
“Ayah bunda, mas ke kamar dulu ya, mau nyelesein kerjaan sama prepare buat besok sekolah” pamit Danendra ke ayah dan bundanya yang masih santai di ruang keluargaa sambil nonton TV.
Setelah tadi bunda Ara video call dengan calon besan. Kalau Raka jangan ditanya lagi, pastilah setelah perut kenyang, main game sebentar dan lanjut bobok manis pastinya. Kebetulan dia juga punya mbok yang ngurus dia dari bayi, Mbok Minah namanya. Begitu juga Danendea punya mbok yang ngurus dari bayi, Mbok Tinah namanya.
“Iya mas, have nice dream, jangan malem-malem ya, jaga kesehatan mas” jawab bunda Ara mewakili ayah Ais. Jangan ditanya lagi kalau tidak di cerewetin seperti itu Danendra suka over working, ya walau di usia yang masih sangat muda. Bersyukur ayah Ais dan bunda Ara berhasil mendidik Danendra dewasa dalam segala aspek kehidupan. Walaupun dia dari keluarga kaya raya tapi tidak lantas dia dimanjakan.
Sampai di kamar, Danendra masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya dan tidak lupa dia prepare untuk sekolahnya besok. Setelah berkutat cukup lama akhirnya selesai juga pekerjaannya. Dilihatnya jam di layar HP nya. Sudah jam sebelas malam.
“Sudah jam sebelas ternyata, Bilandra sudah tidur belum ya” gumam Danendra setelah membereskan ipad dan menutup laptopnya.
Drrtttttt ... drrtttttttt .. drrrtttttttt
“Hmmm panjang umur nih pacar aku, udah chat aja nih” gumam Danendra sembari membuka chat sang pacar.
“Bi 😘” tulis Bilandra
“Ji 😘” jawab Danendra sembari mrebahkan tubuh kekarnya di kasur empuk yang sudah satu minggu dia tinggalkan.
“Belum bobok Bi, udah jam sebelas lho” chat Bilandra lagi.
“Belum Ji, baru aja selesai ngurusin kerjaan , maklum seminggu ngga aku urus” jawab Danendra enteng.
“Kerjaan??? 🙄” balas Bilandra dengan emoticon bingungnya.
“Waduw lupa aku belum cerita sama dia masalah caffe” gumam Danendra yang tentunya tidak akan didengar Bilandra. Secara Semarang Jogja kan jauh coy.
__ADS_1
“Hmmm aku belum cerita sama kamu ya sayang masalah kerjaan, boleh ngga aku jelasinnya besok, aku capek sayang lagian udah malem nih, kamu kan juga harus istirahat, besok sudah mulai kembali ke kenyataan lho” balas Danendra.
“Oke sayang, aku juga udah ngantuk banget, Have nice dream Bi, I love you” balas Bilandra lagi yang tidak keberatan dengan peemintaan Danendra.
“Have nice dream too and Love you too sayang 😘😘😘😘” balas Danendea dilengkapi emoticon ciumnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi yang cerah, dibagian propinsi yang berbeda dua keluarga tengah sibuk dengan rutinitasnya. Keluarga Ais Wicaksana sibuk dengan kegiatan paginya, begitu juga keluarga Iyo Herlambang sibuk dengan rutinitas paginya. Apalagi mama Udi yang tidak ada ART karena memang keinginan mama Udi menjadi IRT tulen, semua dalam genggaman tangannya kurang lebih seperti lah cita-cita mulia mama Udi. Bunda Ara pun sama dengan status IRT hanya saja ada beberapa ART yang membantu, mengingat rumah mewahnya tidak mungkin kalau hanya bunda yang handle.
Sarapan pagi ditempat berbeda dengan menu yang berbeda pula tetapi ada kesamaan tidak boleh ada suara saat berlangsungnya acara makan di waktu apapun.
Setelah selesai sarapan mereka bersiap untuk rutinitasnya masing – masing. Seperti biasa pagi ini papa Iyo mengantar Bilandra terlebih dahulu ke sekolah sebelum ke kantor. Sepanjang perjalanan senyum merekah menghiasi wajah ayu Bilandra pagi ini, sembari matanya tidak enyah dari layar androidnya. Tentunya penyebabnya sudah dipastikan karena chat cinta dari kekasih hati yang tidak begitu jauh disana. Tanpa Bilandra sadari mobil papa Iyo sudah terparkir manis di depan sekolahnya. Sengaja papa tidak memberitahu biar Bilandra nyadar sendiri. Mesin mobil pun tidak dimatikan jadi AC masih on juga berasa masih jalan aja tuh mobil.
“Ehemmm .. mbak mau telat masuk sekolahnya” akhirnya papa Iyo membuka suara setelah lima menit tidak ada pergerakkan dari putrinya.
“Makanya lihat dulu udah dimana sekarang” papa Iyo masih dengan tenang menyadarkan Bilandra.
“Lhohhh udah sampai pap hehehe” jawab Bilandra dengan menggaruk tengkukknya yang kebetulan juga gatal.
“Udah dari lima menit kali, tuh liat sahabat kepompong kupu-kupu kamu juga udah menanti di gerbang kayak satpam” tunjuk papa Iyo keluar mobil arah gerbang sekolah berdirilah seonggok sahabat Bilandra yang seminggu ini sama-sama sibuk liburan masing-masing.
“Idihhh papa bisa aja, oke pap, mbak masuk dulu ya, terimakasih sudah mengantar mbak” pamit Bilandra sembari salim ke papa Iyo.
“Yang konsen ya belajarnya, fokus, yang disana juga biar fokus, sayang-sayangnya disambung nanti lagi” jawab papa Iyo sembari mengusap pucuk kepala putri sulungnya.
__ADS_1
“Oke boss” jawab Bilandra yang kemudian sudah turun dari mobil berjalan menuju kelasnya dan tentunya sudah disambut dengan suara melengking sahabatnya.
“Selamat pagi kaum bucin” sapa Ita sahabat Bilandra dengan semangat membara dan rentangan tangan lebar siap memeluk sahabat yang dikangenin.
“Hmmmm kaum bucin katanya” Bilandra dengan senyum merekah menyambut pelukan sahabatnya.
“Sesama bucin kalau belok jangan lupa kasih sen” lanjut Bilandra dan mereka auto ngakak bersama tanpa menghiraukan sekitar.
“Aihhhh aihhhh yang sudah jadi mantan jomblo, apakabar bukk??sehat?? Ampek lupa kali kalau punya sahabat yang cantik jelita seperti ini” Ita lanjut khotbah disepanjang jalan dari gerbang sekolah sampai ke kelas mereka.
“Sehat bukk, maklum sibuk jadi ya maaf kalau di kacangin ya, emang ibuk ngga sibuk juga” jawab Bilandra absurd.
“Oh tentu sibuk dong masak kalah ama mantan jomblo sih, tidak bisa itu” Ita menjawab dengan tawa ngakaknya.
“By the way, congrats ya honey bunny sweety aku, akhirnya kamu laku dan syukurnya normal laku ama cowok, mana ganteng lagi tuh cowok, habis nginjek katak kali tuh cowok terus jadi pacar kamu” cerocos Ita tanpa filter sudah biasa terngingang merdu di telinga Bilandra.
“Ets maksudnya apaan nih, cowok aku sial gitu pacaran sama aku, kamu ngga lihat sahabat kamu yang cantik menawan hati gini” Bilandra yang ngga terima dengan statment Ita menjawab dengan memanis-maniskan senyumnya.
“But thank you sayang akuu, akhirnya aku punya cowok lho walaupun .... hmmm gitulah” lanjut Bilandra yang ujung-ujungnya mellow dengan kisah LDR nya.
“Idiiiihhhh apaan sih pakai mellow, pakai walaupun- walaupun gitu, kayak LDRnya dari mars ke bumi, LDR kepleset juga nyampek juga pakek syedihhhhh segala, lebay ahhh” jawab Ita yang tahu kalau sahabatnya ini belum terbiasa dengan hubungan LDR.
“Tenang aja saiiii, tar juga terbiasa, everything can be okay” lanjut Ita yang selalu memberi support dan vibes positif.
“Thank you bestie” Bilandra memeluk Ita dan mereka terpisah masuk kekelas masing-masing.
__ADS_1