Cinta Tidak Selesai

Cinta Tidak Selesai
Chapter 71


__ADS_3

Semua persiapan sudah beres semua, sekarang hanyalah tinggal menunggu jam pelaksanaannya. Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, terlihat papa Iyo dan anak - anak duduk menikmati secangkir kopi untuk papa Iyo dan beberapa gelas es kopi untuk trio pasangan bucin beserta camilan sorenya.


Obrolan hangat khas orang tua dan anak - anaknya terdengar begitu adem ditelinga dan menyentuh di hati. Banyak rencana dan cita - cita tercurahkan dalam obrolan sore mereka. Cita - cita anak kandung, calon anak mantu dan sahabat anak kandung didengar dengan seksama oleh papa Iyo yang sore ini adalah orang tua tunggal dikarena orang tua lain belum datang.


"Apapun cita - cita kalian, kami orang tua hanya bisa support baik dalam doa dan materiil dan tugas kalianlah yang berjuang mewujudkannya, dengan catatan cita - cita yang mulia dan bermanfaat" petuah papa Iyo serius untuk Danedra, Bilandra, Kavi, Lingga, Ita dan juga Aer.


"Baik pap" jawab kompak mereka.


"By the way, mama, ayah, bunda kok belum sampai juga ya, padahal udah chat aku dari tiga puluh menit yang lalu katanya sudah on the way" Bilandra mengalihkan topik bahasan ke acara inti hari ini.


"Sebentar lagi juga sampai, mungkin agak macet kan ini malam minggu Ji" Danendra menjawab dengan kemungkinan yang paling logis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lima belas menit setelah Bilandra menanyakan keberadaan rombongan mama, ayah dan bunda akhirnya mobil alphard putih bunda Ara yang dikemudikan ayah Ais masuk kedalam parkiran caffe.


Bilandra yang terlebih dulu mengetahui mama, ayah, bunda dan duo bocil sudah sampai caffe berjalan menghampiri mereka dengan senyum manis yang terus memgembang. Sementara papa Iyo sedang bersiap diruangan khusus manager yang memang sudah disiapkan dengan fasilitas lengkap ruang istirahat sekaligus kamar mandi yang nantinya akan dipakai Bilandra saat mengontrol caffe.


Empat sahabat lain plus Danendra entahlah sudah berpencar ke segala sudut caffe sembari memastikan lagi tidak ada yang kurang dalam hal apapun. Iya memang, Kavi, Lingga, Ita dan Aer terlibat dalam acara grand opening caffe senja meski tidak terlalu dalam karena sudah ada EO dibawah instruksi papa Iyo.


"Selamat datang di Caffe Senja" sambut Bilandra dengan tangan kanan disilangkan didada dan badan yang dibungkukkan menyambut rombongan mama, ayah dan bunda dengan duo bocil yang langsung berlari kesana kemari terserah merekalah.


"Wowwwww keren sekali" bunda Ara justru sangat takjub saat melihat langsung Caffe Senja, caffe keempat anak sulungnya dan yang pertama dikota lain dengan konsep caffe by calon mantu kesayangannya.


"Ngga salah memang Danedra pilih calon istri" sambung bunda Ara dengan masih takjub melihat ke kanan ke kiri memutar diseluruh penjuru caffe.


"Kamu hebat sayang" masih bunda Ara berkomentar, kali ini dengan memeluk Bilandra dengan mata berkaca - kaca penuh keharuan.


"Lebih hebat mas Danendra bunda, dia sangat hebat, dia yang yakin kalau aku mampu" jawab Bilandra merendah sembari mengelus punggung bunda Ara yang memeluknya penuh kasih.


"Sama - sama hebat, kalian itu hebat, siapa dulu dong orang tuanya" potong ayah Ais yang juga sangat bangga dengan anaknya dan juga calon menantunya (semoga yaaa).


"Udah .. Udah .. Ngga usah mellow, yuukk kita masuk, sebentar lagi rombongan anak yatim piatunya sampai, kita harus bersiap" giliran mama Udi yang mengganti topik mellow menjadi semangat yang membara.


Saat berjalan masuk ke dalam caffe, rombongan lain pun akhirnya juga sampai. Ada ayah, ibu, mami dan eyang putri Kavi dan Lingga juga hadir di acara grand opening Caffe Senja. Begitu juga ayah dan ibu Aer juga datang. Tidak lama mami dan papi Ita juga sudah sampai di Caffe Senja.


Para orang tua duduk berkelompok ditempat yang sudah disiapkan. Para pasangan bucin plus duo bocil pun sudah diposisi yang sudah disiapkan. Mereka terlihat sangat bahagia dengan senyum yang terus mengembang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat jam empat sore acara inti dari grand opening Caffe Senja di mulai. Selain pengajian juga ada santunan untuk panti asuhan dan goodie bag untuk adik - adik panti.

__ADS_1


Acara dimulai dari doa bersama dilanjut dengan speech dari ayah Ais dan juga Danendra sebagai perwakilan dari Caffe Senja, dan memang sekaligus sebagai owner.


Acara inti ditutup tepat saat senja datang menyapa. Seolah mendukung lahirnya Caffe Senja ini, senja sore hari ini pun sangat indah. Warna keemasan di langit biru gradasi grey tanda terang akan berganti malam begitu memanjakan mata.


Setelah tamu - tamu istimewa pamit pulang, para orang tua gank bucin beserta pasangan bucin masih duduk bersama sambil mengobrol penuh kehangatan.


Untuk selanjutnya adalah tamu undangan lain dari kerabat dan sahabat para orang tua dan tentunya teman- teman pasangan bucin, yang khusus grand opening free bisa makan dan minum gratis di tempat, tidak untuk di take away.


Langit mulai gelap tanda malam hari pun tiba. Tamu undangan season dua pun mulai berdatangan. Hiruk pikuk tawa terdengar menggema di seluruh caffe. Semua bahagia terlihat jelas dari mimik muka.


Sampai semua tamu diam terpana, suara merdu terdengar mulai menyanyikan sebuah lagu, lagu yang dipersembahkan sebagai tanda terima kasih yang tulus dari hati bahwa saat ini dia sangat bahagia, bahagia karena dilahirkan di keluarga yang open minded, bahagia mempunyai sahabat yang saling support, dan paling bahagia adalah menjadi pacar seorang Danendra Wicaksana. Iya suara merdu itu adalah suara Bilandra Herlambang.


Bahagiaku bersamamu


Senang bila dekat denganmu


Kamu mahluk yang aku tuju


Yang lainnya ku tidak mau


Genggam erat tanganku sayang


Dan jangan pernah kau lepaskan


Karena aku butuh bimbingan


Cinta ku jangan kau lewatkan


Bahagia aku bila bersamamu


Tetap denganku hingga kau menua


Hingga memutih rambutmu


Senang hatiku hidup bersamamu


Belahan jiwa jagalah diriku


Karena denganmu damai lah hatiku


Menualah bersamaku

__ADS_1


Ditengah lagu, Bilandra sengaja speech untuk mengungkapakn isi hatinya yang sangat bahagia.


"Hai kamu, kamu iya kamu .. Kamu yang berdiri disana, kamu yang keren dengan celana belel kamu, kaos hitam polos kamu dan sneakers putih kamu, hehehe .. Kamu ganteng banget!!!! Aku cinta kamu Bi !!! Terima kasih kepercayaannya, supportnya dan yang pasti ilmunya" speech Bilandra yang membuat semua tamu terbius ke dalam adem nya suara nya. Termasuk Danendra yang hanya diam membisu.


"Mama papa terima kasih untuk "bahagia" yang mama papa berikan dari mbak lahir di dunia, beruntung mbak jadi putri mama papa. Ayah bunda, orang tua kedua mbak, calon mertua mbak, aamiin. Hmmm terima kasih sudah ijinin mbak menjadi bagian dari keluarga hebatnya, menjadi pacar dari putra hebatnya "Danendra Wicaksana" lanjut speech Bilandra berterima kasih untuk orang tuanya maupun orang tua pacarnya.


"Mami- mami, papi- papi, ayah- ayah, ibu- ibu, eyang putri dan kalian pasangan bucin, hmmmm terima kasih sudah menjadi bagian dari orang yang menyayangi aku tulus dengan hati tanpa modus dan tapi hehehe. Spesial untuk eyang putri, satu - satunya eyang kami yang masih bisa melihat kami berkarya, Bilandra sayang kalian" speech terakhir Bilandra untuk para orang tua sahabat dan sahabatnya.


Bilandra melanjutkan lagi menyanyikan lagunya dengan sangat merdu, bahagia terpancar jelas dan sangat dirasakan oleh orang disekitar. Apalagi para ibu - ibu gank bucin dipastikan sudah berderai air mata bahagia. Danendra pun masih berdiri terpaku dengan mata yang berkaca - kaca.


Genggam erat tanganku sayang


Dan jangan pernah kau lepaskan


Karena aku butuh bimbingan


Cinta ku jangan kau lewatkan


Bahagia aku bila bersamamu


Tetap denganku hingga kau menua


Hingga memutih rambutmu


Senang hatiku hidup bersamamu


Belahan jiwa jagalah diriku


Karena denganmu damai lah hatiku


Menualah bersamaku


Bahagia aku bila bersamamu


Tetap denganku hingga kau menua


Hingga memutih rambutmu


Senang hatiku hidup bersamamu


Belahan jiwa jagalah diriku

__ADS_1


Karena denganmu damai lah hatiku


Menualah bersamaku


__ADS_2