Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 17


__ADS_3

Saling memeluk, Danendra meletakkan kepalanya di bahu Bilandra. Mata mereka sama menatap ke arah matahari terbit. Menyilaukan tetapi meneduhkan. Membawa positif vibes bagi mereka yang menatap kagum.


 


“Aku tidak bisa berjanji seperti matahari yang selalu memberi terang, hangat dan positif vibes setiap hari tapi aku akan mengajakmu berjalan meniti masa depan kita dan jalan kita tidak akan selalu terang, hangat maupun positif vibes, saat itu yang kita rasa bertahanlah karena aku sedang memperjuangkannya menjadi apa yang kita inginkan, terang hangat positif vibes” bisik Danendra ditelinga Bilandra dengan tangan yang semakin erat memeluk tubuh mungilnya.


 


“Bi kalaupun nanti kita akan berdebat, bertengkar, atau mungkin kita berakhir, ingatlah hari ini ya Bi, saat kamu ingin selalu berjuang untuk kita” desis Bilandra dengan mata terpejam. Yang dia rasakan adalah desiran hati yang dia mengartikannya bahagia.


 


Perlahan Danendra membalikkan tubuh mungil Bilandra. Mereka saling berhadapan sekarang. Tangan kekar Danendra mengusap lembut wajah ayu Bilandra, menyematkan rambutnya ditelinga karena menutupi wajahnya.


 


Tanpa kata Danendra mencium hangat pucuk kepala Bilandra. Mereka saling memejamkan mata. Sama-sama terbuai dengan rasa yang membuncah dihati.


 


“Kita jalani, kita nikmati, kita sama-sama berjuang, kita sama-sama menjaga paling penting kita sama-sama percaya” ucap Danendra sesaat setelah melepas ciumannya.


 


Hanya mengangguk dan memeluk erat tubuh tinggi tegap tubuh didepan matanya, itu yang bisa Bilandra lakukan.


 


“Sarapan yuk, pasti kita sudah ditunggu ayah, bunda dan Raka” ajak Danendra setelah melihat jam dipergelangan tangannya. Dan memang matahari sudah menyising sempurna.


 


“Ayukk” Bilandra mengiyakan dan berjalannya mereka menuju resto.


 


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di resto resort sudah pasti ayah, bunda dan Raka sudah menunggu dengan hidangan yang sudah tersaji.


 


“Selamat pagi semuaaa” sapa Bilandra dengan suara yang renyah bak ceriping kentang kesukaan Raka.


 


“Selamat pagi sayang” jawab bunda mewakili yang lain karena mereka sudah sibuk menguyah sarapan pagi mereka.


 


“Yukk buruan sarapan dan kita lanjutkan plan kita” imbuh bunda yang menyodorkan sarapan untuk Danendra dan Bilandra.


 


Seperti biasa, tidak ada suara lagi. Hanya suara sendok dan garpu yang bertemu dengan piring. Tidak butuh waktu lama pasukan ayah Ais sudah sukses meludeskan sarapan paginya tanpa sisa.


 


“Oke, selanjutnya kita prepare buat snorkeling yaa” titah ayah Ais setelah melihat semua anggotanya sudah menyelesaikan sarapan mereka.


 


“Horeeeeeee, ayookkk sekarang kita prepare” suara Raka mewakili anggota lain yang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Ayoookkkk, wahhh seruuuuuuuuuu” sorak Bilandra nyaring dan tangan yang bertos ria dengan Raka. Kalau urusan bermain mereka memang sangat klop. Bak botol ketemu tutupnya. Sama-sama gampang dijahilin dan sama-sama gercep balas jahilin.


 


Terbayang serunya mereka, berdua saja Bilandra dan Raka sudah heboh kayak rombongan satu RT.


 

__ADS_1


Sudah dengan kostum lengkap snorkeling dan siap menjelajah dunia bawah laut yang pasti indah. Ayah, bunda, Danendra, Bilandra dan Raka excited sekali.





Seperti yang dibayangkan, kehidupan bawah laut sangat-sangat menakjubkan. Aneka macam ikan, dengan ukuran, bentuk, warna yang berbeda-beda. Kura-kura, terumbu karang yang indah semua semakin melengkapi kehidupan laut yang luar biasa indah. Sungguh indah alam semesta. Sangat kaya, sangat berwarna, sangat istimewa.


 


Tidak ingin segera ke daratan lagi, kayak pengen nginep aja dirumah ikan batin Bilandra yang enggan sekali berpisah dengan mereka yang hidup di laut.


 


Ayah dan bunda terlebih dulu naik ke atas, kembali ke perahu yang membawa mereka tadi ke tengah laut. Sementara Danendra masih siaga menjaga adik semata wayang dan pacar satu-satunya yang masih sibuk sama ketakjubannya.


 


Memberi isyarat ke Bilandra dan Raka, Danendra memberi perintah untuk sudah cukup mereka berinteraksi dengan warga bawah laut. Mengingat plan mereka hari ini cukup padat. Biar dapat semua dan sesuai plan jadi mereka harus pintar-pintar memanage waktu. Kalau tidak akan terbuai dengan satu vacation saja karena memang tidak ada bosannya untuk dinikmati.


 


Dengan berat hati Bilandra dan Raka menurut instruksi Danendra. Melambaikan tangan ke ikan, terumbu karang, kura-kura dan yang lainnya akhirnya mereka bertiga kembali lagi ke atas.


 


Diperahu sudah ada ayah dan bunda yang sudah naik duluan. Maklumlah kaum tetua pasti tidak seberingas anak muda semacam Bilandra, Raka dan Danendra. Apalagi memang mereka macam pesut kalau sudah masuk air.



“Akhirnya keluar juga kalian, bunda kira mau pada nginap di dalem air” celoteh bunda Ara menyambut ketiga manusia air itu.


 


“Keren bunda, bagusssssss sekaliiiiii didalam, Raka bisa lihat macam-macam ikan, ketemu kura-kura, terumbu karangnya juga indah-indah” lapor Raka panjang lebar seolah bundanya tadi tidak ikut menyelam.


 


 


“Seneng bangettttt bunda” jawab Raka masih dengan terkagum-kagum.


 


“Tadi mas foto aku juga kan, aku mau liatin ke teman-teman aku besok kalau sudah sampai Semarang” lanjut Raka yang disusul pertanyaan untuk masnya, Danendra pastinya.


 


“Wuihhhh ada yang mau pamer nihhh” goda Danendra, bukannya menjawab pertanyaan adiknya tapi malah buat adiknya sewot.


 


“Huftttt selalu bikin bete” gumam Raka dengan mulut manyunnya.


 


“Gitu aja manyun sihh adik mas ini, iya iya foto kamu semua di kamera mas” Danendra menenangkan Raka yang nyaris meneteskan air mata.


 


“Ahhh kamu mas, kalau ngga bikin huru hara sehari aja bisa ngga” bunda Ara memeluk anak bungsunya yang selalu jadi korban bully an sayang anak sulungnya.


 


“Hihihihi ya maaf” jawab Danendra nyengir.


 


Melihat pertengkaran yang tanpa sengaja antara Danendra dan Raka akhirnya Bilandra angkat suara “ Kamu juga Bi iseng banget sihh, kasian tahu Raka”

__ADS_1


 


“Hmmm pembela anak reseh tambah lagi nihh, kalah dehh kalah kalau ini mah” jawab Danendra sambil merengkuh tubuh Bilandra yang duduk disampingnya.


 


“Udah ahhh ngga usah nangis gitu, kamu juga isengnya dikurangi mas” suara berwibawa itu terdengar juga. Siapa lagi kalau bukan suara ayah Ais.


 


Akhirnya perahu yang mereka tumpangi sampai pada titik point tadi sebelum ke tengah laut.


 


“Sekarang kita bersih-bersih badan dan lanjut lunch picnic, oke guys” bunda Ara seperti biasa mengambil alih pasukan untuk selanjutnya menginstruksi rencana selanjutnya.


 


“Siap bunnnn” jawab mereka kompak.


Berjalan beriringan menuju kamar mereka dengan sendau gurau, lebih tepatnya didominasi rengekan Raka yang selalu jadi korban keisengan Danendra.


 


Masih sama, Danendra tidak membiarkan pacarnya berjalan tanpa tangan digenggam. Tangan kekar itu sudah bertaut sempurna. Saling menyalurkan kehangatan.


 


“Capek kamu Ji” tanya Danendra berbisik saat mereka berjalan menuju kamar mereka.


 


“Capek tapi bahagia sekaliiiiii” jawab Bilandra dengan berbisik pula.


 


“Me too” bisik Danendra lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Tidak sampai satu jam mereka berlima sudah siap untuk lunch picnic.


 


Ayah Ais tampil dengan pakaian santainya, celana jeans pendek dan kaos polo warna merah maroon. Sepatu sneakers warna hitam. Tidak ketinggalan kacamata hitam yang sudah bertengger di matanya.


 


Raka yang hampir sama stylenya dengan ayah Ais. Hanya saja dia tidak mengenakan kaca mata dan kaos polonya  berwarna kuning. Ceria sekali, cocok untuk usinya.


 


Berbeda dengan Danendra. Kali ini dia memakai jeans belel panjangnya, dipenuhi sobek- sobek. Memakai kaos polos hitam dan diluarnya mengenakan kemeja kotak-kotak warna hijau tai kuda tanpa dikancing. Sepatu conve*rse warna putih. Tidak ketinggalan kacamata yang selalu menambah kesan coolnya.


 


Sementara bunda Ara tampil dengan kesimpleannya. Seperti biasa dress panjang dengan lengan pendek. Sepatu sneakers warna pink seirama dengan dress nya. Tas punggung kulit yang selalu dibawa kemana-mana manambah kesan santai tapi elegan.


 


Dan Bilandra memakai sama seperti yang Danendra kenakan. Celana jeans belelnya, kaos denga luaran kemeja kotak-kotak. Hanya saja warna kemejanya kuning kunyit. Dan sepatu onit*uka kuning matching dengan kemejanya.


 


Ceritanya memang dua sejoli ini memaksakan untuk couple dengan baju yang mereka bawa. Entah sudah suratan takdir atau hanya kebetulan mereka membawa baju yang akhirnya mereka pakai sekarang.


 


Melihat semua sudah siap dan perut sudah keroncongan, ayah Ais memimpin pasukannya untuk picnic lunch. Tentunya dengan guide dari resor.

__ADS_1


__ADS_2