
"Ayolah Bi jawab, siapa yang cerita ke kamu, kan aku belum cerita, jadi ngga seru dong kalau kamu sudah tahu, kan aku mau bikin surprise terus kamu terkejut gitu" panjang ocehan Bilandra yang masih nyaman dipeluk Danendra.
"Wow surprise ... Nanti aku terkejut terus tambah sayang kamu lagi dan lagi" kembali jawaban Danendra bukan yang Bilandra inginkan tapi lebih ke keisengan seorang Danendra Wicaksana yang tujuannya membuat Bilandra kesel sendiri.
"Palingan kalau ngga mama juga papa, ngga mungkin juga Abhinaya, tapi kayaknya lebih ke mama dehh, secara kemarin papa sama ayah kan diluar rumah sampai sore" akhirnya Bilandra memberi jawaban untuk diri dia sendiri, daripada terus tanya cuma kesel nanti ujung-ujungnya.
"Yeee ... Dia nya nyimpulin sendiri" seru Danendra sembari melepas pelukannya.
"Besok silahkan desain semau kamu untuk semua new project kita" lanjut Danendra memberi support untuk Bilandra dan tentunya kesempatan ini tidak akan disia-siakan oleh bilandra.
"Serius Bi" jawab Bilandra yang terkejut dengan kepercayaan yang diberikan Danendra untuk pertama kali.
"Serius dong, masak buat usaha kok coba-coba" jawab slengekan Danendra.
Berdiri tegak dengan tangan yang saling bertaut. Dalam diam saling memberi support yang tersalur lewat eratnya genggaman tangan mereka. Kembali sibuk dengan fikiran masing-masing. Dalam beberapa menit banyak rencana yang berseliweran di otak masing-masing dua sejoli yang semakin kompak dalam segala aspek kehidupan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di hotel bintang lima jogja yang terletak ditengah kota jogja dua keluarga sudah mulai packing untuk check out dan melanjutkan liburan minggu mereka. Siapa lagi kalau bukan keluarga Wicaksana dan Herlambang, dua keluarga yang semakin kompak.
"Bundaaaaaa ... lego aku yang baru sudah dimasukkan koper belum?" teriak Raka yang menambah keriwehan bunda Ara.
"Teriakkkkk lagi lebih keras, bunda belum tuli Raka!!!" bentak bunda Ara yang memang tidak suka anak-anaknya tidak bertanggung jawab dengan barangnya sendiri.
"Maaf bunda" jawab lirih Raka dan dengan kesadaran penuh mengecek sendiri barang-barang pribadi dia seperti lego tadi.
__ADS_1
"Bunda selalu bilang kan ke mas dan juga adik, tanggung jawab sama barang pribadi kalian sendiri, ngga susah kan?" lanjut ceramah bunda Ara.
"Iya bunda, maafin Raka ya bunda" jawab Raka dengan sudah memeluk bunda Ara.
"Sudah .. Sudah .. Ayo cepetan kita sudah ditunggu di lobby lho" Ayah Ais mengakhiri perseteruan bunda Ara dan Raka. Dan memang keluarga Herlambang yang terdiri dari papa Iyo, mama Udi dan Abhinaya sudah menunggu di lobby hotel.
Setelah turun dari kamar ke lobby hotel menggunakan lift, bunda Ara, ayah Ais dan Raka tentunya langsung bergabung dengan mama Udi, papa Iyi dan Abhinaya yang sudah duduk-duduk santai di sofa lobby hotel.
"Maaf ya mama Udi, papa Iyo, Abhinaya kita kelamaan ya, itu tuhh Raka bikin ribet sama lego nya" mama Udi langsung meminta maaf setelah mereka berkumpul di lobby untuk melanjutkan jalan-jalannya.
"It's okai bun, kita juga belum lama kok" jawab mama Udi dengan senyum manisnya yang dia turunkan ke Bilandra dan Abhinaya tentunya.
"Danendra sama Bilandra sudah chat kan bun" lanjut mama Udi menanyakan apakah Danendra atau Bilandra sudah chat bundanya kalau mereka sudah sedari pagi survei lokasi.
"Iya mam sudah, kita mau pulang kerumah dulu atau mau langsung jalan aja ini" jawab bunda Ara sekaligus bertanya langkah selanjutnya dua keluarga itu.
Obrolan dua ibu-ibu yang mengabaikan keberadaan bapak-bapak dan anak-anak dalam obrolan mereka menentukan kemana mereka setelah check out dari hotel.
Akhirnya dengan keputusan sepihak ibu-ibu yang keputusan adalah mutlak jika mengenai jalan-jalan dan shooping mereka melanjutkan minggu cerianya dengan belanja di pasar beringharjo dilanjut ke gembira loka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara dirumah dua lantai yang cukup mewah. Lingga yang duduk dibalkon kamar dengan mata yang sedikit bengkak akibat nangis semalam suntuk dengan segelas kopi ditangan dan lamunan akan kejadian semalam yang masih segar diingatan.
"Ehemmm .. Ngelamun terus" Kavi yang tiba-tiba muncul dibalkon yang sama dengan Lingga yang masih terbawa kesedihan hatinya.
__ADS_1
"Ihhh .. Ngagetin mulu deh senengnya, kalau aku jantungan gimana coba" jawab Lingga dengan kesalnya karena kaget dengan adanya suara bass menggema di balkon.
"Makanya jangan ngelamun mulu sihh, ayooo dong move on, aku ngga suka lihat kamu mewek, mellow mulu" jawab Kavi sembari duduk di samping Lingga dengan tangannya yang merangkul lembut bahu Lingga.
"Aku juga ngga mau inget sebenernya, tapi kenapa lewat-lewat muluuuu sihh diotak aku" jawab Lingga dengan suara lemas letih lesu akibat tidak tidur dengan baik dan benar semalaman.
"Kamu ngga bobok ya semalaman, kalau sakit gimana coba?" tanya Kavi yang sudah tahu jawabannya hanya dengan melihat muka masam dan kusut Lingga. Dengan kantong mata panda nya yang menggelayut manja.
"Pengennya itu bobok nyenyak, capek tahu nangis itu, energiku habis, mataku ngantuk tapi ngga mau diistirahatin" curhat Lingga dengan tanpa sadar menidurkan kepalanya di bahu Kavi yang merangkul dengan mesranya sedari tadi.
"Sini .. Sekarang pejamin mata kamu, buang semua pikiran buruk semalam, everything can be okaii" bisik lembut Kavi sembari mengelus rambut ikal Lingga yang panjang.
"Kalau pelukan ini bisa menenangkan kamu yang lelah dengan kenyataan yang tidak seperti kamu inginkan maka aku akan selalu mendekapmu biar kamu selalu tenang dan lebih dari itu, aku ingin kamu bahagia yang sesungguhnya. Aku harap ada kesempatan itu" batin Kavi yang terus mengelus lembut rambut Lingga sampai tanpa disadari dia sudah terlelap dalam tidur pagi menjelang siangnya, menggantikan tidur malam yang terlewatkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dibagian daerah lain yang masih dalam satu kota yaitu Yogyakarta, sepasang kekasih yang masih sibuk dengan rencananya masing-masing untuk new projectnya masih berdiri dengan menautkan jemarinya.
"Bi .. Mampir ke Tebing Breksi yukk, udah sampai sini sekalian aja jalan-jalan" ajak bilandra dengan suara manja khasnya.
"Boleh Ji, apa sihhh yang ngga buat pacar aku ini" jawab Danendra dengan menoel hidung Bilandra.
"Uhuiii .. Pacar aku gombal terus, jadi tambah ehemmm dehhh" Bilandra menjawab ngga kalah uwu nya sembari bergelayut lebih manja.
"Kalau gitu yukkk cuss gass berangkat jalan-jalan" lanjut ajak Danendra sembari berjalan bergandengan ke mobil range rover hitam gagah Danendra.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju Tebing Breksi Danendra ataupun Bilandra tidak banyak bercerita ataupun bersuara karena memang tidak jauh dari lahan yang mereka survei. Danendra fokus dengan kemudinya dan Bilandra fokus dengan perchikian duniawinyaa.