Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 65


__ADS_3

Malam minggu mereka berlalu dengan sangat bermakna. Banyak hal yang mereka dapat dan tentunya akan menjadi bekal kehidupan mereka selanjutnya.


Mereka, tiga pasangan bucin melanjutkan ngobrol dari yang penting sampai yang tidak penting. Sedangkan para orang tua setelah tadi sambungan video call diputus sudah istirahat di masing - masing rumah.


Dan seperti biasa ditengah obrolan yang semakin larut Danendra harus memplot waktu untuk cek caffe nya. Hal itu sudah tidak asing terlihat oleh sahabat - sahabatnya. Justru sekarang sahabat - sahabatnya bisa belajar bisnis dari seorang Danendra Wicaksana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi yang cerah ceria di hari Minggu. Entah jam berapa akhirnya mereka terlelap dalam mimpi. Yang pasti saat ini Aer, Danendra dan Kavi sudah saling menindih, tidur pulas diruang santai dengan televisi yang masih setia menonton mereka tidur.


Begitupun di dalam kamar Bilandra. Sudah ngga ngerti lagi posisi tidur para gadis yang seperti kuda lumping ini. Ita yang terbungkus bedcover sudah melintang tidur dikarpet, begitu juga Lingga yang saling menindih dengan Bilandra.


Pemandangana pagi yang ruwet ternyata didalam rumah, berbanding terbalik dengan pemandangan minggu pagi yang cerah ceria diluar. Langit biru dan matahari bersinar dengan maksimal memberi warna, memancarkan keindahan semesta.


"Ya ampun, bagaimana sih ini bentuk kalian tidur?" mama Udi yang bangun pertama kali hanya bisa tersenyum sembari menggeleng - gelengkan kepalanya melihat pemandangan pagi yang wow.


Kalau masalah bersih - bersih bekas barbequean sudah beres semalam. Sudah jadi kewajiban jika selesai bikin keriwehan harus segera membereskan tanpa tapi dan nanti lagi.


"Ini lagi gadis - gadis kenapa tidurnya macam pencak silat begini sihhh" lanjut mama Udi berkomentar setelah membuka kamar Bilandra yang didalamya tentunya ada Lingga dan Ita.


"Masih nyenyak semua, sampai jam berapa sihh mereka semalam" gumam mama Udi sembari berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi pasukannya yang jumlahnya dua kali lipat dari biasanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hmmm bau nya bikin perut aku konser nihhh" gumam Aer antara ada dan tiada. Indera penglihatannya masih tertutup tapi indera penciumannya sudah mencium aroma nasi goreng yang menggugah selera. Dengan tenaga yang terkumpul perlahan bersama nyawa yang menyatu diraga dia buka matanya perlahan menyesuaikan cahaya matahari yang sudah menyinari alam semesta.

__ADS_1


"Mam lapar" kali ini suaranya Aer sudah sangat jelas khas orang bangun tidur.


"Sini sarapan kalau lapar bukan tidur lagi nak" jawab mama Udi dengan sedikit menambahlan tenaga extra supaya anak - anak yang lain terganggu dan bangun akhirnya.


Dan ternyata memang ampuh suara bertenaga mama Udi dan aroma nasi goreng mampu meamanggil semua ke dunia nyata.


Cekrekkkk ..


"Hmmm wanginya" suara khas bangun tidur kedua dari Ita. Sembari berjalan ke sofa ruang santai untuk duduk dan memgumpulkan nyawanya.


"Selamat pagi cayang" Aer yang sudah lebih dulu sadar menyambut kekasih hatinya yang masih setengah merem duduk di sofa.


"Pagi cayang, bobok nya enak?" jawab Ita dilanjutkan dengan pertanyaan standartnya.


"Hmmm iya" jawab standart Aer sembari berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi tentunya.


Ada yang langsung ambil piring tanpa banyak suara lagi. Seperti Kavi yang ngga pakek cuci muka sudah duduk manis saja di meja makan dengan enaknya menikmati nasi goreng spesial ala mama Udi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu berlalu, saat nya peletakan batu pertama di dua usaha baru keluarga Wicaksana dan Herlambang. Acara dibuat dua hari berturut - turut, Sabtu dan Minggu.


Hari sabtu acara peletakan batu pertama untuk caffe yang diberi nama "Senja Caffe". Memang sengaja tidak memakai nama "DW Caffe" seperti caffe Danendra yang lain di kota Semarang. Khusus yang ada di Jogja, Danendra benar - benar memberi kesempatan untuk Bilandra terjun langsung tentunya dalam pengawasannya sekaligus ayah Ais dan papa Iyo tentunya.


Hari minggu acara dilanjut peletakan batu pertama di home stay ayah Ais yang diberi nama "Joglo Homestay". Bisnis penginapan pertama kali ayah Ais bangun, semoga akan ada "Joglo Homestay" lagi di kota - kota lain. Itulah yang menjadi tujuan ayah Ais dan papa Iyo tentunya.

__ADS_1


Acara peletakan batu pertama untuk caffe dan homestay sukses terlaksana. Keluarga Wicaksana juga sudah pulang kembali ke Semarang, begitu juga mami nya Lingga yang ikut menghadiri acara peletakkan batu pertama di caffe dan juga homestay, papi Lingga tidak bisa hadir karena ada kasus yang harus papi nya selesaikan. Sudah biasa kalau papi nya Lingga jarang bisa kumpul bersama karena memang tugasnya sebagai polisi. Ayah Ibu dan Mami Papi Ita dan Aer pun menyempatkan untuk hadir sebagai support tulus dari sahabat rasa saudara yang sudah terjalin dengan indah.


Tentunya sekarang adalah saat nya LDR lagi untuk Bilandra dan Danendra, begitu juga untuk Kavi dan Lingga. Sudah ngga semellow dulu jika harus berpisah jarak lagi dan lagi. Khususnya untuk Bilandra sudah mulai terbiasa dan enjoy dengan LDRnya.


Dan saatnya mereka konsen dan fokus untuk ujian akhir. Ya walaupun mereka anak - anak cerdas dan pintar. Apalagi Lingga, Danendra dan Kavi yang akselerasi.


Berbeda dengan Aer yang saat ini support yang lain akan ujian nasional, karena dia masih kelas dua SMA.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semenjak peletakan batu pertama, hubungan Danendra dan Bilandra benar - benar LDR tanpa bertemu, begitu juga Kavi dan Lingga. Bukan baik - baik saja tanpa uring - uringan, tentunya dua pasangan bucin ini uring - uringan ngga jelas.


Apalagi untuk kaum hawa yang sudah masuk masa PMS, sungguh masa itu adalah siksaan bagi kaum adam yang serba salah.


Tidak menutup kemungkinan para orang tua ikut andil jika sudah terjadi perang dunia yang tercipta dari perseteruan dua kubu yang saling kangen tapi belum saatnya bertemu. Padahal masalah pun sepele saja, lama balas chat atau lama angkat video call.


Masalah mereka masih seenteng itu memang, belum ada yang namanya aroma perselingkuhan atau hal yng lebih heboh lagi. Masalah yang simple aja udah ribet kan yaaa, ngga kebayang kalau masalahnya benar - benar selingkuh atau apalah yang lebih prinsip. Tentunya akan sangat membutuhkan extra tenaga nantinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu yang dinantipun tiba, saatnya mereka ujian nasional. Saatnya mereka menentukan masa depan satu tingkat lebih naik lagi.


Tahap awal untuk masuk fase lebih kompleks lagi. Masing - masing sudah dengan cita - citanya masing - masing.


Danendra berencana kuliah mengambil bisnis, entah didalam negri atau luar negri. Bilandra masih galau dengan desain arsitektur atau komunikasi yang akan dia ambil untuk jenjang selanjutnya. Ita berencana mengambil hukum karena role mode bagi dia adalah seperti papi nya yang menjadi notaris. Lingga berencana menjadi polwan begitu juga Kavi yang ingin menjadi angkatan udara.

__ADS_1


Semua saat ini sedang berjuang untuk cita - citanya. Dan para orang tua tentunya support baik materiil maupun spirituil. Tentunya tetap dengan menjaga silaturahmi diantara empat keluarga sekarang.


__ADS_2