar Bilandra yang geleng-geleng dengan kekompakan duo bocil perihal jajan.


Bukannya menjawab mereka justru toss dengan penuh kebanggaan diri karena mendapat gelas master of jajan dari mas dan mbaknya.

__ADS_1


" Ya udah buruan keluarin dari troli terus dibayar, keburu malam " lanjut titah Danendra ke kedua adik kecilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai dirumah dengan tentengan belanjaan masing-masing mereka langsung menuju ruang santai dan tentunya untuk segera mengeksekusi hasil rampokkan mereka di supermarket tadi.


" Ya ampun kalian jajan apa ngerampok sih, banyak bener, nanti tinggal ngga mau makan nasi, awas aja kalau ngga makan nasi nanti, jajannya bunda buang semua " Bunda Ara yang langsung pidato saat melihat ruang santai jadi lautan jajanan duo bocil tukang kisruh, Raka dan Abhinaya.


" Iya .. Iya bunda nanti aku sama mas Raka bakalan tetep makan nasi kok, ini kan ngga langsung kita habisin " jawab Abhinaya dengan suara lucunya.


" Iya bun, janji deh " imbuh Raka yang selalu kompak dengan Abhinaya.


" Pintar anak-anak bunda, terus mas sama mbak dimana kok ngga ikut masuk " tanya bunda Ara.


" Itu bun udah langsung ke belakang, mau nyantai katanya " jawab Raka dengan mulut penuh dengan snack kentang kesukaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di teras belakang Danendra sedang menelfon entah siapa dan Bilandra dengan santainya duduk di pangkuannya sembari memakan snack jajannya.


" Mbak ngga jadi hangout sama temannya " tanya bunda Ara berbisik dan yang pasti bikin Bilandra melonjak kaget. Secara dia kan sedang asik duduk dipangkuan pacar sambil ngemil lagi.


Merasakan Bilandra melonjak terkejut dengan sigap tangan Danendra memeluk tubuh rampingnya, walau masih dengan mode telfon serius. Sepertinya urgent dari salah satu caffenya. Hal -hal urgent seperti ini sepertinya akan menjadi bagian dari perjalanan kisah mereka.


" Ihh bunda bikin aku kaget aja, jadi bunda tunggu mas selesai telfon dulu, bunda mau " Bilandra menjawab pertanyaan bunda Ara tadi yang buat dia melonjak kaget dengan suara berbisik juga.


Bunda Ara tidak menjawab lagi dengan suara tapi dengan bahasa tangan menandakan "oke" sembari duduk di kursi depan anaknya. Sambil ikut ngemil jajanan Bilandra, bunda Ara duduk santai sembari menunggu Danendra selesai menelfon.

__ADS_1


Cukup lama Danendra menelfon tadi, sekitar tiga puluh menit Danendra menelfon.


" Ayah sama papa belum pulang bun " tanya Danendra setelah menutup telfonnya.


" Belum mas, tapi tadi telfon udah dijalan katanya " jawab bunda Ara sembari ngemil cantik bersama Bilandra.


" Terus mama dimana " tanya Danendra lagi, yang memang tidak melihat mama Udi ada bersama mereka.


" Mama Udi ada arisan komplek sebentar katanya " jawab bunda Ara lagi.


" Kalian ngga jadi hangoutnya, sudah mau jam tujuh lho ini " tanya balik bunda Ara ke dua sejoli yang masih santai saling pangku bahkan ditambah saling suap jajanan.


" Iya ini mau berangkat bunda, bunda ngga apa-apa dirumah sama duo bocil doang" gantian Bilandra yang menjawab pertanyaan bunda Ara.


" Iya ngga apa-apa pakai banget dong, malahan asik nanti nonton bareng sambil ngemil, lagian benrar lagi juga mama, papa, ayah juga pulang " jawab bunda Ara dengan santainya.


" Lagian nanti kan stayvacation kita, seperti rencana nanti makan malam sekalian di hotel terus kalau belum capek jalan-jalan malam di malioboro, kalian nanti langsung hotel saja ya " imbuh bunda Ara memberi instruksi.


" Oke siap bunda " jawab Danendra dengan suara bass nya.


" Ya udah yuk sayang kita pacaran " lanjut Danendra sembari menggendong Bilandra menuju mobilnya.


" Bunda kita berangkat yaaa " pamit Bilandra dengan sedikit teriak karena Danendra dengan entengnya menggendong bilandra menuju mobilnya.


" Iya, hati-hati ya sayang " jawab bunda Ara sembari menggeleng-gelengkan kepala melihat ulah anak lelakinya yang tidak segan-segan menggendong pacarnya didepan matanya.


" Nak, semoga kebahagian ini di restui juga oleh Tuhan, bunda sudah terlanjur sayang sama kamu Bilandra. Kamu bisa membuat anak laki-laki bunda yang selalu serius menjadi super duper sweet, bahkan didepan bunda. Semoga kalian tidak saling menyakiti ya " batin bunda Ara sembari menatap dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. Terpancar kebahagiaan dari dua mata kedua anak laki-lakinya dan juga anak perempuan yang sudah seperti anak kandung sendiri.

__ADS_1


__ADS_2