
Ting tong ... Ting tong ... Ting tong ... Ting tong
Bilandra memencet bel kamar mama dan papanya. Cukup berisik Bilandra memencet bel berulang kali tanpa jeda sampai pintu terbuka lebar karena papanya yang jengah dengan bunyi bel padahal papa Iyo masih mau lama-lama di alam mimpi.
"Hallo papa .." sapa Bilandra tanpa dosa dengan senyum manis semanis gula - gula yang warna warni dijual dipasar malam.
"Hihhhh .. Berisik tau mbak, bisa ngga neken belnya sekali aja terus ditunggu sampai ada yang bukain pintu" sewot papa Iyo dengan setengah nyawanya masih enggan diajak masuk ke raga.
" Maaf papa sayang, habisnya lama sihhh, mama emang kemana" Bilandra yang merasa bersalah dengan mesra menggandeng tangan papa Iyo menuju ke kasur lagi.
"Mama dikamar mandi mbak" teriak mama Udi dari dalam kamar mandi.
"Tuhh denger kan mama dimana, udah ahhh papa mau tidur lagi" papa Iyo yang masih bener- bener ngantuk beranjak lagi ke kasur sembari memeluk tubuh kecil Abhinaya yabg masih nyenyak tidur.
"Yahhh malah tidur lagi,ya udah mbak cuma mau ambil baju ganti, setelah ini mbak sama mas Danendra cek lokasi ya keburu siang nanti panas" celoteh Bilandra sembari membuka koper mengambil baju ganti.
"Mau langsung cek lokasi pagi mbak, by the way semalam nyasar tidur kemana mbak" tanya mama Udi ketus.
"He he he maaf mama, semalam mbak ketiduean dikolam renang, niatnya mau nemenin mas Danendra kerja malahan mbak bobok manis dipangkuannya, karena sudah larut makanya mas Danendra bawa mbak ke kamarnya, tapi kita ngga ngapa-ngapain kok mah, beneran, mas Danendra bobok di sofa juga kok" jelas Bilandra yang sudah dag dig dug karena suara mama udi sudah mode ketus. Kalau ngga pas tepat penjelasannya bisa berabe.
Belum sempat mama Udi memberi pertanyaan lebih lanjut karena seteleah mode ketus beralih otomotis ke mode detektif suara bel terdengar lagi. Kali ini lebih kalem dan terkesan sopan.
Untuk mengalihkan perhatian mama Udi yang sudah dalam mode detektifnya Bilandra berlari menuju pintu dan membukanya lebar-lebar karena dia yakin Danendra ada dibalik pintu itu. Dan benar adanya Danendra datang diwaktu yang tepat.
"Pagi mam" sapa Danendra dengan senyum semanis mungkin.
"Syukurlah kamu dateng Bi" bisik Bilandra lirih sembari mengikuti Danendra dari belakang yang masuk ke kamar mama papanya.
__ADS_1
"Pagi mas" jawab mama Udi ramah sekali, berbanding terbalik dengan suara tadi menyapa Bilandra.
"Udah rapi, ganteng nih, udah mau jalan cek lokasi ya" lanjut mama Udi sembari menerima uluran tangan Danendra untuk salim dengan sopannya.
"Iya mam, ini mau nyamperin Bilandra, malah belum siap juga dia" jawab Danendra memancing kerusuhan yang lain.
"Tadi kamar mandinya dipakai mama Bi, ini aku udah mau ganti baju, wait oke" sahut Bilandra sambil berlari menuju kamar mandi.
"Mam, papa belum bangun ya" tanya Danendra dengan santunnya.
"Tadi bangun cuma bukain pintu Bilandra, mama tadi lagi mandi, mana tuhhh anak memcet bel udah kayak orang kebelet kencing" jawab mama Udi.
"Oh iya mam, maaf ya semalam aku bawa Bilandra ke kamar aku, habisnya udah larut mana dia ketiduran lagi semalam" Danendra meminra maaf atas kejadian semalam.
"Aku ngga apa-apain kok mah, masih segel beneran" lanjut Danendra yang cujup was-was jika mama Udi salah paham.
"Tuh kan beneran mam, kita ngga ngapa-ngapain cuma mbak aja yang kebangetan kalau udah tidur gempa aja ngga kerasa" sahut Bilandra yang sudah cantik jelita keuar dari kamar mandi.
"Ihhh kompak bener, tadi juga mas Danendra bilang mau nyeburi aku dikolam, ck ck ck, kalian sungguh terlalu" jawab Bilandra dibuat sedramatisir mungkin.
"Yeee drama queen paling bisa kalau sok memderita gitu" sahut mama Udi sembari menoyor kepala Bilandra pelan.
"Udah sana kalau mau berangkat cek lokasi, sarapan dulu tapi ya, mama ngurusin bayi-bayi mama dulu" lanjut mama Udi memberi perintah ke anak-anak tersayangnya
"Oke mam, kita jalan dulu ya, hmmm nanti mama yang bilang ke ayah bunda ya, kita ngga usah ngetuk kamar ayah bunda sekarang ntar jadinya malah panjang bikin lama" pamit Danendra sekaligus permohonannya untuk dipamitkan ke ayah bunda.
"Ya sudah nanti mama pamitin , tapi kalian chat juga ya biar sama-sama enak" jawab mama Udi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sarapan di hotel, Danendra dan Bilandra meluncur ke lokasi pertama, jakal menjadi tujuan pertama mereka. Perjalanan pagi yang syahdu diiringi alunan musik dalam mobil yang dikemudikan oleh Danendra.
"Jadinya mau diambil dua-duanya Bi lahannya" tanya Bilandra ke Danendra.
"Rencananya sih begitu, tapi yag satu project barunya ayah sama papa Ji" jawab Danendra yang tetap fokus dengan kemudinya.
Dua sejoli yang selalu tampil seragam, seirama dan senada untuk outfitnya. Danendra yang selalu simple dengan kaos oblong polos dipadu celana jeans belel andalannya dan tidak ketinggalan sneakers hitam. Begitu juga dengan Bilandra yang simple dengan hoodie all size hitam dipadu padankan dengan celana jeans belel dan sama snekears hitam. Masing-masing tidak ketinggalan kacamata hitam yang bertengger dihidung masing-masing.
"Yang next buat caffe yang mana Bi" tanya Bilandra lagi.
"Menurut ayah sama papa yang dijakal Ji, makanya ini aku make sure lagi mana yang lebih tepat, nantinya biar kamu ngga ribet kontrolnya" jawab Danendra yang masih fokus menyetir mobilnya.
"Lhoh kok aku?" tanya Bilandra penuh keheranan.
"Iya kamu dong, kan yang stay di Jogja kamu sayang" jawab Danendra simple sembari tersenyum melihat wajah heran Bilandra.
"Ngga bisa gitu dong, mana bisa aku kontrol-kontrol macam itu, usaha aja ngga pernah sayang" jawab Bilandra dengan bibir manyun.
"Iya makanya belajar, nah belajar dimulai dari survei lahan, lanjut nanti desain dan konsep, terus nanti management caffe nya" jawab Danendra dengan begitu sabar layaknya mentor handal.
"Haduhhh .. Haduhhh Bi, denger aja aku udah puyeng duluan" jawab Bilandra memyerah sebelum berperang.
"Jangan bilang ngga bisa kalau belum dicoba, tenang aja ada aku yang selalu support kamu lahir batin, anytime anywhere Ji" Danendra meyakinkan Bilandra yang sudah mulai manggut-manggutkan kepalanya, entah mengerti atau manggut-manggut aja tapi nga ngerti.
"Manggut-manggut berarti ngerti dong, masak sihhh ngga, secara Bilandra Herlambang kan hebat, pacar aku gitu" lanjut Danendra memberi motivasi tiada henti.
__ADS_1
"Its okai Bi, i can do, tapi kan itu usaha kamu Bi, berarti aku karyawan kamu dong" tanya Bilandra lebih lanjut.
"Iya dong, kerja ya kerja, pacar ya pacar dong" jawab Danendra sembari menoel hidung Bilandra.