Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 39


__ADS_3

Berjalan masuk kedalam rumahnya, Bilandra meninggalkan Danendra yang masih sibuk menertawakan kekeppoannya.



Sampailah di ruang makan Bilandra dikejutkan lagi dengan tawa bunda Ara yang menggema di seluruh ruangan. Bunda Ara yang asyik ngobrol seru dengan mama Udi tidak menyadari Bilandra sudah tertegun di belakang mereka.


 


Saat menengok di ruang TV sudah ada dua kurcaci yang asyik dengan snacknya masing-masing dan mata yang tertuju pada layar TV.


 


“Ehemmmmmm” Bilandra berdehen yang sengaja dia bikin keras suaranya.


 


“Ehhh sudah pulang cah ayu”sambut mama Udi dengan santainya.


 


“Sini siniiii anak bunda, ngga kangen sama bunda kok malah berdiri disitu aja sih, peluk dong” sambung bunda Ara merentangkan lebar kedua tangannya meminta Bilandra masuk dalam pelukannya.


“Lhoh bunda juga ikut mas Danendra , hmmmmm surprise sekali kalian” Bilandra dengan lugu dan polosnya berkomentar plus muka kagetnya.


“Hmmm sepertinya bunda juga hutang penjelasan ke Bilandra, mama juga dan yang pasti kamu Bi” lanjut Bilandra dengan nada menuntut penjelasan.


“Iya sayang nanti aku jelasin tapi sebelumnya mari kita makan, aku sudah lapar sekali ini” jawab Danendra sembari berjalan ke meja makan.


“Baiklah, aku cuci tangan, cuci kaki dan ganti pakaian dulu ya, kalian makan dulu ngga apa-apa” Bilandra yang melepas pelukannya dari bunda Ara berjalan menuju kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai dengan makan siang bersama mereka masih mengobrol santai sambil makan buah sebagai penutup makan siang mereka.


“Karena aku sekolah swasta jadi aku kalau sabtu libur Ji, itulah kenapa aku sekarang udah sampai sini” Danendra mulai memberi penjelasan kenapa sudah sampai di Jogja jauh lebih awal.


“Dan bunda kangen kamu sayang, makanya bunda ikut deh Danendra kesini, Raka juga kebetulan sama sekolahnya Danendra kalau sabtu libur” sambung bunda Ara memberi penjelasan.


“Mama sebenarnya juga udah tau dari kemarin, cuma bunda sama Danendra minta dirahasiain biar surprise” lanjut mama Udi yang ternyata juga berperan aktif dalam rangka memberi surprise ke anak sulungnya.


“Oke penjelasan diterima dan selamat kalian sukses buat surprisenya” jawab Bilandra menerima penjelasan dari masing-masing orang tersayangnya.


“Tapi aku masih banyak tanya sama kamu deh Bi, keppo ku banyak buat kamu” lanjut Bilandra sembari memperlihatkan rentetan gigi putihnya.


“Wah kalau itu bunda ngga ikut-ikut deh” sahut bunda Ara dengan mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


“Sepertinya mama juga ngga mampu memahami deh” sambung mama Udi yang sama mengangkat dua tangannya.


“Tenang aja bun, mam ini urusan mas” jawab gentle Danendra sembari menatap tajam ke manik mata Bilandra.


“Mau tanya apa sih sayang aku” lanjut Danendra lembutkan suaranya.


“Ehhh sebelumnya jangan bilang ayah sama papa sudah tahu atau malah mereka jangan-jangan lagi jalan berdua, lebih tepatnya ayah lagi dikantor papa” tanya Bilandra seperti mendapat wangsit.


“Hahaha wangsit apa pangsit mbak” jawab mama Udi terkekeh.


“Tebakan kamu sangat tepat sayang, jangan-jangan kamu paranoid yaa” sambung bunda Ara yang tidak kalah terkekeh mendengar tebakan Bilandra.


“Paranormal bun bukan paranoid” sahut Danendra sebelum Bilandra bertanya dengan rentetan panjangnya.


“Oh udah ganti ya mas” jawab absurd bunda Ara.


“Ya sudah sana kalian ngobrol dulu karena memang banyak hal yang harus kalian obrolkan” lanjut bunda Ara dengan nada suara yang sudah serius.


“Kita ke teras belakang aja yuk Bi” ajak Bilandra yang sebelum diiyakan sudah ngeloyor duluan sambil membawa es teh nya.



Disini mereka sekarang, iya diteras belakang mini nya rumah Bilandra. Meski kecil tapi tertata rapi dengan kursi panjang, meja dan kursi single satu.


 


 


“Oke Bi aku punya cukup waktu untuk menjadi pendengar setia kamu” Bilandra yang memulai percakapan sembari mengusap ujung kepala Danendra.


 


“Hmmmm .. dengerin dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya” jawab Danendra yang malah pidato kemerdekaan.


 


“Kan malah ngaco, buruan Bi aku penasaran ini” tuntut Bilandra yang sudah ngga sabar mendengar dongeng siang hari.


 


“Apa yang mau kamu tahu sayang nanti aku jawab” lanjut Danendra dengan mode seriusnya.


 


“Apapun itu yang memang aku harus tahu” jawab Bilandra yang tidak kalah dengan mode seriusnya.

__ADS_1


 


“Hmmm aku Danendra Wicaksana putra pertama dari Ayah Ais Wicaksana dan Bunda Ara Wicaksana. Aku punya satu orang adik bernama Raka Wicaksana” Danendra diam sejenak setelah menyebutkan nama lengkapnya dan ayah, bunda sekaligus adiknya. Melirik memastikan apa akan ada reaksi dari Bilandra.


 


“Terus” lanjut Bilandra yang masih dengan mode serius yang sama. Masih level satulah seriusnya.


 


“Usia ku masih lima belas tahun memang tetapi kamu boleh coba seperti apa hebatku” lanjut Danendra yang memulai congkak. Cuma mau ngetest aja gimana respon Bilandra.


 


“Iya aku tahu itu, kamu berondong aku, tapi ngga usah diingetin terus juga kali” Bilandra mulai sensitif kalau diingetin pacarnya adalah berondong.


 


“Hahaha jadi sensi gitu” jawab Danendra sembari merubah posisinya yang sekarang sudah tidur di atas paha Bilandra sebagai bantalnya.


 


“Aku dan Raka bersekolah di yayasan yang sama, ya sekolah kami swasta maka dari itu setiap sabtu kami off alias libur, lima hari kerja kita” lanjut Danendra menjelaskan sistem sekolahnya.


 


“Aku bersyukur dengan anugerah Tuhan kecerdasan, bukan mau sombong Ji tapi memang dari SMP aku sudah lompat-lompat kelas dan sebenarnya sekarag aku sama kayak kamu yang sebentar lagi ujian nasional” Danendra masih menjelaskan semua hal yang perlu Bilandra ketahui.


 


“Dan masalah kerjaan, aku punya tiga caffe di Semarang dan semua aku rintis dari usia aku dua belas tahun. Pastinya karena support ayah dan bunda pastinya. Ayah memang mengajarkan aku untuk jadi pengusaha seperti beliau. Dan untuk itu aku memilih coffe shop dalam kemasan caffe” jelas Danendra padat jelas dan tentunya akan menimbulkan banyak pertanyaan lagi di benak Bilandra.


 


“Ternyata kamu hebat Bi. Aku tambah sayang sama kamu sekaligus bangga” batin Bilandra.


 


“Haii Ji, are you okay?” tanya Danendra yang melihat Bilandra terbengong-bengong mendengar dia menjelaskan jati dirinya.


 


“Ehhh iya Bi, speechells aja aku Bi, ngga nyangka, seorang Danendra Wicaksana mau jadi cowok Bilandra Herlambang” jawab Bilandra dengan sangat merendah.


 

__ADS_1


Bilandra yang selalu menjadi juara dari SD sampai sekarang ternyata masih ada yang lebih hebat dari dirinya. Bahkan orang itu sekarang statusnya adalah pacarnya sendiri.


"Pasti masih banyak yang aku belum tahu tentang kamu Bi, baru tahu sampulnya saja aku merasa kecil didepan kamu Bi, tapi aku bisa rasakan ketulusan cinta kamu buat aku Bi, semoga semua ini bukan tipuan kamu Bi, karena sekarang aku mulai takut, takut sakit hati dengan cinta yang semu" batin Bilandra yang menatap lekat mata Danendra.


__ADS_2