Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 67


__ADS_3

Di jam yang sama tapi tempat yang berbeda, pasangan bucin LDR lainnya juga sedang dimabuk rindu. Tapi apa daya jarak memisahkan mereka. Yaa siapa lagi kalau bukan Kavi dan Lingga.


"Cinta ... Miss you so much" suara bass Kavi khas sekali dan selalu bikin kangen Lingga setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, pokoknya setiap saat.


"Miss you to cinta" jawab lembut Lingga sama dengan suara khasnya.


"Nanti jadi ke Semarang kan nganter eyang putri?" lanjut tanya Lingga yang memastikan sang mas pacar datang ke kotanya setelah tiga bulan lebih tidak berjumpa.


"Jadi ngga yaaa? Mau nya jadi apa ngga?" Kavi sengaja memancing sang mbak pacar nya uring -uringan dengan jawaban tidak pastinya.


"Ngga juga ngga apa - apa, ntar aku bisa hangout cari cowok yang ngga usah pakek LDR, jadi kan ngga kesiksa" jawab Lingga diluar ekspektasi Kavi. Bukan Lingga yang uring - uringan tapi justru Kavi yang dibuat deg - deg serrrr. Yang bener aja, dapetin seorang Lingga Putri harus banyak - banyak makan hati, sabar dan tidak punya harapan karena status awal mereka sepupu tanpa ikatan darah. Belum lagi jadi pendengar setia setiap keluh kesah dan bahagianya dia mencintai laki - laki lain yang tidak membalasnya dengan rasa yang sama. Kebayang bukan betapa gemasnya Kavi sama laki - laki yang menyia-nyiakan wanita yang sangat dia damba menjadi belahan jiwanya. Masak iya sekarang mau ikhlas gitu aja sang pujaan hati cari pacar lagi dengan alasan supaya ngga LDR, ya itu hmmmmm .. tidak bisa!!


"Ehhh .. Ehhhh bisa - bisanya ya punya cita - cita tidak mulia seperti itu, aku hamilin kamu ya cinta biar ngga punya cita - cita tidak terpuji seperti itu" omel Kavi yang auto seperti ibu - ibu kompleks yang lagi belanja di tukang sayur terus saling beradu argument.


"Hahahaha ...." tawa Lingga pecah begitu saja melihat Kavi yang auto ngomel dengan mimik muka paniknya.


" Lagiannnn ... Ditanya kok malah balik tanya" lanjut Lingga yang masih dengan tawa nya.


"Iya jadi cinta, nanti jam empat an kita on the way, sesuai request eyang, kayaknya ibu juga mau ikut" akhirnya Kavi menjawab dengan baik dan benar.


"Wahhhh .. Senengnya .. Ngga sabar aku cinta, aku mau peluk lamaaaaa sekaliiiii, biar kangennya hilang" Lingga yang sudah kegirangan dengan angannya.


"Ya udah nanti boleh dehhh mau ngapain jugaaaa, sekarang aku siap - siap dulu, cek mobil dulu terus tidur bentar biar nanti ngga ngantuk" tutup Kavi sebelum nanti mereka akhirnya bertemu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV : Danendra dan Bilandra Video Call


"Biarin aja jontor, biar tambah sexy Ji" jawab Danendra dengan senyum smriknya.


"Hmmmm lama ngga ketemu jadi tambah me sum gini yaaa pacar aku" jawab Bilandra dengan pura - pura bergidig ngeriiii.


"Ngga apa - apa sama calon istri sendiri ini (upsss semoga beneran ya Tuhan)" sahut Danendra dengan mantabnya.


"Beneran dehhh Ji, tambah sexy kamu, apalagi cuma pakek tingtop gitu hihhhhh jadi pengen .... " lanjut Danendra dengan suara parau me sum nya.


"Pengennn apa hayoooo ..?? Hihhh nakutin sahut Bilandra saat Danendra menggantungkan kalimatnya yang semakin menjurus keme suman.


"Dingin dari mana coba??? Dari hongkong ???" Bilandra yang mengikuti alur percakapan me sum Danendra tapi dipleset - plesetkan biar ngga fulgar.


Dalam hati mereka sebenarnya sama - sama bergejolak rasa yang tidak biasa. Disaat salah satu dari mereka memancing dengan percakapan me sum pasti khayalan mereka menyambut dengan imajinasi liarnya.


"Hehehehe mau liburan ke hongkong Ji? Ayoo ke disneyland seruu kayaknya" jawab Danendra auto serius.


"Ngga ahhh Bi, katanya mau ke Bromo, janjinya dulu liburan selanjutnya ke Bromo, ayah juga janji gitu" Bilandra menolak liburan ke hongkong tapi malah nagih janji liburan seru di Bromo.


"Iya .. Iya sayang, ngga lupa kok, besok yaa kalau sudah beres grand opening caffe kita dan setelah selesai semua urusan persekolahan kita, dapet kampus dulu, memfixkan jadi ambil apa dan dimana, kalau semua sudah beres kita bakal liburan selama yang kamu mau" jawab Danendra mengiyakan kemauan Bilandra.

__ADS_1


"Asyikkkkk .. Thank you Bi" jawab sumringah Bilandra yang terlihat dari layar iphone masing - masing.


Gadget yang digunakan masing - masing baik Danendra dan Bilandra sekarang sama persis, seri dan warnanya. Gimana ngga sama iphone keluaran terbaru adalah hadiah anniversary tiga bulan hubungan pacaran mereka. Terkesan berlebih tapi Danendra ngga ngrepotin ayah ataupun bunda. Semua yang dia berikan untuk Bilandra adalah hasil kerja cerdas dan kerasnya.


"Senyum bahagia kamu adalah energi aku sayang, so aku ngga akan buat senyum bahagia itu hilang dari wajah ayu kamu, i'm promise" Danendra yang selalu tiba - tiba mengswitch obrolan dari me sum ke serius.


"I hope to" jawab singkat Bilandra dengan senyum bahagia yang terus mengembang. Sampai saat ini enam bulan usia hubungan mereka masih banyak manisnya ketimbang pahitnya, atau malah belum ngerasain pahit baru sedikit hambar saja hanya karena misscomunication atau hal - hal sepele lainnya.


"Haduhhh .. Haduhhhh anak cantik sama anak ganteng mama lagi pacaran nihhh yaaa?" tiba - tiba muncul mama Udi yang sudah gabung dalam obrolan manis dua anak manusia yang lagi pacaran lewat video call.


"Kaget aku mam" Bilandra melonjak kaget karena mama Udi sudah ada dibelakang kepala Bilandra yang duduk di tepi tempat tidur.


"Hihihi .. Upss maaf .. Kaget yaaa" jawab mama Udi tanpa rasa bersalah.


"Haiii mama aku sayang, aku kangen" sahut Danendra diujung telfon video callnya.


"Haiii anak ganteng mama, mama juga kangen sama mas Danendra"balas mama Udi dengan kecupan - kecupan jarak jauhnya.


"Sabar .. Minggu depan juga ketemu, nanti dipuas - puasin dehhh yaa" lanjut mama Udi memberi angin sejuk.


"Yess mam, mama sama papa jadi sibuk yaa prepare grand opening caffe" jawab Danendra tanpa ada suara canggung lagi sama calon mama mertuanya (semoga yaa).


"Apanya yang sibuk sihh mas, orang dibantuin EO juga kok, mama kan cuma mandorin aja, konsep juga dari kalian berdua, malahan mama bangga banget sama kalian, apalagi sama kamu mas, terima kasih ya sudah mengajarkan banyak hal baru buat Bilandra, begitu juga mama yang tadi nya mager buat produktif. Sekarang jadi ketularan aura bisnis keluarga Wicaksana" jawab mama Udi sekaligus berterima kasih untuk semua yang sudah Danendra tularkan ke Bilandra khususnya dan tentunya hal positif untuk diri mama sendiri dan juga keluarganya.

__ADS_1


"Sama - sama mama, mama itu hebat juga papa dan tentunya Bilandra. Aku cuma sharing apa yang aku mampu, terima kasih juga ya mam untuk semuanya khususnya buat aku" jawab Danendra dengan rendah hati dan senyum kegantengan yang maksimal.


__ADS_2