Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 68


__ADS_3

Video call antara Danendra dan Bilandara selesai setelah hampir dua jam, tentunya di menit terakhir mama Udi nimbrung dalam obrolan hangat mereka. Saling isi, saling support, saling memberi dan saling menerima diantara mereka tercipta harmonis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seminggu berlalu dengan sangat mulus. Bilandra yang sudah bebas tugas dari persekolahan bisa fokus full ke acara Grand Opening Caffe Senja, caffe ke empatnya Danendra yang merupakan caffe pertama di luar kota Semarang, asal muasal caffe - caffe nya yang dia dirintis. Di kota asal konsep dan managemen full dibawah kendali Danendra dengan ayah ais sebagai penasehat dari segala aspek printilan caffe. Sedangkan Caffe Senja ini Danendra dedikasikan untuk Bilandra dengan full investasi modal dari dia.


Caffe Senja adalah bisa dibilang bukti cinta Danendra. Tidak hanya untuk kekasih hatinya Bilandra tetapi juga bukti untuk orang tua, baik ayah bunda dan juga mama papa. Danendra mempercayakan dari awal ke Bilandra untuk berperan aktif dilahirkannya Caffe Senja. Danendra hanya ingin menularkan ilmu yang dia punya, dia ikhlas memberi semua untuk Bilandra.


Konsep caffe yang Bilandra mau dan akhirnya dia curahkan ke dalam caffe senja adalah konsep ornamen Bali yang dipadu padakan dengan Jogja. Di dukung dengan pemandangan sawah yang masih hijau membentang dan juga udara yang cukup sejuk sepertinya tepat dengan konsep yang ada dalam otak Bilandra.



Semua ide yang ada di otak Bilandra dia curahkan sepenuh hati untuk keindahan caffe senja nya. Dan semua terbukti, sangat indah desain arsitektur dan desain interior caffe senja by Bilandra.


Nama senja juga Bilandra pilih karena dia adalah pemuja senja. Seperti halnya Danendra, sang pemuja senja. Dengan senang hati dan langsung menyetujui nama Senja yang Bilandra pilih untuk caffe nya yang keempat dan pertama di kota Jogja.


Acara grand opening yang mereka tetapkan di hari sabtu, satu minggu setelah mereka menyelesaikan ujian nasional bukan tanpa alasan. Mereka, tepatnya Danendra dan Bilandra memutuskan hari itu karena mereka ingin fokus sesuai skala prioritas. Dan hal itu tentunya disambut dengan sangat bangga oleh kedua orang tua mereka.


Dengan tetap adanya bantuan orang tua khususnya papa Iyo dan mama Udi semua acara sudah disusun seprefect mungkin. Dengan senang hati mereka saling bantu membantu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sabtu pagi menjelang siang kekuarga Wicaksana sudah sampai di rumah keluarga Herlambang dengan selamat tidak kurang suatu apapun. Kali ini ayah Ais, bunda Ara dan Raka menggunakan mobil sendiri dan Danendra membawa mobilnya sendiri. Bukan mau pamer tapi dirasa memang butuh banyak alat transportasi untuk mendukung suksesnya grand opening Caffe Senja.

__ADS_1


"Hallo calon besan" sapa renyah bunda Ara yang sangat rindu dengan calon besan nya yang sefrekuensi. Jelas sangat rindu karena pertemuan terakhir mereka mungkin sudah lebih dari empat bulan yang lalu. Tapi kalau video call ataupun chat jangan ditanya lagi, udah kayak minum obat sehari tiga kali sesuai anjuran dokter.


"Hallo calon besan, long time no see, really miss you" jawab mama Udi tidak kalah renyah sembari memeluk erat bunda Ara dan setelah itu tentunya cipika cipiki.


"Miss you too" jawab bunda Ara sembari melepas pelukan mama Udi dan setelah cipika cipiki tentunya.


"Bundaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa .. Adik kangen" sahut teriak suara kecil yang berlari dari ruang santai tanpa rem tentunya, siapa lagi kalau bukan Abhinaya. Dia yang mendengar suara bunda Ara langsung saja berlari dan berteriak dengan membuang semua mainan masak - masakannya yang memang sudah porak poranda di ruang santai.


"Haiiiiii anak cantik bunda, bunda juga kangen sama adik Abhinaya" jawab bunda Ara yang masih lincah menangkap tubuh mungil Abhinaya yang berlari dan melompat kepelukkan bunda Ara tepat pas sampai didepan bunda nya.


"Jadi kangennya cuma sama bunda nihh, sama mas Raka ngga" sahut Raka yang tiba - tiba bersuara dengan suara khas nya.


"Kangen juga sama mas Raka, ayah Ais sama mas Danendra jugaaa, tapi hmmmm .. Ayah sama mas Danendra mana? Kok ngga kelihatan? Jawab Abhinaya sekaligus bertanya dan tentunya masih nemplok digendongan bunda Ara.


"Ayaaaahhhhhhhh ... Mau digendong ayah" manja Abhinaya setelah melihat ayah Ais nya memdekat ke arahnya.


"Aduhhhh duhhhhh manja sekaliii sihhh, mbak mau juga dong digendong" Bilandra yang baru keluar dari kamar setelah mendengar suara renyah bunda Ara tadi.


"Mbak itu nanti digendong mas Danendra aja yaaa" jawab polos Abhinaya membuat yang ada diteras tertawa.


"Bun .. kangen sekali" lanjut Bilandra mengabaikan jawaban polos Abhinaya yang diiringi tawa semua.


"Bunda juga kangen sekali sama anak mbak" jawab bunda Ara sembari mengulurkan tangan untuk Bilandra salim lalu memeluk nya erat menyakurkan rasa rindu yang tak terkira.

__ADS_1


"Hallooo adek ganteng mbak, are you miss me?" tanya Bilandra selanjutnya setelah melepas pelukan bunda Ara dan beralih memeluk tubuh gempal Raka yang sudah merentangkan tangannya.


"Miss you so much mbak" jawab Raka dalam pelukan Bilandra


"Ayahhh, ngga kangen sama mbak, turunin Abhinaya dong mbak kan mau meluk" lanjut Bilandra setelah memeluk hangat calon adik iparnya.


"Sini ... Sini ... Ayah masih bisa peluk mbak sambil gendong adik" jawab ayah Ais yang merentangkan sebelah tangannya. Tanpa aba - aba lebih lanjut Bilandra memeluk ayah penuh rasa kangen.


"Ehemmm .. Kok mama kayak ada yang kurang yaa, mama kok ngga dipeluk sama anak ganteng mama ya, apa anak mama udah ngga kangen sama mama yaaa" sahut mama Udi dengan mimik muka di buat sesedih mungkin karena diabaikan oleh anak ganteng kecilnya, siapa lagi kalau bukan Raka.


"Kangen bangettt dong adik Raka mam, tapi kan tadi riber tuhhh sama cewek - cewek" jawab Raka sembari memeluk mama Udi nya dengan coolnya.


Ya begitulah kedekatan keluarga Wicaksana dan Herlambang. Seperti sudah sah menjadi besan tapi memang sudah dibicarakan dari awal, bahwasanya memang perkenalan mereka karena pertemuan anak - anak yang tanpa sengaja dan kebetulan anak - anak mempunyai rasa yang sama makanya mereka menjadi sepasang kekasih. Dan tugas kekuarga adalah support, maka itulah yang mereka lakukan sekarang. Bahkan jika nanti memang Tuhan tidak menjodohkan anak - anak, mereka membuat kesepakatan untuk tetap menjadi keluarga besar.


Setelah saling memeluk dan mencurahkan kangen diteras rumah, mereka langsung masuk ruang santai untuk ngobrol lebih lanjut dan istirahat tentunya. Sementara papa Iyo dari pagi sudah ke caffe untuk ngecek semua sebelum grand opening nanti malam.


Tiga puluh menit kemudian terdengan suara deru mobil didepan rumah Bilandra. Sudah dipastikan itu Danendra yang baru sampai rumah sang pacar. Dijalan tadi dia harus ngisi BBM dan kebetulan terus terjebak macet, yaa jadinya lebih dulu ayah Ais, bunda Ara dan raka yang sampai rumah Bilandra.


Bilandra langsung lari kedepan teras setelah mendengar suara deru mobil Range Rover Danendra.


"Sayaaanggggggg" sambut meriah Bilandra yang berlari kecil ke arah Danendra berdiri sambil menutup gerbang rumah dan tentunya langsung memeluk tubuh atletis sang pacar yang sudah sangat dia rindukan.


"Haii sayang" jawab Danendra yang sigap menangkap tubuh mungil Bilandra.

__ADS_1


Tidak ada suara sapa lebih lanjut karena sekian detiknya Danendra sudah me lu mat habis bi bir ranum Bilandra yang memang sudah sangat di rindukan. Bilandra pun menyambutnya dengan senang hati. Tangan Bilandra otomatis sudah terkalung indah di leher Danendra dan tangan Danendra pun sudah memeluk rapat pinggang Bilandra.


__ADS_2