
Sunrise terakhir di The Menjangan Resor, selalu memukau dan menambah rasa syukur. Semesta selalu indah.
“Oke semua sudah siap?” tanya ayah Ais memastikan semua anggota rombongannya.
“Kita sarapan langsung check out ya, mas kamu masukin barang-barang saja dulu ke mobil ya” lanjut ayah Ais memberi perintah.
“Siap boss, kalau gitu aku bawa sekarang saja ya” jawab Danendra mengiyakan perintah ayahnya.
“Dik ikut mas ya, bawa rangsel kamu sekalian” ajak Danendra ke Raka.
“Arghhhhh yang disuruh kan mas, aku udah laper juga mas, aku lemes ngga punya tenaga ini mas” jawab Raka dengan mimik muka memelas dan selemas mungkin biar bebas tugas.
“Yaelahhhh segitu lemesnya dik” Danendra masih saja membalas Raka yang super duper manja. Apalagi kalau sudah lapar.
“Sudah .. sudah .. biar aku saja yang ikut kamu Bi, ayah bunda Raka langsung sarapan saja nanti kita nyusul” sahut Bilandra menengahi pertikaian mas dan adik yang tanpa ujung.
“Nahh ... good idea .. sukakkkk dehh sama mbak Bilandra” Raka langsung meneyetujui ide Bilandra tanpa memperdulikan yang lain.
“Hmmmm dasar si anak reseh ini, ya sudah yukkk bergerak- gerak keburu siang nanti” giliran bunda Ara yang berkomentar.
Tanpa perdebatan lagi masing-masing sudah berjalan sesuai dengan tugasnya. Danendra dan Bilandra segera menuju mobil mereka untuk menata koper dan rangsel mereka. Sedangkan ayah Ais, bunda Ara dan Raka langsung menuju resto untuk sarapan.
“Oke done” ucap Danendra sembari menutup bagasi mobil. Semua koper dan rangsel sudah tertata rapi.
“Siipp, ayo Bi kita susul ayah sama bunda biar ngga kesiangan nanti kita” lanjut ajak Bilandra sembari mengulurkan tangannya yang langsung disambut dengan tangan kekar Danendra.
Berjalan bersama saling menggenggam tangan tidak ada percakapan diantara mereka. Yang ada semua mata tertuju pada sepasang kekasih yang terlihat serasi. Yang cowok ganteng dan yang cewek ayu.
Pagi ini Danendra tampil kece dengan setelan casualnya. Celana joger pendek warna khaki dipadu padankan dengan polo tshirt warna merah maroon dengan krah yang diberdirikan. Tidak ketinggalan sepatu sneakers warna putih polos. Kaca mata hitam yang sudah bertengger dihidung mancungnya.
Bilandra yang juga tidak kalah kece dengan setelan casualnya juga. Kali ini Bilandra memilih hotpants jeans sobek-sobek warna biru pudar di padukan dengan tangtop warna merah maroon juga dengan kemeja motif bunga yang dipakai untuk luaran. Sepatu sneakers putih polos juga Bilandra pakai menambah kesan casualnya.
__ADS_1
Danendra dan Bilandra sudah bergabung dengan ayah, bunda dan Raka untuk sarapan.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sarapan selanjutnya bersiap untuk next stay vacation.
“Are you ready guys” ayah Ais memastikan rombongannya.
“Readyyyyyy” teriak Raka mewakili bunda, mas dan mbaknya.
“Ayukk yah kita berangkat” lanjut bunda mengiyakan ajakan ayah.
Setelah membereskan semua ayah Ais, bunda Ara, Danendra dan Raka segera menuju mobil mereka dan duduk diposisi masing-masing.
Danendra siap dibelakang kemudi dan ayah Ais sudah siap di sisi kirinya. Bunda Ara, Raka dan Bilandra juga sudah duduk manis dikursi penumpang.
Perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih empat jam. Dari The Menjangan Resor menuju Karma Kandara.
Menikmati perjalanan bersama keluarga pacar diluar ekspektasi Bilandra. Awalnya liburan sendiri saja sudah membuat dia bahagia. Apalagi setelah disibukkan dengan ujian tengah semester dan tidak lama lagi menghadapi ujian akhir. Terobati sudah kepusingan Bilandra kemarin dan semakin siap berperang untuk kelulusannya.
Senyum terbesit di wajah Bilandra yang memang sedang mengembara dalam khayalnya. Matanya tertuju ke wajah serius pacar gantengnya yang memang fokus mengemudi.
“Hihihi bunda bisa aja, aku kan malu” blush on alami merona di pipi Bilandra. Auto menunduk malu Bilandra.
Dengan ujung mata yang tertutup kaca mata hitamnya tapi masih terlihat wajah si pacar imutnya merona merah karena ketahuan senyum-senyum sendiri saking happy nya.
“Ya ampun semerah itu tuhhh pipi, malunya beneran ya Ji” tambah Danendra menggoda Bilandra yang semakin menunduk malu.
“Ihhhh apaan sihhh kok malah jadi goda aku, aku tadi cuma bersyukur, bahagia banget bisa liburan gretongan” alibi Bilandra membela diri.
“Ughhhh emang gitu ya, seneng karena gretongan kok ngeliatin aku mulu, emang ak ngga tau” serang Danendra belum terima dengan alibi Bilandra. Dan memang dari tadi dia juga ngerasa ada yang ngeliatin dengan senyum manisnya, siapa lagi kalau bukan si pacar yang duduk dibelakang dia.
“Udah ... udah ... tar nangis lagi kalau digoda mulu anak cantik ini” bela ayah Ais yang dari tadi juga tersenyum mendengar istri dan anak sulungnya menggoda si calon mantu yang sudah mentok membela diri.
“Nanti kita sampai sana kan belum waktunya check in nihhh, kita ke GWK dulu saja ya” lanjut ayah Ais memutus obrolan yang tadi hanya menggoda Bilandra.
__ADS_1
“Asyikkkkk kita ke GWK dulu ya yah, kita jalan-jalan dulu yaaa” sahut Raka yang sedari tadi sibuk mengunyah snack favoritnya. Tanpa jeda memang si anak reseh ini kalau urusan kunyah menguyah. Lagian aman kalau dia kenyang, tidak akan ada rengekan yang bikin berisik.
“Hmmmm” jawab ayah Ais dengan deheman saja.
“Oh iya tadi bunda juga sudah chat mama kamu nak, kasih tahu aja kalau kita sudah on the way ke next vacation dan bakal nginep di Karma Kandara” bunda Ara lanjut memberi informasi yang berbeda, khususnya kepada Bilandra.
“Oke bun, terimakasih” jawab singkat Bilandra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan yang kurang lebih membutuhkan waktu empat jam dimanfaatkan maksimal para penumpang untuk memejamkan mata mereka.
Terlihat ayah, bunda dan Raka sudah terlelap dalam perjalalanan. Kecuali Blandra yang tidak tega meninggalkan Danendra terjaga seorang diri.
“Kamu ngga tidur aja dulu Ji” tanya Danendra yang menyadari pacarnya masih terjaga dan menikmati pemandangan perjalanan mereka.
“Ngga Bi, aku temenin kamu aja” jawab Bilandra sembari mengalihkan pandangan matanya ke arah dimana Danendra fokus dengan kemudinya.
“Uluhhhhh uuuluhhh .. so sweet sekaliii pacar akau inihhh, tambah sayang dehhh, nikah yuukkk” canda Danendra sembari mengelus kepala Bilandra yang memang sengaja Bilandra menyender di belakang kursi Danendra. Diraihnya tangan Bilandra dan di kecupnya lembut.
Itulah Danendra, orang yang santai dan konyol dengan segala tingkah dan ucapannya tapi super duper juga lembut dan perhatian. Dan bisa dewasa dengan caranya. Yang belum terlihat kalau dia marah nehhh bagaimana?.
Perjalanan lancar jaya sampai pada tujuan pertama, Garuda Wisnu Kencana (GWK).
“Sudah sampai guys” teriak Danendra membangunkan ayah, bunda dan adiknya.
“Hmmmmm” gumam ayah Ais yang mengerjapkan matanya.
“Sudah sampai mas” suara serak bunda khas bangun tidur sembari mengelus lengan si bungsu yang tertidur di pangkuannya.
“Sudah bun” jawab Danendra sembari meregangkan otot-ototnya yang tegang.
“Ngga usah buru-buru bunda, pelan-pelan saja” sahut Bilandra menenangkan.
__ADS_1
Setengah jam berlalu akhirnya rombongan ayah Ais siap untuk turun dari mobil menuju loket GWK. Sebelumnya mereka harus naik shuttle untuk mengantar mereka ke lokasi karena jarak parkiran dan lokasi cukup jauh.