
Sajian ayam betutu sudah tersaji di atas meja. Sangat menggugah selera mereka yang sama-sama menelan ludah.
“Hmmm so yummy bun” suara Raka memecah lamunan mereka yang hanya terpaku menatap ayam betutu yang ukurannya pas untuk mereka masing-masing. Ayam Betutu Men Tempeh menggunakan ayam kampung muda.
“Mari makan” seloroh Danendra yang juga sudah tidak sabar melahap ayam betutu itu.
“Selamat makan, ayo Bilandra makan yang banyak biar strong” sambung bunda Ara yang mempersilahkan Bilandra melahap makanannya.
“Iya tante, terimakasih, selamat makan semua” jawab Bilandra dengan suara lembutnya.
Tidak ada suara lain selain suara dari makanan yang mereka kunyah perlahan. Tidak membutuhkan waktu lama untuk melahap habis pesanan mereka. Tampak wajah-wajah puas dengan sajian yang mereka pesan.
“Sudah kenyang” komentar Raka kembali memecahkan kesunyian.
“Omong-omong kan sudah kenyang nih, bagaimana plan selanjutnya” ayah Ais menanyakan plan kepada rombongannya.
Merasa tidak enak hati karena akan mengganggu plan liburan keluarga mereka.
Bilandra membuka suaranya, “om, tante dan semua, sebelumnya terimakasih sekali sudah mengijinkan Bilandra bergabung disini, maaf jika Bilndra merepotkan.
Untuk plan selanjutnya Bilandra sudah reservasi di The Menjangan yang tidak jauh dari sini, jadi kalau om, tante dan semua akan melanjutkan perjalanan, silahkan” terang Bilandra dengan sopan kepada keluarga Ais Wicaksana.
“Wahhhh kenapa bisa kebetulan begini sih, kita juga rencana akan bermalam dulu di The Menjangan nak” jawab bunda Ara dengan gembira.
“Bagaimana kalau kita barengan saja, lagian kamu kan sendiri, kalau berani pasti kamu berani, buktinya sudah sampai sini sendiri, tapi bukankah akan lebih seru kalau kita bisa liburan bareng dan yang paling seru tante ada temen buat spa nanti” jawab Bunda Ara yang selalu mengingatkan jikalau Bilandra ini seirang diri liburan ke Bali, sembari meminta persetujuan dari anggota keluarganya.
“Setujuuuuuuuuu banget bun” sahut Danendra tanpa jeda lagi. Dengan senyum yang misterius dan mata tajam menatap Bilandra yang sudah tidak bisa menolak lagi.
__ADS_1
Ada bahagia terselip dalam hati Bilandra. Rencana liburan seorang diri tetapi seketika buyar karena bertemu dengan keluarga seru yang sedang berlibur juga.
“Ya mungkin aku tidak direstui semesta untuk menikmatinya seorang diri” batin Bilandra dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.
“Baiklah kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan kita” Danendra semakin semangat setelah tahu kalau Bilandra akan bersama mereka menikmati liburan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perjalanan yang tidak begitu jauh akan mereka tempuh. Kurang lebih sekitar dua puluh lima sampai tiga puluh menit saja mereka sudah sampai pada stayvacation mereka yang pertama.
Dengan kaca mata yang bertengger sempurna Danendra semakin mempesona. Kesan cool nya benar-benar membekukan Bilandra yang semakin terbius dengan kegantengannya.
Sampailah rombongan Ayah Ais di tujuan mereka yaitu The Menjangan.
The Menjangan adalah Resor mewah di tepi pantai yang terletak di area lindung seluas 382 hektar di cagar alam Taman Nasional Bali Barat ini berjarak 16 km dari Gilimanuk, dan beberapa langkah dari pengamatan burung, hiking, dan menjelajah hutan.
Kamar indah memiliki lantai kayu dan atap jerami; suite memiliki dek dan furnitur antik. Vila di tepi pantai dilengkapi tempat tidur berkanopi dan kamar mandi terbuka dengan bak mandi berendam. Vila di kelas yang lebih tinggi dengan 3 kamar tidur dilengkapi kolam renang pribadi dan butler. Semua kamar menawarkan Wi-Fi gratis, TV layar datar, minibar, serta fasilitas pembuat teh dan kopi.
Layanan gratis meliputi sarapan, tempat parkir, dan keranjang buah dalam kamar. Ada juga restoran, spa bergaya pedesaan, dan kolam renang outdoor.
Search by : https://www.google.com/travel/hotels/Bali/entity/CgsIi6ryxYX2j9vaARAB/overview?g2lb\=4306835%2C4419364%2C4619612%2C2503771%2C4596364%2C4545890%2C4317915%2C4371334%2C4515404%2C4624411%2C4549823%2C4258168%2C4605862%2C2503781%2C4617195%2C4401769%2C2502548%2C4284970%2C4270859&hl\=id-ID&gl\=id&ssta\=1&ap\=aAE&q\=resort%20di%20daerah%20pulau%20menjangan%20bali&rp\=EOGo27y634W9ThDp5PqEl9qahg4Qi6ryxYX2j9vaARDcsc7q1e2S-JIBOAFAAEgCogE5UHVsYXUgTWVuamFuZ2FuLCBTdW1iZXIgS2xhbXBvaywgS2FidXBhdGVuIEJ1bGVsZW5nLCBCYWxpwAEDyAEA&ictx\=1&utm\_campaign\=sharing&utm\_medium\=link&utm\_source\=htls&ts\=CAESABogCgIaABIaEhQKBwjlDxAKGAQSBwjlDxAKGAUYATICEAAqCQoFOgNJRFIaAA&ved\=0CAAQ5JsGahcKEwi47bTC063zAhUAAAAAHQAAAAAQDw
...----------------...
“Selamat datang di The Menjangan Resor” sapa kompak pegawai resor dengan membungkukkan badannya tanda menghormati pengunjung resornya.
“Silahkan langsung ke receptionist untuk proses lebih lanjut” pegawai resor mengantar rombongan ayah Ais ke meja receptionist.
Sambil menunggu waktu chek in ayah Ais, bunda Ara dan Raka duduk di lobby sambil menikmati welcome drink. Masih menunggu kurang lebih satu jam untuk mereka check in.
Sementara Bilandra juga sibuk mengurus reservasi atas nama dirinya. Tanpa disadari dari tadi Danendra mendampinginya mengurus reservasi.
“Sudah beres” tanya Danendra berhasil membuat Bilandra terkejut karena suara itu jelas sekali di telinganya.
__ADS_1
“Upsss .. eh kamu, bikin kaget tahu, iya sudah tinggal tunggu jam check in saja” jawab Bilandra yang terkejut.
“Gitu aja kaget, ya udah yuk kita muter-muter dulu sekitar sini mau kah?” ajak Danendra.
“Yuuukkkk mariiiii” sambut Bilandra dengan Binar kebahagiaan.
Menikmati alam di The Menjangan berdua benar-benar diluar ekspektasi Bilandra. Tentunya juga Danendra. Tidak disangka akan saling bertemu dan berkenalan. Ya setidaknya menyambung silaturahmi. Itu yang mereka pikirkan dalam lamunan mereka masing-masing.
Jalan kayu yang didesain sedemikian rupa menambah elok resor yang menjadi primadona di daerah Bali Barat. Wisatawan yang awalnya hanya tertuju di pantai kuta, ubud, sukowati dll yang terkenal wajib menambah destinasi ini di list liburan mereka.
“Indah banget ya, semesta memang selalu menjanjikan keindahan dan ketenangan, apalagi Bali selalu memberi vibes positif” Bilandra berujar mengisi kesunyian diantara mereka berdua.
“Hm...” Danendra hanya bergumam saja mengiyakan apa yang dikatakan Bilandra.
Kaki mereka melangkah menyusuri spot indah The Menjangan. Mata mereka dimanjakan dan disegarkan dengan pesona alam The Menjangan. Sangat indah sekali, ciptaan Tuhan memang luar biasa. Penat, capek, lelah, letih semua sirna menguap begitu saja hanya dengan menghirup udara segar di sekitar The Menjangan.
Mulut mereka terkunci karena terlalu sibuk dengan suguhan pemandangan indah. Tanpa terasa sudah waktunya untuk mereka check in. Bilandra dan Danendra berjalan menuju lobby hotel yang disana sudah menunggu ayah Ais, bunda Ara dan Raka.
“Cantik, tante pindahin kamar kamu didekat kami saja ya biar lebih enak, tenang aja semua sudah tante urus, ngga apa-apa kan?” bunda Ara langsung menyerang Bilandra yang baru saja sampai di lobby.
“Hmm apa tidak merepotkan tante” jawab Bilandra malu-malu.
“Ngga ada yang repot, sudah beres juga, iya kan bli” jawab bunda Ara yang langsung mengkonfirmasi dengan pegawai hotel yang akan mengantar mereka.
“Betul kakak, mari semua saya antar ke kamar” ajak bli pegawai hotel sambil membawa koper ayah dan bunda. Rangsel Danendra dan Raka sudah digendong di punggung masing-masing. Begitu juga dengan Bilandra.
__ADS_1