Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 27


__ADS_3

Seperti perjalanan berangkat tadi butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit untuk sampai ke hotel. Yang berbeda cuma penumpangnya bertambah tiga orang yang merubah posisi penumpang. Yang tadi tangan Danendra tidak lepas dari tautan tangan Bilandra, perjalanan pulang ke hotel di kursi penumpang samping kemudi adalah calon papa mertuanya, ngga mungkin dong tangannya saling bertautan.


 


Sampai di hotel bunda Ara dan ayah Ais sudah menyambut dengan senyum merekahnya. Berdeda Raka yang tertidur didepan TV karena saking capeknya seharian berendam dan dikerjain mas nya.


 


“Selamat datang calon besan aku” sambut bunda Ara renyah serenyah snack kentang kesukaan Raka.


 


“Terima kasih bunda besan, wowwww indah sekali stay vacationnya, bisa-bisa ngga mau balik nihh ke jogja” jawab mama Udi yang tak kalah renyah plus meleking memekakkan telinga.


 


Berpelukan dan cipika cipiki adalah kegiatan selanjutnya antara mama Udi dan bunda Ara tentunya. Tidak ketinggalan papa Iyo dan ayah Ais cukup bersalaman ala bapak-bapak berwibawa giti dehhh. Begitupun Abhinaya yang sudah otomatis salim ke bunda Ara dan ayah Ais.


 


“Ini pasti si cantik Abhinaya ya” bunda Ara tanpa basa basi langsung menoel pipi tembem si Abhinaya.


 


“Iya bunda, aku Abhinaya adeknya mbak Bilandra, tapi aku lebih cantik dari mbak kan bunda” jawab Abhinaya dengan gamblang tanpa tedeng aling-aling yang langsung spontan disambut riuh para orang tua dan juga mbaknya yang bersangkutan alias Blandra.


 


“Masak sihh lebih cantik, coba mas lihat sini” sahut Danendra dari dalam ruangan selepas menaruh koper papa mama dalam kamar.


 


Mimik muka bocah lima tahun yang mendeklarasikan dirinya lebih cantik dari mbaknya itu auto bersemu merah karena malu-malu kucing.


 


“Ehhh iya lho cantikan Abhinaya lho dari mbak Bilandra, sini sayang sama mas, mas punya jajanan buanyakkkk banget” sambung Danendra sambil berjalan ke arah Abhinaya dan dengan satu tangannya sudah bisa mengangkat tubuh anak lima tahun itu untuk dibawa ke pantry yang penuh dengan jajanan.


 


“Lhohhh malah pada berdiri aja, ayo masuk mam pap pasti capek ya, tadi anak-anak ngga telat kan jemputnya” ayah Ais mempersilahkan orangtua Bilandra untuk masuk ruang santai sekaligus ruang TV.

__ADS_1


 


“Ngga telat kok yah, malahan mereka yang sudah nunggu kita” jawab papa Iyo sambil duduk menselonjorkan kakinya. Diikuti mama Udi dan bunda Ara tentunya. Pastinya Abhinaya sudah aman sama calon mas ipar dan mbaknya.


 


“Ini Raka ya bun” mama Udi gagal fokus dengan Raka yang semakin nyenyak ditengah kebisingan.


 


“Iya mam, maaf yaa udah molor dia habisnya tadi seharian direndem sama mas dan mbaknya sampek gelap gulita tuhh” jawab bunda Ara sambil perlahan membangunkan Raka, Seperti pesannya tadi kalau dia ketiduran minta dibangunin karena ngga mau ketinggalan bbq an.


 


Dengan sedikit drama akhirnya si Raka bangun juga, muka bantalnya auto malu saat lihat disekelilingnya sudah ada mama papa Bilandra.


 


“Salim dulu dek sama mama Udi sama papa Iyo” teriak bunda Ara dari pantry karena sedang mengambil minuman untuk tamu-tamunya, sekalian suaminya.


 


 


“Hallo mam .. hallo pap, aku Raka” perkenalan diri ala Raka yang baru bangun bobok sore menjelang malam.


 


“Hallo anak ganteng, boboknya jadi keganggu ya nak” jawab mama Udi sembari memeluk Raka dengan gemas karena si ndut ini memang menggemaskan.


 


“Ngga kok mam, kan aku memang harus bangun karena aku mau bbq an juga dong masak aku ngga ikut makan” jawab lugu Raka si bocah doyan makan dan tercermin dari bentuk tubuhnya yang padat berisi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu jam tanpa terasa keluarga besar sekali ini saling bercerita di pertemuan pertama tanpa rasa canggung karena memang satu frekuensi memang. Para orang tua asyik bercerita di ruang santai begitu juga anak-anak yang diketuai oleh Danendra pastinya asyik bermain kembang api di tepian kolam renang. Staff hotel juga sudah sibuk menyiapkan pesta bbq ala-ala.


 “Bunnnnnn .. aku lapar” teriak Raka dari tepi kolam.


 “Wahh alarm aku udah nyala tuh mam, yuk kita makan malam yang sangat telat dulu yukkk keburu alarm lain juga bunyi” ajak bunda Ara ke para tetua lainnya dan tidak menjawab terikan si anak bontotnya.

__ADS_1


 Tanpa banyak reason lagi, para tetua menuju lokasi bbq yang sudah tersedia. Aroma daging bakar dan teman-temannya mengundang mereka tanpa terkecuali.


 Dalam kehangatan keluarga dan riuh canda tawa mereka melebur menjadi satu. Harmonis sekali memang dua keluarga yang dipertemukan karena takdir. Bunda Ara dengan cekatan meladeni ayah Ais dan Raka, begitu juga mama Udi yang meladeni papa Iyo dan Abhinaya. Jangan ditanya dimana Danendra dan Bilandra. Iya mereka bergabung menjadi satu tetapi seperti punya dunia sendiri, harap maklum ya pasangan baru dan ter uwuuuu.


 Waktu semakin bergulir, tanpa terasa sudah tengah malam saja. Si anak bontot sudah berlayar kembali ke alam mimpi, selain kecapekan pastinya mereka sangat kekenyangan. Staff hotel pun sudah lepas tugas. Para tetua juga sudah mulai low bath. Berbeda pastinya dengan dua anak manusia yang masih kasmaran. Mereka masih asyik bercanda, bercerita dan tidak ketinggalan bermesraan.


 “Mbak mas, kita istirahat dulu ya, udah lelah sekali kita” teriak mama Udi mewakili orang tua lain yang hanya menyunggingkan senyum.


 “Kalian kalau mau bobok dikolam lagi boleh kok” imbuh bunda Ara dengan nada menggodanya.


 “Manfaatin waktulah sebelum LDR yang sungguh menyiksa dan tidak mudah” tambah papa Iyo menambah drama para tetua yang memang titisan aktor dan aktris profesional.


 “Iya lho ini sudah jumat, terus sabtu terus minggu dan dadaaahhhhh” goda ayah Ais tidak ketinggalan.


 Danendra dan Bilandra yang kompak nengok ke arah orang tua mereka cuma bisa bengong dan takjub akan kekompakan orang tua mereka yang terkadang sungguh absurd.


 “Udah dehhhh ngga usah sok bikin galau, kalau pada mau istirahat ya istirahat aja tar masuk angin lagi secara kan sudah sepuh-sepuh, biarkanlah kami merenda kasih disini” jawab Danendra yang tidak kalah konyolnya.


Bilandra yang mendengar dan menjadi tokoh utama wanita yang  di bully malah cengar cengir ngga jelas. Sudah habis kata sepertinya Bilandra.


 “Baiklah, kita istirahat dulu ya” kompak para orang tua.


 Otomatis ayah Ais menggendong Raka dan papa Iyo menggendong Abhinaya yang sudah lebih dulu molor. Disusul bunda dan mama dibelakang masing-masing pasukan.


 Suasana menjadi sangat sepi. Syahdu. Dan bintang sangat indah dilangit malam itu. Danendra dan Bilandra yang baru saja bisa diam dari ketawanya karena melihat tingkah para orangtuanya hanya diam membisu terbawa pikiran masing-masing.


 “Bi” tiba-tiba suara Bilandra memecah angan mereka. Mata Bilandra masih lurus menatap bintang di langit tapi tangannya tidak lepas dari tautan tangan kekar Danendra.


 “Hmmm” dehem Danendra menjawab Bilandra. Karena posisi Danendra juga sama, menatap bintang di langit.


 “Tinggal besok dan minggu kita bisa saling menggenggam nyata seperti ini Bi” sendu suara Bilandra sembari mengangkat tautan tangannya tepat diatas kepala mereka.


 “Aku ngga tau bisa sekuat apa LDR besok Bi,, pasti aku kangen, pasti aku jadi mellow tiap hari, pasti aku hampa Bi” lanjut Bilandra masih dengan nada yang semakin sendu.


 “Hmmm .. aku juga belum pernah ngejalanin yang namanya LDR Ji, kata orang akan banyak drama nantinya, Cuma kuncinya satu Ji “Kepercayaan”. Kamu percaya sama aku kan Ji?” jawab Danendra sekaligus pertanyaan yang menohok.


 “Kalau diantara kita sudah tidak ada percaya sepertinya akan sulit Ji. Karena sayang akan hilang saat kepercayaan itu musnah. Kalau aku, aku percaya kamu bisa menjaga hubungan kita Ji dan karena itu aku akan sangat menjaganya juga. Semarang Jogja juga ngga jauh sayang, aku janji setiap weekend pasti ke jogja untuk kamu sayang” sambung Danendra memberi keyakinan.


 “Iya Bi aku percaya sama kamu. Aku percaya kamu tidak akan mengkhianati begitupun aku juga tidak akam mengkhianati. Kita kan sama-sama tidak ingin disakiti kan Bi, jadi kita tidak akan menyakiti” jawab Bilandra masih dengan nada sendunya.


 Kebersamaan mereka yang tidak terduga membawa mereka pada ikatan yang sulit untuk lepas. Hanya saja jarak masih belum berpihak karena memang belum waktunya mereka bersatu.

__ADS_1


__ADS_2