Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 44


__ADS_3

" Ready Ji " tanya Danendra sembari memasang selt beltnya dan siap meluncur ke caffe tempat mereka janjian sama pasangan bucin lainnya, siapa lagi kalau bukan Ita dan Aer.


" Oke Bi, im ready ... Cusssss " jawab Bilandra dengan suka ria, renyah gurih enak banget didenger suaranya, bikin nambah candu di telinga Danendra.


" Lagian Ita sama Aer juga sudah di sana, sudah reservasi juga katanya full caffe nya, maklumlah caffe baru " lanjut Bilandra menjelaskan.


" Baiklah tuan putri, kita gass ya " jawab Danendra yang sudah fokus dengan kemudinya. Perlu fokus dikarenakan dia belum cukup mengenal likuk kota Jogja ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disalah satu caffe estetik di Jogja yang cukup penuh pengunjung sudah menunggu pasangan bucin yang asik menikmati live musik sembari menunggu pasangan sahabat bucinnya.


" Yank, Bilandra sudah kamu chat kalau kita sudah sampai disini kan? " tanya Aer, pacar gantengnya Ita, sahabat karib Bilandra.


" Sudah yank, mereka juga sudah on the way kok, kita pesen aja dulu yank, aku mau french fries sama lychee blue mojito ya " jawab Ita.


" Oke yank " Aer mengiyakan sekaligus memberi kode pelayanan untuk mendekat ke meja nya.


Setelah memesan apa yang mereka mau, sembari menunggu pasangan baru Danendra dan Bilandra pasangan lama ini asik dengan live musik yang dipertunjukkan.


Tiga puluh dari Aer dan Ita sampai di caffe dan lima menit dari pesanan mereka sampai di meja, Danendra dan Bilandra baru sampai di caffe dan duduk bersama pasangan lama itu.


" Maaf ya kita lama, kalian udah pesen makanan dan minumannya? " sapa Bilandra dengan tujuan basa basi dan memang ngga enak hati karena pasangan sejoli sahabatnya ini harus nunggu lumayan lamalah.


" Ngga apa-apa bestie, lagian ngga kerasa lagi nunggu kalian, tiba-tiba aja sudah didepan mata, macam mbak kunti " jawab slengekan Ita yang sudah menjadi ciri khasnya itu.


" By the way, silahkan duduk dan kenalin ini Aer pacar aku yang paling ganteng versi aku lho ya, dan ini Danendra pacar ganteng versinya Bilandra " lanjut Ita mewakili dua lelaki cool yang belum pernah saling berkenalan ini. Atau lebih tepatnya lelaki berondongnya Ita dan Bilandra.


" Hai perkenalkan aku Danendra, cowokny Bilandra " sambut Danendra dengan senyum dan uluran tangan untuk dijabat oleh Aer.


" Hai juga, aku Aer, seperti yang sudah dijelaskan aku pacar berondongnya Ita " sambut Aer dengan tawa kecil dan menyambut uluran tangan Danendra.


" Berarti sama dong, sama berondongnya" sahut Danendra dengan tawa yang cukup menggelegar dan kebanggaan yang terpancar.


" Udah ... Udah ... Kalau bahas berondong aja semangat, lagian berondong juga terpikat sama dua gadis dewasa ini " sahut Bilandra sembari duduk manis.


" Anda benar sekali nona " imbuh Ita dengan lantangnya.

__ADS_1


" Sudah .. Sudah kalau dilanjut bisa habis kita nanto Ndra, mendingan kalian pesen aja dulu terus kamu buruan maju ke state Ndra, katanya kamu penyanyi hebat Semarang ya " seloroh Aer menetralisir suasana sebelun terjadi perang dunia akibat pembahasan berondong.


" Wah berita hooax dari mana itu, aku omong aja fals gini " Danendra merendah untuk meroket nanti.


" Bi kamu mau pesan apa " tanya Bilandra yang sudah selesai memesan untuk dirinya sendiri.


" Aku mau yang best seller dari caffe ini Ji " jawab Danendra dengan pandangan mata menelusuri setiap lekuk caffe tempat dia ngedate untuk pertama kali. Sekalian juga tambah-tambah referensi buat caffe dia sendiri.


Sama seperti tadi, dua puluh menit pesanan Bilandra dan Danendra sudah tersaji di meja, siap untuk dilahap. Sambil ngobrol kesana kemari, cerita dari A sampai Z, cerita mereka bisa akhirnya pacaran dan masih banyak lagi. Hanya satu yang tidak diceritakan, khususnya Danendra dan Bilandra ceritakan adalah usaha Danendra dibidang coffe shop, sesuai permintaan Danendra tadi diperjalanan menuju ke caffe tempat mereka hangout sekarang. Karena Danendra mau besok saja kalau caffe yang di jogja sudaj launching. Dan Bilandra pun setuju akan hal itu.


" Aku ke toilet dulu ya " pamit Danendra ke pacar dan sahabatnya.


" Jangan lama-lama ya Bi " jawab Bilandra dengan tone suara manjanya.


Danendra hanya mengganggukan kepala. Sembari berdiri tangannya mengusap lembut ujung kepala Bilandra penuh sayang.


Sepuluh menit berlalu, tiba-tiba suara bass nan merdu terdengar menggema diseluruh pelosok caffe. Suara yang sangat tidak asing dintelinga Bilandra tentunya. Perlahan Bilandra menengadah wajahnya dan menatap lurus ke state yang sudah ada cowok ganteng duduk dan memetik gitarnya.


Kali ini kusadari


Dari hatiku terdalam


Sungguh aku cinta padamu


Cintaku bukanlah cinta biasa


Jika kamu yang memiliki


Dan kamu yang temaniku seumur hidupku


Terimalah pengakuanku


Percayalah kepadaku


Semua ini kulakukan


Karena kamu memang untukku

__ADS_1


Cintaku bukanlah cinta biasa


Jika kamu yang memiliki


Dan kamu yang temaniku seumur hidupku


Seumur hidupku


Cintaku bukanlah cinta biasa


Jika kamu yang memiliki


Dan kamu yang temaniku seumur hidupku


Cintaku bukan cinta biasa


Jika kamu yang menemani


Dan kamu yang temaniku seumur hidupku


Terimalah pengakuanku


Satu lagu dari afgan dibawakan merdu dengan cara Danendra. Dan sudah dipastikan Bilandra yang menatap penuh damba dan airmata yang beranak pinak keluar mulus dari matanya.


Di sela lagu Danendra tidak lupa memberi speech manisnya untuk pacar nya, siapa lagi kalau bukan Bilandra Herlambang.


" Hai kamu .. Iya kamu, cewek cantik yang duduk disana, Bilandra Wicaksana, pacar aku. Lagu ini untuk kamu, terimakasih sudah mau menjadi pacar aku, satu yang pasti dan itu hanya kamu yang bisa rasakan, cinta aku ke kamu bukan cinta biasa, i love you " ucap Danendra di sela dia bernyanyi dan itu sukses membuat para wanita dan pria di dalam caffe berseru, melting apalagi Bilandra, semakin deraslah airmata yang keluar.


Tanpa aba-aba Bilandra berlari kecil menuju state dimana Danendra duduk dengan gagahnya dan bernyanyi untuk dia. Tidak berkata-kata, Bilandra hanya mampu memeluk erat pacarnya yang baru 2 minggu dan sudah banyak sekali menghujani dengan kasih sayang dan cinta, memang benar cintanya memang bukan cinta biasa.


" I love you to Bi " Bilandra hanya bisa membisikkan kalimat mujarabnya di telinga Danendra yang tetap bernyanyi dengan sepenuh hati.


Disaat semua pengunjung terbawa dalam romantisnya Danendra dan Bilandra, ada satu pengunjung yang menahan amarah dan cemburunya, Lingga satu-satunya pengunjung caffe yang justru bersusah payah menahan cemburunya yang menggebu.


Tanpa Danendra dan Bilandra tahu Lingga ternyata juga lagi hangout dengan saudara sepupunya yang memang tinggal di Jogja. Lingga pun sebenarnya tidak mengetahui jika Danendra cowok yang sudah lama dia cintai tapi tidak pernah merespon semua perhatiannya bahkan ungkapan hatinya sedang ngedate dengan pacarnya yang cantik.


" Semua sudah aku lakukan buat kamu Ndra, tapi tidak pernah sedikit pun kamu respon aku, kamu hanya diam dan semakin menjauhi aku, tapi sekarang didepan mata aku kamu begitu penuh cinta dan damba untuk cewek itu, sakit Ndra, apa kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan " batin Lingga dengan tangan mengepal dan airmata yang sudah tidak dapat dia bendung lagi. Pancaran amarah terlihat jelas di sorot matanya.

__ADS_1


__ADS_2