
Senja membawa masing-masing dari mereka berempat, Danendra, Bilandra, Kavi dan juga Lingga ke dalam angannya sendiri-sendiri. Ternyata ada yang sama dari mereka adalah seperti sekarang diam dalam senja. Angan mereka bergulat di pikiran masing-masing. Banyak syukur tentunya dan mengafirmasi diri menjadi versi terbaik sembari menatap indahnya semesta yang dilukiskan dengan senja.
Satu hal yang sama adalah mereka berharap selalu dapat menikmati senja bersama selalu dengan kekasih hati mereka masing-masing. Begitu juga dengan Kavi yang dalam diamnya terus menyemogakan setelah senja hari ini akan selalu ada senja - senja selanjutnya yang bisa dia dan Lingga nikmati bersama dalam ikatan yang sesungguhnya, tidak ada gamang dihati Lingga tentunya.
Sama juga dengan Danendra yang sudah melewati beberapa senja bersama Bilandra tentunya. Senja di Pulau Bali adalah waktu pertama mereka dan sekarang senja di Candi Ijo, Yogyakarta adalah senja kesekian ditempat yang berbeda, mereka masih sama, diam dengan pandangan mata nanar penuh kekaguman.
"I love you" suara Danendra dan Kavi bersamaan dan cukup lirih tapi sangat jelas ditelinga Bilandra ataupun Lingga yang berdiri ditengah antara Danendra dan Kavi berdiri.
"I love you too" jawab Bilandra dan Lingga bersamaan dan kompak menatap tajam mata dari pasangan mereka masing - masing. Tentunya dengan senyum bahagia yang tidak mereka buat - buat, begitu saja tercetak di bibir dua gadis cantik.
Tiga puluh menit berlalu dan senja pun ikut berlalu berganti dengan gelap malam dengan bertabur bintang. Mereka berempat pun bersiap untuk kembali ke titik awal mereka tadi yaitu Tebing Breksi dan selanjutnya meluncur pulang ke rumah Bilandra karena mereka memang sudah ditunggu untuk makan malam bersama. Begitu juga Ita dan Aer sudah sibuk bantuin mama Udi dan bunda Ara menyiapkan aneka macam grill dan tom yam yang menjadi menu makan malam bersama dua keluarga ditambah tiga pasangan bucin.
"Kalian jadi kan makan malam dirumah aku, udah ditungguin sama bunda dan mama" Bilandra memastikan ke Lingga dan juga Kavi saat mereka sudah sampai di parkiran mobil yang ternyata lagi mobil Kavi dan Danendra terparkir bersebelahan. Dua mobil gagah perkasa seperti yang punya, Range Rover dan Pajero Sport hitam pekat parkir bersebelahan.
"Iya jadi kok, kan tadi juga udah janji sama tante Ara" jawab Lingga lembut dengan posisi tangannya yang sudah terlampau nyaman menggaet lengan kekar Kavi.
"Iya tadi juga aku udah ijin bapak, ibu sama eyang putri kalau kita makan malam di rumah kamu" tambah Kavi memastikan jika mereka akan sama - sama meluncur ke rumah Bilandra.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu mari kita pulang, cacing diperut saya sudah demo ini" ajak Danendra sembari berjalan membukakan pintu untuk Bilandra dan tentunya diikuti oleh Kavi yang membukakan pintu Lingga untuk pertama kalinya secara spesial, itu hanya dia dan Lingga yang bisa mengurai perasaannya saat ini.
Dua mobil hitam pekat berjalan keluar dari Tebing Breksi menuju rumah Bilandra. Danendra lebih dulu sekaligus untuk guidenya karena Kavi tentunya belum tahu dimana rumah Bilandra, walau Lingga pernah bertemu mereka di supermarket depan kompleks rumah Bilandra. Dan sepertinya tidak jauh dari rumah Kavi yang satu rumah dengan eyang putrinya.
Tidak sampai satu jam mereka sudah sampai dirumah Bilandra yang ternyata memang tidak jauh dari rumah Kavi. Mereka pun turun dari mobil mereka masing - masing. Dan tentunya langsung disambut dengan teriakan dua anak gembul yang doyan makan dan jajan, Raka dan Abhinaya.
"Mas ... Mbak ... Ihhh kemana aja sihhhh, lama bener udah keburu lapar ini" dan ocehan itu yang terucap dari mulut kecil dua anak, siapa lagi kalau bukan Raka dan Abhinaya tentunya.
"Ya ampun kenapa kalian langsung emosi begini sih, peluk dulu kek mas, emang kalian ngga rindu apa?" jawab Danendra yang sangat terkejut dengan sambutan duo gembul yang ngga pernah jauh dari makan, jajan dan mainan tentunya.
"Kalau kangen peluk dong mas nya" jawab Danendra dengan posisi badannya jongkok dan merentangkan tangan kekarnya dan otomatis Abhinaya berlari masuk kepelukan calon mas iparnya, semoga yaa Tuhan.
"Hmmm mulai dech miss drama queen ini" sahut Bilandra sembari menggeleng - gelengkan kepala sekaligus mengusap pucuk kepala adik satu - satunya.
"Ehhh sampai dicuekin ini tamunya, ayoo Kavi Lingga langsung masuk menthok aja ke belakang, udah ramai tuhhh sepertinya" ajak Bilandra ramah pada tamunya.
"Lho .. Kok ada mbak Lingga?" Raka yang heran kenapa dunia ini begitu sempit karena ketemunya orang - orang yang dia kenal lagi, cuma bedanya ketemunya di kota orang.
__ADS_1
"Hallo Raka .. Bingung yaa kok ada mbak disini, iya nihhh mbak diculik tadi sama mas Danendra dan mbak Bilandra dibawa kesini dehhh" jawab Lingga dengan keabsurdannya, yang tentunya bukan memberi pencerahan tetapi kebutekkan.
"Terus itu siapa mas nya, ganteng juga kayak mas Danendra" celoteh Abhinaya yang sudah dalam gendongan Danendra.
"Hallo cewek kecil, kenalin aku Kavi Reza, kamu boleh panggil aku mas Kavi atau mas ganteng" jawab Kavi sambil menoel pipi chubby Abhinaya yang selalu menjadi towel -towelan mas, mbak, mama, papa, ayah dan bunda juga.
"Ehemmmm ... Permisi, mas mbak mau didepan aja, ngga nyadar dehhh kita sudah kelaparan lho ini, lima menit lagi kalian ngga datang, kita bisa mati kelaparan lho iniii, ehh kok malah jumpa pers disini bukannya buru - buru cuci tangan, cuci kaki, ganti baju terus bobok, ehh kok bobok sihhh makan maksudnya, buruan dehhhh kenapa mesti dijemput pakek omelan emak tiri sihhh" tiba - tiba miss ngomel Ita sudah berdiri di pintu dengan sendok sayur ditangannya siap untuk nggetok kepala orang - orang yang ditunggu malah asyik bercengkrama dengan duo bocil.
"Waduwwww emak tiri udah beraksi, ayooo buruan masuk keburu tuhhh sendok sayur melayang ke kepala kita" ajak Bilandra sembari menarik tangan Lingga yang senyum melihat keabsurdan Ita yang belum dia dan Kavi kenal juga tentunya.
"Selamat malam semuaaa ... Mama aku, bunda aku, papa aku, ayah aku ... " Bilandra yang sudah sampai teras belakang rumahnya langsung menyapa para orang tua yang sudah menikmati makan malamnya ternyata.
"Selamat malam dan selamat datang anak cantik, buruan bersih - bersih badan dulu baru makan" sambut bunda Ara mewakili para tetua yang lain.
"Ehhh ada Lingga juga sama siapa tadi pacarnya tante lupa namanya" lanjut bunda Ara menyambut ramah Lingga dan Kavi.
"Kavi tante" sahut Lingga sembari berjalan ke arah para orang tua dan salim diikuti Kavi dan Danendra tentunya.
__ADS_1