
Tidak perlu waktu lama, Danendra, Bilandra, Ita dan Aer sudah sampai disebuah caffe yang tidak jauh dari sekolah mereka. Dan sudah dipastikan Bilandra kembali dibuat terkejut dengan dekorasi caffe yang didesain sedemikian rupa menjadi sangat indah sebagai perayaan prank dia hari ini. Ditambah lagi sudah ada Kavi dan Lingga yang sudah stayvacation dari tadi di caffe itu.
"Hmmmm sungguh kompak ya kalian" celetuk Bilandra yang melihat salah satu pasangan bucin sudah siap dengan surprise yang terencana dengan prefect sesuai request Danendra.
"Peace ..." satu kata yang kompak Kavi dan Lingga ucapkan dengan tangan membentuk huruf V.
"Sebagai sahabat rasa saudara yang baik kan harus saling membantu, bukan begitu teman - teman" lanjut Kavi dengan suara bass khas nya menggema di seluruh caffe.
"Ya .. Ya .. Ya .. Yaa .. Tunggu aja yaa kalian, balasan dari Bilandra Herlambang" jawab Bilandra dengan mendongakan kepalanya penuh kecongkakan.
Semua tertawa puas melihat mimik muka Bilandra yang sungguh amat lucu dan lugu dengan kepolosannya.
Dan tawa mereka semua terhenti seketika saat terdengar suara merdu yang tidak asing ditelinga mereka.
Awal ku mengenalmu
Tersita seluruh hatiku
Oh, indahnya dirimu
Ku jatuh hati padamu
Tak terasa waktu berlalu
Kini kau t'lah jadi milikku
Betapa bahagianya aku
Saat kau ada di sisiku
Kini tiba saatnya
Kita harus melangkah
Temani diriku di sisa waktumu
Genggamlah tanganku, bersamaku
Kau 'kan menentukan arah
Bersama diriku yang 'kan s'lalu
Menjaga dirimu
__ADS_1
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkahku
Ku di sini, di sampingmu
Ku 'kan s'lalu ada untukmu
"Buat kamu, iya kamu sayang Bilandra Herlambang, terima kasih sudah hadir dihidup aku, sekarang tentukanlah arah langkah kita, aku akan selalu ada disamping kamu, aku akan terus genggam tangan kamu, kita akan melangkah bersama disatu tujuan" speech Danendra yang begitu menyentuh disela lagu yang dinyanyikannya. Tentunya semua spesial untuk sang pacar, Bilandra.
Genggamlah tanganku, bersamaku
Kau 'kan menentukan arah
Bersama diriku yang 'kan s'lalu
Menjaga dirimu
Yakinkan hatimu temaniku
Di setiap langkah-langkahku
Ku di sini, di sampingmu
Ku 'kan s'lalu ada untukmu
Ending lagu yang membuat Bilandra benar - benar meleleh meleyotttt. Kembali lagi dia terpaku dengan air mata yang mengalir. Kali ini bukan air mata marah ataupun sedih tapi air mata bahagia yang mengalir di pipi lagi dan lagi.
"Ahhhh .. Hari ini kenapa jadi penuh air mata gini sihhhh" celoteh Bilandra sembari mengusap air mata di pipi sembari berjalan ke stage dimana Danendra duduk dengan memainkan gitarnya.
"Memang yaa susah kalau sudah bucin" oceh Kavi yang tidak menyadari betapa bucinnya dia juga ke Lingga setelah Lingga belajar membuka hatinya untuk Kavi.
"Hmmm .. Kamu ngga cuma bucin cinta tapi super duper posesif" sahut Lingga yang mengingatkan sang pacar yang sebelas dua belas dengan pasangan bucin Danendra dan Bilandra.
"Sudahlah terima saja kebucinan kita" sahut Aer dengan mantab dan terus menggenggam tangan Ita.
Mereka terbawa dalam sirklus mesra Danendra dan Bilandra. Memang tidak ada lawan ide dari Danendra yang selalu meratukan Bilandra. Hal itu jadi motivasi sendiri untuk Aer dan Kavi yang semakin kesini hubungan pertemanan mereka semakin erat juga.
"Yuukkk turun yuukkk, yuukk bisa yuuukkkk sekarang makan, keburu pingsan nanti" kembali celotehan Ita merusak suasana romantis yang mendayu - dayu.
"Haduhhhh cayang kenapa selalu perut yang lebih penting buat kamu sihhh" sahut Aer sembari menepuk jidatnya dan menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Kalau ngga diingetin suka lupa waktu mereka cayang" jawab Ita lagi mempertegas.
__ADS_1
Dan sontak tawa menggelegar selanjutnta yang terdengar diruang caffe itu. Selanjutnya mereka menikmati makan sore mereka dengan sangat lahap karena ini adalah rapel makan dari siang.
Obrolan - obrolan absurd dan candaan terus mewarnai kebersamaan mereka. Pengunjung caffe pun mulai berdatangan karena memang ini malam minggu. Dan hanya Ita, Aer, dan Bilandra yang masih pakai seragam sekolahnya.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Obrolan mereka semakin seru saja.
"Sudah jam lima nih, yukk pulang dulu guys, tar kan masih ke rumah Bilandra buat barbequean" ajak Lingga sambil melihat smart watch nya yang couple sama Kavi.
"Yuukk markipul (mari kita pulang)" kembali kalimat absurd dengan istilah yang absurd pula keluar dari mulut seorang Ita.
"Yuukk mari, kalian ke parkiran dulu, aku bayar dulu" jawab Danendra dengan tenangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Danendra sudah mengambil alih kemudi. Bilandra sudah duduk manis di sebelah kiri Danendra. Dan Ita sama Aer sudah duduk manis dikursi penumpang, macam tuan dan nyonya besar. Aer sengaja tidak bawa motor kesayangannya karena rencana Danendra yang mau ngeprank Bilandra. Sebagai gantinya Danendra harus ngantar Aer sampai depan rumah tentunya.
"Sudah sampai tuan, nanti jangan pakek kemaleman ya, tar ngga ada koki spesial barbeque yang tiada duanya" Danendra yang terkadang memang selalu bener kalau omong. Aer memang jago kalau urusan masak memasak dan itu yang membuat dia mempunyai cita - cita mempunyai restoran dengan dia sebagai chef nya sekaligus.
"Baiklah tuan, terima kasih sudah mengantar saya, ngga dianter sampai depan pintu kamar sekalian" jawab Aer tidak lebih bener dari Danendra.
"Udahhh buruan turun cayang, aku udah kepengen pi pis inihhhh" sahut Ita yang sudah resah dan gelisah karena kebelet pi pis banget.
"Okaii .. Okaiii .. Sampai jumpa beberapa jam lagi ya, cayang nanti aku jemput ya" jawab Aer sembari mengecup sekilas pucuk kepala Ita dan membuka pintu mobil Danendra.
Setelah dari rumah Aer, mobil Danendra meluncur ke rumah Ita sekaligus pulang ke rumah Bilandra karena memang rumah mereka dalam satu kompleks.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampailah sudah Danendra dan Bilandra di rumah yang menjadi saksi tumbuh kembang Bilandra. Sudah ada mama Udi dan papa Iyo yang sedang santai menonton televisi sembari menemani Abhinaya bermain rombongan barbie nya.
Untuk kali ini keluarga Ais Wicaksana tidak bisa ikut ke Jogja karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi tenang saja urusan komunikasi antara dua keluarga ini dijamin lancar jaya, health communication dehh pokoknya.
"Mam .. Pap .. Mbak pulang" teriak Bilandra dengan suara yang masih sopan didengar. Sembari berjalan menuju ruang santai yang sudah terlihat mama papa nya duduk santai.
Danendra masih sibuk memarkirkan range rover nya. Setelah terparkir rapi, baik dan benar Danendra masuk ke rumah Bilandra yang sudah tidak tertutup lagi pintunya. Mengikuti langkah kecil Bilandra menuju ruang santai keluarga nya.
"Kok sampai sore sekali, mesti ada yang nangis kelamaan yaaa" sambut mama Udi yang masih duduk santai disamping papa Iyo sembari memangku snack kesukaan tentunya.
"Hihhhh mama papa juga punya andil dalam rangka ngeprank mbak yaaa?? Hmmm kalau sama ini mau mbales takut dosa" jawab Bilandra dengan bibir yang sudah manyun tentunya.
"Kualat nanti kalau mau balas dendam ke mama papa" sahut papa Iyo dengan disertai tawa nya.
"Ngga baik menyimpan dendam Ji, udah ikhlasin aja, kan udah bahagia sekarang, anggep tadi itu test mental dan kamu lulus" imbuh Danendra mencari kesempatan meredakan aura balas dendam Bilandra.
"Ya .. Ya .. Ya .. Lihat aja nanti Bi" jawab Bilandra yang ngeloyor aja masuk kamarnya.
__ADS_1
"Wahhh .. Bahaya nihh mam pap" komentar Danendra lirih tapi masih terdengar di telinga mama papa dan Bilandra.