Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 55


__ADS_3


Barisan jeep sudah terparkir rapi di salah satu sisi dari area Tebing Breksi yang sangat luas. Wisata jeep memberi penawaran paket adventure yang bisa dipilih sendiri oleh para pengunjung objek wisata Tebing Breksi. Secara garis besar ada tiga paket yang ditawarkan, yaitu paket short adventure, medium adventure, dan long adventure. Yang membedakan dari paket-paket yang ditawarkan adalah titik-titik singgah atau destination yang akan dilewati nantinya, tentunya hal itu berpengaruh pada waktu.


"Permisi .. Mbak mas sepertinya sudah pas nih kalau kita berangkat sekarang" suara abang jeep yang tadi sudah dibooking Kavi dan Lingga.


"Oughh .. Sudah oke ya mas, kalau gitu ayo kita gasss, oh iya mas kalau tambah dua lagi penumpang ngga apa-apa kan? Jawab Kavi sekaligus mengkonfirmasi jika rombongan dia bertambah dua orang, jadi total ada empat orang dalam satu jeep nantinya.


"Ngga apa-apa mas, justru malah pas mas" jawab sopan abang jeep dengan sedikit membungkukkan badannya dan tersenyum ramah tentunya.


"Oke kalau gitu kita barengan aja ya bro biar seru" ajak Kavi ke Danendra sebagai perwakilan Lingga dan juga Bilandra.


"Aku sih setuju-setuju aja bro, yukkk berangkat udah ngga sabar, pasti seru" jawab Danendra dengan semangat.


"Mari mas .." ajak sopan abang jeep menjadi guide untuk Kavi, Lingga, Danendra dan juga Bilandra.


Tanpa banyak ini itu lagi mereka berempat berjalan mengikuti abang jeep menuju mobil jeep yang sudah di custom sedemikian rupa sehingga pas banget untuk menjelajahi suruh objek wisata disekitar Tebing Breksi.


Seperti biasa Danendra yang sudah ready dengan kaca mata hitam yang sudah nangkring dihidungnya dan lagi-lagi itu keren habis, begitu juga Bilandra yang memang sedari tadi tidak melepas kaca mata hitam yang nangkring juga di hidungnya dan sama-sama itu keren habis. Tangan kekar Danendra tidak lepas dari tautan tangan Bilandra, seakan memberi tahu semua mata yang terpana akan mereka bahwa cewek ini sudah dia hak paten.


Tidak berbeda jauh dengan Kavi dan Lingga. Pasangan pura-pura bucin ini tidak kalah mempesona. Pura-puranya bagi Lingga sepertinya tapi tidak untuk Kavi yang memang sudah masuk kriteria bucin. Kavi yang gagah juga ready dengan segala style ala dia yang tidak berbeda jauh dari Danendra. Kavi tipe cowok simple yang keren dipandang mata. Begitu juga Lingga, badannya yang tidak berbeda jauh dengan Bilandra, hanya saja Lingga lebih sedikit tinggi dari Bilandra tampil simple dengan outfitnya. Dan yang mendebarkan hati keduanya, Kavi dan Lingga adalah ketika tangan kekar Kavi ditautkan ke tangan Bilandra dan menggenggamnya erat penuh kelembutan dan disitu tersalur rasa sayang itu, khususnya untuk Lingga. Lingga tidak dapat menolak, justru tubuhnya merespon positif genggaman tangan Kavi dengan menautkannya lebih erat.

__ADS_1


"Tuhan .. Ijinkan tautan tangan ini selalu terpaut pada dia, Lingga Putri. Gadis yang aku sayangi sudah lama. Dia yang pertama ada dihati ini dan mengisinya penuh tidak bercelah untuk gadis manapun yang tidak sedikit mengejarku. Aku cinta dia Tuhan." batin Kavi sembari berjalan gagah menuju jeep yang dia sewa untuk menikmati semesta bersama orang tercinta.


"Tuhan .. Rasa apa ini? Kenapa begitu cepat Engkau bolak balikkan hati ku ini. Aku nyaman Tuhan. Sakit ini masih nyeri tapi tidak menyiksa." batin Lingga pun bersuara seiring langkahnya menuju jeep yang Kavi sewa dan dengan tangan yang saling bertaut.


Perjalanan romantis pun dimulai. Mungkin bagi orang lain ini adalah seru adventure tapi tidak bagi dua pasangan bucin ini. Yang satu real pasangan bucin dan yang satu fake pasangan bucin dengan rasa bucin yang sama.


Belum juga keluar dari area Tebing Breksi Hp Danendea bergetar. Dilihatnya Hp yang sedari tadi nyaman dikantong celananya. Terlihat ada video call dari bunda Ara. Tidak pakai lama tombol hijau pun Danendra geser.


"Hai bun" sapa Danendra dengan menempelkan kepalanya dengan kepala Bilandra yang duduk manis disebelah dia. Sebagai penumpang jeep yang akan membawa mereka adventure. Dan sebelahnya lagi ada Lingga yang sudah selalu tersenyum happy. Kavi tentunya sudah duduk disamping abang jeep, gayanya sih kayak navigator.


"Hai ganteng, cantik" sapa balik bunda Ara tersenyum penuh ketenangan seorang ibu.


"Iya dong, masak pacaran kok ngurusin gadget kan ngga seru, kayak bunda ngga pernah muda aja dehhh" jawab absurd Danendra tidak kalah menakjubkan dengan bunda Ara yang dalam mode nyerocos.


"Hmmm iya deh iya yang pacaran, by the way mas lagi dimana kayak lagi seru gitu, terus sama siapa itu kayaknya ngga berdua aja deh?" tanya bunda Ara mode detektif yang penuh kekeppoan. Ya begitulah bunda Ara yang bisa berubah-ubah mode sesuai keadaan ataupun situasi, sebelas dua belaslah sama mama Udi.


"Mas lagi di naik jeep di Tebing Breksi bun, ini ada dia nihhhh" jawab Danendra sembari mengarahkan kamera ke Lingga dan juga Kavi.


"Seru taukkkk bun" sahut suara manja Bilandra yang semi cempreng.


"Wahhh ada Lingga juga, kok bisa di Jogja juga, terus itu siapa hayo ada cowok ganteng juga" tanya bunda Ara naik level kekeppoannya.

__ADS_1


"Iya deh yang seru sampai lupa sama kita yang disini" lanjut jawab bunda Ara menanggali teriakan cempreng Bilandra.


"Hai tante Ara, apakabar? Lama ngga ketenu tante deh, tambah cantik gitu" sapa Lingga didepan layar iphone Danendra yang masih diarahkan ke dia.


"Hai juga cantik, kamu ini bisa aja, tante terbang nihhh" jawab bunda Ara dengan tawa renyahnya.


" Ehemmm pertanyaan tante belum dijawab nih itu siapa yang satu lagi" lanjut tanya bunda Ara yang masih akan keppo jika pertanyaannya belum menemukan jawaban yang bunda Ara sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.


"Dia Kavi tante, cowok aku" jawab Lingga dengan tersipu malu. Kamera HP langsung diputar Danendra ke arah Kavi yang sumringah karena dikenalkan sebagai pacar seorang Lingga Putri.


"Hai tante, perkenalkan saya Kavi, salam kenal tante" suara bass khas Kavi menggema didepan layar HP Danendra.


"Hai anak ganteng, perkenalkan juga tante Ara, tante bunda nya Danendra, senang juga berkenalan dengan anak ganteng kayak Kavi" jawab bunda Ara yang sok kenal sok dekat ala ibu-ibu yang perhatian sama anaknya.


"Ya sudah have fun dehhh buat kalian, nanti pulang mampir ke rumah Bilandra ya anak ganteng dan anak cantik bunda, nanti makan malam sekalian kita ngobrol-ngobrol" lanjut bunda Ara sekaligus menutup video callnya yang dirasa sudah cukup panjang dan cukup riweh.


Dan memang benar, selesai video call itu ditutup sampailah mereka di titik point atau destinasi pertama. Candi dan Tebing Banyunibo.



__ADS_1


__ADS_2