
Seketika ruang santai yang di hiasi dengan televisi lima puluh dua inci tertempel didinding itu riuh dengan teriakan melengking duo bocah yang terusik dengan keiisengan mas nya yang memang jago bikin rusuh yang berujung tangisan. Jika tangisan sudah mengaru biru disitulah dia merasa berhasil mencapai tujuan hidupnya membuat adik-adiknya rewel dan pastinya nangis bombay.
" Yaelah digituin aja pada teriak-teriak sihhh ini adik-adik mas yang gendut-gendut " iseng Danendra yang menoel-noel pipi Raka dan Abhinaya yang pastinya sedang fokus dengan tontonannya.
" Habisnya mas Danendra iseng banget sih, sakit tau dicubitin pipi aku, ini pipi bukan bakpao taukkkk " jawab Raka penuh emosi karena kesal sekaligus sakit dong ditowel-towel pipinya dengan sedikit tenaga kegemesan masnya.
" Iya nihhh, mas Danendra reseh banget, kan sakit pipi aku " imbuh Abhinaya yang ikut emosi dengan kelakuan Danendra.
" Masak sih sakit, mas kan gemes taukkk sama kalian adik-adik mas yang lucu-lucu inihh " jawab Danendra yang masih diposisinya duduk ditengah-tengah antara Raka dan Abhinaya.
" Ya udah mas minta maaf ya, sebagai permohonan maaf mas, habis mas mandi kita ke supermarket depan komplek kalian boleh jajan apa aja, bagaimana, setuju? " lanjut Danendra memohon maaf ke kedua adiknya.
" Setujuuuuuuuuuuuuuu " kompak Raka dan Abhinaya sembari memeluk mas nya dengan mesra.
" Hmmmm kalau jajan aja setuju ya kalian, okelah kalau begitu mas mandi dulu ya" pamit Danendra sembari berdiri menuju kamar mandi.
" Ehhh main masuk kamar mandi aja, udah ada handuk belum Bi, mau handukkan pakai kaos kamu " suara pacarnya Danendra menggema dipenjuru ruang santai keluarga Iyo Herlambang, siapa lagi kalau bukan Bilandra yang datang dengan membawa handuk tebal berwarna hijau, warna kesukaannya.
" Upss iya lupa Ji, untung aja pacar aku itu perhatian sekali, jadi tambah sayang dehhh, yuk nikah sekarang " jawab Danendra yang sudah sempat masuk kamar mandi yang memang tidak jauh dari ruang santai.
Berjalan ke arah dimana Bilandra berdiri tegak membawa handuk mandi yang akan Danendra pakai, dengan jiwa keisengan yang tiada akhir tangan kekar itu gantian menoel-noel pipi Bilandra yang sebenernya tirus. Cuma ya bukan Danendra kalau tidak ada keisengan yang menyertai tindak tanduknya.
" Hihhhhh pakai toel-toel deh ini tangan kebiasaan deh, sakit lho Bi, emang kamu pikir tangan kamu ngga guedeeee apa ? " komentar Bilandra yang pasrah pipinya ditoel-toel pacarnya yang gagah perkasa.
" Hihihi sorry sayang, ya udah sana mandi tar sekalian sama duo gembul tuh aku jajanin deh mau apa aja aku iyain" jawab Danendra sambil ngeloyor pergi ke kamar mandi.
" Asikkkkk " teriak Bilandra ngga kalah heboh sama Raka dan Abhinaya.
__ADS_1
Bukannya langsung mandi malah Bilandra jejingkrakan happy cuma hanya mau dijajanin di supermarket depan komplek.
" Buruan mandi mbak, malah lompat-lompatan disini, tar lama lagi mandinya keburu mas Danendra selesai mandi " suara protes Raka mengakhiri kejingkrakan Bilandra yang absurd.
" Iyaa ini mbak mau mandi, bawel ih kalian yaaa " jawab Bilandra sembari berjalan cepat menuju kamar mama papanya buat numpang mandi tentunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selang satu jam dari perdebatan dan kekisruhan sore di ruang santai akhirnya mereka sudah sampai di dalam supermarket depan komplek.
" Oke, mas kasih waktu lima belas menit kalian harus sudah sampai didepan kasir, kalau ngga kalian mas tinggal, setuju? " titah sang mas Danendra ke kedua adik gembulnya dan pacarnya yang ngga mau kalah kalau sudah masuk dunia perjajanan.
" Kok cuma lima belas menit Bi, setengah jam lah ya Bi " Bilandra menganulir keputusan Danendra.
" Iya ihh mas, masak cuma lima belas menit sih, kan itu baru nyampek percikian saja, belum minuman dinginnya, es krim nya " imbuh Raka dengan menggebu-gebu.
" Iya betul " imbuhan singkat Abhinaya yang memang peserta terkecil dalam ajang pengambilan jajan ini.
" Gooooooo ..." seru Danendra.
Tanpa babibu lagi, Bilandra, Raka dan Abhinaya hilang dari pandangan Danendra. Danendra yang berdiri tegap di samping kasir cuma tersenyum bahagia melihat tawa canda mereka.
" Jangankan tiga puluh menit, supermarket ini aku beli buat kalian juga bisa " batin Danendra dengan senyum yang terus mengembang.
Dua puluh menit berlalu, tiga orang anak manusia yang masih asik comot sana sini segala jenis jajanan masih belum memperlihatkan batang hidungnya di meja kasir.
Danendra yang masih setia menanti di kasir menyibukkan diri dengan ngecek masih-masing caffe nya yang bisa dia pantau langsung melalui smart phone nya. Terlihat sibuk dengan gadgetnya tanpa dia sadari sudah berdiri cewek cantik, sexy pula disampingnya yang masih memastikan apakah cowok keren ini cowok yang dia kenal.
__ADS_1
" Danendra " sapa cewek cantik nan sexy itu.
" Iya " jawab Danendra tanpa melihat siapa yang menyapanya. Tatapan matanya masih fokus di gadgetnya yang memperlihatkan aktifitas karyawan caffe nya.
" Beneran kamu ternyata, aku fikir tadi cuma mirip aja, by the way kok tumben weekend bisa keluar kota, biasanya kamu sibuk bener sama caffe-caffe kamu " lanjut si cewek cantik nan sexy tadi menyapanya.
" Eh kamu Lingga, kok ada disini? " jawab Danendra terkejut juga dengan penampakan cewek sexy didepannya.
" Iya ini ada acara keluarga, kan mami papi aku asli Jogja Ndra " Lingga menjelaskan kenapa dia ada di Jogja sekarang.
" Ough iya ya, aku bakalan di Jogja kalau weekend gini, maklumlah kan mau jadi warga negara Jogja " jawab slengekan Danendra yang jarang sekali to the point kalau dirasa tidak perlu to the point juga.
Sementara diujung koridor ada sepasang mata yang penuh dengan tanya, ada keppo, ada cemburu, ada marah menjadi satu tersorot dalam mata belo Bilandra tentunya.
Hasrat jajannya yang tidak terbendung lagi seketika lenyap menguap tanpa sisa. Yang ada sekarang adalah rasa ingin tahu siapa cewek cantik nan sexy itu yang ngobrol akrab sama pacarnya. Secara ini kan kotanya Bilandra kenapa Danendra sudah akrab dengan penghuni kotanya.
Dengan elegan Bilandra yang tadinya mau ambil percikian dunia buat ngemil dia batalkan. Segera dia mendorong troli ke meja kasir yang disitu sudah ada pacar dan seonggok cewek, cantik sih mana sexy pula, makanya cemburulah Bilandra.
" Bi .." suara Bilandra membuyarkan obrolan mereka yang terlihat sedang asik-asiknya.
Danendra yang langsung menoleh mendengar suara yang menurut dia adalah candu kebahagiaan.
" Iya sayang, sudah jajannya, masih ada sepuluh menit lho " jawab mesra Danendra sembari berjalan ke arah Bilandra berdiri mendorong troli jajanannya.
Melihat gerak gerik dan mendengar jawaban Danendra aliran darah cemburu yang tadi memuncak di ubun-ubun Bilandra auto luluh lantah.
" Iya udah ajalah, nanti kan kita masih mau jajan lagi yang banyak " jawab Bilandra dengan logat manjanya yang menjadi candu Danendra.
__ADS_1
" Hmmm dasar " jawab Danendra yang sudah memeluk pinggang ramping Bilandra dan seperti biasa kecupan sayang dipipi yang tidak mengenal tempat dan waktu.
Melihat interaksi Danendra dan Bilandra yang tentunya tidak biasa, seperti sepasang kekasih, Lingga yang berdiri mematung hanya bisa memberi senyuman palsunya.