
Bilandra yang terkejut dengan tekanan ditengkuknya membuka matanya yang dipenuhi ha wa naf su, tidak dilepaskannya pang utan yang saling menuntut, justru dua sejoli yang baru saja terbangun dari alam mimpi semakin menyerang satu sama lain. Tidak hanya ditengkuk tapi tangan kekar milik Danendra sudah bergerilya pada la han empuk sasarannya. Perlahan tangan kekar itu memporak - porandakan pertahanan lawan yang semakin terhanyut dalam serangan fajar. Dan sudah bisa dipastikan setelahnya hanyalah des ahan yang tertahan karena mereka masih sadar diri dimana mereka sedang perang gerilya. Bilandra semakin menikmati permainan tangan Danendra tanpa bisa menolak sedikitpun. Rindu yang masih belum tuntas seolah menuntut lebih di pagi hari ini, duduk saling berpangku di lobby homestay.
Pasokan oksigenlah yang akhirnya menghentikan perang fajar Bilandra dan Danendra. Serasa sudah tidak bisa bernafas normal lagi akhirnya mereka melepas tautan bi bir mereka tetapi tangan itu masih stay tune di bukit kenyal Bilandra. Masih sangat ingin mengexplore dan enggan untuk beranjak. Bilandra pun justru semakin mengeratkan tubuhnya dengan tubuh kekar Danendra dan membiarkan tangan itu berjalan - jalan semaunya.
"Arghhhh .. Pelan sayang" bisik Bilandra sembari meng gi git bi bir bawahnya.
"Hmmmmm .." gumam Danendra parau menjawab bisikan Bilandra.
"Ke kamar aja yuk sekalian mandi, sebentar lagi terang pasti sudah banyak orang" ajak lembut Bilandra sembari mengusap lembut wajah Danendra yang masih sangat enggan menyudahi aktifitasnya.
"Hmmmm .." kembali hanya ******* saja tetapi Danendra dengan berat hati menyudahi olahraga tangannya.
"Aku bangunin yang lain juga ya, biar prepare juga" imbuh Bilandra yang dijawab anggukan oleh Danendra.
Bilandra yang sudah turun dari pangkuan Danendra berjalan menoel pipi Lingga dan Ita untuk membangunkan dua sahabatnya itu.
"Guys ... Pindah kamar masing - masing yukkk, udah subuh nihhh tar keburu banyak orang dateng" ucap Bilandra lirih sembari terus menoel - noel dua sahabatnya.
"Emmmmhhhh ... Udah subuh ya, kenapa jadi tidur dilobby berjamaah gini sihhh" Ita yang terbangun dengan toelan Bilandra dan langsung sadar kalau mereka tidur di lobby homestay berjamaah.
"Ihhhh .. Iya juga, kenapa bisa ketiduran ramean gini yaaa" imbuh Lingga yang terbangun juga dengan toelan Bilandra.
"Udah ... Udah ngga usah dipikirin tar malah pusing, mending buruan bangunin tuhhh jagoan - jagoannya terus pindah ke kamar kalian yaaa, jagoan aku udah dikamar duluan tuhh" jawab Bilandra mengakhiri keheranan Ita dan Lingga.
__ADS_1
Tidak ada jawaban lagi, Bilandra sudah menyusul Danendra masuk ke kamar khusus yang memang disiapkan jika owner pengen stayvacation di home stay nya. Disusul juga Ita dan Aer begitu juga Kavi dan Lingga. Mereka masuk kamar mereka. Kamar VVIP yang menjadi produk unggulan Jogja Home Stay. Untuk opening, mereka sudah disiapkan kamar VVIP untuk couple masing - masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Entahlah apa yang selanjutnya terjadi didalam kamar masing - masing pasangan bucin. Special case didalam kamar Danendra dan Bilandra tentunya mereka tidak langsung bersiap - siap untuk selanjutnya masih banyak check and check persiapan grand opening home stay. Danendra justru sedang sangat sibuk dengan kegiatannya bersama Bilandra tentunya. Olah raga tangan yang tadi terjeda berlanjut lagi ditambah dengan olah raga kaki, badan, mulut, sudah paket lengkap deh jadinya.
"Arghhhhhhhh .... " des ahan demi des ahan mendayu merdu keluar dari bibir mungil Bilandra.
"Sayang .. des ahan kamu bikin aku semakin ngga kontrol, aku suka sayang, bener - bener bikin candu" bisik Danendra yang sudah menguasai penuh tubuh Bilandra. Badan kekarnya mentup sempurna tubuh mungil bilandra.
"Sayang .. aku sudah tidak bisa menahan gejolak ini, bolehkah aku ambil mahkota mu" lanjut bisik Danendra sambil terus tangannya tidak lepaa dari bukit mungil Bilandra.
Hawa nafsu yang sudah mengungkung Danendra dan Bilandra tidak bisa lagi mereka tahan.
"Ngga ada yang perlu kamu takutkan Ji, aku selalu ada untukmu, aku milikmu, utuh .." Danendra berusaha meyakinkan Bilandra dengan janji nya.
"Kalau papa mama dan ayah bunda tahu bagaimana?" tanya Bilandra dengan mata menatap tajam mara Danendra yang sudah dipenuhi has rat na fsu yang sudah tidak tertahan.
"Aku tanggung jawab dengan semua yang terjadi dan yang akan terjadi diantara kita" jawab Danendra penuh penegasan.
Mendengar semua janji Danendra yang sangat meyakinkan dan melihat apa yang sudah mereka jalani bersama - sama, Bilandra perlahan menganggukan kepalanya.
"Sakitkah Bi?" masih lanjut tanya Bilandra dengan mimik muka lucunya.
__ADS_1
"Pelan - pelan Ji" jawab Danendra dengan senyum mengembangnya.
Perlahan Danendra membawa Bilandra terbang jauh ke nirwana. Sentuhan - sentuhan Danendra benar - benar bisa membuai Bilandra dan dirinya sendiri menikmati setiap cumbuan.
"Sayang, aku udah ngga kuat .. aku mas ukin ya? Jangan takut aku bakalan pelan - pelan" ucap lirih Danendra sembari mengelus wajah ayu Bilandra yang seketika menegang.
Perlahan tapi pasti Danendra kembali menguasai permainan ranjang mereka. Berbekal ilmu dari googling, Danendra untuk pertama kalinya mengambil mahkota seorang gadis. Dan gadis itu adalah Bilandra, pacar yang sangat dia sayangi.
" Sakit Bi .... " eluh Bilandra dengan airmata yang semakin deras menetes.
"Sedikit lagi Ji, pelan - pelan okai" jawab lirih Danendra sembari mengecup mesra kedua mata Bilandra yang terus mengeluarkan air mata tanpa dia minta.
"Arghhhhhhh ... Biiii ..." lengkingan ******* Bilandra berbarengan dengan senjata tumpul Danendra yang menancap sempurna di papan sasaran milik Bilandra. Kuku - kuku cantik Bilandra pun sudah menancap tegak di punggung kekar Danendra.
"Sebentar lagi sayang, sebentar lagi sudah ngga sakit lagi" bisik Dnaendra tepat di telinga Bilandra yang sudah berlinang air mata dan keringat.
Perlahan Danendra menaik turunkan tubuh kekarnya, semacam push up yang selalu dia lakukan di pagi hari. Bedanya kali ini dibawah tubuh kelarnya ada tubuh mungil yang tidak tertutup sehelai benang pun. Tubuh mungil yang basah dengan keringat dan bergeliat mengikuti gerakan Danendra. Yang awalnya pelan, lama - lama Danendra memacu semakin cepat disertai erangan yang ero tis membuat suasana kamar menjadi semakin panas.
"Arghhhhhhhhhhh ....." lenggukan Danendra yang panjang dibarengi tubuhnya yang semakin mengguncang tubuh mungil Bilandra menandakan kepuasan lahir batin seorang Danendra untuk pertama kalinya melepas keperjakaannya.
Begitu juga terdengar lenggukan merdu dari Bilandra yang sama - sama menikmati penyatuannya. Untuk pertama kalinya dan sebagai tanda dia sudah tidak perawan lagi.
Tubuh Danendra ambruk di samping tubuh mungil Bilandra yang masih menangis dan terengah - engah. Setelah beberapa menit Danendra menarik selimut untuk menutup tubuhnya dan tubuh Bilandra yang sama - sama tidak ada sehelai benang pun.
__ADS_1
"Maafkan aku Ji, maafkan aku tidak bisa menahan semua, tapi seperti yang aku ucapkan tadi aku tidak akan meninggalkan kamu, aku milikmu" suara bass Danendra penuh penegasan membuat Bilandra semakin tidak mampu menahan air matanya.