
Mengingat hari sudah siang dua keluarga dari Danendra dan Bilandra memutuskan untuk makan siang di area Bali Zoo.
“Sudah siang nih, kita makan siang dulu yuk, nanti lanjut lagi jalan-jalan” ajak papa Iyo ke rombongannya.
“Yuk pap” jawab mama Udi mewakili yang lain.
Mereka memilih salah satu resto yang menyajikan makanan secara prasmanan. Seperti biasa tugas ibu-ibu adalah meladeni para suami dan anak-anak sebelum meladeni dirinya sendiri. Setelah semua mendapat jatah masing-masing sesuai selera mereka duduk manis di meja resto, seperti biasa saat makan hanya suara sendok dan garpu beradu dengan piring.
Setelah selesai melahap hidangan siangnya mereka masih duduk dan berbincang.
“Ngga nyangka ya liburan kali ini dapat bonus nya besar, bisa ketemu keluarga papa Iyo yang sangat humble” ayah Ais membuka obrolan setelah selesai makan.
“Iya ya dan beruntung sekali Bilandra ketemu kalian di kapal kemarin, jadi agak tenang ngelepas dia backpackeran sendiri, ya walau ini bukan yang pertama” jawab papa Iyo sembari menyesap kopi nya.
“Rencana Tuhan yang luar biasa bisa dipertemukan dengan anak gadis yang ayu di kapal kemarin, pertama kenal langsung respect kita, santun sekali Bilandra” giliran bunda Ara ambil suara.
“Tinggal kita orang tua mendoakan yang terbaik untuk mereka, semoga apa yang kita semogakan untuk anak-anak kita juga memang takdir Tuhan untuk mereka, ya jikalau memang tidak, kita tetap harus menjaga silaturahmi ya yah bun” mama Udi pun berkontribusi dalam obrolan hangat mereka.
“Pastinya dong, iya kan bun” jawab ayah Ais sekaligus meminta persetujuan bunda Ara.
“Iya dong, kita adalah keluarga, biar waktu yang menuntun mau dibawa kemana hubungan anak-anak kita, tapi yang pasti Bilandra dan Abhinaya adalah putri kita sekarang, secara aku kan paling cantik kalau dirumah” bunda Ara mengiyakan dan sekaligus membandrol dua putri dari keluarga Iyo.
“Begitu juga Danendra dan Raka juga sekarang adalah jagoan kita ya mam” sahut papa Iyo tak kalah semangat. Karena seperti bunda Ara yang paling cantik jika dirumah begitupun papa Iyo paling ganteng jika dirumah.
“Iya dong, pasti itu, bahagianya aku” jawab mama Udi dengan senyum sumringahnya.
“Titip anak aku ya kalau pas lagi ke jogja karena bisa dipastikan setiap weekend anak itu sudah pindah kota dan karena sudah kalian anggap anak sendiri jewer aja kalau dia ndableg” bunda Ara mewani-wanti buat papa Iyo dan mama Udi juga.
“Ganteng-ganteng kok dijewer bun, sayang dong” jawab mama Udi dengan berkelakar.
“Maybe Bilandra juga kalau lagi main ke Semarang titip ya tapi jangan dijewer” sambung mama Udi dengan masih tertawa.
“Kalau Bilandra ya tak sayang-sayang dong,aku ajak shopping nanti” jawab bunda Ara semangat.
Obrolan hangat antara dua keluarga terus berlanjut sambil terus berjalan-jalan menyusuri Bali Zoo. Pastinya Raka dan Abhinaya bahagia sekali dengan jalan-jalannya. Tanpa terasa hari mulai sore.
“Kita kembali ke hotel dulu yuk, nanti kan kita masih dinner” ajak papa Iyo sambil melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul empat sore.
__ADS_1
“Yuk, kita balik hotel buat mandi-mandi dulu baru nanti kita wa Danendra buat nyusul dinner nya” ayah Ais mengiyakan ajakan papa Iyo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampai di hotel seperti biasa ibu-ibu membereskan anak-anak dulu baru siap-siap buat diri sendiri.
Setelah siap mereka lanjutkan hari itu dinner ke daerah jimbaran, karena sea food adalah tujuan mereka, selain menghabiskan malam terakhir menikmati pantai.
Sementara Danendra dan Bilandra setelah dari Montana Caffe memang langsung menuju tempat dinner keluarganya.
Drrttt drrtt drrtttt
“Mas sudah dimana, ayah sama yang lain otewe dinner ya” pesan wa dari Ayah Ais.
“Kita sudah di jimbaran ayah, sudah agak tadi malahan, apa mas pesen aja dulu biar nanti tinggal makan” balas Danendra.
“Oke mas, setuju, sesuai kamu aja ya” balas Ayah Ais.
“Siap bos” balas Danendra
“Siapa sayang” tanya Bilandra sambil berjalan disamping Danendra.
“Ayah sayang, mereka sudah otewe, kita booking dulu yukkk biar nanti sudah langsung makan” jawab Danendra sembari memasukkan HP nya dalam saku.
“Oke Bi, sebelumnya fotodulu yuukk Bi mumpung sunsetnya bagus” ajak Bilandra.
Danendra meminta seseorang yang tidak jauh dari mereka untuk mengambil foto mereka berdua.
Dengan pose mengalungkan tangan di leher Danendra dan tatapan mata yang bertaut, senyum merekah Danendra dan Bilandra membuat orang yang membantu mengambilkan foto ikut tersenyum.
“Kalian cocok sekali, ganteng dan ayu” kata orang itu sembari mengembalikan HP Danendra yang buat foto tadi.
“Terimakasih sudah difotokan dan pujiannya juga” jawab Danendra tulus. Begitupun Bilandra menganggukan kepala dan tersenyum ke orang itu.
__ADS_1
Setelah berfoto ria mereka berjalan untuk booking tempat dan pesan menu sesuai selera mereka.
Tidak lama dari hidangan dinner tersaji di meja panjang bookingan Danendra dan Bilandra rombongan keluarga mereka telah sampai pada lokasi.
“Wuihhhh udah siap santap nih” ayah Ais langsung berkomentar.
“Sudah dong, mari kita makan malam keburu lapar kan semua” jawab Danendra.
Tidak banyak komentar mereka asyik dengan makan malam mereka. Aneka macam seafood terhidang begitu juga deburan ombak semakin menambah kesyahduan.
Tidak butuh waktu lama menghabiskan suguhan makan malam kali inii. Semua puas dengan kelezatan masakannya.
“Mantab” papa Iyo mengangkat dua jempolnya.
“Suasananya juga ngangenin ya” imbuh mama Udi.
“By the way sehari ini kemana mas?” tanya bunda Ara ke putranya.
“Cuma ke Montana Caffe bun terus langsung kesini, soalnya tadi ada yang mellow, ngga mau ganti hari katanya” jawab Danendra sekalian menggoda Bilandra yang duduk disebelahnya.
“Ihhhh apaan sih Bi, suka banget kalau aku malu” sahut Bilandra dengan blush on alami di pipi karena malu.
“Hmmm mama sih udah nebak, pasti ada yang mellow ngga jelas, apakabar besok ya, jangan lupa bawa tissu banyak ya mbak” imbuh mama Udi menggoda anaknya.
“Nah kan ditambah lagi, udah siapa lagi yang mau bully aku lagi mumpung gratis” Bilandra mulai ngambek dengan mulut mengerucut.
“Aishhh aishhhh ada yang ngambek dong, ngga malu sama Raka dan Abhinaya tuhhh” Danendra malah tambah menggoda Bilandra.
“Ngga” jawab Bilandra sewot.
“Aduhh aduhhh sayang aku ngambek, sini siniiii sama mas siiniii” bujuk Danendra sambil menarik Bilandra ke pelukannya.
“Besok pesawat sore kan ya, berarti besok kita check out pagian ngga apa-apa, sebelum pulang kita bisa jalan dulu, gimana” ayah Ais mengalihkan bully an ke Bilandra.
“Ok kalau begitu, setuju” jawab papa Iyo mewakili yang lain.
“Setelah ini liburan besok sepertinya ke Bromo seru ya” bunda Ara memberi ide stay vacation selanjutnya untuk dua keluarga itu.
“Nahhhh setuju banget tuhhhh”mama Udi langsung nyahut.
__ADS_1
“Tuh Ji ngga perlu khawatir, sebelum kita minta emak-emak kita udah pengertian banget kan” Danendra menimpali rencama bunda nya.
Tidak menjawab Bilandra justru mengeratkan pelukannya. Tentunya disambut dengan senang hati oleh Danendra. Tidak lupa bisikan kata cinta selalu Danendra bisikkan “ I love you”. Bilandra semakin erat memeluk tanpa menjawab tetapi Danendra tahu kalau cewek dipelukannya ini juga mencintainya.