Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 34


__ADS_3

Perjalanan satu jam tanpa macet dan sampailah mereka di sini, Guesto Gellato Seminyak. Dan selama perjalanan hanya Danendra dan Bilandra yang tetap terjaga sedangkan yang lain tentunya sudah bobok siang cantik tanpa pengganggu. Begitupun Danendra dan Bilandra yang sama-sama terjaga pun sibuk dengan khayalan mereka masing-masing. Mulut tidak berucap satu katapun, hanya tangan yang bertaut yang bercerita.


 


“Sudah sampai” ucap Danendra pelan. Memang belum sengaja mengeraskan suara untuk membangunkan yang lain. Danendra sengaja tidak mematikan mesin mobil dan tidak langsung membangunkan yang lain.


 


“Hmmmm sudah sampai ya mas” suara parau khas bangun tidur ayah Ais yang lebih dulu terbangun dari mimpi tidur siangnya.


 


“Sudah yah, kita masuk duluan ya, nanti ayah yang matiin mesin mobil ya sambil tunggu yang lain bangun” Danendra turun dari mobil bersama Bilandra terlebih dahulu setelah pamit sama ayah Ais.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Cukup ramai memang Guesto Gellato siang hari ini, mungkin pas hari minggu dan cuaca yang terik jadi enak buat ngadem sambil nikmatin dinginnya es krim. Antrian cukup panjang, Danendra dan Bilandra tertib antri berdiri berdampingan dan tentunya Bilandra sudah gelandutan di lengan kokoh sang pacar.


Belum sampai pada jatah antrian rombongan yang lain sudah ada disamping Danendra dan Bilandra berdiri.


 “Biar aku aja yang antri, kalian mau apa nanti biar sekalian” tawar Danendra ke keluarganya.


 “Aku mau coklat aja pake cone ya mas” Raka yang pertama pesan tentunya.


 “Sama macaron juga yaa” belum diiyakan sudah request lagi Raka.


 “Aku juga pakek cone tapi strawberry sama macaron juga” gililaran Abhinya request.


 “Terus apa lagi yang lain” tanya Danendra dengan logat cool nya.


 “Buat ayah bunda pakek cup yg medium aja mas, terserah mas mau pilihin yang rasa apa” bunda Ara lanjut dengan requestnya.


 “Kalau mama papa samain aja sama ayah bunda biar ngga ribet” giliran mama Udi request.


 “Oke” jawab Danendra singkat padat jelas.


 “Kita tunggu di pojokan situ ya mas ngadem” lanjut bunda Ara.


 “Iya bun” jawab Danendra lagi.


 “Sayang mau apa?” suara Danendra auti lembut kalau ngomong sama Bilandra.


 “Aku mau medium cup, isinya spiriluna, mangga sama coklat ya Bi” jawab Bilandra lembut dan masih bergelayut di lengan Danendra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiba lah saat giliran mereka pesan. Dan didepan mata sudah terpampang aneka es krim menggugah selera.

__ADS_1



Danendra seperti jubir kepresidenan memyebutkan pesanan adik-adik manisnya dan para orang tua. Sekalian juga pesanan Bilandra dan dia sendiri. Danendra menambahkan pastry untuk para orang tua biar ngga ngilu gigi makan es krim doang.


Setelah semua pesanan sudah ready, Danendra membawa pesanan ayah bunda dan Bilandra membawa pesanan mama papa sekalian punya mereka masing-masing. Untuk Raka dan Abhinaya sudah mereka pegang sendiri.


Danendra dan Bilandra memilih duduk diluar yang langsung alam ngga pakek AC biar lebih asyik.



Sekitar satu jam mereka duduk santai menikmati es krim dan aneka pastry. Rencana take a way batal karena pak sopir pengen selonjaran dulu sambil ngadem. Tentunya sambil pacaran juga. Sekalian biar waktu buat ibu-ibu belanja lagi terpangkas. Memang niat anak yang tidak patut di contoh. Habisnya kalau udah belanja mau tujuh hari tujuh malam juga ngga bakal cukup.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Tujuan terakhir liburan singkat membawa kebahagiaan lahir batin khususnya buat Danendra dan Bilandra adalah The Keranjang. Ini yang bunda dan mama tunggu-tunggu. List oleh-oleh untuk si A B C D sampai Z sudah siap tentunya.


Secerah siang hari yang terik di Bali seperti itulah mimik muka bunda dan mama saat ini. Saat mobil terparkir cantik di pelataran The Keranjang yang memang cukup luas.


 


Dan disini perburuan akan dimulai. Untuk rombongan lain silahkan cengoh ya.



Karena ini tujuan terakhir dan setelah ini mereka langsung ke Bandara untuk pulang ke kota masing-masing. Setelah berkutat disitu-situ saja akhirnya selesai juga. Dan sudah bisa ditebak bawaan mama dan bunda seperti barang satu kecamatan. Dan seperti biasa tugas Danendra lah yang menata semua belanjaan bunda dan mama. Setelah rapi baik barang dagangan dan penumpangnya Danendra perlahan mengemudi ke arah bandara. Disana sudah ada sopir mereka yang siap membawa mobil mereka kembali ke Semarang. Dan keluarga Ais terbang untuk sampai Semarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


 


“Yuk sudah saatnya berpisah kita” bunda Ara berdiri dari kursi tunggu.


 


“Sini sayang bunda peluk, udah ngga usah nangis tar cantiknya hilang lagi. Tenang aja bunda bakal jagain Danendra kalau perlu bunda ikat biar tetap dalam pengawasan bunda” lanjut bunda Ara memeluk Bilandra yang sudah berurai air mata.


 


“Mama juga bakal jagain Bilandra mas, mama bakal kasih GPS deh biar selalu terpantau jadi ngga usah worry ya anak ganteng”giliran mama Udi yang mencairkan suasana yang sudah mengharu biru.


Terlihat di mata Danendra juga sangat sedih. Hanya karena cowok mana gayanya udah cool banget kan ngga mungkin nangis. Tapi sebagai mama tentunya tahu kalau anak-anak mereka sedang tidak baik-baik saja.


 


“Siap mam, biar ngga hilang ya mam, kalau hilang udah ngga ada cadangannya, limited edition soalnya” jawab Danendra yang berusaha semaksimal mungkin terlihat baik-baik saja.

__ADS_1


 


Sementara Bilandra sudah tidak bisa omong sepatah katapun. Dia hanya bisa terisak di pelukan bunda Ara.


 


“Sudah ah lagi sedih juga malah pada godain ya mbak, sini sama papa tapi pamit dulu gih sama ayah bunda Raka juga” papa Iyo yang tidak tega melihat putrinya berusaha memberi support.


 


“Ayah terimakasih ya udah bikin liburan Bilandra berkesan, terimakasih buat semua yang Bilandra tidak bisa sebut satu persatu” pamit Bilandra ke ayah Ais sembari salim dan berpelukan.


 


“Sama-sama anak cantik ayah, next setelah mbak ujian kita liburan lagi, kita ke Bromo ya” ayah Ais pun berusaha memberi support ke Bilandra.


 


“Sini peluk dulu” suara lembut Danendra terdengar menenangkan. Sembari merentangkan kedua tangannya, Bilandra berlari ke pelukan sang kekasih hati.


 


Tidak ada perbincangan apapun. Mereka hanya berplelukan erat seakan tidak mau dilepas lagi.


 


Di sisi lain papa Iyo, mama Udi dan Abhinaya saling berpamitan dengan ayah Ais, bunda Ara dan Raka. Mereka juga saling berpeluk satu sama lain. Serasa akan terpisah beberapa purnama. Padahal minggu depan juga palingan mereka sudah meet up lagi. Papa Iyo tidak lupa berterimakasih untuk seluruh keluarga ayah Ais yang sudah menjaga putrinya dan juga untuk liburan singkat yang mewah. Dengan rendah hati ayah Ais, bunda Ara juga berterimakasih karena sudah mau menerima keluarganya. Khususnya memgijinkan Danendra menjadi pacar untuk putri tercintanya.


 


Disisi lain sepasang kekasih tidak melepas pelukannya. Justru semakin erat.


 


“Jangan nakal ya di Jogja, aku ngga akan melarang kamu melakukan apapun asal itu positif. Dan usahakn selalu kabarin aku ya Ji. Raga aku aja yang jauh tapi hatiku aku titipin dihatimu” bisik Danendra lembut sembari mengelus punggung Bilandra lembut.


 


“Kamu juga ya, jaga kisah kita ya Bi, ada hatiku yang harus kamu jaga begitu sebaliknya, I love you” balas Bilandra berbisik.


 


“Ayo mbak sudah jam nya ini, besok minggu depan juga ketemu lagi kan” ajak mama Udi yang melihat Bilandra masih nyaman di pelukan Danendra.


 


“Pamit ya Bi, See you next week” Bilandra melepas pelukan Danendra.


 

__ADS_1


“Iya sayang, take care” jawab Danendra melepas pelukan  sambil mengecup sekilas ujung kepala Bilandra.


__ADS_2