Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 51


__ADS_3

Cukup dua puluh menit Danendra dan Bilandra sudah sampai di lokasi pertama. Lokasi ini rencana untuk caffe Danendra yang ke empat tapi pertama di Jogja. Lahannya cukup besar untuk ukuran caffe. Danendra yang selalu serius jika berhubungan dengan bisnis dan sekolahnya mulai sibuk dengan fikirannya sendiri. Mulai melihat market caffe nanti, konsep caffe dan masih banyak lagi terkait caffe.


Bilandra yang belum pernah masuk dunia perbisnisan dalam bentuk apapun hanya diam mendampingi Danendra yang mulai sibuk dengan memotret dan diam tetapi berfikir. Bukan tidak tertarik, justru Bilandra mulai menemukan keasyikan dunia bisnis, khususnya Coffe Shop dalam kemasan caffe.


Dalam diam mereka berdua, masing-masing asyik dengan imajinasi mereka. Bilandra secara alami pun mulai mendesain konsep caffe nya nanti. Bilandra memang hobby desain apapun, dia punya ketertarikan lebih dan hal itu tertuang dalam portofolionya yang dia simpan sendiri. Memang belum show up karena dia masih belum percaya diri dengan karya-karyanya.


Satu jam Danendra dan Bilandra sibuk dengan fikiran masing-masing. Matahari semakin memberi pancaran terik yang menyilaukan pandangan mata.


"Sayang .. masih lamakah" pecah Bilandra dengan suara lembutnya.


"Sudah cukup sayang, kenapa? Panas ya .. Kasian pacar aku sampai merah semua mukanya" jawab Danendra sembari berjalan mendekat Bilandra yang berteduh dibawah pohon yang cukup rindang tidak jauh dari lahan yang mereka sedang survei.


"Iya Bi, silau sekali, mata aku sampai merem-merem gini" jawab Bilandra sambil memerem-meremkan mata indahnya yang tertutup kaca mata hitamnya. Mana kelihatan coba??? Ya begitulah Bilandra yang sukanya manja.


"Mau minum?" tawar Danendra yang sudah berdiri didepan tubuh mungil Bilandra.


"Mau bangettttt, hausss" jawab Bilandra sembari memeluk manja tubuh kekar Danendra.


"Sebentar aku ambil di mobil" Danendra menjawab sembari mengecup pucuk kepala Bilandra dan jalan menuju mobilnya yang diparkir tidak jauh dari mereka berdiri.


Selain mengambilkan minuman untuk Bilandra, Danendra juga mengambil topi nya yang selalu siap sedia dimobil untuk dia pakaikan di Bilandra supaya tidak begitu terkena langsung sinar matahari yang memang beranjak semakin terik. Untung saja daerah yang mereka survei termasuk dataran tinggi jadi anginnya terasa adem dan sejuk.


"Ini minum dulu Ji" Danendra memberikan sebotol air mineral.

__ADS_1


Sembari Bilandra menenggak hampir ludes air mineral yang Danendra berikan, Danendra dengan telaten memakaikan topi di kepala mungil Bilandra. Bilandra yang dipakaikan topi hanya diam saja dan menikmati minuman sekaligus perhatian luar biasa sang pacar.


"Ini kamu juga minum dulu Bi" tawar Bilandra yang sudah meneguk setengah botol air mineralnya.


Danendra langsung menghabiskan sisa air mineral di botol tanpa sisa lagi dan tanpa komentar apapun.


"Bi habis ini mampir beli es krim dulu ya sama jajan" pinta Bilandra dengan manjanya.


"Oke, sekarang aja yuk jalan sekalian ke arah lokasi yang kedua" Danendra mengiyakan permintaan Bilandra. Jangankan es krim, pabriknya juga bakal Danendra kasih deh kalau Bilandra yang minta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perjalanan ke lokasi kedua untuk di survei, Danendra menuruti lebih dulu permintaan Bilandra untuk beli es krim dan jajan. Semua yang Bilandra mau sudah ada dalam satu kantong belanja besar dan sudah ada dipangkuan Bilandra yang sudah sibuk dengan es krim dan jajanannya.


Danendra tersenyum sembari mengusap lembut pucuk kepala Bilandra yang tertutup topi dengan lembut. Salah satu definisi bahagia versi Danendra adalah senyum Bilandra. Dan sekarang ini Bilandra tidak lepas dari senyumnya karena semua yang dia minta tanpa tidak sudah Danendra turuti.


"He he he habisnya enak Bi, kamu mau?" Bilandra menyodorkan es krim tepat didepan mulut Danendra.


Danendra yang tetap fokus dengan kemudinya pun membuka mulutnya saat Bilandra menyuapkan es krim untuk dia. Sesimple itu sudah so sweet banget buat dua sejoli yang masih dilanda demam kasmaran ini.


"Sepertinya kita hampir sampai Ji" Danendra memastikan sembari melihat maps dilayar mobilnya.


"Hmmm sepertinya iya ji" jawab Bilandra yang melihat ke maps juga.

__ADS_1


"Coba aku cari parkiran dulu nanti kita turun ya Ji" ajak Danendra yang diiyakan dengan anggukan Bilandra.


Setelah memarkirkan mobilnya dengan aman, Danendra dan Bilandra berjalan santai melihat lokasi yang kedua. Rencana lahan kedua ini akan dibuat home stay. Memang kanan kiri lahan itu banyak hotel dan home stay. Mengingat lokasinya dekat dengan beberapa objek wisata di Jogja yang sedang hits. Sepertinya pemerintah daerah juga sedang giat-giatnya menata sedemikian rupa menjadikan daerahnya bangkit dari sektor pariwisata.


"Hmmm ini lebih luas ya Bi" tanya Bilandra yang melihat sejauh mata memandang adalah lahan datar siap bangun.


"Iya Ji, cocok memang untuk home stay atau hotel" jawab Danendra sembari memakai topi untuk dia sendiri.


"Keren kali ya Bi, konsepnya nanti kayak di Bali" celetuk Bilandra dengan mata yang berimajinasi ria.


"Wuihhhh iya juga Ji, keren tuhhh ide kamu" jawab Danendra antusias.


"Akhirnya kamu keluarkan ide-ide kamu sayang, aku tunggu itu. Kamu itu keren lho dengan karya-karya kamu yang kemarin mama Udi lihatin ke aku. Makanya itu aku yakin kamu pasti mampu buat terjun ke dunia perbisnisan ini dengan skill kamu. Aku pasti ada buat kamu, Ji" batin Danendra sembari menatap tajam Bilandra yang sedang asyik dengan imajinasi desainnya yang penuh ada dikepala dia.


"Bisa dong besok mulai bikin konsep desainnya" goda Danendra sembari merangkul tubuh mungil Bilandra yang sedang berimajinasi.


"Hmmm kamu tahu dari siapa hayo kalau aku suka sama dunia perdesainan" jawab Bilandra dengan memicingkan matanya penuh rasa kekeppoan.


"Serem ihhh lihatnya" jawab Danendra yang tidak menjawab apa yang Bilandra tanyakan.


"Ihhhh kok malah ngeles, hayo mama atau papa yang cerita, aku kan belum pernah cerita sama kamu Bi" Bilandra mulai gregetan dengan Danendra yang bukannya menjawab tapi malah ngeledek.


"Aku tuhhh bisa lihat dari mata kamu JI, bisa aku terawang, aku kan hebat" jawab Danendra disertai tawa bahagia bisa ngerjain Bilandra dengan sempurna. Iya ini juga bagian dari definisi bahagia versi Danendra, bikin Bilandra gregetan.

__ADS_1


"Ohhhh beneran nihhh ngga mau jawab, oke baiklah, aku ..." ancam Bilandra terjeda dengan tarikan tangan kekar berotot yang menarik tubuh mungilnya dalam dekapan hangat yang memberi kesejukkan.


"Aku apa hemmmm" bisik Danendra lembut ditelinga Bilandra sembari mendekap mesra tubuh mungil Bilandra. Tidak berhenti juga Danendra memberi kecupan,-kexupan kecil di jidat, pipi, mata, semua yang ada di wajah Bilandra kecuali bibir mungilnya. Karena apa??? Karena takut kebablasan kan repot. Mana di alam terbuka lagi, tar yang lihat pengen dong. Hi hi hi


__ADS_2