
Malam perlahan beranjak naik, semakin syahdu untuk dua anak manusia yang semakin tenggelam dalam kisah asmara mereka. Berdua menulis cerita di lembar kehidupan, tidak hanya untuk Bilandra saja tetapi juga Danendra. Cumbuan panas sudah terlepas, saat ini mereka larut dalam canda tawa bahagia. Saling ejek, saling bercerita siapa mereka masing-masing sebelum menjadi sepasang kekasih. Kesempatan yang baru bisa mereka lakukan karena memang waktunya pas saja saat ini.
Ayah dan bunda sengaja membiarkan putra sulung dan calon mantu yang baru saja mereka kenal tetapi sudah berhasil merebut rasa sayang tulus dari hati kedua orang tua yang sangat open minded ini.
“Bi .. aku punya soulmate lho di jogja” cerita Bilandra tanpa sadar membuat Danendra mengkerutkan jidatnya, sepertinya dia salah mengartikan kata soulmate yang Bilandra ucapkan tadi.
“Soulmate?” tanya Danendra penuh penekanan karena salah persepsi.
“Iya soulmate Bi” jawab Bilandra lugas tanpa rasa bersalah karena memang soulmate bagi Bilandra adalah sahabat sejatinya si Ita.
“Namanya Ita Bi, besok aku kenalin dehh Bi sama dia” lanjut Bilandra yang masih belum menyadari kalau tadi Danendra salah paham dengan kata soulmate.
“Ohhh soulmate kamu itu sahabat kamu itu, kirain.....” jawab Danendra menggantung karena malu sudah salah sangka tadi.
“Iyaaa, emang kamu kira soulmate aku siapa? Cowok lain gituuu???” tanya Bilandra yang mulai sadar sedari tadi pacarnya salah sangka dengan kata soulmate yang dia katakan tadi.
“Hehehehe iya, udah mau naik pitam aku Ji” jawab Danendra sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Hmmmm dasar, aku jomblo akut Bi sebelum jadi pacar kamu, tapi emang belum nemu aja yang klik, ehhhhh ternyata ketemunya di laut” oceh Bilandra sambil tertawa mengusap wajah Danendra lembut.
“Yaelahhhhh nemu dilaut dikata, emang aku paus” sahut Danendra yang juga tertawa mendengar ocehan Bilandra.
“Masak paus sehhh, ubur-ubur aja Bi” ejek Bilandra dengan tawa yang semakin keras.
“Hmmmmm, udah berani ya ngatain gitu” Danendra pura-pura ngambek dikatain ubur-ubur.
“Utuhhhhh utuhhhhh sayang aku ngambek gitu, bercanda sayang, masak ganteng gini disamain ubur-ubur sihhhh” rayu Bilandra sambil menggelendot di lengan kekar Danendra.
“Bisa aja nihhhh ngerayunya, cium nihhh” jawab Danendra dan seperti kilat sudah mengecup bibir kenyal Bilandra. Dan tidak ada penolakan itu pastinya, karena sama-sama menikmati dan mengingkan tentunya.
“Hmmm aku mau cerita sahabat malah terbuai sama cumbuan kamu terus Bi” Bilandra yang sudah kehabisan pasokan oksigen karena semakin dalam Danendra ******* bibirnya.
“Ita itu sahabat aku dari kecil Bi, dan sekarang kita satu sekolah juga cuma beda kelas saja Bi, dikelas tiga ini saja kita beda kelas. Rumah kita juga satu komplek jadi dirumah ketemu dia begitu juga disekolah. Pacar dia juga adik kelas kita tau Bi, dulu aku sering ngatain dia suka kok sama berondong. Ehhhh kualat aku Bi, sekarang aku malah tergila-gila sama cowok berondong yang luar biasa dewasa dengan tindakan dan kata-katanya” cerita Bilandra sambil melirik Danendra yang senyum-senyum sendiri bangga dengan dirinya yang bisa naklukin jomblowati high quality.
__ADS_1
“Yahhhhhh GR dah tuhhh sampai senyum-senyum sendiri gitu anaknya” lanjut Bilandra sengaja mengejek Danendra yang malah semakin songong.
“Aku gitu lho, DANENDRA” jawab Danendra penuh penekanan menyebutkan namanya sendiri.
“By the way sahabat kamu juga lagi berlibur atau di jogja saja dia” tanya Danendra tiba-tiba.
“Dia lagi liburan juga Bi barengan sama keluarganya di Labuan Bajo” jawab Bilandra lugu.
“Video call gihhh yank pengen lihat kayak apa, sekalian mau nitipin kamu kalau sudah LDR an besok” pinta Danendra.
“Hmmm oke, wait ... semoga belum tidur ya” jawab Bilandra sembari mendial no Ita sahabatnya.
Tuutttt tuutttttt
Baru satu kali deringan sudah ada suara nyaring plus muka sahabatnya yang selalu renyah.
“Halloooooo sayang akuhhhhhhhh, udah ngga amnesia yaa, udah inget video call akuuu” cerocos Ita tanpa tedeng aling-aling.
Bukannya menjawab sahabatnya Bilandra malah menolehkan wajahnya dan pas berbisik di telinga Danendra yang siap sedia disamping dia.
“Etdahhhh bukannya jawab malah bisik-bisik, iya dehhh iya udah sold out, ganteng lagi mas nya” lanjut cerocos Ita.
“Haiii kenalin aku Danendra, aku cowoknya Bilandra yang ketemu di laut” sapa Danendra dengan suara bass nya.
“Ehhhh haiii mas, ehh kok mas ya kan tua an aku kan ya, berarti Danendra aja dehhh, salam kenal aku Ita” jawab Ita dengan logat khasnya dan dengan omongan absurdnya.
Bukannya menjawab malah Danendra tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar keabsurdan sahabat pacarnya.
“Ya ampunnnnnn kenapa jadi panjang kali kamu bicara wahai kisanak, omong-omong kamu aman kan belum di makan komodo” sahut Bilandra dengan mengarahkan layar hp ke mukanya.
“Ihhhh gitu ya doanya, amit-amit” jawab cepat Ita dengan tangan mengetok jidatnya sendiri ke meja didepan dia sekarang.
“Hihihihi bercanda sayang akuu” jawab Bilandra dengan dua jari membentuk huruf V.
__ADS_1
“Ehemmm selamat ya saii sudah menemukan tambatan hati disaat yang tidak terduga, aku kira kamu akan setia dengan status jomblowati kamu dan setia menjadi obat nyamuk aku dan Aer. Ehhhh ternyata langsung lho nemunya macam Danendra, cucok saiiiii. Baik-baik ya kalian, be happy always” doa beserta ucapan selamat menyatu diucapkan Ita tanpa jeda.
“Makasih saiiiii, panjang kali nafas dulu kalau omong takut sesek nafas aku dengernya” balas Bilandra dengan senyumnya. Begitu Danendra yang takjub dengan sahabat sejati pacarnya.
“By the way Laboan Bajo keren yaaa, kapan-kapan pengen dehh kesana” seloroh Danendra yang selalu dilihatin foto-foto Ita yang terkhusus dikirim untuk pamer ke Bilandra, begitu juga sebaliknya.
“Iya Danendra keren habis, besok dahh bawa tuhhh si kupret ke laboan bajo biar kelojotan dia” jawab Ita masih dengan keabsurdan nya.
“Pastii, kita bakal sampai sana” jawab Danendra dengan senyum nya.
“Hmmmm besok titip ya kalau sudah dijogja jagain pacar aku ini, kalau nakal langsung hubungi aku ya Ita” lanjut Danendra menitipkan pacarnya jika LDR nanti.
“Siappppp, dengan senang hati. Bakal aku iket dehhhh” jawab Ita semangat.
“Jangan diiket juga kaliii bambang” sahut Bilandra sewot.
“Hahahahahaha ... iya ngga diiket tapi dikandangin aja yaaa hahahahahah” menggelegar tawa Ita sampek penging ditelinga.
“ Ya sudah lanjut lagi deh Ta, have fun ya, see u, salam buat mami papi ya” potong Bilandra menutup video call nya.
“Oke dehh, have fun too, salam juga buat mama papa ayah bunda yaaaa, bye” jawab Ita dan menutup video call mereka.
“Hmmmm seru kan Bi, meriah ngobrol sama saru orang aja kayak ngobrol sama se RT” jelas Bilandra sambil senyum.
“Iya, ramai benerr dah tuh orang” Danendra mengiyakan Bilandra.
Malam semakin larut tidak membuat pasangan Danendra dan Bilandra beranjak dari tempat duduknya. Justru mereka semakin erat saling memeluk.
“Kamu belum ngantuk Ji” tanya Danendra yang semakin erat memeluk tubuh mungil Bilandra.
“Ngantuk, tapi aku masih ingin seperti ini Bi, nyaman dan tenang” jawab Bilandra dengen memejam matanya. Bukan tidur tapi sengaja Bilandra merasakan detak jantung kekasihnya yang sangat menenangkan.
“Semau kamu sayang, aku ada untuk kamu” bisik Danendra sembari mengecup pucuk kepala Bilandra.
__ADS_1