
"Oh iya Kavi, sini ... sini anak ganteng, kenalin nihh ada om Ais ayahnya Danendra, om Iyo papanya Bilandra, tante Udi mamanya Bilandra terus ituhhh ada Aer sama Ita sesepuh pasangan bucin dan tadi udah ketemu kan duo bocil yang guendut - guendut" sapa tante Ara yang sangat jelas mengenalkan anggota gank nya yang didukung dengan senyum merekah masing - masing personil yang sudah diperkenalkan.
"Selamat malam semua, salam kenal saya Kavi dan ini Lingga" balas sapa Kavi dengan sangat sopan setelah tadi salim dengan masing - masing tetua.
"Perkenalannya cukup sekian yaa, lanjut makan aja biar makin akrab terus sayang" sahut mama Udi dengan riang gembira dan absurdnya.
"Sini .. Sini ambil posisi masing - masing, senyamannya, pilih sendiri mau duduk dimana ya" lanjut papa Iyo mempersilahkan sebagai tuan rumah yang baik hati dan tidak sombong.
"Terima kasih om, tante .. Maaf sebelumnya boleh kami ijin ke kamar mandi mau bersih - bersih sebentar" ijin santun Lingga mewakili Kavi juga. Karena di sekitar mata memandang sudah tidak terlihat Bilandra ataupun Danendra yang dimintai ijin ke kamar mandi.
"Silahkan anak cantik, ituu tuhhh kamar mandinya" tunjuk mama Udi memberi petunjuk arah peta rumahnya sendiri.
"Oh .. Oke tante, terima kasih, kita bersih - bersih sebentar ya tante" jawab Lingga yang masih dengan santun dan lembutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makan malam yang hangat dan penuh canda tawa mewarnai dua keluarga beserta sahabat. Saling ejek, saling bully, saling curhat semua lengkap di malam itu. Tidak ada canggung di antara mereka, membaur menjadi satu penuh cinta dan kasih sayang. Para tetua yang ditengah canda tawa juga menyelipkan petuah - petuah kehidupan.
Tanpa terasa sudah jam sepuluh malam saja dan saatnya perpisahan sementara lagi. Dan seperti biasa masih ada yang mewek - mewek dikit karena harus LDR lagi dengan sang pacar. Masih sama rasa yang dirasakan Bilandra, disaat terpisah waktu adalah saat terseram dalam hidup dia. Ya namanya juga pacaran baru masih gitu dehhh, suka takut bayangan yang tercipta dari overthingking.
"Ngga mau ditinggal" Bilandra yang langsung mode manyun dengan air mata yang mengalir gitu saja tanpa permisi. Dengan tangan yang melingkar diperut sixpack Danendra, memeluk dengan sangat erat.
__ADS_1
"Aduhhh kan tadi kelupaan aku" Danendra mengalihkan perhatian semua orang yang ada disitu.
"Emang kelupaan apa Bi?" tanya Bilandra yang langsung masuk ke pengalihan Danendra. Tepat sasaran tentunya, ini yang dimaksudkan Danendra, biar Bilandra ngga lebay sedihnya, karena bakal bikin Danendra susah fokus nantinya. Mana dia mesti nyetir malam lagi.
"Beli balon sayang" jawab lugu Danendra yang terlihat sangat natural. Emang jago akting jagoan bunda Ara dan ayah Ais.
"Balon????? Emang buat apa balon?" tanya Bilandra lagi dengan lugu yang tidak akting seperti Danendra. Sementara orang - orang yang sudah berdiri tegap disekitar mereka tersenyum tertahan karena sudah memahami arah pernyataan Danendra yang lupa beli balon.
"Buat kamu dong sayang, biar ngga nangis - nangis, kalau kamu mewek gini aku bakalan gagal fokus" jawab Danendra dengan senyum yang sungguh sangat manis sembari memeluk erat tubuh mungil Bilandra.
"Uluhhhh .. Uluhhhhh dasar bucin" sahut Ita yang langsung mode iri dengki.
"Yeeee .. Sirik aja kamu ya emak tiri, kamu kan enak ngga pernah ngerasain LDR" jawab Bilandra dengan emosi yang meluap - luap. Bukannya bikin takut tapi malah semakin lucu terlihat.
Otomatis Kavi yang tadinya hanya berdiri flat saja tanpa niat menimpali pasangan bucin yang bersiap LDR lagi seketika tersenyum penuh bahagia. Mata Kavi yang setajam elang menatap penuh cinta ke mata Lingga yang sengaja mendongakan wajahnya supaya mereka bisa saling tatap. Mata mereka seolah berkata " terima kasih cinta ".
"Sudah .. Sudah .. Ayo kita berangkat, sudah malam, besok kita semua juga harus beraktifitas lagi bukan?" sela ayah Ais yang melihat ini semua akan berlarut jika tidak segera diputuskan. Apalagi calon menantu cantiknya akan lebih drama lagi kalau dibiarkan merengek lebih dalam.
"Lingga jadi bareng kita kan, tadi mami nya juga sudah titip sama tante lho" lanjut bunda Ara memastikan Lingga ikut mereka pulang ke Semarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
POV : Flashback Makan Malam
Disela makan malam tadi mami nya Lingga menelfon putri nya dan memastikan malam ini Lingga pulang ke Semarang. Rencana awal Kavi yang akan mengantar Lingga pulang tetapi bunda Ara yang tidak sengaja mendengar percakapan mami dan anak itu menawarkan tumpangan daripada Kavi bolak balik kan kasihan. Dan itu disambut bahagia mami nya Lingga. Jadi ngga khawatir deh kalau sudah dititipkan dengan amanah.
Berbeda dengan mami nya Lingga yang tidak khawatir, Kavi justru sedikit jealous membayangkan Lingga dan Danendra dalam satu mobil. Kavi juga ngga ngerti kenapa mesti ada rasa itu. Tetapi ngga mungkin juga dia menolak ide dari bunda Ara yang disetujui maminya Lingga. Lagian juga besok pagi - pagi Kavi sudah disibukkan dengan sekolahnya, mengingat mereka sama - sama kelas tiga yang sebentar lagi akan ujian kelulusan.
Melihat ada yang berbeda dari Kavi, setelah telfonnya ditutup dan disepakati jika nanti Lingga bakal pulang ke Semarang barengan sama keluarga Ais Wicaksana, Lingga menarik tangan Kavi untuk mengobrol di ruang tamu Bilandra. Dengan alasan mau telfon eyang putri nya untuk pamit bahwasanya setelah dari makan malam bersama ini Lingga langsung pulang ke Semarang.
"Are you okai?" tanya Lingga yang sudah duduk bersebelahaan dengan Kavi.
"I'm very okai." jawab Kavi yang dibuat baik - baik saja. Tapi sayangnya gagal dimata Lingga.
"Really ... Aku pikir kamu jealous, yahhh GR dong ya aku" jawab Lingga dengan menarik lembut tangan kavi dan perlahan menautkan jemarinya disela jemari Kavi.
"Iya .. Aku jealous cinta, harusnya aku ngga boleh dong jealous, toh kamu bukan cewek aku yang sebenernya dan tentunya kamu seneng kan setidaknya dua jam bisa menatap cowok yang kamu cintai dalam diam kamu" jawab lugas Kavi tanpa menatap Lingga yang sudah menatapnya lekat dengan senyum yang terus mengembang.
"Padahal aku seneng banget lho kamu jealous, jadi tambah .... Tapi ya udahlah ternyata kamunya ngga suka ya ngerasain jealous, berarti sayangnya bohong dong" jawab Lingga dibuat merajuk. Lingga pengen tahu respon Kavi selanjutnya.
"Sayang aku, cinta aku ngga ada yang bohong. Aku pun sama mencintai dalam diam kepada cewek yang setiap saat menceritakan cowok lain, sama sakitnya. Apa rasa itu masih bisa dibilang bohong?" Kavi menjawab dengan emosi yang tertata rapi. Tautan tangannya saja yang terasa mengerat, seolah memberi penegasan kalau rasa dia tidak bohong.
"I'm sorry .. Bukan maksud aku buat kamu tersinggung. Dan maaf juga untuk segala rasa sakit yang kamu rasakan. Aku tidak tahu karena selama ini aku buta akan cinta sebelah tanganku. Dan juga kamu adalah adik sepupu aku, ya walau aku tahu tidak ada hubungan darah diantara kita." Lingga tulus meminta maaf.
__ADS_1
"Sekarang, seperti yang kamu bilang biarkan waktu yang memberi kejelasan, tugas kita rasakan saja semua, Tuhan maha membolak balikkan hati. Dan perlu kamu tahu, saat ini Tuhan sudah membalikkan hatiku, sakit itu memang tidak instan hilang tapi jujur aku bahagia sekarang, aku bisa rasakan sayang tulus itu dari kamu." lanjut Lingga sembari mengecup sepintas pipi Kavi yang tepat ada disebelahnya.