Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 6


__ADS_3

Bergegas menuju mobil yang diparkirkan di dek bawah kapal feri itu, keluarga Ais Wicaksana dan Bilandra berdesak-desakan dengan penumpang lain. Kebetulan penumpang kapal yang sama dengan mereka cukup penuh.


 


“Maaf aku pegang tangan kamu” bisik Danendra ditelinga Bilandra. Seketika blush on alami Bilandra merona.


“Soalnya ramai sekali, takut nya kamu kedorong-dorong jatuh, lecet kan aku sedih” Danendra melanjutkan kalimat narsisnya yang membuat si pipi tomat itu semakin merah karena malu dan tersanjung menjadi satu.


 


“Iya ngga apa-apa, lagian semua kenapa buru-buru sihh, slow aja kan juga bisa kan ya?” balas Bilandra berusaha tenang dan mengatur irama jantungnya yang sudah ngedance karena tangan yang bertaut.


 


Danendra hanya tersenyum cool menanggapi Bilandra yang menutupi tegangnya dengan gerutuannya. Ya jelas saja mereka berdesak-desakan kan sudah habbit penumpang warga +62 kalau ngga heboh kan ngga seru.


 


Sampailah didalam mobil keluarga Ais Wicaksana. Danendra sudah siap dibelakang kemudi, duduk disamping kirinya ayah Ais dan dikursi tengah ada bunda Ara dan Bilandra dan Raka sudah selonjoran di kursi belakang.


 


“Sudah masuk semua ya” tanya Danendra keseluruh penumpangnya sembari memakai kaca mata hitamnya.


 


“Sudaaaaahhhhhhhhhh, let’s goooooo pak supir” Raka yang menjawab dengan lantang.


 


“Ganteng” batin Bilandra sesaat menatap wajah Danendra dari kaca spion.


Matanya tajam dengan bola mata hitamnya, hidung yang mancung, rahang yang kuat, dibungkus kulit sawo matang cenderung gelap menambah kesan kelakian yang mengguncangkan dada Bilandra.


"Mimpi apa Ya Tuhan bisa bertemu dan berkenalan dengan laki-laki yang mampu menggoyahkan kejombloanku” lanjut batin Bilandra yang terus menerus memekikkan kekaguman.


 


“Hati-hati mas keluarnya” suara ayah Ais memecahkan lamunan Bilandra yang jauh melalang buana.


 

__ADS_1


“Iya ayah, kayak ngga pernah disetirin mas aja sih” jawab Danendra dengan congkaknya.


 


“Keluar dari sini kita cari resto dulu aja mas, makan siang sekalian ngeplan selanjutnya bagaimana, bunda maunya sih Bilandra sama kita aja kan tambah seru” bunda Ara mengutarakan niatannya.


"Lagian daripada sendirian, tar hilang lagi, kan sayang cantik gini hilang, mending dijadiin mantu aja kan" imbuh bunda Ara yang mengauto blush on Bilandra yang merah merona.


 


Tanpa suara Danendra menganggukan kepalanya tanda setuju dengan ide bundanya.


 


Bilandra mengeluarkan HPnya dan berniat mau ngechat sang mama. Sekalian mengalihkan kecanggungannya karena berada ditengah keluarga yang bahagia, ya itu kesan pertama Bilandra menilai keluarga Danendra ini.


Ayah dan bunda yang ramah, gaul, humble mengingatkan papa dan mamanya. Dan si kecil Raka yang usianya lebih tua dari adik perempuan satu-satunya Bilandra yang memang sudah terlihat bibit gantengnya.


 


“Mam, mbak sudah sampai pelabuhan gilimanuk ya, oh iya mam, di kapal mbak kenalan dengan keluarga om Ais dan tante Ara” tulis Blandra di kolom chat wa nya yang siap dikirim ke mamanya.


 


 


“Jadi tadi singkatnya mbak ketemu dan kenalan sama dua putranya, Danendra dan Raka, terus diajak barengan deh keluar dari kapal, kebetulan mereka mau liburan di Bali juga dan bawa mobil” Bilandra menjelaskan singkat pertemuannya dengan keluarga Danendra.


 


“Nanti mbak ceritain detail ya mam, sekarang mbak keluar pelabuhan dulu sambil cari resto, nanti diresto kami bahas bagaimana-bagaimananya” sambung chat Bilandra ke mamanya sebelum mama Udi menjawab chat sebelumnya.


 


Sementara perlahan mobil yang membawa keluarga Ais Wicaksana dan Bilandra sudah keluar dari pelabuhan. Cuaca mulai panas sekali tetapi sangat cerah. Positif vibes mulai terasa, semesta menyapa mereka.


 


“Jadi kita cari resto dulu ya bun” tanya Danendra memecahkan lamunan masing-masing manusia didalam mobil yang sama itu.


 

__ADS_1


“Iya mas, sebentar bunda coba search google dulu mana yang recomended” jawab bunda Ara yang update sekali. Tidak gaptek sama sekali.


 


Tangan lembut seorang ibu meluncur lincah memencet keybord iphone seri terbarunya dan berselancar ke dunia maya untuk mencari resto yang recomended.


“Ayam Betutu Men Tempeh saja gimana guys” bunda Ara merekomendasikan pilihan resto berdasarkan bintang review pengunjung di google.


 


“Boleh bun, sepertinya recomended, bintangnya banyak” balas ayah Ais yang juga berselencar di google untuk mencari resto yang akan mereka kunjungi.


 


“Lagian deket juga yah, Cuma 6 menitan, 1.1km lah kita sudah sampai dan bisa makan kenyang” bunda Ara semakin meyakinkan.


 


Dan benar saja ngga lebih dari enam menit rombongan ayah Ais and the gank sudah sampai ke lokasi yang dituju, Ayam Betutu Men Tempeh.


...----------------...


 


Ayam Betutu adalah kuliner khas Bali yang berasal dari Gianyar. Sejarah Ayam Betutu bermula dari olahan Ni Wayan Tempeh atau Men Tempeh yang berasal dari wilayah Abiansi, kota Gianyar pada 1976. Bersama dengan suaminya yang bernama I Nyoman Suratna yang berasal dari Bangli, Ni Wayan Tempeh mendirikan warung Ayam Betutu.


Citarasa pedas, kaya akan rempah dan aromatik tajam adalah gambaran rasa dari Ayam Betutu. Nama Betutu berasal dari kata be dan tunu. Be artinya daging, dan tunu artinya bakar. Jadi secara harfiah adalah daging yang dibakar. Ayam Betutu menggoda selera. Kuliner ini secara tradisional pada dasarnya merupakan ayam bakar yang dilabur dengan bumbu khas Bali yang bernama base genep lalu di panggang di api sekam. Namun, seiringin kemajuan zaman pembuatan Ayam Betutu juga dilakukan memakai oven atau alat panggang/bakar modern lain. Sebenarnya, Ayam Betutu merupakan hidangan untuk upacara keagamaan dan upacara adat di Bali, seperti otonan, odalan, dan juga acara pernikahan. Ayam Betutu dari proses oven. Namun karena sudah terkenal dan tenar, makanan ini sudah menjadi menu andalan di Bali dan bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung kesana. Saat ini, Ayam Betutu sudah menjamur di berbagai sudut provinsi Bali hingga di beberapa wilayah Indonesia.


(Search by :https://www-tribunnewswiki-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.tribunnewswiki.com/amp/2019/07/05/ayam-betutu?amp\_js\_v\=a6&amp\_gsa\=1&usqp\=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D\#aoh\=16332373727215&referrer\=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp\_tf\=Dari%20%251%24s&ampshare\=https%3A%2F%2Fwww.tribunnewswiki.com%2F2019%2F07%2F05%2Fayam-betutu).


...----------------...


 


Bunda Ara membaca artikel sambil menjelaskan kepada kami semua asal muasal si Ayam Betutu Men Tempeh yang sangat terkenal ini. Kami pun menganggukan kepala tanda mengerti penjelasan dari sang Bunda yang menjelma jadi guru sejarah.


 


“Ahhhh betapa bahagianya kalian hidup di era yang serba canggih, mau tau tentang apa tinggal ketik, mau bikin apa tinggal ketik, mau cari alamat tinggal ketik pula, tapi harus kalian ingat jari kalian itu yang menentukan apa kalian akan menjadi nitijen atau haters yang tidak berfaedah atau menjadikan kalian cerdas karena mampu melihat dunia hanya dengan mengetik” pesan bunda Ara yang dikemas dengan bahasa yang mudah di mengerti, apalagi masih ada Raka yang usianya baru tujuh tahun.


 

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari kedua putranya dan juga Bilandra. Mereka bertiga malah terpesona dengan bunda Ara yang flexibel bisa menjelma jadi siapa pun.


__ADS_2