Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 56


__ADS_3

Seperti pengunjung yang lain yang takjub dengan keindahan semesta, begitu juga Kavi, Lingga, Danendra dan Bilandra. Apalagi mereka baru pertama kali tahu dan explore, ternyata bagian dari Kota Istimewa Yogyakarta tersimpan keindahan yang luar biasa. Ngga perlu ke luar negri dehh kalau disini ada yang indah bisa dinikmati dengan low budget high memorieable.


Dengan arahan abang jeep yang memang sudah paket lengkap mereka dapet spot-spot estetik yang sosial mediable banget. Ala-ala prewed sampai ala-ala selebgram bisa dijabani sama abang jeep. Dan tidak ada yang mengecewakan tentunya. Dan, ya satu lagi kenangan tercipta, terkhusus untuk Danendra dan Bilandra. Lebih spesial adalah untuk Kavi dan Lingga, ada canggung memang tapi tidak terbaca karena perlakuan Kavi yang meratukan Lingga sedemikian rupa. Justru Danendra dan Bilandra dibuat iri dengan mereka berdua yang jauh terlihat mesra.


"Wah kalah telak nih sama Kavi" gumam Danendra yang masih sangat bisa didengar oleh Bilandra.


"Jangan kalah dong Bi, mesra yukkk, biar kayak mereka tuhhh" bisik Bilandra diiringi senyum manis.


"Ehemmm, gantian dong fotonya wahai kalian pasangan expayed, pasangan baru juga mau niru nihhh" teriak Danendra dengan nada ketus yang dibuat-buat. Dan otomatis gerrrr justru malah tawa yang terdengar dari mereka yang mendengar.


"Iya dehh iyaa .. Ayo cinta gantian dulu ama pasangan amatir tar nangis ngesot-ngesot lagi" jawab Kavi dengan celotehan ejekan yang disertai rasa bangga. Karena apa? Karena penyamarannya ternyata natural sekali. Sampai-sampai hanya dia, Lingga dan Tuhan yang tahu jikalau mereka adalah pasangan fake.


"Bang eh mas dibikin seneng ya temen saya tar kalau ngga bisa pulang lari nanti mereka" lanjut Kavi memberi petuahnya ke abang jeep yang saat ini sedang menjadi photographer.


"Beres boss" jawab abang jeep dengan tawa kecil, lebih seperti ketawa ngejek sih.

__ADS_1


"Nah gitu dong, kan aku jadi seneng, ayoo sayang kita foto-foto biar stok foto instagram aman" jawab Danendra sekaligus mengajak Bilandra yang sudah memerah mukanya karena malu sama absurdnya Danendra.


Dan terjadilah adegan-adegan yang mesranya ******* ngga kalah sama pasangan fake yang bucinnya sebelah doang. Dengan modal tampang ganteng dan cantik tentunya sudah menang banyak bagi Danendra dan Bilandra. Tidak perlu effort banyak dan mencari angle karena semua angle sempurna untuk mereka.


"Mas, mbak kita lanjut lagi yuukk, masih banyak spot buat tambahan stok foto uplodan instagram" ajak abang jeep yang mulai lentur dengan mereka berempat.


"Oke lanjutttt" jawab kompak mereka berempat. Entahlah mungkin memang sudah soulmate sampai jawab aja bisa kompak gitu, berasa paduan suara.


Destinasi yang selanjutnya adalah Rumah Domes dan Bukit Teletubbies. Rumah domes dibangun bukan tanpa sebab, pada awalnya rumah domes ini hanya perkampungan biasa namun terkena dampak gempa tahun 2006 yang meluluhlantakan tempat tinggal warga. Hingga datang bantuan dari NGO dan membangun rumah berbentuk dome agar kuat dari goncangan gempa. Ketika pertama kali dibangun rumah-rumah tersebut masih berwarna putih polos dan hanya sekadar dijadikan tempat tinggal biasa. Namun semakin lama banyak orang yang penasaran dengan bentuk rumah tahan gempat tersebut dan berkunjung untuk melihat rumah domes yang terbilang tidak biasa dibangun di kawasan tropis. Berangkat dari situlah gagasan menjadikan Rumah Domes sebagai desa wisata muncul.



Disebelah timur rumah domes ini ada bukit teletubbies yang dari atasnya kita bisa melihat rumah domes ini dari atas. Awalnya lokasi ini tidak akan disangka menjadi tempat wisata. Sebab, di lokasi ini dahulu ditanami Palawija untuk kebutuhan sehari-hari. Lalu, Pengelola Rumah Domes melihat di tempat ini ada peluang untuk menjadi tempat wisata. Kemudian, di bangunlah Gazebo dan tempat duduk.


__ADS_1


Sambil berjalan menyusuri Rumah Domes dan menaiki Bukit Teletubbies abang jeep menceritakan asal muasal destinasi yang sekarang mereka sedang jelajahi. Dan tentunya dengan kelihaian si abang jeep tercepretlah foto-foto estetik yang didukung dengan model-modelnya yang tidak abal-abal pesonanya. Gimana ngga abal-abal, sepanjang jalan yang mereka lewati banyak mulut menganga dan mata lupa mengerjap karena melihat empat anak manusia yang dianugerahi ketampanan dan kecantikan yang hakiki.


Berjalan dengan wajah sumringah bahagia, Danendra, Bilandra, Kavi dan juga Lingga tidak memungkiri kalau, iya mereka bahagia. Bahkan Lingga yang semalam nangis tiada henti dan merasa dunianya hancur, sekarang justru dia bisa tersenyum bahagia dengan pancaran mata berbinar. Tangan mereka yang saling menggenggam tangan masing-masing pasangan. Dengan sesekali nyaman dalam pelukan masing-masing pasangan.


"Terima kasih sudah tersenyum bahagia cinta" bisik Kavi yang otomatis membuat Lingga terkejut dan terpana sekaligus dan membuat dia terpaku tanpa bisa menjawab sepatah katapun.


Lingga yang masih bingung dengan segala rasa dihatinya. Yang tiba-tiba merasa berharga, merasa dijadikan ratu tanpa harus memendam kecewa sedikitpun. Setelah bertahun-tahun menyimpan rasa cinta yang besar dan bertepuk sebelah tangan. Dan seketika semua diganti dengan rasa didamba seseorang tanpa tapi. Dimanja dengan perbuatan dan disanjung dengan perkataan, selebihnya hanya bahagia yang Lingga rasakan. Bahagia yang selama ini dia dambakan dan diberikan oleh seorang Danendra Wicaksana. Tapi saat ini, detik ini justru Kavi yang dia kenal sebagai adik sepupu tanpa ikatan darah yang memberikan semua, tulus tanpa paksaan.


"Aku bingung" jawab Lingga setelah sekian lama terpaku dan terbawa dalam kecamuk dihatinya.


"Jangan bingung, rasakan saja, semua nanti akan nyaman pada waktunya" jawab lembut Kavi sembari perlahan mengecup pucuk kepala Lingga.


Tidak ada perlawanan dari Lingga, justru dengan sadar dia pejamkan matanya. Dia rasakan getaran yang semakin aneh tapi juga membuat dia deg-deg an tidak karuan. Rasanya hampir sama saat dia melihat Danendra yang sedang tersenyum ke dia meski bukan senyum spesial, sebatas jalan papasan dikoridor sekolah.


"Tuhan .. Jika rasa ini tidak salah, jika rasa ini adalah obat, jika rasa ini tidak akan menyakiti siapapun nantinya, tumbuhkanlah Tuhan. Jadikan ini penutup luka yang menganga dihatiku." batin Lingga yang tanpa dia sadari sudah menetes air mata dari mata indahnya. Bukan air mata luka seperti semalam, tapi air mata harapan akan kebahagian.

__ADS_1


"Kok nangis lagi, aku salah ya, aku terlalu maksa kamu ya, maafkan aku cinta" Kavi yang kaget dengan tetesan air mata Lingga menetes dipunggung tangannya, langsung melepas kecupan panjangnya tadi. Dan rasa bersalah seketika meyeruak dihatinya. Dia merasa terlalu memaksakan semua sehingga Lingga menangis lagi.


"Ngga .. Ngga .. Kamu ngga salah cinta, aku cuma bahagia" jawab Lingga cepat tanpa sadar dia memanggil Kavi dengan kata "cinta".


__ADS_2