
Tanpa sadar Danendra dan Bilandra melewati hangatnya malam berdua. Posisi Bilandra yang terlelap dilengan kiri kokoh Danendra dan tangan kanan Danendra menggenggam kedua tangan Bilandra yang mungil di dadanya.
“Ahhhh so sweet sekali kalian, doa bunda kalian akan menjadi satu selamanya, semoga semesta mengamini ya nak” tatap sendu bunda Ara saat melihat sepasang kekasih yang masih terlelap dialam mimpi meski pagi sudah menyapa.
Tidak membangunkannya bunda Ara langsung masuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
Drrtttt drrtttttt drtttttttt. Hp bunda Ara bergetar. Terlihat panggilan masuk dari mama Udi.
“Haiiii mam selamat pagiiiiiiii” angkat bunda Ara dengan semangat perjuangan pahlawan saat berjuang melawan penjajah.
“Selamat pagi bunda besan aku sayang, semangat bener dehhhh” sahut mama Udi yang tidak kalah semangatnya.
“Lagi masak bun, kok sendiri aja, anak wedhok kemana?” lanjut mama Udi yang melihat bunda Ara sibuk didapur seorang diri.
“Ada tuhhh lagi jalan-jalan di alam mimpi, hihihihihi” jawab bunda Ara dengan senyum yang terkembang.
“Ya ampun belum bangun juga dia, bangunin aja bun masak iya emaknya riweh didapur dia nya asyik molor sehhh” cerocos mama Udi yang langsung naik satu oktaf nada bicaranya.
“Hahahaha tenang mam, sudah beres ini mam biarin ajalah mungkin dia lelah” bunda Ara menenangkan mama Udi yang sedikit lagi bakal sampai nada tertinggi.
“By the way besok jemput jam berapa nihh, biar Danendra jemput di bandara ngga usah naik taxi segala” lanjut bunda Ara mengalihkan topik pembicaraan dua emak gaul versi dua keluarganya.
“Hmmm jam tujuh malam bun, oke lah kalau memang mau dijemput biar besok kita tunggu di bandara” jawab mama Udi sudah slow lagi.
“Udah ngga sabar ihhh pengen hangout, besok kita we time yess bun” lanjut mama Udi sambil cengar cengir. Sungguh aneh memang mama Udi ini yang sebentar- sebentar bisa emosi seketika bisa cengar cengir sendiri.
“Pastiii dong mam, kita bakal manfaatin waktu kita yang ngga lama hahahah, biar bapak-bapak barengan, kita bawa si bontot aja, karena pastinya si mas sama mbak sudah tidak terpisahkan dehhh” jawab bunda Ara dengan senyum yang mengembang.
“Ya sudah kalau begitu lanjut lagi ya bun, aku juga mau siapin sarapan, terimakasih buat semua ya bun saii” tutup mama Udi.
“Kembali kasih mam saiii” jawab bunda Ara.
Sementara di kolam renang masih setia dua anak manusia yang belum rela meninggalkan alam mimpi nya meski sinar matahari sudah menyilaukan mata.
Perlahan akhirnya Danendra mengedipkan matanya yang silau karena sinar matahari pagi. Tangan kirinya berasa kebas. Masih setengah sadar dia nengok kanan kiri dan tersenyum bahagia saat melihat kekasihnya masih terlelap.
__ADS_1
“Pagi yang indah, terimakasih Tuhan untuk harimu” batin Danendra yang sangat bersyukur karena hari-harinya sangat bahagia semenjak ada Bilandra di sisinya.
Tidak bergerak sedikitpun meski tangannya sudah kebas tidak berasa lagi karena Danendra mengagetkan Bilandra dan membangunkannya.
Setengah jam berlalu dengan posisi yang sama. Perlahan Bilandra mulai terusik dengan silaunya sinar matahari pagi yang memberi semangat membara.
“Hmmmmm silau” desis Bilandra yang belum sadar sepenuhnya kalau memang dia tidur dialam terbuka depannya kolam renang lagi.
“Moorning Ji” suara bass Danendra memgagetkan Bilandra yang masih menyelaraskan sinar matahari yang menusuk matanya.
“Moorning Bi” balas Bilandra yang sudah mulai sadar sepenuhnya tapi belum merubah posisinya. Hanya tangannya saja mengucek kedua matanya.
“Oh iyaaa kita ketiduran disini ya Bi semalam” lanjut Bilandra yang mulai mendudukkan badannya.
“Arghhhh akhirnya tanganku ngga berasa” Danendra bukannya menjawab Bilandra tapi merasakan kebas ditangan kirinya karena semalam untuk bantal cantik pacarnya.
“Aduhhh maaf Bi gara-gara aku ya jadi kebas” Bilandra meminta maaf karena terlihat lengan kokoh itu merah.
“Hmmmm banget sayang” jawab Bilandra sembari menggesekkan hidungnya dengan hidung Danendra manja.
“I love you” bisik Danendra.
“Love you too Bi” balas Bilandra dengan kecupan di pipi Danendra.
“Ehemmmm ehemmmm .. iya iyaaa love love sampai malu sama matahari tuchh” goda bunda Ara yang sudah berdiri dibelakang dua kekasih teruwu.
“Ehhhh ada bunda, selamat pagi bunda sayang, bunda pagi bener bangunnya” Danendra mengalihkan topik sebelum dia mati kutu di ejek sama bundanya.
“Pagi dari Hongkong mas, sudah jam berapa ini? Jawab bunda Ara sengaja dibikin bete biar anak dan calon menantu kesayangannya salah tingkah.
“Hehehehe maaf bunda ngga bantuin bunda siapin sarapan” rayu Bilandra sembari berjalan menghampiri sang bunda yang masang muka sok bete. Padahal udah pengen ngakak bundanya.
“Ishhhhh ishhhhhh ishhhhh bisa ya bundanya harus kerja keras sendiri sementara suami dan anak bahkan calon menantu bunda pada asyik sendiri di alam mimpi, kalian memang tega” bunda Ara sudah mulai alay dengan dramanya. Dan tidak lama setelah itu pecahlah tawa bunda dan juga Danendra sekaligus Bilandra.
“Sudah .. sudah kalian sarapan dulu gih, bunda mau bangunin ayah sama Raka” lanjut bunda Ara dengan sisa-sisa tawanya.
“Aku cuci muka dulu ya bun, pengen berenang dehh jadi mandi nya ntar aja kali yaa” jawab Bilandra yang masih nempel di badan bunda Ara dengan nyamannya.
__ADS_1
“Up to you sayang” jawab bunda Ara sembari mengusap punggung Bilandra dengan lembut.
“Ya wes kalau begitu, cuci muka gih tar kita berenang bareng” celetuk Danendra sembari berjalan meninggalkan dua bidadarinya yang malah asyik berpelukan.
Akhirnya berkumpulah anggota keluarga bahagia di meja makan menikmati sarapannya. Muka bantal ayah Ais dan Raka pun sudah hadir di meja makan.
Sarapan berlangsung tanpa drama. Masing-masing mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing sambil tangan mereka sibuk dengan sendok dan garpu. Satu per satu dari anggota pasukan Ayah Ais menyelesaikan sarapannya.
“Bunda aku bantu beresin ya piring-piring kotornya” Bilandra memecah keheningan mereka sambil berdiri membereskan sisa sarapan dan piring, gelas, garpu, sendok.
“Thank you anak wedhok bunda” jawab bunda Ara dengam senyum angelnya, bikin adem bener deh.
Selesai membereskan semua, Bilandra berjalan masuk kekamar untuk berganti baju renang. Sesuai plan nya, Bilandra bersiap untuk berenang di pagi menjelang siang sampai sore, biar puas.
“Mbak mau berenang ya” tanya Raka yang melihat Bilandra keluar dari kamar sudah menutup bagian bawah tubuhnya dengan handuk putih bersih dan bagian atas tubuhnya sudah ready dengan bikininya.
“Iya dek, adek mau ikutan berenang ngga?” jawab Bilandra sekaligus mengajak Raka buat berenang. “Daripada diem-diem bae, mending mainan air yukkk sekalian olahraga gitu” lanjut Bilandra merayu Raka.
Masih dengan mode berpikir, tiba-tiba dari belakang tubuh Raka melayang tinggi dan byurrrrr, terlempar di kolam renang diiringi suara tawa jail si Mas nya.
“Bi .... “ teriak Bilandra sambil berlari mengejar Danendra yang sudah menggendong Raka dan melemparnya ke kolam renang.
“Ngawur kamu Bi” imbuh Bilandra yang otomatis ikut nyebur, takut Raka karena shokkk malah tenggelam.
“Haahaha ... lhah yank kenapa ikut nyebur, ngga bakal Raka tenggelam, orang badan pelampung semua gitu lho” jawab Danendra yang masih dengan mode devil nya.
Byurrrrr .. ngga pakai lama Danendra pun ikut nyebur dan berenang mengejar Raka yang berenang santai ke tepian kolam memandang jauh kedepan. Didepan mata mememandang, semesta memberi keindahan.
Bertiga anak manusia yang takjub dengan semesta dan mengagumi dengan cara masing-masing.
“Wow .. indah” desis Bilandra penuh kekaguman.
“Bagus banget ya mbak” sambung Raka dengan kalimat lugunya.
“Indah, kayak kamu Ji” bisik Danendra yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
__ADS_1