
Mereka sangat menikmati saat bersama mereka. Mulut terus saja menguyah dari makan berat sampai snack terus saja mereka olah untuk dimasukkan dalam perut masing - masing. Tidak mengenal kata kenyang untuk mereka, pasukan perut karet. Dan herannya tidak berdampak buruk untuk tubuh - tubuh mereka. Para cewek masih langsing dan sexy, begitupun para cowok yang masih sixpack. Masih sangat indah dipandang mata.
Malam pun semakin larut tapi tidak memudarkan kecerian tiga pasangan bucin ini. Danendra terus saja memetik dawai gitar dan bernyanyi dengan merdunya, tatapan mata yang terus menatap nanar Bilandra yang asyik bersendau gurau dengan sahabat - sahabatnya. Tawa mereka lepas tanpa ada embel - embel luka ataupun duka.
Saling duduk berdampingan dengan sang pacar, bahagia semakin terpancar. Aer yang memeluk hangat Ita dan Kavi yang menggenggam erat tangan Lingga dengan lembut dan eratnya. Dan tentunya Bilandra yang duduk manis disamping Danendra yang terus menghibur dengan lagu - lagunya.
Sampai satu lagu dinyanyikan ceria dengan Danendra dan otomatis dinyanyikan bareng dengan yang lain, Ingatlah hari ini.
Kawan, dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu setelah selama ini
Ternyata kepalamu akan selalu botak
Eh, kamu kaya gorila
Cobalah kamu ngaca tu bibir balapan
Daripada gigi lo kaya kelinci
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi 'ku tak peduli
Kau selalu di hati
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
__ADS_1
Ingatlah hari ini
Ketika kesepian menyerang diriku
Nggak enak badan, resah nggak menentu
Kutahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don't you worry, just be happy
Temanmu di sini
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Mending happy-happy
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
"Hai kalian semua, kalian sekarang bukan hanya sahabat tapi saudara buat aku, semoga begitupun yang kalian rasakan. Ingat selalu hari - hari kita dipertemukan dan akhirnya didekatkan ya, jika suatu hari nanti masing - masing kita sibuk dengan tugas dan tanggung jawab kita, setidaknya aku dan kalian harus tetap ingat ada kita yang saudara, yang menerima apa adanya, saling bantu tidak saling menutup mata" speech Danendra yang memang jago membuat semua yang ada diteras belakang rumah Bilandra terdiam dan tentunya dilanjutkan dengan tangis haru Bilandra, Ita dan Lingga.
__ADS_1
"Apapun nanti yang terjadi dengan hubungan kita, ingat yaa kita suadara, harapan dan doa kita tentunya sampai nanti kita menjadi pasangan dan sahabat sejati, untuk menjadi sahabat tentunya akan terus sampai kita mati tapi untuk menjadi pasangan, kita tidak ada yang tahu didepan nanti seperti apa, apa aku dan Danendra bersatu menjadi suami istri seperti yang selalu kita semogakan dalam doa? Begitu juga Ita dan Aer? Kavi dan Lingga juga apakah berjodoh? Kita tidak ada yang tahu" lanjut Bilandra sangat bijak dengan lelehan air mata haru dan berusaha realistis dengan takdir Tuhan.
"Semoga Tuhan wujudkan setiap doa kita yang selalu kita semogakan yaa, aku sayang kalian semua, terkhusus kamu cayang, terima kasih sampai detik ini masih berjuang bersama" imbuh Ita yang kali ini serius tanpa bercanda seperti biasanya.
"Aamiin, apapun yang kita usahakan dan doakan sampai hari ini akan berbuah manis suatu hari nanti, disaat waktu membawa kita dalam fase dewasa yang sesungguhnya, aku sangat bersyukur bisa menjadi saudara kalian, dan buat kamu cayang terima kasih juga masih tetap berjalan bersama dengan aku yang jauh dari sempurna" lanjut Aer dengan mode serius pula, sembari menarik lembut Ita dalam dekapan lebih dalam dan mengusap lembut punggung Ita yang sudah bergetar karena air mata mengalir bebas begitu saja.
"Sebagai orang terakhir yang datang ke cirkle kalian, aku sangat bersyukur bisa mengenal kalian yang luar biasa ini. Seperti yang kalian tahu aku adalah anak yang beruntung diambil oleh ayah dan ibu dan dijadikan putra mereka satu - satunya, dididik tanpa kurang suatu apapun dan sekarang betapa bersyukurnya aku sekarang ada ditengah - tengah kalian yang luar biasa. Special for you cinta, thx for everything, without you i'm nothing" kali ini Kavi yang mengeluarkan unek - unek dihatinya, rasa syukurnya di pertemukan dengan sahabat rasa saudara dan tentunya belahan jiwanya yang akhirnya bisa dia dapatkan. Dan kisah mereka sudah mereka ceritakan ke sahabat - sahabatnya. Kavi yang adik sepupu Lingga tanpa hubungan darah dan perjuangan Kavi mendapat restu keluarga.
"Ngga ngerti mau omong apa, yang aku tahu adalah aku beruntung. Terima kasih sudah menerima aku yang moody an ini, terima kasih selalu sabar dan mengerti, kalian itu berarti untuk hidup aku. And for you cinta, teach me anything, just dont teach me without you 'cause really me nothing. I love you and love you all" Lingga yang tidak kuasa mencurahkan isi hatinya. Betapa takdir membawa dalam kisah yang indah saat ini, meski dulu dia pernah terluka karena cinta sebelah tangannya.
Mereka larut dalam cerita yang awalnya Danendra buat. Dengan lembut Danendra, Aer dan Kavi mengusap air mata yang meleleh di pipi masing - masing pacarnya.
"Ahhh kalian anak - anak hebat kami" tiba - tiba mama Udi memecah keheningan tiga pasangan bucin yang saling menyalurkan kebahagian lewat pelukan masing - masing.
"Bunda jadi terharu" terdengar sahutan bunda Ara.
"Mami meleleh karena kalian" terdengar lagi suara mami nya Lingga.
"Ibu bangga dehhh sama anak - anak ibu" terdengar juga suara ibu nya Aer.
"No komen dehhh mami sama kalian, luar biasa" terdengar pula suara mami nya Ita.
"Ibu beruntung karena kamu Kav dan sekarang jauh lebih beruntung karena kamu bawa mereka dalam perjalanan hidup ibu, terima kasih anak - anak ibu" terdengar suara ibu nya Kavi.
"Wahhh ada mama, bunda, mami - mami dan dua ibuuu kita ternyata, ahhh jadi malu nihhh" sahut Bilandra yang takjub degan kompaknya para ibu - ibu mereka yang ternyata sudah di sambungan video call dan menyaksikan curahan hati anak - anak.
"Kita juga lihat dan dengar lho" ayah Ais mewakili bapak - bapak yang tidak dianggap hanya karena tidak terdengar suaranya.
"Waduwwww ada yang ngga terima inihhh" sahut Ita yang sudah dalam mode absurdnya lagi.
Setelah itu yang terdengaar hanyalah suara tawa yang riuh. Meski para tetua yang lain bergabung dengan sambungan video call tapi tidak mengurangi rasa haru dan bahagia diantara mereka.
"Kalian sudah dewasa. Bukan anak - anak lagi ternyata, ahhh time so fast. Papa bangga sama kalian, tumbuhlah terus dengan rasa saling diantara kalian anak - anak papa dan kita semua tentunya. Seperti yang kami dengar dan kalian sampaikan tadi, kita adalah satu sekarang jadi apapun nanti takdir Tuhan itulah yang terbaik. Tugas kami adalah terus membimbing kalian dan kalianlah yang berhak menentukan arah langkah kalian." papa Iyo menutup video call para tetua malam itu dengan petuahnya dan di sepakati oleh tetua lain.
__ADS_1
Malam panjang yang dilalui penuh makna. Sama seperti malam - malam yang lalu, malam yang penuh makna dan hikmah. Masing - masing dari orang tua dan anak - anak dapat memetik hikmah dari kebersamaan mereka meski banyak terpisah jarak.