
"Jangan pernah tetesin air mata kamu lagi jika itu air mata luka, aku akan menjadi sangat bersalah apalagi jika aku adalah penyebabnya" jawab Kavi lirih sembari membawa Lingga sedikit menjauh dari Danendra dan Bilandra. Dan kebetulan pasangan bucin yang sesungguhnya memang lagi sibuk berpose alakadarnya.
"Kamu ngga pernah buat aku menangis Kav, justru sebaliknya kamu selalu buat aku sangat bahagia sehingga air mata ini ikut merasakannya, asal kamu tahu saat ini aku sangat bahagia, sangat bertolak belakang dengan rasa sakit hatiku semalam yang seakan-akan sudah menghancurkan hidup aku" Lingga berusaha menjelaskan perasaan saat ini, apa yang sesungguhnya dia rasakan.
"Nikmati saja, ikuti alurnya, nanti kamu akan menemukan jawabannya. Satu yang pasti jika saat ini kamu bahagia berarti usahaku berhasil, terus bahagia cinta dan biarkan waktu dan aku mengikis rasa bingung kamu, kamu cukup rasakan ketulusan aku" Kavi dengan sangat yakin membuat Lingga semakin terpana dengan keseriusannya.
Sesosok Kavi Reza yang sekarang didepan Lingga Putri adalah laki-laki yang penuh tanggung jawab dan menginginkan seorang Lingga bahagia. Kavi yang inginkan Lingga menjadi kekasih hatinya. Bukan Lingga yang selama ini adalah kakak sepupunya. Kavi sadar jika hati Lingga sudah luluh olehnya, masih banyak hati yang harus dia perjuangkan untuk memperoleh restu. Masih sangat belum bisa diterka apa yang akan Kavi hadapi nanti didepan sana.
"Haiiii kalian pasangan bucin expayed, jauh-jauh amat yaa dari kita, masih ngga rela nih ada kita diantara kalian" teriak Danendra tanpa filter dan otomatis menjadi titik fokus pengunjung lain.
"Ya ampun kurang keras Ndra tuh suara, toa masjid kalah deh sama teriakan kamu" jawab Kavi yang tanpa dia sadari juga sama-sama teriak, toa masjid juga kalah sih.
Kavi dan Lingga berjalan santai menuju ke tempat Danendra dan Bilandra berdiri sekaligus tempat Danendra memamerkan suara menggelegarnya tadi.
"Lagian sama-sama toa kenapa saling mendahului sihh" celetuk Bilandra yang langsung dibalas dengan pelototan sayang sang pacar.
"Upsss sorry, keceplosan" jawab Bilandra nyengir.
"Iya nihh, sesama toa itu harusnya saling support" tambah Lingga yang sudah berdiri disamping Bilandra sambil ikut nyengir.
__ADS_1
"Yahh malah ikut-ikutan kamu cinta" Kavi pun memelototkan mata tapi dengan senyum yang mengembang.
"Udah-udah toa nya dibahas nanti lagi, tuhh abang jeep udah ngajak ke next destination keburu subuh nanti" Danendra menengahi perdebatan toa. Padahal asal muasal perdebatan toa adalah dari teriakannya tadi.
"Baiklah, mari kita cusss" jawab Lingga mewakili semua sembari menggandeng tangan Kavi dengan mesra berjalan menuju jeep yang mereka sewa.
Destination selanjutnya ada candi ijo sekaligus destination terakhir. Bertepatan dengan sunset yang akan tiba dan itu adalah puncak destination yang Danendra, Bilandra, Lingga dan Kavi tunggu-tunggu. Sebagai kaum penikmat senja, moment ini punya arti khusus bagi mereka.
Tidak sampai tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di destination terakhir trip mereka. Abang jeep mulai menceritakan asal muasal Candi Ijo. Sambil berjalan mengelilingi Candi, mereka berempat pun langsung mode senyap dan menikmati dengan khidmat cerita yang disajikan runtut dan lengkap oleh abang jeep yang tentunya sudah sangat paham diluar kepala.
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 sampai dengan ke-10. Candi ini berada di lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko. Berdasarkan penelusuran sejarah, diperkirakan Candi Ijo dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno di bawah pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi.
Penamaan Candi Ijo bukan diambil dari warnanya yang hijau, tetapi karena berada di perbukitan Gumuk Ijo, Kabupaten Sleman. Nama tersebut dikukuhkan pada Prasasti Poh yang bertahun 906. Candi ini dibangun pada era Kerajaan Mataram Kuno pada sekitar pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-10.
Struktur Candi Ijo berupa lahan berteras-teras yang dikelilingi tebing yang terdiri dari 17 bangunan candi yang tersebar pada 11 teras. Teras paling atas merupakan teras suci, yang terdapat candi induk dengan ukuran 18,43 x 18,45 meter, dan tinggi 16 meter. Di dalamnya terdapat lingga-yoni, yang berupa benda silinder atau bentuk lain yang ditegakkan menancap pada benda berbentuk empat persegi panjang. Lingga-yoni itu melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati. Dinding luar candi terdapat relung yang berisi arca Agastya, arca Ganesa, dan arca Durga.
Di depan candi induk ada tiga candi perwara yang menghadap ke timur. Di dalam bilik candi perwara selatan yang berukuran 5, 19 x 5, 17 meter, dengan tinggi 6,62 meter, terdapat yoni dan patmasana (meja batu). Sedangkan candi perwara tengah memiliki ukuran 6,3 x 5,15 meter, dan tinggi 6,5 meter, yang di dalam biliknya terdapat arca Nandi dan Padmasana. Candi perwara utara berdimensi 5,11 x 5, 11 meter, dengan tinggi 6,3 meter yang di dalamnya biliknya terdapat sumuran.
Selain candi induk dan candi perwara, berikut ini bangunan-bangunan dalam kompleks Candi Ijo yang terletak pada masing-masing teras.
__ADS_1
Teras kesepuluh, tidak ditemukan adanya bangunan
Teras kesembilan, terdapat sisa-sisa batur bangunan yang menghadap ke timur
Teras kedelapan, terdapat tiga buah candi, empat buah batur bangunan, dan dua buah prasasti batu
Teras ketujuh, tidak ditemukan adanya bangunan
Teras keenam, tidak ditemukan adanya bangunan
Teras kelima, terdapat satu buah candi dan dua buah batur
Teras keempat, terdapat satu buah candi
(referensi :https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/06/130123179/candi-ijo-sejarah-fungsi-dan-kompleks-bangunan?page\=all&jxconn\=1\*ksp2xh\*other\_jxampid\*ZXd0NlViV2pkMUpLbnFGQm5ja1ExaldTM2gzSEFOWV8tQjJiLWNlQWkxdTNkbnAxek1ZeUlZTDBnczJ6RlFIbg..\#page2 )
Panjang penjelasan abang jeep yang membuat Danendra, Bilandra, Kavi dan Lingga terbawa kedalam ceritanya. Penjelasan yang cukup padat tetapi bisa mereka pahami. Abang jeep saat bercerita sembari membawa mereka berempat berjalan menyusuri Candi yang sangat terawat. Karena memang ini adalah salah satu cagar alam yang dilestarikan. Sebagai wisatawan pun harus menjaga saat mereka berkunjung.
Tanpa mereka sadari senja mulai menyapa, sangat indah. Setelah cukup memdengarkan pelajaran sejarah dari abang jeep mereka berempat dimanjakan oleh semesta.
__ADS_1
Setelah beberapa mengambil stok foto yang memoriable dan estetik tentunya, dari foto berdua dengan masing-masing pasangan sampai foto mereka berempat yang saling bergandengan, seolah mendeklarasikan persahabatan mereka.