Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 22


__ADS_3

Menikmati keindahan GWK yang menakjubkan membuat ayah Ais, bunda Ara, Raka, Danendra dan Bilandra lupa waktu. Sudah sore mereka masih memutari GWK yang sangat luas.


 


“Udah sore aja nihhh, ayukk kita check in dulu ke hotel” ajak ayah Ais sembari melihat angka di jam tangannya.


 


“Hmm .. ngga kerasa udah sore aja, ayuuukk kita check in, bunda juga udah gerah banget” jawab bunda Ara mengiyakan ajakan ayah Ais.


 


“Ngga mandi dilaut aja bun, kan seruuu sambil sunset” rengek Raka yang belum rela kalau harus berdiam diri di hotel. Padahal hotel yang akan mereka tinggali beberapa hari kedepan itu adalah salah satu tempat teramat indah di Bali.


 


“Iya ntar sama mas kita sunset, sekarang check in dulu yaa” sahut Danendra menenangkan si adik yang mulai rewel. Kalau diturutin ngga bakal punya capek Raka.


 


“Beneran yaa mas” jawab Raka dengan mulut yang masih mengerucut kedepan.


 


“Iyaaaaaa .. nanti sama mbak Bilandra juga, kita sewa motor aja biar lebih asyikkkk, gimana setujuuuu?” Danendra meyakinkan adiknya.


 


“Horeeeeee ... ayukkk kita check in” akhirnya dengan semangat membara Raka berjalan menuju pintu keluar GWK menuju parkiran.


 


Ayah, bunda dan Bilandra hanya bisa tersenyum melihat kakak adik itu berinteraksi. Kalau lagi friend ya gitu, so sweet dehhh.


 


Berjalan menyusul Raka, ayah dan bunda bergandeng tangan begitu juga Danendra dan Bilandra. Dua pasangan uwuuuu itu sontak menjadi pusat perhatian pengunjung lain.


 


“Kamu ngga capek kan Ji kalau nanti langsung bolang lagi kita” bisik Danendra lembut.


 


“Ngga Bi, malahan aku excited bangetttttttt” jawab Bilandra sangat antusias.



Hanya butuh kurang lebih lima belas menit saja mereka sudah sampai di Karma Kandara. Ayah ais langsung mengurus check in mereka karena memang atas namanya. Termasuk besok saat mama papa dan Abhinara menyusul sudah ayah Ais siapkan semua. Kurang baik apa coba calon mertua seperti itu?


 


Sembari ayah Ais sibuk dengan dokumen-dokumennya, bunda Ara, Raka , Danendra dan Bilandra sibuk dengan bawaan mereka masing-masing. Rangsel Raka sudah digendong dia sendiri begitupun dengan Bilandra. Sementara bunda Ara sudah menarik kopernya. Dan yang sedikit ribet adalah Danendra karena selain menggendobg rangselnya, dia juga sudah menarik satu koper lagi punya ayah Ais.


 


Tidak lama, lima belas menit mereka sudah diantar ke villa mereka. Wajah lelah mereka memang terlihat tetapi lebih dominan senyum bahagia dan kagum akan tempat yang mereka pilih untuk stay beberapa hari kedepan.


“Wow keren” desis Bilandra dengan mulut yang menganga melihat villa yang akan dia dan keluarga Ais singgahi.


 


“Hushhhhh lalat masuk ntar jangan lebar-lebar Ji” goda Danendra yang sedari tadi memperhatikan Bilandra yang terkagum-kagum. “Lugu kamu Ji” batin Danendra.

__ADS_1


 


“Hihihi keren banget Bi” bisik Bilandra karena malu kalau sampai ayah bunda dengar kekagumannya. Katro banget dahh.


 


“Dasar” jawab Danendra dengan mengacak rambut Bilandra gemas.


 


Bukan marah tapi Bilandra malah nyengir bahagia rambutnya sudah acak-acakan akibat ulah sang pacar.


“Yuhuuuuuu ... ambil posisi maaing-masing ya guys, sesuai selera yaaaa” suara nyaring binda Ara memberi instruksi bahwasanya silahkan memilih kamar mana yang kami suka.


 


Auto memilih kamar sesuai selera akhirnya Danendra, Bilandra dan juga Raka sudah berada didalam kamar pilihannya. Tentunya kamar yang dipilih Raka adalah kamar ayah bunda juga karena mana mungkin Raka bisa jauh dari bunda.


 


Didalam kamar yang sudah Bilandra pilih, dia mulai mengeluarkan baju - baju dari rangselnya. Sekalian dia akan membersihkan diri alias mandi karena sangat gerah. Dengan cepat Bilandra berlari kecil ke kamar mandi untuk menyelesaikan ritualnya sebelum Raka berteriak menagih janji jalan-jalan menikmati sunset.


 


Sembari Bilandra mandi sekedarnya, Danendra sudah ke lobby untuk menanyakan motor yang bisa dia sewa selama disana.


 


Selesai mandi bebeknya Bilandra keluar dari kamar bertepatan dengan Raka yang sudah siap jalan barengan mas dan mbaknya.


 


“Mas Danendra mana mbak” tanya Raka yang melihat Bilandra seorang diri tanpa masnya.


 


 


“Sebentar mbak telfon ya mas Danendranya” lanjut Bilandra menenangkan sebelum terjadi huru hara teriakan Raka.


 


“Hmmmm” jawab Raka dengan manyun.


 


“Hallo Bi, kamu dimana? Kita sudah siap nihh” tanya Bilandra setelah telfon diangkat Danendra.


 


“Aku sudah dilobby Ji, makanya wa itu dibaca sayang” jawab Danendra dengan santainya.


 


“Emang kamu wa aku Bi, ya sudah aku sama Raka ke sana ya, tungguuuuuuuuuu” balas Bilandra tanpa dosa.


 


Belum sempat dibalas telfon sudah dimatikan Bilandra.


 


“Mas sudah dilobby dik, yuukkk kita samperin” ajak Bilandra sembari mengulurkan tangan yang disambut bahagia Raka.

__ADS_1


 


Sementara yang dilobby sudah menggerutu karena belum selesai omong sudah main matiin telfon aja. “Dasar bocah” gerutu Danendra.


Dengan langkah bahagia Bilandra dan Raka berjalan menuju lobby untuk menemui Danendra. Tentunya sebelumnya sudah pamit ayah dan bunda dulu.


 


“Mas kok ninggalin kita sehhh” protes Raka setelah sampak di lobby.


 


“Bukan ninggalin, mas ngurus motor dulu, emang kamu mau jalan kaki ke pantainya” jawab sewot Danendra yang diprotes keras Raka.


 


“Ngga mau” jawab Raka dengan polosnya.


 


“Sudahhhh sudahh malah berantem, jadi jalan ngga nehh, kalau ngga aku jalan sediri nihhh” Bilandra melerai berdebatan sengit mas dan adiknya yang kalau tidak segera dipisah bisa-bisa ngga jadi jalan-jalan tapi malah berantem.


Dengan motor matic besarnya Danendra, Bilandra dan Raka tampak happy. Tujuan mereka adalah Melasti.


 


Sembilan menit saja mata mereka sudah dimanjakan dengan pantai yang lebih dari indah jika digambarkan. Raka sudah tidak sabar berlari ke pantai tanpa melepas baju yang dia kenakan.


 


“Ehhhhh main lari aja tuhh bocah, lepas kaos kamu Raka” teriak Danendra mengejar Raka yang hampir basah kuyub.


 


“Hihihiiii lupa” jawab Raka sambil melepas kaosnya. Memang sengaja celana yang dia pakai memang untuk basah-basahan.


 


Danendra dan Bilandra duduk berdua di kursi pantai yang mereka sewa. Satu botol bir sudah tersaji dimeja dan es kelapa muda utuh original.


 


“Sayang, sini duduk depan aku” panggil Danendra sembari melirik ke orang yang dia panggil sayang, siapa lagi kalau bukan Bilandra.


 


Tanpa komentar Bilandra berpindah duduk didepan Danendra. Dengan sigap tangan kekar Danendra memeluk tubuh mungil kekasih hatinya.


 


“Kamu suka sayang” tanya Danendra berbisik ditelinga Bilandra sembari meletakkan kepalanya di ceruk leher Bilandra.


 


“Suka banget sayang, terimakasih ya” jawab Bilandra lembut sembari membelai kepala Danendra yang sudah anteng ditempat favoritnya.


 


“I love you” bisik Danendra dan dengan cepat memutar duduk Bilandra dan menarik tengkuknya. Perlahan dia sesap bibir manis kekasihnya. Tidak ada penolakan, Bilandra malah menikmati ciumannya. Memejamkan matanya, mereka terbuai dalam suasana.


 


Raka yang melihat dari tempat dia berendam air laut pun tidak perduli dengan apa yang mas dan mbaknya lakukan. Pokoknya yang penting aku happy. Itulah semboyan Raka.

__ADS_1



__ADS_2