Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 35


__ADS_3

Keluarga Ais sudah masuk dalam pesawat yang akan membawa mereka kembali ke habitatnya, kota Semarang. Begitu juga keluarga papa Iyo sudah duduk manis di pesawat yang akan membawa mereka pada real life dan kembali pada rutinitasnya di kota asalnya, Yogyakarta.


 


Drrtttttt .... drrrttttttt ...


 


Tanda ada pesan masuk di Hp Bilandra yang memang dia genggam karena akan di mode plane sebelum pesawat lepas landas meninggalkan kenangan indah di Pulau Dewata.


 


“Stop keluarin airmata ya sayang, minggu depan dan setiap minggunya aku pasti ke Jogja untuk kamu, so smile Ji, I love You” isi pesan Danendra ke Bilandra.


 


“Iya sayang, aku pasti tunggu setiap minggunya, thanks Bi for everything, I love you too” balas Bilandra dengan senyum yang mengembang di tengah air mata yang tidak mau berhenti mengalir.


 


Kamu bisa tersenyum sekaligus menangis nak. Mama tau kamu hanya belum terbiasa, satu minggu ini memang hanya tawa bahagia yang kamu dapatkan setelah Danendra dan keluarga nya hadir di hidup kamu secara tiba-tiba. Bukan kebetulan tapi mama yakin itu takdir hidup kamu. Di pertama kali kamu menjalin kasih dengan laki-laki yang kamu cintai harus terpisah jarak, tidak jauh hanya saja menakutkan buat kamu yang belum pernah menjalani. Mama pasti doakan yang terbaik untuk kalian, semoga dikabulkan Tuhan, kamu pasti bisa nak, batin mama Udi yang bermonolog sembari melihat sang putri sulung yang sudah dewasa dan sudah menemukan cinta pertamanya tanpa diduga-duga. Dan bersyukur dia laki-laki yang menjadi cinta pertama putrinya adalah laki-laki baik dari keluarga yang sangat baik. Semoga apa yang mama semogakan adalah takdir baik untuk kalian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Akhirnya dua keluarga itu sampai pada kota tujuan masing-masing. Selama dalam perjalanan sesekali Bilandra menarik nafas panjang untuk menenangkan jiwanya yang bergejolak masih belum menerima.


 


“Sampai juga” papa Iyo yang masih dibelakang kemudinya dan memarkirkan mobilnya di garasi rumah.


 


“Yuk kita turun, barangnya nanti tidak apa-apa,yang penting kita masuk rumah dulu” lanjut mama Udi memberi instruksinya.


 


“Oke mam” Bilandra menjawab dengan suara lemahnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


 


Hai kamar aku, sudah satu minggu aku ngga bobok dikasur ini, kangen juga, batin Bilandra yang sudah duduk di tepi kasurnya.


 


Masih dengan mode sayu dia merebahkan badan mungilnya diatas kasurnya. Matanya nanar menatap langit-langit kamar.


Jiwanya masih tertinggal di Bali, mungkin ketinggalan pesawat jadi masih di Bali aja jiwa Bilandra. Tangannya mencari benda pipih yang menyimpan bayak kenangan di Bali bersama kekasih hati.


 


“Hmmm masih aku mode plane ternyata, pantesan kok diem -diem aja nih hp” gumam Bilandra setelah menemukan beda pipih yang dia kantongin di saku celana jeansnya.


Dengan sisa tenaga dia matikan mode plane nya dan betul saja drrrttttttt .. drrtttttt ... drrrtttttt banyak message masuk di Hpnya. Dia scroll pesan mana yang akan dibaca lebih dulu, tentunya dia sangat berharap ada chat dari Danendra. Dan benar adanya chat sang kekasih hati yang jauh dimata tapi menetap dihati ada dibaris kedua setelah sahabatnya meneror dengan chat yang panjang entah membahas apa.


 


Binar bahagia terpancar dari mata indah Bilandra karena saat mau klik chat Danendra ternyata yang nge chat sudah video call duluan. Dengan semangat empat lima Bilandra menggeser layar HP nya.


 


 


“Hai sayang aku” balas Bilandra dengan senyum sumringah tidak kalah dengan Danendra walau dengan mata yang pastinya sembab.


 


“Sudah lama sampai rumahnya, kayaknya udah bobok manis aja tuhhh dikamar” balas Danendra yang terlihat juga sudah duduk manis di balkon kamar, mungkin itu kamarnya.


 


“Hmmm baru aja Bi, belum ada lima belas menit, barang-barang juga belum turun tuh dari mobil, kamu sudah lama juga sampai rumah Bi” balik tanya Bilandra yang masih lihat Danendnra masih pakai baju yang sama seperti tadi.


 


“Sama Ji, baru juga kita sampai, masuk kamar langsung kangen terus video call pacar aku yang matanya masih bengkak gara-gara digigit semut mungkin ya” kelakar Danendra karena melihat mata Bilandra yang sayu dan bengkak.

__ADS_1


 


“Ngejek nih ceritanya, bisa gitu yaa” jawab Bilandra dengan bibir manyunnya pertanda dia sedang ngambek.


 


“Idihhhhh ngambek sayang aku, jangan ngambek dong nanti aku susulin lho kesana” goda Danendra lagi yang memang pakar membuat Bilandra up and down sama perasaannya.


 


“Asyikkkkk, mau ngambek terus aja ah tiap hari, ehhh bukan tiap detik aja biar ngga jauh-jauh lagi” jawab Bilandra dengan senyumnya yang sudah mengembang. Tanpa dia sadari Danendra sudah kembali berhasil membuat dia tersenyum bahagia, walau terkadang dengan kata -kata receh yang absurd.


 


“Hmmmm bisa gitu, bagaimana kalau aku pindah saja atau aku nikahin aja sekarang terus aku bawa kamu kesini, mana-mana mama papa aku minta kamu buat aku” balas Danendra menggebu-gebu dengan mimik muka yang dia buat sedemikian abstrak dengan tujuan pacarnya ngga hanya senyum tapi tertawa terbahak-bahak.


 


“Yeee itu mau kamu, tapi aku juga mau itu” jawab Bilandra dengan tawa nya yang sudah menggelegar.


 


Teruslah seperti ini sayang, tertawalah dengan riang karena itulah salah satu tujuanku menjadikanmu satu-satunya wanita yang aku pilih menjadi kekasihku. Aku sakit saat melihat mata kamu sayu bahkan sampai bengkak karena over thingking kamu, batin Danendra yang ikut tertawa melihat Bilandra tertawa bahagia.


“Ya sudah kamu bersih-bersih badan dulu gih terus makan malam jangan lupa nanti aku video call lagi ya, aku juga gerah nih mau mandi” lanjut Danendra yang menutup video call nya dengan suara lembutnya.


“Iya Bi, miss you 😘” jawab Bilandra dengan kata manisnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV Danendra


Senyum kamu, bahagia kamu adalah energi buat aku Ji. Entah kenapa bisa aku merasakan candu yang luar biasa saat bisa membuat kamu tersenyum bahagia. Kamu seperti misi hidup ku. Atau memang sekarang kamu sudah masuk dan menduduki peringkat atas prioritas hidup aku.


Saat ini aku hanya bisa berjuang untuk kita Ji. Hubungan yang masih seumur jagung di usia kita yang baru saja dewasa kalau dari angka tapi aku yakin dengan perasaanku ke kamu. Kamu pantas untuk diperjuangkan untuk aku miliki utuh.


Tuhan, ijinkan aku mampu menjadikan dia, Bilandraku pasangan dunia akhiratku, ijinkan aku bahagiakan dia dalam ikatan suci, pernikahan kelak.


Danendra yang masih di balkon kamarnya dan bermonolog dengan dirinya sendiri. Banyak rencana baru setelah Bilandra datang dan memporak porandakan hidupnya dengan bahagia yang bertubi-tubi. Sebagai wujud syukurnya dia berjanji akan memperjuangkan kisahnya menjadi kisah abadi.

__ADS_1


 “Ahhhh ngadem di kolam sepertinya pas buat merilexkan badan ini, ternyata menjadi sandaran orang yang dicintai itu butuh energi besar, apalagi kalau lagi mellow gini” gumam Danendra yang menanggalkan semua pakaian yang melekat di badannya dan byuurrrrrr masuklah dia dikolam kecil di balkon kamarnya.



__ADS_2