Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 54


__ADS_3

"Hai hati ... Cukup tertamengi dengan kelembutan panggilan dan genggaman tangan dari laki-laki yang selama ini aku kenal sebagai adik sepupuku. Tapi untuk kesekian kalinya dia yang aku sebut adik adalah laki-laki yang berusaha mengobati sakit ini dengan diamnya saat aku bercerita, memelukku saat aku hancur, menggenggam tangan ini saat aku rapuh. Ahhh .. Kenapa mesti kamu Kavi laki-laki yang mentreat aku like a queen. Aku tidak pantas untuk kamu, aku takut sakit ini sembuh dan akan terluka lebih dalam lagi karena rasa cinta mulai tumbuh untuk kamu" batin Lingga yang berkecamuk ditengah-tengah perbincangan yang mulai hangat antara empat orang remaja menginjak dewasa dan menyimpan masing-masing rasa untuk masing-masing yang mereka cinta.


Terdengar sudah renyah obrolan antara Danendra, Bilandra, Kavi dan juga Lingga. Disini Danendra dan Bilandra tahu kalau Kavi adalah pacar Lingga bukan adik sepupu tanpa hubungan darah dengan Lingga. Baik Kavi ataupun Lingga pun sempurna memerankan sepasang kekasih yang sama-sama dimabuk asmara seperti pasangan bucin Danendra dan juga Bilandra.


"Kavi berarti tinggal di Jogja ya" tanya Bilandra menyemarakkan percakapan antara mereka berempat.


"Iya, aku tinggal di Jogja dan memang tulen "Uwong Jogja" seperti kamu juga ya, yang bukannorang Jogja cuma Danendra saja dong, Lingga kan juga asli Jogja cuma harus pindah aja ke Semarang karena ikut papinya pindah tugas" jawab Kavi yang tidak lepas menggenggam tangan Lingga sepanjang mereka ngobrol bareng.


"Wah iya ya, aku saja yang bukan orang Jogja tapi setidaknya kita samaan dong ya, pelaku LDR" sahut Danendra dengan tawa kecilnya.


"Tapi sepertinya kalian lebih suhu nih dari kita yang baru seumur jagung jadi pelakon LDR" lanjut Danendra merendah sekaligus keppo dengan berapa lama hubungan antara Kavi dan Lingga terjalin. Karena di sekolah Lingga tidak terlihat punya special boy friend a.k.a pacar ternyata pacarnya ada di Jogja yang otomatis LDR pula.


"Kami sudah jalan enam bulan bro, lumayanlah udah ngerasain gunjang ganjing LDR yang cukup wow, bukan begitu cinta" jawab Kavi yang memang seolah menjadi jubir Lingga karena Kavi ingin melindungi hati yang sudah hancur, biar ngga semakin jadi bubur.


"Hmm cukup lama ya, apalah kita yang baru dua minggu lebih dikit, ya ngga Ji" Danendra menanggapi jawaban Kavi dengan tangannya yang ngga bisa kalau ngga noel hidung Bilandra walau satu tangannya sibuk menggenggam erat tangan Bilandra.


"Seru kok, nanti juga kalian bakal enjoy ngejalaninnya, kayak kita ini" Lingga yang sedari tadi banyak diam dan menjadi pendengar setia mengeluarkan statmentnya juga akhirnya.

__ADS_1


"Panjangin aja ya ususnya wahai kaum adam, maafkan kami para hawa yang suka ngga jelasnya mau nya apa" lanjut Lingga dengan tawa yang renyah.


"Tuhhh kan, dengerin Bi" sahut Bilandra yang ikut tertawa karena merasa punya koalisi sekarang. Bisa jadi pembenaran kalau lagi pengen ego-egoan ntar kalau ada masalah.


"Yah mereka kong kalikong dong Vi" jawab Danendra dibuat sewot tapi tetep dengan senyum yang tidak tertinggal.


"Gampang bro kalau lagi gitu diemin aja dulu tar juga ada yang minimal chat lah bilang gini nih .. Maafin aku .. tar balesnya jangan langsung Ndra biarin sampai di telfon, kalau pengen lebih wow tunggu di video call pasti lebih seru" Kavi merespon sewotnya Danendra yang tidak sebenarnya. Dengan tangan yang mengusap lembut pucuk kepala Lingga dan spontan mencium punggung tangan Lingga yang dia genggan dengan satu tangannya.


Deg ...


"Aihhh apa-apaan ini Kavi. Kenapa kamu setulus ini. Kavi please aku masih sangat terluka memang tapi aku tenang saat kamu seperti ini. Kalau aku sembuh dan kembali mencinta dan itu cinta kamu, apakah semua akan baik-baik saja" batin Lingga yang terperangah dengan tindakan Kavi mencium punggung tangannya. Baru kali pertama ada laki-laki yang memang mempunyai rasa cinta dan rasa ingin memiliki layaknya kekasih mencium punggung tangannya denga mesra. Dan sialnya rasa yang dia punya sampai dihati Lingga.


"Aduh .. Aduh Bi personil couple bucin tambah satu nih membernya" oceh Bilandra saat melihat Kavi dengan lembut dan mata penuh rasa sayang mencium punggung tangan Lingga.


"Yess, sepertinya begitu Ji" jawab Danendra sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Ternyata kaum bucin tidak cuma dia dan Bilandra ternyata.


"Emang personil pasangan bucin siapa aja" tanya Lingga dengan lugunya karena sudah bisa mengatur ritme jantungnya yang dibuat ngedance oleh Kavi.

__ADS_1


"Sesepuh pasangan bucin ada Ita dan Aer, mereka itu sahabat aku. Terus ada pasangan bucin yang kedua ada kamu sama Kavi, dan terakhir siapa lagi kalau bukan aku dan dia" jawab Bilandra sembari mengedipkan mata genitnya ke Danendra.


"Lhoh kenapa aku jadi nomor dua dong" tanya Lingga yang ternyata cukup cermat mendengarkan urutan pasangan bucin versi Bilandra.


"Iya dong, secara kalian kan lebih senior dari hubungan kami" jawab Bilandra dengan semangat membara.


"Hmmm jadi lamanya nih yang jadi nomor urut pasangan bucin" komentar Kavi diikuti gelak tawa mereka berempat yang sudah semakin akrab. Ngga tahu aja tadi ada yang mati-matian melawan rasa sakit dihati. Sekarang sih masih sakit cuma sudah diperban dan diobati jadi dijamin ngga infeksi.


"Next time kita hangout bareng ya trio couple bucin" ajak Bilandra semakin semangat dengan membayangkan betapa uwunya mereka.


"Boleh banget tuh, setuju kan cinta" jawab Lingga lepas tanpa beban apapun. Justru hal itu gantian membuat Kavi terkejut yang tertahan. Andai ini adalah kenyataan, panggilan cinta itu memang untuk aku, ahhh betapa beruntungnya dan bahagianya aku jadi laki-laki spesial kamu Lingga, cintaku.


"Setuju banget dong" jawab Kavi sembari matanya terpancar aura kebahagiaan yang hakiki.


"Boleh tuhh, besok next week ke Semarang dong ya gantian, ntar nongki bareng deh di salah satu caffe kamu boleh dong Ndra" komentar Lingga yang sudah terdengar tidak ada beban ataupun rasa sakit yang menyayat pilu.


"Boleh banget, mau dateng ke tiga-tiganya juga boleh, sekalian nemenin aku sidak ya" jawab Danendra dengan kelakarnya diikuti tawa yang lain tanda mereka juga setuju dengan ide Lingga.

__ADS_1


"Oke baiklah cinta, sepertinya setelah pertemuan ini akan ada pertemuan-pertemuan lain yang justru datang dari ide kamu dan dengan senang hati aku akan ikuti semua alurnya, sampai nanti di waktu yang hanya kamu yang bisa rasakan, kamu akan datang sebagai Lingga Putri pacar aku" batin Kavi yang bahagia luar biasa.


__ADS_2