Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 31


__ADS_3

Makan malam keluarga berlangsung syahdu. Banyak pesan dari para orang tua untuk Danendra dan Bilandra. Restu sudah mereka kantongi, tinggal waktu saja yang memberi jawaban nanti.


 


Sampai di hotel ayah dan papa masih lanjut duduk ngobrol santai. Bunda dan mama sibuk packing karena besok pagi mereka check out. Abhinaya dan Raka tentunya sudah menggapai mimpinya. Danendra dan Bilandra pun sudah dikamar masing-masing untuk packing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Pov Bilandra.


 


Malam terakhir ini, kok aku masih sedih ya, ngga rela banget kalau harus jauh dari kamu Bi. Tapi ya bagaimana lagi, memang harus begini dulu. Mungkin pertemuan kita dipermudah bahkan sampai rasa dihati pun sangat cepat tumbuh di hati kita, belum lagi restu orang tua kita. Dan setelah ini saatnya kita berjuang untuk hubungan kita. Dan aku harus bisa. Aku harus mampu menjaga.


 


Klekkk ...


 


“Sayang” suara Danendra membuyarkan lamunan Bilandra.


 


“Hmmm sudah sayang, kamu sudah selesai” jawab Bilandra.


 


“Sudah dong cuma dikit doang” Danendra menjawab sembari duduk di samping Bilandra yang terlihat sendu.


 


“Aku tahu kamu masih sangat sedih ya, ayo dong sayang harus happy, pasti kita bisa” lanjut Danendra yang merengkuh tubuh mungil Bilandra dalam pelukannya.


 


“Aku takut, aku ngga mau, aku maunya ada kamu” Bilandra terisak dalam pelukan Danendra.


 


Tidak ada percakapan lagi, Danendra membiarkan Bilandra menumpahkan air mata yang mungkin sudah dia tahan seharian ini. Dengan lembut Danendra mengelus punggung Bilandra yang bergetar karena terisak.


Hampir satu jam Danendra membiarkan Bilandra menangis dalam pelukannya. Sampai Danendra merasakan sudah tidak ada getaran lagi dari tubuh Bilandra.

__ADS_1


 


“Sudah nangisnya hmmm” Danendra mengurai pelukannya dan memegang lengan Bilandra dan menatapnya tajam.


 


Bilandra hanya menganggukkan kepalanya.


 


“Mau keluar ngga, nyantai di ruang TV atau mau ditepi kolam lagi” ajak Danendra.


 


Masih dalam diam tetapi Bilandra menganggukan kepalanya tanda setuju. Diluar juga sudah terlihat sepi, yang lain mungkin sudah istirahat karena memang sudah dini hari.


 


“Aku ambilkan minum dulu ya kamu disini aja” Danendra membawa Bilandra di ruang santai dan dia berjalan ke dapur untuk mengambil air putih.


 


“Ini minum dulu buat ganti air mata kamu tadi yang udah satu jam jatuh berurai” goda Danendra sembari memberikan segelas air putih untuk Bilandra.


 


 


“Sini Ji duduk disebelah aku” tarik Danendra membawa Bilandra duduk dikarpet bulu yang lembut.


 


Tanpa ada penolakan Bilandra mengikuti perintah Danendra yang menariknya untuk duduk disampingnya.


 


“Sudah ya sedihnya, lama-lama aku juga bakal ikutan sedih Ji, padahal aku udah nguatin hati aku lho” Danendra memulai obrolan sembari membawa Bilandra dalam pelukannya.


 


“Kan tadi juga udah diwejangin sama ayah, bunda, mama, papa dan kita juga sudah membahas tuntas. Raga kita memang jauh tapi hati aku ada disini Ji” jelas Danendra sambil menunjuk dada Bilandra.


 


“Ada kamu juga disini” lanjut Danendra sambil menunjuk dadanya sendiri.

__ADS_1


 


“Ngga perlu takut apapun itu, selama kita sama-sama menjaga pasti semua akan baik-baik saja. Iya aku tahu saat memulai akan terasa berat tapi nanti akan terbiasa Ji. Kamu juga sebentar lagi bakal sibuk dengan Ujian begiti juga aku, tapi bukan berarti kita lost contact hanya saja waktu pasti akan cepat berlalu. Walau jauh aku selalu ada buat kamu Ji” kembali Danendra menenangkan Bilandra. Bilandra tidak menjawab apapun dia hanya semakin mengeratkan pelukannya.


 


Andai kamu tau Ji, aku pun takut sama seperti kamu. Tapi aku harus terlihat baik-baik saja karena tidak mungkin kita sama-sama takut. Aku janji sekuat aku, semampu aku menjaga semua Ji, batin Danendra sambil terus memeluk Bilandra dalam pelukannya.


Perlahan dia angkat wajah Bilandra yang terlihat sembab matanya. Danendra cium mata kanan dan kiri Bilandra bergantian. Menyatukan hidung mereka dan perlahan ******* bibir mungil Bilandra yang mungil. Tanpa perlawanan Bilandra mengikuti setiap ******* Danendra. Sangat lembut Danendra semakin memperdalam ciumannya. Meski sama-sama pertama tapi mereka mengikuti naluri saja. Perlahan Danendra turun mengecup leher Bilandra. Mulai terbawa suasana yang menuntut. Danendra melepas ciumannya. Mengecup sekilas Bilandra.


 


“Takut kebawa suasana Ji, maafin aku” Danendra membisikkan ketelinga Bilandra dengan nafas yang menderu.


 


Tidak menjawab justru Bilandra mengecup Bibir Danendra lembut.


Malam terakhir di pulau Bali mereka tutup dengan ciuman yang saling menuntut. Akhirnya mereka sama-sama terlelap di ruang santai itu karena sebenarnya mereka sama-sama lelah setelah seharian tadi menjelajah Bali. Seperti biasa tangan mereka saling bertaut meskipun masing-masing menjelajah alam mimpi.


 Seperti biasa ibu-ibu bangun lebih awal. Dan seperti biasa ibu-ibulah yang selalu melihat pemandangan teruwu di pagi hari.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 “Yahhh mereka pindah tempat bun” mama Udi pertama komentar melihat pemandangan teruwu dipagi hari.


 “Mungkin cari spot baru biar seru mam” jawab bunda Ara dengan senyum jahilnya.


 “Dasarrrrr” omel mama Udi yang dikuti gelengan kepala kedua ibu-ibu yang setiap pagi mempunyai tugas negara menyiapkan sarapan.


 Tidak seperti biasa kali ini Bilandra sedikit terusik dengan riuhnya mama dan bunda yang sibuk menyiapakan sarapan.


 Dengan mengucek mata dengan salah satu tangannya yang tidak bertaut dengan tangan Danendra menyelaraskan cahaya matahari yang masuk lewat jendela. Tersenyum simpul Bilandra menatap Danendra yang masih terlelap dengan satu tangan menggenggam tangannya dan satu tangan dia tutupkan dimatanya. Perlahan Bilandra melepaskan genggaman tangan Danendra dan mengecup pipinya dengan lembut. Setelah terlepas dari genggaman tangan kokoh itu Bilandra berjalan kedapur menyusul mama dan bunda yang terlihat cekatan dalam tugasnya.


 “Selamat pagi mama bunda aku yang terlove” sapa Bilandra dengan senyum cantiknya.


 “Selamat pagi” jawab bunda dan mama kompak tanpa menoleh ke suara yang menyapanya.


 “Cuci muka, sikat gigi dulu mbak, syukur-syukur langsung mandi baru dehhh sarapan” lanjut mama Udi sembari sibuk menyiapkan omlete untuk sarapan mereka.


 “Siap mam, aku ke kamar dulu ya” jawab Bilandra patuh jalan ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap tentunya karena mereka akan check out pagi ini.


Setelah satu jam an para ibu-ibu menyiapkan sarapan, mulai deh tugas kedua adalah membangunkan pasukannya.


Setelah semua siap termasuk para ibu-ibu juga mempersiapkan dirinya sendiri disinilah mereka berkumpul, di meja makan tentunya.

__ADS_1


Dan Danendra bukannya terusik justru semakin lelap dalama tidurnya. Karena memang dia paling larut tidur karena setelah berhasil menenangkan kekasihnya dia sibuk dengan dirinya sendiri. Lebih tepatnya dia bergelut dengan dirinya sendiri, meyakinkan dirinya sendiri kalau semua akan baik-baik saja dan akan terbiasa. Sampai dia pun lelah sendiri dengan pergelutan batinnya dan akhirnya tertidur di jam tiga pagi. Dan tentunya tidak ada yang tahu kalau dia baru terlelap di jam tiga pagi.


__ADS_2