
Senyum tidak surut dari bibir Bilandra, matanya menatap nanar tangan yang digenggam erat tangan besar itu. Tangan gagah penuh otot tapi sangat lembut itu adalah tangan Danendra. Laki-laki yang dua tahun dibawah dia usianya. Tetapi laki-laki muda itu yang mampu menggetarkan hati Bilandra dan berhasil mengakhiri masa jomblonya.
“Ehemmm kenceng bener tuh tangan gandengan” goda bunda Ara dengan menutup mulutnya. Terbayang sewot anaknya kalau bundanya iseng.
“Mulai dechhh .. bunda iri ya, iri bilang boss” meski sewot tapi Danendra balik mengerjai sang bunda dengan komentarnya.
“Yeeee bunda mah udah lewat masa itu, tuh udah ngehasilin segede gaban juga” jawab bunda sambil menunjuk kedua jagoannya. Yang satu sibuk nguyah yang satu lagi kasmaran.
“Terus udah jadian dong” sahut ayah Ais menutup pertikaian yang tidak akan kunjung selesai kalau tidak disahutin.
“Ehemmm .. ayah bunda kenalin dia Bilandra cewek aku” sombong Danendra memamerkan kisahnya yang baru akan dimulai dengan wanita yang dipilih sendiri tanpa gangguan dari pihak lain.
“Cieee cieeeee mas Danendra sama mbak Bilandra udah pacar-pacaran” kali ini suara si reseh Raka yang menggoda mas dan mbaknya. Berdua-dua jadi tersipu malu sendiri, terlebih Bilandra yang speechells, hanya wajah merah merona yang tergambar jelas diwajahnya.
“Eehhh ehhh anak kecil ngerti apa coba pacar-pacaran” toyor Danendra di jidat sang adik yang langsung terhuyung ke belakang. Untungnya ada ayah Ais yang duduk dibelakang Raka.
“Apaan sih mas, tahulah aku udah gede, tuh pacaran itu kayak mas sama mbak Bilandra” Raka yang mulai nyolot karena toyoran masnya tadi.
Bukannya melerai tapi malah mereka tertawa bersama melihat Raka yang sewot sama kelakuan masnya.
“Udah ngga usah ngomel mulu, jadi mainan kano ngga?” rayu Danendra kepada adiknya yang masih memanyunkan mulutnya.
Dalam hitungan detik, mulut manyun itu berubah dengan senyum excited. Pertama kali untuk Raka bermain kano secara langsung.
“Jadiiiiiiiiiiiii, ayokkkkkkkk mas sekarang ayook” jawab Raka semangat sembari berdiri menarik celana masnya untuk cepat merealisasi keinginannya bermain kano.
“Iya sabar, mas minum dulu bentar” bukannya buruan berkano ria, Danendra malah minum es kelapa mudanya terlebih dahulu. Memang haus sekali pas dicuaca yang panas di siang hari itu.
Melepas gandengan tangannya dengan Bilandra, Danendra mengambil satu buah kelapa utuh yang dia pesan tadi sebelum dia resmi jadi sepasang kekasih.
“Kamu mau?” tawar Danendra ke Bilandra sambil menyodorkan kelapa muda yang dia ambil dan sudah dia minum sebagian.
“Mauuu” jawab Bilandra singkat.
“Nanti biar Raka sama aku satu kano,kamu sendiri ya?” pinta Bilandra setelah meneguk es kelapa mudanya.
__ADS_1
“Hmm gitu juga boleh, atau ayah sama bunda mau ikutan?” ajak Danendra ke ayah bunda yang duduk bersantai.
“Nggalah mas, kalian saja, ayah bunda tunggu disini saja ya” jawab bunda mewakili ayah juga.
“Oke, yukkk kalau gitu kita berangkat” ajak Danendra semangat sambil tersenyum manis.
“Are you ready boy” Bilandra bertanya setelah memakaikan pelampung di tubuh Raka. Pastinya sebelumnya dia sudah dipasangkan pelampung oleh Danendra.
“Ready ...” Raka semakin excited.
“Tetap hati-hati ya, ikut dayung juga ya kamu Raka jangan Cuma mbak Bilandra aja yang dayung tar tangan mbak Bilandra berotot” Danendra memberi instruksi ke adik semata wayangnya.
“Oke mas bro, siap” jawab Raka dengan mengangkat dayungnya.
“Mas dibelakang kalian, oke” lanjut Danendra sambil masuk kedalam kano yang akan dia dayung seorang diri.
Kano mereka bertiga sudah terapung diatas laut yang luas. Danendra sendiri didalam kanonya. Bilandra berdua dengan Raka dalam satu kano.
Panas cuaca saat itu tidak menyurutkan keseruan mereka. Sambil beristirahat sebentar di tengah lautan lepas, dengan jiwa iseng yang menggelora Danendra mulai mengibas-ibaskan dayungnya sehingga air laut porak poranda membasahi Raka dan Bilandra sekaligus.
“Masssss, asin tahu” oceh Raka sambil menutup mukanya.
“Hahahahaha” cuma ketawa menggelegar Danendra saja yang terdengar menjawab ocehan Raka dan Bilandra.
Saat sudah puas mengerjai adik semata wayang dan pacar satu-satunya Danendra mulai tenang dan menidurkan tubuhnya diatas kano yang masih terapung tenang. Ide jahil gantian muncul di otakk Bilandra.
“Sssttttt gantian yuk mas Danendra kita ceburin ke laut, nanti kamu bantu kakak mbalikin kano mas ya?” ajak Bilandra ke Raka sambil bisik-bisik.
“Oke mbak” jawab Raka berbisik juga.
Byuurrrrrrr
Tawa Bilandra dan Raka seketika pecah setelah berhasil membalikkan kano yang ditumpangi Danendra.
“Hahahah rasain, siapa suruh iseng tadi” ejek Raka dengan tawa terngakak penuh kepuasan bisa membuat mas panutannya basah kuyub.
“Tos dulu Raka” Bilandra mengajukan tangan kanannya lalu disambut tangan kiri Raka beserta bunyi plakkkk tanda tangan menyatu.
__ADS_1
“Ya udah, kamu mandi dulu ya kita mau putar-putar dulu” Bilandra tambah mengejek Danendra yang sudah berenang ke arah kano yang sudah terbalik. Dengan sedikit tenaga kano sudah diposisi yang benar, tinggal Danendra menaikinya.
“Hmmm dasar yaa kalian” jawab Danendra dengan senyum yang mengembang karena sudah dikerjai oleh dua orang tersayangnya.
“Awas saja nanti ya, tunggu pembalasanku” teriak Danendra karena kano yang ditumpangi Raka dan Bilandra sudah menjauh dari kano yang dia tumpangi seorang diri.
“Dadaahhhhhhh” kompak Bilandra dan Raka melambaikan tangan ke arah Danendra.
Canda tawa siang itu semakin seru dengan aksi balas membalas dari tiga orang yang sama-sama suka dengan air. Badan basah kuyub tidak menjadi halangan. Justru semakin seru mereka menghabiskan waktu ditengah laut.
Berjam-jam mereka habiskan dengan bahagia.
“Udahan yuk, bibir kamu udah biru tuhh” Danendra mengajak sudahan mainan kanonya. Karena dilihat mulut adiknya sudah membiru karena dingin.
“Tangan kamu juga udah berkerut tuhh” sambung Danendra yang kali ini melihat tangan Bilandra yang kisut karena dingin juga.
“Ayuk” kompak Bilandra dan Raka sambil menganggukan kepalanya. Mereka memang sudah kedinginan berjam-jam mainan air laut.
Dengan sisa tenaga mereka bertiga sampai pada tujuan dimana kano-kano terparkir apik berjejer. Karena memang kano ini adalah salah satu fasilitas dari resor The Menjangan, tempat mereka menginap.
Berjalan bersama bertiga, Danendra menggandeng tangan Bilandra, dan Bilandra yang berada diposisi ditengah dua laki-laki ganteng merangkul Raka sang adik.
Kruukkkkk krukkkkkkk, bunyi perut.
“Perut aku bunyi” Raka mengelus perutnya yang bunyi tanda cacing-cacing perut meronta minta dikasih asupan.
“Wkkwwk” Danendra malah tertawa mendengar suara perut Raka.
“Aduh kasihan adik mbak ini, tapi tanggung sekali jam segini, kita sudah melewatkan makan siang dan masih cukup lama untuk makan malam, bagaimana kalau kita ngemil dulu” tawar Bilandra yang melihat jam tanggung kalau harus diisi makanan berat.
“Tenang mbak, snack aku masih banyakkkkkkk” jawab Raka sambil menatap mata calon mbak iparnya.
“Siippplah kalau begitu, mbak bagi ya, mbak juga laper”
“Beres” jawab Raka singkat.
__ADS_1
Sambil terus berjalan menuju kamar mereka booking, mereka berjalan sangat mesra. Antara pacar dan pacar dengan adik pacar.